Pacar Taruhan

Pacar Taruhan
32) Salting (salah tingkah)


__ADS_3

Semalam aku tidak dapat tidur dengan baik, karna terlalu sibuk memikirkan sahabat ku Okta, Felix dan juga Andika dong pasti nya. Sebab aku ingin memperkenalkan mereka semua dengan Kak Bagus saat aku kembali kelak. Apalagi Kak Bagus juga akan kuliah di kota tempat kami tinggal, benar-benar tidak bisa di tebak akan menjadi seperti apa kami semua saat sudah berkumpul semua nya.


Dengan masih sedikit mengantuk dan kedua mata yang masih terasa berat untuk ku buka, mau tidak mau aku pun harus bersegera membersihkan diri supaya tidak terlambat untuk membantu pekerjaan rumah Ibu Margaret. Tentu nya aku tinggal di sini beberapa hari bukan untuk numpang makan dan tidur gratis aja.


Mama ku pernah berpesan, di mana pun kita berada harus tetap menjadi orang yang tahu balas budi dan tidak semau nya sendiri.


Selang beberapa menit aku sudah keluar dari kamar mandi dan langsung duduk di pinggir tempat tidur ku.


Kemudian aku pun dengan asyik nya mengusap-usap rambut ku yang masih setengah basah dengan handuk. Namun aku masih tetap memakai setelan baju ku yang kemarin ku pakai, karna aku tidak menemukan baju ganti di kamar ini.


Setelah selesai mengeringkan rambut ku, aku pun hendak keluar kamar menemui Ibu Margaret.


Tok .. tok .. tok ..


nak Nana, apa Ibu boleh masuk sebentar?


Mendengar suara Ibu Margaret dari belakang pintu seakan membuatku gembira. Dengan cepat ku buka pintu kamar ku.


Silahkan masuk Bu.


Maaf saya baru bangun dan baru selesai mandi, jadi agak terlambat untuk menemui Ibu.


Tak apa nak. Ini baju ganti untuk mu hari ini.


Maaf Ibu tidak punya baju-baju bagus seperti yang ada di kota nak Nana berasal. Semoga nak Nana suka ya dengan baju-baju ini.


Aku pun langsung menerima beberapa tumpukan setelan baju-baju yang di bawa Ibu Margaret.


Dengan tetap tersenyum, kemudian aku menata baju-baju tersebut di dalam lemari kecil di dekat jendela kamar ku.


Terima kasih banyak Bu Margaret.


Baju-baju ini bagus banget.


Saya suka sekali.


dengan cepat ku peluk Ibu Margaret


Perhatian dan kasih sayang Ibu Margaret pada ku benar-benar mirip seperti mama memperlakukan ku.


Sehingga aku benar-benar merasa nyaman dengan nya.

__ADS_1


Nak Nana, hari ini Ibu ada kegiatan penyuluhan bersama dengan ibu-ibu di desa ini. Apa bisa minta tolong nak Nana untuk berbelanja sayur-mayur di pasar dan memasak untuk hari ini?


Kebetulan hari ini nak Bagus juga sedang senggang, nanti dia bisa menemani mu berbelanja di pasar.


Juga nanti kalau ada barang-barang yang nak Nana sukai di pasar, tidak apa beli saja sekalian.


Ini uang nya ya, kalau nanti masih kurang nak Nana bisa minta dulu sama nak Bagus.


Selesai memberikan arahan, Ibu Margaret memberikan ku beberapa lembar uang lima puluh ribuan di tangan ku.


Ibu mau di masakin Nana apa hari ini?


Uang yang ibu bawakan ini apa tidak terlalu banyak?


masih dengan ragu ku hitung kembali beberapa uang ini


Terserah nak Nana saja mau masak apa hari ini, ibu tidak masalah. Tidak apa nak, lebih baik membawa uang lebih daripada uang nya nanti kurang kan?


Ya sudah, ibu pergi dulu ya. Nak Nana nanti hati-hati belanja nya di pasar.


Ibu Margaret pun keluar meninggalkan kamar ku


Tak lama kemudian aku pun berganti pakaian dan mengenakan kaos berwarna hijau muda dan celana jeans pendek. Setelah itu aku pun keluar kamar dan mencari kak Bagus di ruang tamu. Namun aku tidak melihatnya di sana. Saat aku hendak memutar badan ku, tiba-tiba aku seperti menabrak seseorang yang ada di depan ku.


aduh .. sakit nya ..


kata ku sambil mengusap-usap kening ku


Saat aku mencoba berdiri, tiba-tiba ada uluran tangan yang berada tepat di depan ku. Dengan tersipu malu aku pun menjabat tangan itu dan sekarang aku sudah bisa berdiri tegak.


Kejadian ini mengingatkan ku sekali lagi dengan sosok Andika. Yang mana waktu itu aku menabrak nya di taman selagi berkejar-kejaran dengan Okta.


Mungkin memang sudah jadi kebiasaan ku untuk menabrak orang ya. celoteh ku dalam hati


Kamu gak apa-apa kan Na?


Apa kening mu sakit?


tanya kak Bagus sambil memegang tangan kiri ku yang masih mengusap-usap kening ku agar ia dapat melihat kening ku apakah ada lebam atau tidak


Saat dia memegang tangan ku ternyata tangan kanan nya juga masih memegang tangan kanan ku.

__ADS_1


Jarak kami saat ini semakin dekat.


Aku pun masih melamun melihat wajahnya yang tampan dari jarak dekat. Jantung ku seakan berdetak tak beraturan dan semakin kencang berdetak di dalam sana.


Perlahan di dekatkan nya wajahnya tepat di hadapan ku, kini aku semakin gugup dan ingin segera lari sini saja rasa nya. Kemudian kak Bagus melepaskan kedua tangan ku yang dari tadi masih di genggam nya dan mendekatkan wajahnya lagi di depan ku.


Oh astaga, apa yang akan dia lakukan kali ini?


Tanpa sadar aku pun memejamkan kedua mata ku karna sudah begitu gugup nya aku.


Tiba-tiba ..


wuw .. wuw ..


terasa ada angin yang berhempus di kening ku saat ini. Dengan refleks aku pun membuka kedua mata ku untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi saat ini.


Ternyata kak Bagus sedang meniup kening ku.


Oh ya Tuhan, betapa bodoh nya aku mengira bahwa kak Bagus akan mencium kening ku.


Sekarang sudah merasa baikan kan Na?


Tapi kenapa wajah mu berubah menjadi merah begitu?


Apakah kamu sedang tidak enak badan?


tanya kak Bagus heran


A .. a .. aku gak apa-apa kak.


Ayo kita berangkat ke pasar sekarang, supaya tidak kesiangan nanti.


Aku pun pergi begitu saja meninggalkan kak Bagus.


Entah apa yang sedang di pikirkan nya saat ini tentang diri ku.


Huft, aku benar-benar gugup bercampur malu dengan kejadian tadi.


Kamu bukan hanya manis Na, tapi juga imut dan menggemaskan. Seandai nya saja aku bisa terus berada di samping mu dan menjadi kekasih mu. Betapa beruntung nya aku. Tapi aku gak akan pernah menyerah begitu saja untuk mendapatkan hati mu.


Biarlah waktu yang menjadi saksi kita kelak.

__ADS_1


gumam Bagus dalam hati


Karna masih asyik melamun sambil berjalan, tanpa sadar ternyata kak Bagus sudah berjalan menyusul di samping ku.


__ADS_2