Pacar Taruhan

Pacar Taruhan
81) Kegelisahan Nana


__ADS_3

Blak .. bluk .. blak .. bluk ..


Aku berulangkali membolak-balikkan tubuhku.


" Na, kamu kenapa?


Apa kamu sedang gelisah sampai tidak bisa tidur begitu? "


tanya Okta cemas


Melihat Okta yang belum tidur,


akupun segera duduk dan menyalakan lampu kamar kami.


" Ta .. apakah kak Steven akan marah padaku karna telah pergi makan berdua dengan Andika seperti tadi?


Aku takut jika ia akan salah paham lagi terhadapku .. "


" Na, apa itu yang membuatmu gelisah dari tadi? "


Akupun menganggukkan kepala perlahan di depannya.


" Kamu gak perlu cemas seperti itu,


tadi aku melihat bahwa ia tidak marah terhadapmu.


Melainkan ia sangat mencemaskanmu.


Mungkin sekarang ini dia sudah banyak berubah dan tidak ingin mengulang kesalahan yang sama saat salah paham terhadapmu.


Tapi besok saat kamu bertemu dengannya,


kami harus tetap menjelaskan semuanya seperti yang sudah kamu ceritakan padaku tadi saat masih berada di dalam kamarnya. "


pinta Okta


" Iya Ta.


Besok aku pasti menjelaskan secara rinci kepadanya,


agar aku mendapatkan kepercayaannya kembali. "


jawabku sambil tersenyum


" Gitu dong, ini baru Nana sahabatku yang pemberani.


Ya sudah, sekarang kita istirahat dulu aja.


Kedua mataku ini sepertinya sudah gak bisa di ajak kompromi. "


ucap Okta


" Tapi Ta, sepertinya besok aku gak jadi datang ke acara pertunangannya Andika.


Sebab calon tunangannya terlihat begitu membenciku tadi.


Ta .. Ta .. kok gak jawab sih??? "


sahutku sambil menoleh ke arahnya


Zzz .. Zzz .. Zzz ..


Astaga, dia sudah tertidur rupanya ..


Pantas saja ia tidak menjawab perkataanku barusan.


Ya sudahlah, biarkan dia istirahat.


Kelihatannya hari ini dia begitu lelah.


Kemudian aku berbaring di sebelah Okta,


dan menyelimuti tubuh kami dengan selimut.


🌻🌻🌻 Keesokan paginya .. 🌻🌻🌻


" Na, ayo bangun !!!


Sekarang sudah jam 9 pagi.


Kalau kita gak siap-siap sekarang,


kita bakalan telat datang ke acara pertunangannya Andika. "


ucap Okta cemas


" Hm .. mm .. aku gak jadi pergi ke sana Ta.


Kalau kamu mau pergi, gak apa-apa pergi aja sama Felix ya. "


sahutku dengan santai


" Apa ???? Serius nih kamu gak bakal datang ke sana?


Kenapa sekarang kamu tiba-tiba berubah pikiran begitu Na? "


tanya Okta bingung


" Iya Ta, semalam aku 'kan sudah bilang ke kamu.


Tapi kamu nya udah tidur dulu'an,


jadinya kamu gak dengar deh ucapanku.


Pokoknya aku hari ini gak jadi datang ke sana. "


jawabku sambil menutupi kepalaku dengan bantal


Tok .. tok .. tok ..


Tok .. tok .. tok ..


" Hm, itu pasti Felix yang datang menjemput kita.


Kamu aja ya Ta yang buka pintunya. "


ucapku di balik bantal


" Aduh Na, kamu aja yang buka pintunya.


Aku malu tahu ..


Karna belum mandi dan masih acak-acak'an seperti ini. "


desak Okta


" Gak mau ah Ta.


Lebih baik aku tidur lagi aja. "


jawabku


Tok .. tok .. tok ..


Tok .. tok .. tok ..


" Iya sebentar !!! "


sahut Okta dari dalam kamar


Mendengar suara ketokan pintu yang semakin lama semakin keras,


maka mau tak mau akhirnya Okta yang pergi membukakan pintu.


Klik .. klik ..

__ADS_1


" Hai, selamat pagi. "


sapa Steven


" Ka .. kamu .. ngapain datang ke sini? "


tanya Okta heran


" Husttt .. jangan keras-keras bicaranya.


Aku sengaja datang ke sini untuk memberikan kejutan pada Nana. "


sahut Steven


" Kejutan??? Kejutan apa yang kamu maksud?


Hari ini Nana sedang tidak berulangtahun.


Awas ya kalau kamu berbuat yang macam-macam ..


Kalau tidak, nanti kamu akan merasakan kembali pukulan dariku seperti dulu lagi. "


jawab Okta sinis


" Iya kamu tenang aja.


Aku sudah berubah tidak seperti dulu lagi.


Waktu itu ku akui memang adalah kesalahanku.


Tapi sekarang aku sudah berjanji pada Nana untuk selalu menjaganya dan tidak akan menyakitinya lagi. "


sahut Steven tenang


" Benaran ya??? Awas kalau kamu bohong!!! "


jawab Okta sinis


" Jadi, sekarang apa aku sudah boleh masuk? "


tanya Steven sambil melihat ke arah dalam kamar


" Oke .. silahkan masuk.


Tapi Nana masih ada di atas tempat tidur,


ia masih tidur dan gak mau bangun. "


jelas Okta


" Oke, terima kasih. "


sahut Steven sambil melangkah masuk ke dalam kamar


Okta yang melihat Steven masuk,


segera mengikutinya dari belakang.


Namun ia tetap jaga jarak untuk memperhatikannya dari kejauhan.


" Kejutan apa sih yang dia maksud?


Jadi penasaran aku sekarang. "


ucap Okta dengan pelan-pelan


" Na, ayo bangun ..


Aku akan mengajakmu ke suatu tempat. "


ucap Steven sambil membuka bantal yang menutupi wajah Nana


" Udahlah Ta, tadi aku 'kan sudah bilang gak mau per ..


tanyaku heran


" Puftt .. Hahahahaha


Kenapa kamu terkejut begitu sayang?


Aku memang sengaja datang ke kamarmu untuk memberimu sebuah kejutan.


Yaitu untuk mengajakmu keluar jalan-jalan.


Kamu tidak keberatankan? "


sahut Steven


" Tapi .. tapi .. "


jawabku kikuk


" Sudah, tidak ada tapi-tapi'an.


Sekarang kamu siap-siap ya.


Aku tunggu kamu di luar bersama dengan Felix. "


sahut Steven dengan melangkahkan kaki keluar kamar


" Hahahahahahaha


Tadi aku 'kan sudah menyuruhmu untuk bangun,


tapi kamu gak mau.


Akhirnya pangeranmu sendiri yang membangunkanmu dan melihat kejelekanmu saat baru bangun tidur. "


ledek Okta sambil duduk di sebelahku


" Huh .. ketawa'in aja terus sampai puas. "


balasku dengan melemparkan bantal ke arahnya


" Hahahahahahaha


Jangan marah gitu dong,


nanti kak Steven gak mau sama kamu lagi lho kalau wajahmu jelek begitu. "


goda Okta


" Sudah ah .. Aku mau mandi aja dulu. "


sahutku sambil cemberut


Saat Nana masuk ke dalam kamar mandi,


Okta menerima sebuah pesan singkat dari Felix.


Felix :


" Sayang, nanti kamu juga siap-siap ya.


Karna kita juga mau ikut Nana dan kak Steven pergi.


Ingat ya, kamu dandan yang cantik. "


Okta :


" Memangnya kita akan pergi ke mana?


Kenapa aku juga harus dandan?


Bukannya aku selalu cantik ya? "

__ADS_1


Felix :


" Aku juga tidak tahu kita akan pergi ke mana.


Karna barusan kak Steven hanya mengatakan akan mengajak kita semua ke suatu tempat.


Dan ia memintaku untuk menyampaikan ke kamu untuk bersiap-siap juga. "


Okta :


" Oh .. jadi begitu ..


Sayang, sudah dulu ya ini Nana sudah selesai mandi.


Sekarang giliranku untuk mandi.


Bye sayang .. "


" Hm .. harumnya ..


Ciecie yang mau jalan sama pangerannya. "


goda Okta


" Apa'in sih, sudah cepat mandi sana. "


sahutku sambil menutup hidung untuk menggodanya


Setelah ia selesai mandi,


aku masih saja cemberut di depannya.


Karna tadi ia tak memberitahuku jika yang datang adalah kak Steven.



Cekrik .. Cekrik ..


" Udah dong Na jangan cemberut begitu.


Ini coba kamu lihat sendiri gimana jeleknya kamu saat cemberut.


ucap Okta sambil memberikan ponselnya padaku


" Eh, kenapa kamu main foto-foto aja sih Ta.


Cepat hapus foto itu, kalau gak aku bakal begini terus nih sama kamu. "


sahutku


" Gak mau .. !!!


Foto ini bakal aku simpan untuk kenang-kenangan.


Karna aku gak punya fotomu saat cemberut begini Na.


Hahahahahaha .. "


ledek Okta


" Ya sudahlah terserah kamu aja. "


sahutku kesal


Kemudian akupun keluar kamar meninggalkan Okta.


" Eh Na, tunggu aku dong. "


panggil Okta


Namun aku tak menghiraukannya,


aku tetap keluar kamar meninggalkannya.


" Kak Steven .. "


sapaku


" Hai Na, hari ini kamu kelihatan semakin cantik. "


sahut Steven


" Makasih kak.


Oh ya kak, memangnya kita mau pergi ke mana? "


tanyaku penasaran


" Ada deh .. Nanti kamu juga akan tahu. "


jawab Steven sambil mengedipkan mata


" Ta, apa kamu juga sudah siap? "


tanya Felix


" Iya sudah. Ayo kita berangkat. "


sahut Okta


" Tunggu .. tunggu ..


Memangnya kamu sudah tahu kita mau pergi ke mana Ta?


Kok kamu semangat banget? "


tanyaku heran


" Wah, udah gak cemberut lagi nih sama aku?


Hm, kasih tahu gak ya? "


ledek Okta


" Ya sudahlah lupakan.


Pasti kamu juga gak mau kasih tahu aku. "


sahutku pesimis


" Hahahahahahahaha


Kamu tenang aja Na.


Yang penting kali ini kamu gak bakal kecewa


karna sudah pergi dengan kita. "


ucap Okta yang berusaha menyakinkanku


" Oke deh. "


sahutku sambil tersenyum


" Ya sudah, ayo kita berangkat sekarang. "


ajak Steven sambil menggandeng tangan Nana


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


***Siapa yang penasaran ke mana mereka semua akan pergi?


Ikut'in terus cerita nya ya 😉👍


Salam hangat dari author Anna utk kalian semua 🤗***

__ADS_1


__ADS_2