
Kring .. kring ..
bel sekolah telah berbunyi dan semua murid-murid pun kembali ke dalam kelas.
Jam pelajaran ketiga .. keempat ..dan akhir nya sampai pada jam pelajaran terakhir.
kring .. kring .. kring ..
bel sekolah telah berbunyi kembali dan menandakan bahwa jam pelajaran terakhir kami telah selesai.
Semua mata pelajaran sudah kami lalui hari ini.
Tak terasa kini sudah waktu nya bagi kami untuk pulang.
" Ah, membosankan. " gerutu Okta
Klak .. klak ..
ku tarik jari-jemari ku karna sudah capek menulis dari tadi. Ku gerakkan semua badan ku ke kanan dan ke kiri. Agar tubuh ku dapat rileks sejenak.
" Iya Ta, capek banget hari ini. Gimana sekolah selanjutnya ya besok? Apa akan lebih capek dari hari ini? "
sahut ku sambil membereskan buku-buku dan alat tulis ku yang masih berada di atas meja
" Fiuh, entahlah Na. "
jawab Okta sambil mengambil tas ransel kesayangan nya
" Udah .. udah .. gak usah menggerutu lagi.
Yuk kita balik sekarang. " ajak Felix
__ADS_1
Akhir nya kami pun bersama-sam meninggalkan ruang kelas. Saat hendak menuju area parkir sekolah, tiba-tiba saja perut ku menjadi sakit.
" Teman-teman, kalian duluan aja ya. Aku mau ke toilet sebentar. Perut ku sakit ini, mungkin karna kebanyakan makan sambel waktu jam istirahat tadi. "
" Mau aku temenin kah Na? " tanya Okta cemas
" Ndak usah Ta. Aku bisa kok ke toilet sendirian. Kamu duluan aja ke parkiran sama Felix dan Andika. "
Tanpa menunggu lama, aku pun segera berlari ke arah toilet perempuan.
Sementara mereka melanjutkan langkah mereka menuju ke area parkir sekolah.
Akhir nya aku pun sudah sampai di toilet perempuan.
Namun ternyata perut ini sudah tidak apa-apa.
Huft, memang perut ku ini nakal. Suka goda'in aku aja.
Saat aku keluar dari toilet, tiba-tiba ada seseorang dari arah belakang yang menutup mulut ku dengan sebuah saputangan.
Aku pun berusaha sekuat tenaga melawan nya.
Namun apa daya, tubuh ku seakan melemas saat aku mencoba untuk melawan. Apa jangan-jangan di sapu tangan ini ada obat bius nya?
Dengan sayup-sayup ku mendengar beberapa langkah kaki yang menghampiri ku dan menggendong ku entah mau membawa ku ke mana.
Karna tenaga ku sudah habis, maka tanpa sadar aku pun sudah menutup mata ku.
Aku sudah tak berdaya lagi kali ini.
Oh Tuhan, tolong lah aku sekarang dari orang-orang jahat ini.
__ADS_1
Selang beberapa waktu, aku pun sudah sadarkan diri.
Dengan perlahan ku buka mata ku.
Aku berada di mana sekarang?
Apa yang sebenar nya terjadi pada ku?
Saat aku hendak berteriak minta tolong, ku rasakan ada sesuatu yang menggumpal di mulut ku.
Oh tidak, aku tidak bisa meminta pertolongan.
Habis lah aku kali ini. Ku lihat semua pakaian ku masih lengkap dan utuh. Syukurlah tidak terjadi hal-hal buruk selama aku tak sadarkan diri tadi.
Saat aku tahu kalau tangan ku masih terikat, aku pun berusaha sekali lagi untuk melepaskan tali-tali ini.
Namun lagi-lagi aku gagal, karna tenaga ku belum pulih sepenuh nya. Mungkin efek dari obat bius tadi masih ada. Aku sekarang ini sudah kembali lemas tak bertenaga sedikit pun.
Tiba-tiba ..
Kira-kira apa **yang bakal terjadi sama Nana ya ???
Penasaran kan sama cerita selanjut nya ???
Jangan ke mana-mana ya,
simak terus episode-episode selanjut nya 😊
Tapi sebelum nya, jangan lupa untuk like dan vote novel aku ini ya 😉
Terima kasih 😇**
__ADS_1