
******* PoV Okta *******
Hari ini kenapa aku merasa akan ada kabar baik tentang keberadaan Nana. Setelah pulang sekolah nanti aku akan mengajak Felix berkunjung ke rumah Nana.
Saat sekolah telah usai, dengan cepat Okta dan Felix pergi menuju rumah Nana.
Ta, tumben banget hari ini kamu begitu semangat dan ceria gitu? Apa ada sesuatu yang spesial hari ini?
tanya Felix sambil menyetir mobil nya
Aku juga gak tahu kenapa Lix. Tapi aku seperti merasa akan ada kabar baik tentang keberadaan Nana nanti setelah kita datang ke rumah Nana.
Aku benar-benar gak sabar ingin tahu bagaimana keadaan Nana sekarang. Mungkin mama Nana punya kabar baik untuk kita saat ini.
Oh, gitu toh ternyata.
Iya Ta, kita berdua saja semoga ada kabar baik dari keluarga nya Nana nanti.
Amin .. amin Lix.
Tak terasa mereka telah sampai di depan rumah Nana.
Okta dengan cepat berlarian masuk ke ruang tamu.
__ADS_1
Tan .. tante .. ini Okta tante.
Oh, nak Okta. Ayo duduk dulu.
Barusan tante mau telepon nak Okta, tapi ternyata kebetulan nak Okta sudah datang kemari.
Kenapa tante? Apa sudah ada kabar tentang Nana?
tanya Okta dengan tidak sabar'an
Iya nak Okta, tadi pagi Nana telepon ke rumah.
Nana memberi kabar kalau dia baik-baik saja dan mau minta tolong nak Okta untuk menjemput nya di desa Cemara. Sebab Nana tidak mau di jemput oleh papa nya, takut mengganggu pekerjaan papa nya.
Nak Okta tidak keberatan kan?
Sabar dulu nak Okta, tadi Nana bilang masih belum bisa pulang. Karna tubuh nya masih lemas dan masih dalam masa pemulihan. Nanti kalau Nana sudah pulih pasti akan segera telepon nak Okta untuk meminta tolong di jemput.
Yah, Okta masih belum bisa ketemu sama Nana dong tante. Padahal Okta udah kangen berat nih sama Nana.
Sabar ya nak. Kelak kalian pasti bisa ketemu dan berkumpul kembali. Sekarang yang terpenting kita sudah tahu keberadaan Nana dan di sana ia baik-baik saja, itu sudah lebih dari cukup.
Iya tante, Okta pasti sabar menunggu telepon nya Nana untuk menjemput nya dari sana.
__ADS_1
Hari telah berganti sore. Sudah waktu nya bagi Okta dan Felix untuk berpamitan pulang.
Saat dalam perjalanan pulang, Okta nampak begitu cemas. Tidak seperti saat berangkat menuju rumah Nana tadi.
Ta, apa yang kamu cemas'in?
Bukankah sekarang kita bisa merasa lega karna udah ada kabar dari Nana?
Iya Lix, emang benar kita udah dapat kabar tentang keberadaan Nana sekarang. Tapi, apa kamu lupa kalau sekarang Andika sudah pergi keluar negeri meninggalkan Nana begitu aja tanpa menunggu kedatangan Nana hanya untuk mengucapkan selamat tinggal. Aku kuatir nanti Nana bakal shock lagi setelah tahu kalau Andika sudah pergi dari sisi nya. Walau mereka belum saling menyatakan perasaan mereka masing-masing, tapi aku merasa telah tumbuh benih-benih cinta di antara mereka. Namun apakah perjuangan kisah cinta mereka akan kandas begitu saja di tengah perjalanan ini? Aku bener-bener gak sanggup membayangkan betapa kecewa nya Nana nanti Lix ..
Ta, semua nya sudah terjadi. Biarlah semua berlalu.
Jika memang mereka benar-benar berjodoh, kelak mereka pasti bisa bersatu kembali. Tak peduli berapa banyak rintangan yang mereka hadapi. Saat Nana kembali nanti, tugas kita adalah selalu berada di sisi nya dan selalu memberikan dukungan agar dia tidak menjadi patah semangat. Percayalah bahwa Nana adalah orang yang kuat dan bisa bangkit kembali meraih impian nya.
Iya Lix, kamu memang benar.
Aku yang sudah mengenal Nana begitu lama, tetapi tidak menyadari betapa kuat nya sosok Nana.
Beruntung kau sudah mengingatkan ku akan hal itu Lix. Kamu memang sahabat yang terhebat untuk kita berdua.
Wah, jadi baru sekarang ni aku di akui sahabat oleh kalian? Atau jangan-jangan kamu udah mulai suka sama aku dan mengharapkan hubungan kita lebih dari sekedar sababat ya Ta?
Iih, apa'an sih. Jangan kepede'an dong jadi orang.
__ADS_1
dengan tersipu malu Okta memalingkan muka nya ke kaca jendela di sebelah kiri nya.
Na, nanti setelah kamu kembali ke sini aku berjanji akan membantu mu menghapuskan semua kenangan pahit mu. Dan aku pasti berusaha untuk dapat selalu memberikan mu kebahagiaan. Ini adalah janji di antara sahabat. Tolong cepatlah pulang Na, aku sungguh merindukan mu di sini ..