Pacar Taruhan

Pacar Taruhan
85) PoV Andika dan Melisa


__ADS_3

" Andika, mengapa kamu bisa bersikap seperti ini padaku?


Kamu bahkan menyembunyikan masa lalumu itu dariku.


Apakah kamu benar-benar menyayangi dan mencintaiku dengan sepenuh hatimu? "


tanya Melisa sambil menangis


" Maafkan aku sayang ..


Memang aku yang telah meminta Nana untuk datang ke acara pertuangan kita ini.


Agar aku dapat dengan rela melepaskannya.


Namun siapa sangka saat aku melihatnya,


aku tak bisa menahan diriku untuk kembali mendekatinya.


Benar-benar tolong maafkan aku .. "


sahut Andika dengan pilu


" Baik, jadi itu ku anggap sebagai keputusan terakhirmu.


Sebelum kita melangkah lebih jauh lagi,


lebih baik kita sudahi ini semua.


Semoga kelak kamu benar-benar dapat mengejar Nana kembali tanpa kehadiranku yang menghalangi setiap langkahmu.


Cincin ini aku kembalikan padamu. "


ucap Melisa sambil berpaling hendak pergi meninggalkan Andika


" Tunggu .. "


sela Andika dengan menarik tangan Melisa


" Lepaskan tanganku Andika .. "


terdengar suara serak dari bibir Melisa


" Tolong beri aku waktu beberapa hari untuk dapat melupakan Nana.


Dan aku berjanji padamu untuk tidak menemuinya lagi.


Tolong beri aku satu kesempatan lagi .. "


pinta Andika


" Baiklah .. (menghela nafas)


Aku beri kamu waktu seminggu untuk dapat melupakan Nana dan menghapus semua kenangan di antara kalian.


Apakah itu cukup? "


tanya Melisa sambil menundukkan kepala


" Itu sudah lebih dari cukup.


Terima kasih sayang. "


sahut Andika kemudian mencium kening Melisa


Merekapun berpelukan dan mulai merasa tenang.


Sehingga akhirnya mereka dapat bergabung kembali ke dalam pesta.


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


Malam harinya setelah pesta berakhir,


Andika mengantarkan Melisa pulang.


Tetapi saat dalam perjalanan pulang,


tiba-tiba Andika memutar balik dan membawa Melisa ke sebuah hotel.


" Andika, apa yang kamu lakukan?


Mengapa kamu memutar balik? "


tanya Melisa heran


" Kita akan merayakan pertunangan kita di tempat ini.


Aku berjanji tidak akan menyakitimu sayang. "


sahut Andika


" Tidak !!!


Aku mau pulang, antarkan aku pulang sekarang.


Jika tidak .. "


ucap Melisa cemas


Cesh .. cesh ..


Dengan cepat Andika menyemprotkan obat bius pada Melisa.


Setelah itu Andika menggendong tubuh Melisa untuk memasuki sebuah kamar di hotel Sweet Couple.

__ADS_1


Saat sudah berada di dalam kamar,


Andika menurunkan tubuh Melisa dengan hati-hati dan perlahan.


Kemudian ia segera masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan diri sebelum memulai perang ranjang bersama dengan Melisa.


Selesai mandi, Andika duduk di samping tempat tidur.


Ia mengambil sebungkus 'alat pengaman' dan memakainya.


Walau dengan perasaan takut dan bimbang ia akan melakukan hal ini pada Melisa,


ia masih tetap saja ingin melanjutkan aksinya.


Tetapi ia juga tak mau ambil resiko untuk menjadi seorang ayah dengan cepat.


Itulah mengapa ia memakai 'alat pengaman' itu.


" Sayang, maafkan aku harus melakukan ini terhadapmu.


Semoga kelak kamu tidak akan membenci dan meninggalkanku. "


ucap Andika sambil memain-mainkan rambut Melisa


Cekrik .. cekrik ..


"Saat tak berdaya seperti ini,


kamu terlihat begitu cantik dan anggun sayang.


Oh ya, aku juga sengaja mengabadikan moment indah kita di malam ini agar nantinya dapat menjadi sebuah kesenangan tersendiri bagi kita saat sudah menikah. "


ucap Andika sambil tersenyum


Dengan perlahan Andika memulai serangannya pada Melisa.


Ia menciumi leher Melisa dengan begitu intens dan meninggalkan banyak kissmark di sana.


Hahahahahahaha


" Ini akan menjadi tanda bahwa mulai sekarang kamu adalah milikku seutuhnya sayang. "


ucap Andika dengan bangganya


Selanjutnya ia ******* habis bibir manis Melisa.


Sambil meremas-remas kedua bukit kembarnya yang dari tadi telah menggodanya.


Krak .. krak ..


Tak menunggu lama gaun indah yang di pakai oleh Melisa telah di robek habis oleh Andika.


Entah apa yang telah merasukinya,


Sampai akhirnya ia sudah kelelahan dan telah mencapai klimaks.


Dengan segera Andika berlari menuju kamar mandi dan mengeluarkan semua cairan spe*** nya


" Hah .. Lega rasanya setelah spe*** ini keluar. "


ucap Andika sambil menyandarkan badannya ke tembok kamar mandi


Splash .. splash ..


Andika membasahi dirinya dengan air shower dan kembali membersihkan dirinya setelah melakukan perang ranjang tadi.


" Jadi seperti ini nikmat dan indahnya bercinta dengan lawan jenis.


Mengapa dari dulu aku tak melakukan hal ini saja pada Nana agar ia tak meninggalkanku seperti sekarang ini. "


ucap Andika dengan membayangkan wajah Nana


Plak ..


Andika menampar pipi kanannya.


" Apa yang sudah kupikirkan ???


Aku sudah berjanji pada Melisa untuk melupakan Nana.


Mengapa sekarang aku malah memikirkan dirinya?


Yang terpenting bagiku sekarang adalah Melisa.


Kelak dialah yang harus selalu ku dampingi dan memberinya kebahagiaan. "


ucap Andika pada dirinya sendiri


Setelah selesai mandi, Andika kembali duduk di samping tempat tidur dan menyelimuti tubuh Melisa yang saat ini tidak memakai sehelang benangpun di tubuhnya.


" Tidurlah yang nyenyak sayangku.


Terima kasih malam ini kamu sudah memberiku hadiah yang sangat indah dalam hidupku. "


ucap Andika sambil mencium kening Melisa


Kemudian Andika berjalan menuju balkon kamar.


Dan ia melihat pemandangan di luar hotel.


" Oh ya aku hampir lupa untuk menyiapkan sebuah gaun pengganti untuk Melisa besok.


Jika tidak, besok ia tidak akan bisa keluar dari sini. "

__ADS_1


ucap Andika sambil berjalan masuk kembali


Dengan bergegas Andika menelepon bagian resepsionis dan meminta bantuan mereka.


" Halo selamat malam, kami resepsionis hotel Sweet Couple siap membantu anda.


Apakah ada yang bisa kami bantu? "


" Halo .. tolong siapkan sebuah gaun dengan ukuran lingkar dada xx dan lingkar pinggang xx.


Panjang gaunnya sekitar xx.


Untuk warnanya saya ingin warna peach atau pink juga tidak apa-apa.


Jika sudah siap tolong segera antarkan ke kamar 206 atas nama Melisa. "


sahut Andika


" Baik, pesanan anda akan segera kami siapkan.


Mohon tunggu sekitar tiga puluh menit dan pesanan anda akan segera kami antarkan.


Apakah ada hal lain yang anda perlukan? "


" Tidak ada. Itu saja cukup. "


ucap Andika


" Baik. Terima kasih. "


Tut .. tut ..tut ..


Panggilan telepon telah di putus oleh Andika


Setelah menghubungi bagian resepsionis,


Andika mengambil ponsel milik Melisa dan mengirimkan pesan singkat untuk kedua orangtua Melisa.


" Pa, ma, maaf malam ini Melisa tidak bisa pulang ke rumah.


Karna Melisa ada janji menginap di rumah teman.


Besok siang Melisa akan meminta Andika untuk menjemput Melisa di sini.


Papa sama mama tidak perlu kuatir ya.


Bye .. selamat malam pa, ma .. "


Klik ~> kirim


Tugas lainnya juga sudah selesai sekarang.


" Tapi, apa yang harus kujelaskan pada Melisa besok???


Jika besok ia tiba-tiba bangun dan terkejut dengan situasi seperti ini??? "


ucap Andika dengan cemas


Dengan perasaan cemas Andika berjalan mondar-mandir di dalam kamar.


Hingga tak terasa setengah jam telah berlalu ..


Tok .. tok .. tok ..


Terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar.


" Iya sebentar. "


ucap Andika dengan bergegas membukakan pintu


" Permisi, saya datang kemari untuk mengantar pesanan anda. "


ucap seorang pelayan sambil menyodorkan sebuah bingkisan


Kemudian Andika menerima bingkisan itu dan mencoba melihat isi bingkisan itu.


Setelah puas dengan gaun yang di pesannya,


ia segera membayar semua biaya pesanannya itu.


" Ini uangnya.


Tidak perlu kembali, kamu ambil saja kembali'an nya. "


ucap Andika sambil memberikan beberapa lembar uang


" Terima kasih. "


ucap seorang pelayan dengan sopan


" Oke. "


sahut Andika sambil menutup pintu kamar


Kemudian Andika meletakkan bingkisan itu di atas meja di dekat Melisa berbaring.


Dengan tujuan saat Melisa terbangun ia dapat segera melihat bingkisan itu dan memakai gaun yang ada di dalamnya.


Karna merasa lelah dan mengantuk,


maka Andikapun membaringkan tubuhnya di samping Melisa dan memeluknya.


Tak menunggu lama Andika sudah tertidur pulas.

__ADS_1


Zzzz .. Zzzz .. Zzzz


__ADS_2