Pacar Taruhan

Pacar Taruhan
55) Kunjungan Okta dan Felix di rumah sakit


__ADS_3

Setelah pergi meninggalkan mereka semua di lobi,


akupun berlari ke halaman belakang rumah sakit ini.


Ku rasa di sini cukup tenang agar aku bisa menenangkan diriku dari semua kekacauan ini.


Hm .. fiuh ..


ku tarik nafas dalam-dalam dan membuangnya agar diriku dapat kembali rileks.


Na ..


panggil seseorang dari arah belakang sambil menepuk pundakku


Ta ..


Na, sori banget ya aku bener-bener gak tahu kalau akan jadi seperti ini kejadiannya.


Tadi dia bilang hanya ingin menemuimu,


tapi tak kukira ternyata dia mengatakan hal buruk tentangmu.


Jika aku tahu dari awal maksud kedatangannya hanya membuat masalah denganmu,


aku tadi gak bakal ngijinin dia ketemu sama kamu Na.


Sudahlah Ta, tidak apa-apa.


Yang sudah terjadi biarlah terjadi.


Yang penting tadi aku sudah menjelaskan semuanya di depan semua orang.


Agar kelak dia tidak berani mengatakan hal semacam itu lagi tentang diriku.


Iya Na.


Kamu yang kuat ya Na.


Apapun yang terjadi aku pasti selalu dukung kamu.


sahut Okta sambil memelukku


Makasih banyak ya Ta.


Sama-sama Na.


Na, ini kamu minum dulu ya.


ucap Felix sambil memberikan sebotol air mineral


Makasih ya Lix.


Iya Na sama-sama.


Glek .. glek .. glek ..


dengan emosiku yang masih belum stabil,


akupun meneguk air mineral ini.


Yah ..


Aku sekarang sudah agak membaik.


Ayo aku antar kalian ketemu sama papaku di dalam.


Tapi tolong kejadian yang tadi jangan beritahu orangtuaku ya, supaya mereka tidak kuatir berlebihan terhadapku.


Iya Na beres.


sahut Okta dan Felix bersamaan


Akupun mengantar mereka menuju kamar inap papaku.


Saat hendak masuk ke dalam kamar,


kami di kejutkan oleh sosok Kak Steven di depan pintu kamar ini.


Na, kamu dari mana saja tadi?


Maaf aku tidak mengejarmu tadi,


karna tadi ada telepon penting dari kantor yang harus aku angkat.


Iya kak tidak masalah.


Justru jangan sampai karna urusan keluargaku ini mengganggu pekerjaan kakak.


Tenang aja Na.


Semua sudah beres kok.


Oh ya, mereka ini siapa Na?


Ups, sori - sori ..


Aku sampai lupa memperkenalkan mereka semua.


Ini adalah Okta, sahabatku yang cerewet nya bukan main.


Sedangkan ini adalah pria pujaan hatinya Okta,


namanya adalah Felix.


Hai kak, kenalkan aku Okta.


sapa Okta sambil mengulurkan tangan


Hai, nama saya adalah Steven.


Saya adalah calon tunangannya Nana.


Salam kenal ya Okta.


sahut kak Steven sambil menjabat tangan Okta


Sudah kak jangan lama-lama menjabat tangannya Okta,

__ADS_1


lihat tuh di sebelahnya Okta sudah ada yang mulai cemburu.


Ups, maaf ya.


segera kak Steven melepas tangan Okta.


Hai, kamu Felix kan?


Salam kenal ya.


sapa kak Steven mengulurkan tangan pada Felix


Hai kak. Salam kenal juga.


sahut Felix sambil menjabat tangan kak Steven


Ya sudah, karna semua sudah saling kenal,


sekarang kita masuk yuk.


pintaku pada mereka


Kriek ..


Ma, pa, ini ada teman-teman Nana datang berkunjung.


Halo paman dan tante.


sapa Okta dan Felix bersamaan


Halo sayang.


Oh ya, ini siapanya nak Okta ya?


Kok tante gak pernah kelihatan?


Halo tante, saya pacarnya Okta,


perkenalkan nama saya Felix.


Saya juga teman sekelasnya Okta dan Nana.


Oh, ternyata ini yang namanya nak Felix ..


Nama yang sering di sebut-sebut oleh nak Okta ke Nana kalau main di rumah tante.


Nak Felix memang tampan dan gagah,


pantas saja nak Okta sampai terpesona begitu.


(melirik ke arah Okta)


Salam kenal ya nak dari paman dan tante.


sapa mamaku sambil tersenyum


Salam kenal tante dan paman.


sahut Felix sopan


Jangan gitu dong tan.


Sudah - sudah, mari silahkan duduk dulu nak Okta dan nak Felix.


sela papaku


Oh ya tan, maaf kita gak bawa apa-apa.


Cuma bawa buah-buahan ini saja.


Ya ampun nak Okta, tidak perlu repot-repot begitu.


Maaf ya tante sama paman jadi merepotkan kalian.


Gak repot kok tan.


sahut Okta sambil tersenyum


Terima kasih banyak ya nak Okta dan nak Felix.


Iya sama-sama tante.


ucap Okta dan Felix bersamaan


Kemudian papa, mama, Okta dan Felix sudah akrab satu sama lain.


Merekapun berbincang-bincang dan tak lupa bersenda gurau menceritakan tingkah-tingkah lucu Okta.


Sesekali aku mencoba melihat ke arah kak Steven.


Tadi saat berkenalan dengan Okta dan Felix,


ia masih terlihat ramah dan ceria.


Namun sekarang nampaknya dia sedang memikirkan sesuatu dalam lamunannya.


Mungkinkah dia masih menunggu penjelasan dariku tentang kejadian tadi.


Sayang, kamu sedang memikirkan apa?


Itu nak Okta dan nak Felix sudah berpamitan mau pulang, tolong kamu antar mereka ya.


Hm, iya pa.


Tante kami pamit pulang ya.


Paman, semoga cepat pulih ya supaya nanti kita bisa berbincang-bincang lagi di rumahnya paman.


Kalau gak ada paman kan gak seru.


Iya nak Okta.


Terima kasih banyak atas kunjungannya ya nak Okta dan nak Felix.


Sama-sama paman.


Kemudian akupun mengantar mereka sampai di lobi depan.

__ADS_1


Saat aku sudah melihat mereka pergi,


akupun kembali berjalan menuju kamar inap papa.


Saat akan membuka pintu,


aku mendengar percakapan papa dengan kak Steven.


Aku sengaja tidak masuk dulu agar dapat mendengar percakapan mereka.


Nak Steven, kamu istirahat saja ya di rumah kami.


Sekarang sudah mau malam,


kalau nak Steven pulang sekarang,


bisa-bisa nanti sampai rumah tengah malam.


Jangan paman, nanti tidak enak di lihat oleh tetangga di rumah paman.


Lebih baik saya menginap saja di hotel.


Oh iya benar juga nak ..


Maaf ya nak, paman tidak berfikir panjang tadi.


Hm, karna itu kalian berdua cepat-cepatlah bertunangan dan segera menikah.


Agar paman ini bisa tenang melihat kalian berdua bahagia.


Iya paman pasti saya usahakan secepatnya.


Tetapi paman juga harus sehat terlebih dahulu agar bisa menyaksikan pertunangan dan pernikahan kami.


Pasti nak Steven.


Apa???


Pertunangan kami di percepat???


Dan .. segera menikah???


Apa maksud semuanya ini???


Semua pertanyaan ini langsung muncul di benakku


Ya sudah, sekarang paman minum obatnya dulu ya. Kemudian beristirahat.


Saya pamit dulu, karna mau mengantarkan Nana dan adik-adik tersayang ini pulang.


Oh ya, apa tante tidak ikut kita pulang juga?


Tidak nak, tante di sini saja menemani paman.


Tolong antarkan anak-anak tante ya.


Oke tante.


Makasih banyak ya nak.


Sama-sama tan.


Yuk Vid, Nes, kita pulang sekarang.


Oke kak.


Bye pa .. bye ma ..


Iya sayang, hati-hati di jalan ya.


Mereka akan keluar sekarang.


Aku akan masuk dan berpura-pura tidak mendengar apa-apa tadi.


Kriek ..


Lho, sudah mau pulang ya?


tanyaku bingung


Iya kak, kita mau pulang sekarang.


Kita mau istirahat di rumah karna besok 'kan sekolah. Kak Steven kelihatannya juga sudah lelah seharian ini.


Kasihan kak Steven nya kak.


Setelah mengantar kita pulang,


kak Steven juga bisa beristirahat.


Oh ...


Ya sudah, kakak pamit sama papa-mama dulu ya.


Oke kak.


Ayo kita ke parkiran dulu Vid - Nes.


ajak kak Steven


Pa, ma, Nana pulang dulu ya.


(mencium tangan kanan papa dan mama)


Kalau mama nanti butuh sesuatu,


bisa langsung telepon rumah atau telepon di handphone nya Nana ya.


Iya nak.


Tolong jaga adik-adikmu ya.


Baik-baik di rumah.


Oke deh ma ..


Bye pa .. bye ma ..

__ADS_1


Hati-hati di jalan ya nak.


(melambaikan tangan)


__ADS_2