
Hari telah berganti malam. Suasana di rumah ini begitu sepi. Mungkin Ibu Margaret sudah tidur, dan Kak Bagus entah sedang apa. Ia pun tak kunjung keluar dari kamar nya sejak tadi.
Sejenak aku merasa bosan, jadi aku pun menuju ke halaman depan untuk mencari angin segar.
Saat sudah berada di halaman depan, aku pun duduk di kursi rotan yang berada di depan pintu rumah.
Dengan senang nya ku hirup udara segar ini yang masih begitu alami. Tetapi hal ini kembali mengingatkan ku dengan pertemuan pertama ku dengan Andika sewaktu di aula sekolah saat MoS.
Aku yang begitu asyik nya menikmati udara di luar jendela aula waktu itu, sampai-sampai aku memejamkan kedua mata ku dan kemudian Andika datang menutupi punggung ku dengan jaket nya. Walau waktu itu aku masih malu-malu, tapi aku merasakan bahwa Andika begitu perhatian dan tulus pada ku. Seandai nya saja saat ini kamu juga berada di samping ku, Andika ..
Entah mengapa kini aku benar-benar rindu pada mu ..
Apakah di sana kamu juga sedang merindukan ku?
Sejenak aku pun mulai memejamkan kedua mata ku, sambil mengingat-ingat semua moment yang sudah ku lewati bersama dengan Andika.
Tiba-tiba aku di kejutkan dengan sebuah selimut yang menutupi punggung ku.
Sontak aku membuka kedua mata ku dan berteriak dengan girang : " Andika ... "
Namun aku salah, ternyata bukan seperti yang ku harapkan. Andika tidak mungkin berada di sini.
" Oh, maaf Kak. Aku kira tadi teman ku yang datang. "
" It's oke ..
Tapi kalau boleh tahu, siapa itu Andika? Pacar mu kah?
Mengapa kamu terlihat begitu bahagia ketika memanggil nama nya tadi? "
" Bukan kak, dia itu teman dekat ku. Di sekolah dia selalu bersama dengan ku. Bahkan dulu pun dia pernah menyelimuti ku dengan jaket nya, saat aku sedang asyik menikmati udara segar. Yah, seperti saat ini. Karna itu aku kira tadi Andika yang datang.
Hm .. sambil menghela nafas panjang
Andika itu orang nya baik dan selalu perhatian sama aku. Dia itu selalu kuatir kalau aku telat makan, kalau aku sakit karna terlalu sering berada di ruangan terbuka, selalu marah kalau aku tidak memberi nya kabar. Bahkan dia itu lebih bawel daripada Okta sahabat perempuan ku. "
__ADS_1
tanpa di sadari aku sudah bercerita tentang Andika panjang kali lebar dengan tiada henti nya
" Sori ya Na, dari penjelasan mu tadi keliatan nya Andika ini sebenarnya sudah kamu anggap lebih dari teman dekat. Tapi kamu sendiri tidak mau mengakui perasaan mu yang sebenarnya sama dia. "
" Eng .. enggak kok Kak, beneran aku sama dia cuma teman dekat aja. Gak lebih dari itu. "
" Ya sudah, ganti topik pembicaraan yang lain aja ya.
Kamu keliatan nya begitu gugup kalau membahas tentang Andika seperti tadi. Hehehehehe ..
Hm, setelah hampir seharian berkeliling di desa ini tadi, bagaimana menurutmu desa ini? Apa kamu merasa nyaman di sini? "
Dengan muka yang sudah merah merona sejak tadi karna tersipu malu saat menceritakan tentang Andika,
aku pun memalingkan muka ku ke arah yang lain untuk menghindari tatapan nya Kak Bagus. Agar ia tidak lagi mengejek ku saat melihat muka ku yang memerah.
" Desa ini bagus Kak, udara di sini juga masih alami.
Beda sama udara di kota tempat ku tinggal, sudah banyak tercemar. Aku juga merasa nyaman berada di sini. Orang-orang di sini semua nya ramah-ramah dan sopan. "
Oh ya, sekarang coba kamu ceritakan sedikit tentang kota tempat tinggal mu. Siapa tahu nanti aku ada kesempatan untuk berkunjung ke sana, jadi aku gak terlalu canggung saat di sana, karna kamu sudah menceritakannya pada ku terlebih dahulu. "
" Kota ku itu sudah padat sama pemukiman penduduk.
Banyak gedung-gedung yang menjulang tinggi di sana.
Setiap pagi orang-orang di sana sudah pada repot dengan urusan mereka masing-masing. Ya karna kota ku adalah kota metropolitan. Jadi semua nya serba padat. Beda dengan suasana dan orang-orang di sini. "
" Iya juga sih. Memang beda banget kehidupan di desa sama di kota. "
" Oh ya Kak, kata Ibu Margaret tadi kakak udah mendaftar kuliah di luar kota ya? Kakak mau kuliah di mana? Pilih jurusan apa? "
" Aku mendaftar kuliah di salah satu universitas di kota N dan memilih jurusan Agriculture (pertanian).
Karna aku punya impian untuk mengembangkan SDA(Sumber Daya Alam) dan SDM (Sumber Daya Manusia) di desa ini agar lebih maju dan berkembang. "
__ADS_1
" Tunggu .. tunggu .. salah satu universitas di kota N?
Kota N itu kota tempat tinggal ku lho kak.
Wah, bearti nanti kita bisa sering ketemu dong?
Di kota N nanti apa Kak Bagus tinggal di asrama kampus/kost sendiri? "
" Iya kah? Wah, kebetulan banget ya kalau gitu 😊
Hm, tanya nya detail amat ya? Ini tanya apa lagi sensus penduduk nih? hehehehehe
" Ups, iya kak sori-sori .. "
" Kamu ini, gitu aja langsung bilang sori-sori segala.
Bener-bener lucu ya kamu. "
sahut Bagus sambil mengusap-usap kepala Nana
Aku pun tersenyum melihat Kak Bagus dan kami pun melanjutkan perbincangan kami.
Sampai akhirnya kami sama-sama tertawa mendengar setiap cerita kita masing-masing.
Tak terasa malam pun semakin larut dan aku sudah mengantuk. Aku pun berpamitan pada Kak Bagus untuk masuk ke kamar duluan untuk beristirahat.
Sedangkan Kak Bagus masih berada di halaman depan hendak mengunci pagar depan rumah.
Sesampai nya di kamar, aku pun segera mengunci pintu kamarku. Ku coba pejamkan kedua mata ku namun masih terasa berat. Seakan-akan ada sesuatu yang membuatku tidak bisa tertidur malam ini.
Sebenarnya Kak Bagus ganteng juga kalau di liat dari dekat seperti tadi. Apalagi saat dia tersenyum, benar-benar ganteng. Hust, apa yang sedang ku pikirkan.
ku bolak-balikkan badan ku di tempat tidur sambil menutupi muka ku dengan bantal
Bagaimana kisah selanjutnya?
__ADS_1
Akankah Nana jatuh cinta pada Bagus dan berpaling dari Andika? Tunggu episode selanjutnya ya 😉