
Saat berada di dalam kamar, Andika hanya duduk diam sambil termenung.
Apakah ini akhir dari semua penantian ku bersama dengan Nana?
Walau terasa berat, aku memang harus pergi dari sisi nya. Sambil melihat kembali foto-foto Nana di dalam galeri ponsel nya, Andika pun tak kuasa menahan isak tangis nya. Semoga setelah ini kau bisa selalu bahagia Na, meskipun aku jauh dari mu tapi doa dan hati ku akan selalu bersama dengan mu Na.
" Ndika ayo cepat turun sayang. Ini sudah waktu nya kita pergi ke bandara. " teriak mama Andika
Dengan cepat Andika mengemas semua peralatan menggambar nya dan juga kertas-kertas hasil karya nya selama ini yang masih tersimpan rapi di dalam satu map. Ketika semua sudah beres dan Andika hendak keluar kamar, tiba-tiba Andika melihat satu buku tebal berwarna biru. Ia ingat bahwa itu adalah buku yang ia bawa saat berada di perpustakaan bersama dengan Nana. Namun ia masih tidak tahu apa isi buku tersebut, karna ia belum sempat untuk membuka nya.
Ah sudahlah, lebih baik ku bawa saja.
Saat bosan di dalam pesawat nanti, baru ku baca buku ini. Akhirnya di bawa lah buku itu. Di genggam nya erat buku itu, entah mengapa ia merasa sayang untuk meninggalkan nya di mana pun.
Andika dan keluarga nya pun bergegas berangkat ke bandara dengan di anter oleh supir online yang sudah di pesan oleh mama nya Andika. Sedangkan rumah yang kini mereka tinggalkan sudah di serahkan pada agen properti untuk membantu menjualkan rumah itu.
Saat sampai bandara, mereka langsung check in ke pesawat yang akan mereka tumpangi. Untunglah mereka belum terlambat sampai di bandara. Setelah selesai check in, mereka pun duduk di kursi yang sudah mereka pesan sebelum nya. Namun karna masih kuatir dengan kondisi Andika, jadi mama Andika memilih untuk duduk di sebelah nya. Sedangkan papa dan adik Andika duduk tepat di depan mereka.
Andika hanya diam seribu bahasa semenjak meninggalkan rumah tadi. Mama nya yang melihat sikap anak nya itu, tidak tahu harus bersikap bagaimana. Karna ia tahu bahwa hati Andika masih belum siap untuk berpisah dengan Nana. Bahkan mereka belum sempat mengucapkan salam perpisahan satu sama lain.
" Sayang, jangan sedih lagi ya. Kalau memang kalian berjodoh, mau terpisah sejauh apapun pasti nanti kalian bisa bersatu lagi. " kata mama Andika sembari menepuk pelan pundak Andika
Namun tetap saja Andika tak bergeming sedikit pun.
Andika masih tetap sibuk memandang keluar jendela pesawat yang berada tepat di sebelah kiri nya.
"" Ya Tuhan, tolong kuatkan hati ku ini. Aku sekarang tak tahu harus bagaimana, tapi yang ku tahu aku harus tetap kuat untuk bisa menemui Nana secepat nya .. Tuhan, tolong jaga Nana senantiasa di manapun ia berada sekarang. Berikanlah ia kebahagiaan walau aku tak lagi berada di sisi nya. ""
Tanpa sadar Andika masih saja menggenggam buku biru yang di bawa nya dari kamar nya tadi.
Karna merasa bosan, maka Andika pun mulai membuka buku tersebut.
__ADS_1
Saat membuka halaman pertama, di sana tertulis :
~ Diary Nana ~ 01/06/2019
Dear my diary, maaf ya aku baru menulis di sini.
Karna buku diary ku yang lama sudah habis. Jadi sekarang kamu adalah buku diary ku yang kedua.
Semoga kita selalu bisa berbagi rasa suka dan duka bersama ya (^^,)
Oh ya, hari ini aku seneng banget. Tau gak kenapa?
Karna hari ini aku punya teman baru, nama nya Okta.
Ia baru pindah di kompleks perumahan ku ini.
Rumah nya benar-benar besar. Di dalam nya ada kolam renang nya, bagus banget. Betapa aku ingin sekali bisa berenang di sana, sebab memang hobi ku adalah berenang. Jadi setiap kali aku meihat kolam renang, udah gak sabar aja buat lompat ke sana dan segera berenang.
hehehehehehe
Dengan perlahan, Andika pun mulai tersenyum sambil terus membaca buku diary Nana halaman demi halaman. Seakan Andika terhanyut dengan tulisan Nana di buku diary tersebut. Tanpa terasa Andika sudah membaca setengah dari buku diary Nana.
Dan dari buku tersebut ia jadi semakin mengerti hal-hal yang Nana sukai dan yang ia tidak sukai.
Kemudian Andika masih terus melanjutkan membaca buku diary ini. Karna ia berfikir bahwa pasti semakin menarik halaman-halaman selanjutnya dari buku diary Nana.
~ 18/07/2019 ~
Dear diary, ini adalah hari pertama ku bertemu dengan sesosok cowok misterius yang begitu ganteng di sekolah ini. Ia juga begitu baik karna sudah mau meminjamkan jaket nya untuk ku, supaya aku gak kedinginan kena angin sewaktu di aula sekolah tadi. Benar-benar memalukan sekali ya kan aku tadi. Hihihihihihi.
~ 19/07/2019 ~
__ADS_1
Dear diary, hari ini aku tau nama sosok pria misterius yang begitu ganteng itu. Nama nya Andika, ia terus-menerus berusaha mendekati ku. Aku yang pemalu ini mana bisa berteman dengan dia pria ini yang begitu sempurna untuk semua siswi di sekolah ini. Namun ternyata ia tetap mendekati ku untuk bisa berteman dengan ku.
~ 20/07/2019 ~
Dear diary, hari ini Okta kenapa begitu cuek sama aku ya? Apa karna ia sudah dapat pasangan baru sampai bisa lupa dengan aku sababat nya sendiri (-.-)
Tetapi saat malam tiba ternyata ia datang ke rumah ku dengan ortu nya untuk memberiku kejutan. Karna hari ini adalah setahun nya persahabatan kita. Okta masih ingat padaku ternyata. Dan juga ia memberikan ku hadiah persabahatan yang begitu indah. Namun aku sedih karna tidak bisa membalas hadiah nya ini, sebab aku tak punya cukup uang untuk memberi nya hadiah.
Hanya ucapan terima kasih dari ku dan ketulusan ku untuk persahabatan ini yang bisa ku berikan.
~ 21/07/2019 ~
Dear diary, hari ini Okta di ajak keluar sama Felix.
Tetapi aku malas keluar-keluar rumah.
Karna ini adalah hari Sabtu, di mana semua tempat pasti sudah di penuhi oleh pasangan muda-mudi yang sedang di mabuk cinta. Serasa panas kalau aku melihat itu semua. Tak lama kemudian Andika menelpon ku untuk mengajak ku keluar makan bersama. Namun aku masih enggan untuk pergi.
Karna memang aku tak pernah keluar rumah hanya berdua dengan seorang pria. Kecuali hanya dengan apa ku saja. Jadi aku menolak nya secara halus. Tapi ia masih bersikeras meminta ku untuk berjanji agar lain kali bisa menemani nya makan bersama. Aku pun mengiyakan nya supaya ia tidak merasa tersinggung dengan penolakan ku tadi.
~ 22/07/2019 ~
Dear diary, hari ini aku sudah memulai pertemanan ku dengan Andika. Namun seperti nya Andika masih mengharapkan sesuatu yang lebih dari pertemanan kita ini. Aku tak tahu harus bagaimana ..
Andika, ijinkan aku untuk bisa mengenal mu terlebih dahulu melalui pertemanan kita ini.
Karna bukan suatu hal yang mudah untuk memulai suatu ikatan pacaran. Karna bagi usia kita ini sangatlah gampang berganti-ganti pacar. Tapi tidak dengan ku. Setelah kita lalui pertemanan ini, baru aku akan bisa memutuskan bagaimana perasaan ku pada mu kelak. Hingga tiba saat nya nanti, janganlah pernah berubah terhadap ku, Andika ..
Saat membaca diary Nana yang terakhir ini, Andika pun kembali menangis dan merasa bahwa diri nya benar-benar gagal menjadi sosok yang Nana harapkan selama ini. Sekarang diri nya hanya menjadi seorang pengecut yang pergi begitu saja tanpa mengatakan sepatah kata pun pada Nana.
"" Nana, maafkan lah aku. Saat ini aku memilih untuk pergi agar papa ku tidak menghancurkan kebahagiaan keluarga mu. Tetapi sejauh apapun aku pergi, hati ku ini masih milik mu sampai kapanpun. Tunggulah kedatangan ku kembali Na. ""
__ADS_1