Pacar Taruhan

Pacar Taruhan
12) Di taman itu ..


__ADS_3

Pagi ini terlihat begitu indah, tak sengaja aku terbangun tepat pukul 5 pagi.


Tetapi dengan ketidak-sengaja'an ku ini ada hal menarik yang membuatku bersemangat untuk menjalani hari ini, yaitu aku dapat melihat matahari terbit perlahan dengan pesona keindahan nya dan kehangatan yang ia pancarkan.


Tak ku sangka benar-benar indah ..


Diri ku yang selama ini selalu saja bangun kesiangan setiap hari Minggu, tapi entah mengapa hari Minggu ini aku bisa bangun lebih awal dari biasa nya.


Apakah karna semalam Okta dan aku menyebut-nyebut nama si Andika itu ya? Sampai-sampai membuat tidur ku pun tak tenang hingga harus bangun sepagi ini. Hmm .. entahlah ..


Dengan cepat akupun menyambar ponsel ku yang berada di meja belajar ku.


Ku tekan menu dan memilih aplikasi kamera di sana.


Ku potret keindahan matahari terbit ini sebagai tanda bahwa sebenarnya aku pun bisa bangun lebih pagi dari biasa nya, sekalian nanti akan ku pamerkan pada Okta untuk membuat nya iri.


Hahahahaha .. (tawa ku puas)


cekrik .. cekrik .. selesai sudah aku mempotret nya.


Ku simpan dulu foto ini, dan sekarang waktu nya bagi ku untuk bersiap-siap.


Karna sebentar lagi aku dan keluarga ku akan jogging pagi bersama-sama keliling komplek perumahan.


Inilah quality time bagi kami setiap hari Minggu, sekalian juga untuk menjaga gaya hidup sehat di dalam keluarga kami.


Selesai bersiap-siap, aku pun berusaha membangunkan Okta yang dari setengah jam yang lalu belum bangun-bangun juga.


" Ta, ayo bangun. Kamu mau ikut jogging pagi gak?


Ini udah jam setengah 6 lho, bentar lagi udah jam 6 dan kita sudah harus berangkat lho. "


" Aduh, pagi-pagi kok udah ribut aja si Na. Kan aku masih ngantuk ni. "


" Ayo bangun Ta, gak enak nanti di tungguin sama orangtua ku juga Agnes di bawah. "


" Kalian berangkat aja dulu ya, nanti aku susul kalian. "


" Gak ah Ta, minggu lalu kamu juga bilang kayak gini tapi gak muncul-muncul. Sampai di rumah aku lihat kamu masih aja tidur gak bangun-bangun.


Udah yuk Ta bangun, siap-siap dulu gih. Kata nya mau tampil seger ni di depan Felix? Tapi jogging aja males, gimana mau menarik perhatian nya si Felix dengan berat badan mu yang sekarang? Kan lumayan tuh berat badan bisa turun 1-3 kg setelah jogging nanti. "


" Ah .. bawel amat sih kamu Na, udah kayak ma2 ku aja ni. Iya deh aku kalah sama kamu kali ini, tunggu bentar, aku siap-siap dulu. "


" Huh, kalah sama aku apa kalah sama pesona nya si Felix? Sampai akhirnya kamu mau ikut jogging? "


" Hust .. apa'an sih kamu Na. Selalu aja bawa-bawa nama Felix buat menggertak ku. "


" Hahahaha .. ya maaf Ta, karna cuma itu jurus yang paling ampuh buat bangunin kamu saat ini. Kalau gak gitu kan kamu nya gak bangun-bangun. "


Tanpa menjawabku lagi Okta pun bergegas bersiap-siap. Tak lama kemudian kami berdua pun turun ke bawah untuk mengajak kedua orangtua ku dan Agnes memulai jogging bersama.


Karna bagi ku kalau jogging nya rame-rame capek nya gak bakal berasa, yang ada malah makin seru.


Blok pertama kami lewati, blok kedua juga sudah, blok ketiga dan keempat juga sudah. Sekarang yang menjadi perhentian terakhir kami adalah taman yang berada di tengah-tengah kompleks perumahan kami ini.


Kami memilih berhenti di taman ini adalah karna pemandangan bunga-bunga di sini begitu indah dan suasana nya yang begitu tenang. Seakan menghipnotis kami untuk dapat berlama-lama di sini, walau hanya untuk sekedar meluruskan kaki dan meminum air putih yang sudah kami bawa dari rumah tadi.


Saat semua sedang beristirahat, aku mulai mendekati Okta hendak memperlihatkan foto yang aku ambil tadi subuh sebelum dia bangun.


" Ta, coba lihat deh, foto ini bagus kan? " kata ku sambil memberikan ponsel ke Okta


" Apa itu Na? Sini-sini coba ku lihat. (dengan sigap Okta merebut ponsel ku)


Wah, bagus banget Na. Kapan kamu foto ini?

__ADS_1


Kok kamu baru kasih tau aku sih? "


" Hahahahaha (tawa ku puas melihat Okta yang begitu antusias melihat foto itu)


Subuh tadi Ta, waktu kamu belum bangun tidur.


Maka nya jadi orang itu jangan bangun siang-siang dong, kan jadi ketinggalan hal-hal yang menarik. "


" Hmm, iya deh gak bakal ketinggalan lagi kalau gitu.


Asalkan kamu gak pernah bosen-bosen bangunin aku ya. "


" Gimana ya Ta ?? ..


Malas ah bangunin kamu, pasti gak bakal bangun-bangun. Kan kamu ratu nya tidur. Hahahahaha "


(sahut ku sambil berlari'an menjauh dari Okta)


" Hih, awas kamu ya Na .. "


(jawab Okta sambil berlari mengejar ku)


Bruak .. duh sakit nya ..


Aku yang terjatuh setelah menabrak seseorang di depan ku, karna aku berlari'an sambik menoleh ke belakang tanpa sekalipun melihat ke depan.


An .. Andika .. teriak Okta dari arah belakang ku.


Apa? Andika? Apa aku gak salah dengar?


Aku yang masih tertunduk sambil sibuk mengelus-elus kening ku seakan tak percaya dengan nama yang Okta sebut barusan.


Tiba-tiba ada uluran tangan yang mencoba membantu ku berdiri kembali.


Saat ku raih tangan nya dan aku menengahkan kepala ku .. betapa terkegut nya aku kalau memang benar Andika lah yang berada di depan ku.


An .. Andika???


" Apa kamu gak apa-apa? Atau ada yang sakit? " tanya Andika dengan cemas nya


" Aku gak apa-apa kok, tadi cuma kaget aja. Maaf ya tadi aku lari-lari gak lihat depan, malah liat belakang terus. Jadi nya nabrak kamu deh. Oy, makasih juga udah bantu'in aku berdiri barusan. " jawab ku dengan sedikit gugup


" Iya sama-sama. Sini duduk dulu sebentar.


(pinta Andika sambil memapah ku untuk duduk di kursi ayunan)


" Kamu kok bisa ada di sini sih Andika? "


Belum sempat Andika menjawab pertanyaan ku, Okta tiba-tiba langsung berdiri di depan Andika. Seakan tidak memperdulikan keberadaan Andika.


" Na, kamu gak apa-apa kan? Mana yang sakit sini biar aku lihat. " (tanya Okta cemas)


" Iya aku gak apa-apa kok Ta. " (jawabku sambil tersenyum)


" Maka nya Na, kalau lari-lari lihat ke depan jangan ke belakang terus. Biar gak nabrak orang tau. " (gurau Okta)


" Ehem .. ehem .. " kode dari Andika ini sontak membuat Okta kaget dan serentak kami melihat ke arah Andika yang merasa tak di anggap keberadaan nya.


" Oh, hai Andika. " sapa Okta sambil melambaikan tangan ke arah Andika


Drtt .. drtt .. drtt .. (ponsel Okta tiba-tiba bergetar)


" Hm, maaf ya aku angkat telpon dulu. " (pinta Okta sambil berjalan agak jauh dari aku dan Andika yang seakan tak ingin percakapan nya di dengar oleh kami berdua)


" Kamu kenapa kok bisa ada di sini ya Ndika?

__ADS_1


Oy, sori semalam aku ketiduran. Jadi gak balas chat mu. "


" Iya Na it's oke. Aku yang minta maaf karna baru aja berteman sama kamu, malah minta kamu keluar temenin aku tadi malam. Pasti kamu berfikir yang aneh-aneh tentang diri ku ya?


Tapi jujur aku cuma ingin kenal kamu lebih deket aja, boleh kan?


Oh ya, aku tadi di sini cuma mau nemenin adik ku yang lagi bawa Molly kesayangan nya jalan-jalan di sekitar taman ini. Gak tau nya bisa kebetulan ketemu kamu di sini, jadi aku bisa ngobrol-ngobrol sama kamu ."


" Oh .. bener-bener kebetulan banget ya hari ini. "


Btw, apa kamu juga tinggal di dalam perumahan ini?


Atau cuma kebetulan lewat sini aja? "


" Wah, kok pertanyaan nya gitu amat ya?


Apa kamu mau tau rumah ku atau takut aku tahu rumah mu? "


" Hm .. hm .. itu bukan seperti itu ..


Aku kan cuma tanya doang, gak di jawab juga gak ala-apa sih. "


" Hahahahaha .. kamu memang polos dan imut Na.


Pantesan aja aku suka sama kamu di awal pertemuan kita di aula sekolah waktu itu. "


" A .. a .. apa Ndika? Kamu ngomong apa barusan?


Sori aku gak seberapa dengar, karna tadi aku lagi fokus ngeliatin Okta yang senyum-senyum sendiri di ujung sana. "


" Oh, gak apa-apa Na. Anggap aja aku gak ngomong apa-apa ya. Gak seberapa penting juga kok. "


" Iya kah? Tapi seperti nya tadi aku dengar sekilas kamu bilang aula-aula gitu. Ada apa dengan aula nya Ndik? Semua nya baik-baik aja kan?"


" Aula??? Gak tuh, aku tadi gak ngomong tentang aula. Mungkin kamu yang salah dengar Na."


" Bener juga sih, mungkin aku yang salah dengar. "


Selang beberapa menit kemudian Okta datang menghampiri ku dan mengajak ku untuk pulang.


Karna keluarga ku sudah menunggu ku, di kira mereka kalau aku masih sedang beristirahat di kursi ayunan ini.


Akhirnya kami pun berpamitan pada Andika.


Meskipun sebenar nya aku sendiri masih ingin mengobrol dan bersenda gurau dengan nya, tapi apa boleh di kata, pertemuan kita kali ini sudah harus sampai di sini. Semoga kelak masih ada lain waktu yang mempertemukan kita kembali, Andika ..


Tetapi jantung ku berdegup kencang dan ada perasaan kecewa karna berpisah dengan Andika?


Oh tidak, apakah ini yang di namakan cinta???


Tidak .. tidak .. aku tidak boleh membiarkan diri ku jatuh cinta. Aku harus tetap fokus pada impian ku.


Meski logika dan hati ini berkata berbeda, tapi aku harus berpegang teguh pada prinsip ku untuk tidak berpacaran dulu sampai aku lulus SMA. Agar aku selalu fokus mendapatkan beasiswa ku untuk kuliah di luar negeri.


Aku tidak boleh mengecewakan kedua orangtua ku, aku harus bisa membuat mereka bahagia dan bangga terhadap ku.


Dengan perasaan galau, aku pergi meninggalkan Andika di taman itu bersama dengan perasaan ku pada nya ..


Bagaimana kelanjutan kisah nya???


Harap bersabar sebentar ya 😊


Untuk memberikan semangat pada author,


silahkan like dan comment sebanyak-banyak nya ya 😉

__ADS_1


Terima kasih 😇


__ADS_2