
Tak menunggu lama,
Oktapun berjalan masuk ke rumah Nana dengan menyembunyikan rasa kesalnya.
Setelah melihat sahabat dekatnya menangis ketakutan dengan kedua siku dan lutut yang berlumuran darah,
ia semakin yakin bahwa telah terjadi sesuatu yang fatal di rumah Nana saat ini.
Na .. Na .. kamu di mana Na?
teriak Okta yang mulai memainkan sandiwara
Gak perlu teriak-teriak, Nana sedang tidak enak badan.
Dia sekarang sedang istirahat di kamarnya.
jawab Steven sambil menuruni anak tangga menuju ruang tamu
Oh iya kah?
Biar aku lihat keadaan Nana sekarang.
sahut Okta sambil berjalan masuk ke dalam rumah Nana
Stop !!! Berhenti di sana.
Jangan melewati batasanmu.
Maksud kakak apa?
Melewati batasan?
Hah, apa aku gak salah dengar ya?
Aku dan Nana adalah sahabat dan akupun sudah di anggap sebagai anak oleh kedua orangtua Nana.
Akupun juga sudah sering keluar masuk rumah Nana ini, jadi mana yang kakak maksud melewati batas?
bentak Okta
Apa kamu tega mengganggu istirahat Nana?
Dia barusan minum obat dan baru saja tidur.
Jika kamu tiba-tiba masuk ke kamarnya,
dia pasti langsung bangun dan tak mau istirahat lagi.
Plok .. plok ..plok ..
Hebat .. hebat ..
Kuakui kakak memang seorang aktor yang sangat hebat dan layak mendapatkan piala Oscar untuk saat ini.
Maksud kamu apa?
jawab Steven dengan nada meninggi
Apa kakak pikir aku percaya dengan kata-kata kakak barusan?
Aku sudah tahu kalau Nana sedang tidak ada di rumah dan kakak berusaha menghalangiku untuk masuk ke dalam kamarnya agar aku tidak menemukan bukti-bukti kebusukanmu.
Kau .. !!!
(dengan tangan yang sudah diangkat mengambil ancang-ancang untuk menampar)
Kenapa berhenti?
Apa karna kata-kataku barusan benar,
jadi kakak tidak berani untuk menamparku?
Hei .. !!!
Jangan berfikir hanya karna kamu seorang perempuan maka aku tak berani memukulmu.
Slup ..
Dengan cepat Okta menarik dan memutar tangan kanan Steven dan membalikkan badan nya seperti seorang polisi yang sudah menangkap buronannya.
Sudah cukup kesabaranku beberapa menit ini.
Akupun sudah cukup menyeganimu,
tapi ternyata kau tak layak sama sekali ku segani dan kupanggil kakak.
Oh ya, jangan pernah kau samakan aku dengan Nana.
Nana memang anak yang agak tomboy,
namun dia tak punya tenaga untuk melawan laki-laki sepertimu.
Tetapi aku, siapapun bisa kulawan.
Aku bisa karate dan sudah memenangkan sabuk hitam.
Jadi jangan coba-coba melawanku atau kau akan habis !!!
Aw .. cepat lepaskan tanganku !!!
Wow, kau sedang memohon padaku kah?!
Hiah .. buk ..
Steven menghempaskan tangan Okta dan memukul perut Okta dengan tangan kirinya.
Okta yang tak siap dengan serangan itu,
__ADS_1
akhirnya terjatuh ke tanah.
Melihat tangannya sudah terlepas dari Okta,
iapun segera melarikan diri.
Saat keluar rumah Nana,
ia sedang melihat sebuah mobil di belakang mobilnya.
Tanpa sadar iapun berjalan mendekati mobil itu.
Tuhan, tolong jangan biarkan dia kemari ..
doa Nana dalam hati
Hei kau, mau lari ke mana kau !!!
Pertarungan kita belum selesai,
aku takkan melepaskanmu dengan mudah kali ini.
Saat mendengar teriakan Okta,
Steven segera berbalik dan masuk ke dalam mobilnya untuk dapat bergegas pergi meninggalkan tempat itu.
Nana yang melihatnya sudah pergi,
dapat bernafas lega.
Ah .. syukurlah ..
Terima kasih Tuhan ..
Woi .. dasar cowok penakut ..
Masa gitu aja udah langsung kabur !!!
Dasar cemen loe .. !!!
Melihat Steven yang sudah pergi jauh,
Oktapun segera menghampiri Nana.
Na, sudah aman.
Kamu bisa turun sekarang.
Ma .. makasih banyak ya Ta.
Iya Na sama-sama.
Sini aku papah kamu masuk ke rumah.
Saat sudah sampai di ruang tamu,
Okta segera bertanya pada Nana tentang apa yang sebenarnya terjadi tadi.
Astaga Na, ternyata calon tunanganmu itu adalah seorang lelaki bre***** .
Kamu cepat batalkan saja acara pertunangan kalian,
kalau tidak aku tak dapat membayangkan apa yang terjadi padamu kelak saat bersamanya.
Ta, apa bisa tolong ambilkan kotak P3K dulu untukku?
Luka-lukaku ini sepertinya sudah terlalu banyak mengeluarkan darah dari tadi.
Ups, sori - sori Na ..
Sebentar ya aku ambilkan.
Tempatnya masih sama seperti dulu kan Na?
Iya Ta, masih tetap di situ kok.
Oke ..
Fiuh, untuk sementara aku berhasil mengalihkan pembicaraan ini.
Tapi, apa yang harus ku jawab kalau Okta masih memintaku membatalkan pertunanganku ini???
Seketika aku merasa pusing dan tanpa sadar akupun menutup kedua mataku.
Mungkin karna aku sudah merasa terlalu lelah.
Na, ini kotak P3K n .. ya.
Astaga, anak ini ya baru di tinggal sebentar sudah tertidur di sofa begini.
Pantes aja gampang banget mengundang kejahatan.
Dasar kamu itu Na .. na ..
Hm, kamu itu sudah dewasa, harus bisa jaga diri dong.
keluh Okta sambil membersihkan luka-luka Nana dan memberinya obat antiseptik
Selesai mengobati Nana,
segera Okta mengunci pintu rumah Nana dan iapun naik ke kamar Nana.
Ya ampun .. berantakan sekali di sini.
Dengan cepat Okta membereskan semua kekacauan itu, walaupun di rumahnya sendiri belum tentu ia mau membereskan kamarnya.
Namun demi sahabatnya yang masih terluka,
__ADS_1
ia bertekad membantunya kali ini.
Fiuh, akhirnya ..
Begini kan lebih enak dipandang daripada tadi.
Sekarang aku coba lihat di dapur apa ada makanan.
Sebab cacing-cacing di perutku ini sudah konser dari tadi. Kasihan mereka juga perlu makan.
Akupun segera menuruni setiap anak tangga ini.
Saat hendak masuk dapur,
aku melihat Nana sudah bangun.
Akupun tak jadi masuk dapur malah berjalan menghampirinya.
Wah, tuan puteri kita ini sudah bangun ternyata.
ledek Okta
Hih, apa'an sih Ta.
sahut Nana sambil melempar bantal kecil ke arah Okta
Hehehehehehe
Sori deh kalau aku bercandanya keterlaluan.
Oh ya, di rumahmu ada makanan gak Na?
Aku laper pakai banget nih.
Hm .. itu .. itu ..
Itu .. itu apa Na?
I .. i .. itu .. di rumahku gak ada makanan Ta ..
Makanannya tadi sudah aku berikan untuk bekal David dan Agnes.
Sori banget ya Ta ..
Dieng .. glubrak ..
Krik .. krik ..
Mendengar perjelasan Nana barusan,
Okta seperti tak ada tenaga sama sekali dan ingin pingsan saja rasanya.
Hm, mungkin kalau nasi putih bisa aku masakain sebentar Ta.
Tapi untuk lauknya tidak ada.
Karna semua sayur-sayuran di kulkas sudah habis dan mamaku belum sempat beli lagi.
Hais, kamu itu Na ..
Kalau nunggu nasi nya matang,
sudah keburu pingsan aku.
Lebih baik aku pesen makanan via online aja ya.
Biar lebih cepat.
Iya kalau gak antri Ta bisa cepat,
kalau antri ya gimana mau cepat???
Huhuhuhuhuhu
Kamu bisa gak doain yang baik-baik aja supaya gak antri gitu.
Supaya makanannya juga cepat sampai sini.
Aku sudah laper pakai banget ini Na ..
Hahahahahahaha
Iya - iya sahabatku.
Semoga gak antri ya.
sahutku sambil tersenyum
Nah gitu dong baru anak baik.
Sudah - sudah, buruan pesan sana.
Kalau kita ngobrol terus kapan pesannya?
Oh iya ya ..
Sampai lupa aku kalau mau pesan.
Tik .. tik .. tik ..
Semua pesanan sudah aku tulis,
sekarang tinggal aku klik tulisan 'oke' terus beres deh.
Gimana Ta, sudah pesan?
tanyaku sambil mengintip layar di ponselnya
__ADS_1
Sudah dong Na.
Siip ..