Pacar Taruhan

Pacar Taruhan
53) Dokter ganteng


__ADS_3

Tanpa sadar aku telah tertidur pulas di samping tempat tidur papa.


Entah berapa lama aku tertidur di sini ..


Na ..


Bangun sayang ..


Dengan malas akupun membuka kedua mataku dan segera mencari dari mana suara itu berasal.


Saat aku terbangun, ku lihat tidak ada orang di sampingku.


Tapi aku merasa ada seseorang yang sedang menggenggam tangan kiriku.


Seketika aku menoleh ke arah kiriku.


Pa .. papa ..


Dengan sedikit tak percaya aku mengusap-usap kedua mataku untuk menyakinkan diriku kalau ini bukanlah mimpi.


Sayang, di mana mama?


Ma .. mama sedang keluar sebentar pa dengan David dan kak Steven.


Papa perlu apa, nanti Nana ambilkan ya?


Tidak apa nak, papa hanya merasa kangen sama mama.


Serasa papa sudah tertidur lama.


Tidak apa pa, yang penting sekarang papa sudah sadar Nana sudah sangat bersyukur.


Sebab kata dokter kalau papa tidak segera sadar,


akan berakibat fatal.


kataku sambil terisak tangis


Sayang, jangan menangis lagi.


Lihat, sekarang papa sudah tidak apa-apa.


sahut papa sambil mengelus kepalaku


Pa, sebentar Nana panggilkan dokter ya untuk memeriksa papa.


Kemudian papa mengangguk tanda setuju dengan permintaanku.


Tingtong .. tingtong ..


ku tekan bel yang berada di sebelah kanan bantal papa.


Tok .. tok .. tok ..


Permisi, apa ada yang bisa saya bantu.


tanya suster jaga dengan lembut


Oh iya sus, apa bisa minta tolong panggilkan dokter untuk memeriksa keadaan papa saya?


Karna papa saya barusan sadarkan diri.


Baik bu, sebentar saya panggilkan.


Terima kasih ya sus.


Iya bu sama-sama.


Permisi.


Papa istirahat saja dulu ya sambil nunggu dokternya datang.


Kriek ..


terdengar ada yang membuka pintu kamar ini.


Aku segera berdiri dan menghampiri pintu yang sudah setengah terbuka itu.


Oh, ternyata mama.


Ayo sayang, sekarang kamu makan dulu ya.


Nak Steven masih berada di kantin dengan David,


kami segera menyusul ke sana ya.


Enggak ma, Nana mau di sini saja sama papa.


Kenapa nak?


Apa papamu belum ada perkembangan?


Justru sebaliknya ma.


Itu papa sudah sadarkan diri,


sekarang kita sedang menunggu dokter untuk memeriksa keadaan papa.


Apa???


Apa itu benar Na???


Kamu tidak sedang bercanda kan dengan mama sayang???


Iya ma benar.


Nana gak sedang bercanda ma.

__ADS_1


Kalau mama gak percaya, lihat saja sen ..


Belum sempat menyelesaikan kata-kataku,


mama bergegas masuk ke dalam kamar rawat papa.


Pa ..


Akhirnya kamu sudah sadar.


Hiks .. hiks ..


Lho, kenapa kamu menangis ma?


Apa kondisi papa sebegitu parahnya sampai-sampai mama sedih begitu?


Tidak pa.


Mama hanya bersyukur papa sudah sadar.


Mama menangis karna bahagia pa.


Sudah ma jangan menangis lagi.


Kalau mama menangis, hati papa serasa teriris pisau.


Ehem .. hem ..


Masa ada Nana lho di sini,


jangan mesra-mesra'an dong.


godaku sambil memeluk mama


Tok .. tok .. tok ..


Permisi, apakah saya boleh masuk?


sapa dokter dari arah depan pintu


Silahkan masuk dok.


Selamat sore bapak.


Permisi saya periksa dulu ya.


tanya dokter sambil melakukan pemeriksaan detak jantung pada papa


Bagaimana kondisi suami saya dok?


Semuanya baik-baik saja kan?


tanya mama panik


Tenang bu.


Kondisi bapak saat ini sudah agak stabil.


Hanya perlu beristirahat di rumah sakit ini selama 1-2 hari.


Setelah itu jika kondisi sudah stabil,


saya perbolehkan bapak untuk pulang dan melakukan rawat jalan.


Baik dok terima kasih.


Sama-sama bu.


Kalau begitu saya permisi dulu.


Saat dokter keluar kamar,


aku mengikutinya dari belakang karna ada sesuatu yang masih harus kutanyakan padanya.


Dok, permisi apa bisa bicara sebentar.


Dokter itupun menghentikan langkahnya dan berbalik ke arahku.


Iya silahakan.


Hm ..


Tapi maaf sebelumnya dok,


kita ngobrolnya di luar saja ya dok.


Kemudian kamipun keluar bersamaan.


Dok, apa benar papa saya tidak ada luka-luka yang serius?


Sepertinya tadi saya melihat dari ekspresi dokter ada sesuatu yang di sembunyikan.


Kalau dokter tidak keberatan,


apa bisa tolong beritahu saya saja dok???


Hah .. (menarik nafas panjang)


Ternyata saya memang tidak pintar menyembunyikan sesuatu.


Maksud dokter??


Sebenarnya, papa kamu mengalami gegar otak.


Tetapi tidak perlu kuatir, itu hanya gegar otak ringan.


Jika beliau tidak banyak pikiran dan stress itu akan membantu proses penyembuhannya lebih cepat.

__ADS_1


Tadi saya tidak mau memeberitahukan hal ini kepada beliau dan istrinya agar mereka tidak kuatir.


Kamu sebagai anaknya,


tolong jaga baik-baik kedua orangtuamu ya.


Selagi mereka masih ada jangan pernah sia-siakan mereka.


Sebab melihat kehangatan mereka berdua membuat saya teringat mendiang kedua orangtua saya.


Terima kasih dok.


Saya pasti ingat nasihat dokter barusan.


Maaf sudah mengingatkan dokter dengan kenangan sedih tadi.


Tidak apa.


Kalau tidak hal yang mau di bicarakan lagi,


saya pamit dulu ya.


pamit dokter sambil mengelus kepalaku


Melihatnya begitu perhatian dengan kedua orangtuaku, dan begitu baik denganku,


aku merasa bahagia dan tidak bisa menyembunyikan wajahku yang mungkin sudah memerah kali ini.


Iya dok terima kasih.


Puft ..


Kamu benar-benar imut saat mukamu sudah memerah begitu.


Dengan segera aku menepuk-nepuk kedua pipiku ini dan menundukkan kepala di depannya.


Tidak perlu malu begitu.


Oh ya, ini kartu namaku.


Jika ada sesuatu yang terjadi pada papamu,


kamu bisa langsung menelponku.


Tak perlu sungkan ya.


Bye nona cantik.


What???


Dia mengatakan aku nona cantik???


Apa aku sedang bermimpi sekarang???


Kembali ku tepuk-tepuk kedua pipiku ini.


Sadar Na .. sadar ..


Dengan cepat akupun memasukkan kartu nama yang dia berikan tadi ke dalam saku baju seragamku ini.


Saat aku hendak membuka pintu kamar inap papa ..


Na ..


sapa kak Steven dari samping kananku


Akupun menoleh ke arahnya dan tersenyum.


Na, kenapa mukamu merah begitu?


Apa kamu sedang sakit?


Atau ada seseorang yang menggangumu barusan?


Tidak kak.


Aku tidak sakit dan tidak ada yang mengganguku.


Oh ya, di mana David?


Bukankah tadi kalian sedang bersama-sama di kantin?


Tadi David sedang pergi ke toilet sebentar Na.


Oh ..


Ya sudah kita masuk yuk kak.


Na ..


panggil kak Steven sambil memegang tanganku


Iya kak, ada apa???


Hm, sudahlah lupakan.


sahutnya sambil melepaskan tanganku


Kemudian kamipun masuk ke dalam bersamaan.


Namun aku merasa bahwa kak Steven tidak seperti biasanya.


Apakah tadi kak Steven melihatku dengan dokter tadi?


Tetapi kita tadi tidak melakukan apa-apa.


Hm, apakah dia sedang cemburu???

__ADS_1


Begitu banyak pertanyaan di pikiranku,


namun aku tak berani menanyakannya pada kak Steven.


__ADS_2