
Aku melihat Okta dan Agnes dari jendela kamarku sembari merapikan kertas-kertas yang berserakan di atas tempat tidurku.
Okta dan Agnes keluar rumah menggunakan sepeda mini milik Agnes.
Mereka berdua terlihat rukun nan harmonis layaknya kakak-beradik.
Ingin kufoto mereka berdua yang lucu,
tapi apa daya ponselku sedang drop.
Jadi masih aku isi daya dalam kondisi mati total.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Selang beberapa menit Okta dan Agnes sampai di minimarket.
Agnespun langsung mencari snack
(makanan ringan) dan permen-permen kesukaannya.
Sementara Okta sedang asyik berjalan-jalan di lorong tempat etalase buku-buku.
Karna memang Okta hobi membaca novel maupun cerpen.
Kebetulan memang ada novel yang sudah di incar Okta untuk di beli,
yang baru di terbitkan seminggu yang lalu.
Setelah di cari-cari, akhirnya Oktapun berhasil menemukan novel tersebut di rak buku yang paling atas.
Dengan sedikit berjinjit-jinjit,
Okta berusaha meraih novel itu.
Tiba-tiba ada sesosok pria yang tinggi dan ramping menyerobot Okta mengambil novel itu.
Lantas tak tinggal diam,
Oktapun langsung marah dan berlari pergi. Karna memang buku novel itu hanya tersisa satu saja di raknya.
"Kak Okta, nih aku udah ambil semua yang aku mau.
Apa Kak Okta udah dapat barang-barang yang kakak cari? " tanya Agnes.
" Udah sih, tapi belum beruntung Nes.
Ya udah deh yuk kita bayar di kasir punyamu aja."
jawab Okta yang masih terlihat kesal.
Beruntung antrian di kasir tidak seberapa panjang.
Hanya ada dua orang di depan Okta dan Agnes.
Tiba-tiba ..
"Hai, ini novel yang mau kamu ambil tadi,
(sambil menyodorkan buku novelnya).
__ADS_1
Tadi aku mau kasih ke kamu,
tapi kamu langsung pergi gitu aja.
Jadi tadi aku kejar-kejar kamu deh.
Maksudku itu bukan mau menyerobot ngambil novel ini,
tapi tadi aku mau bantu kamu buat ngambil buku novel ini."
pinta sesosok pria misterius di belakang Okta.
"Wah, beneran nih buat aku?
Gak bercanda kan?
Soalnya aku udah pingin banget punya novel ini,"
jawab Okta sambil cemberut seperti anak kecil minta dibelikan permen.
"Serius kok, sekalian biar aku ya yang bayarin.
Sebagai ganti rugi udah buat kamu marah tadi."
sahut pria misterius itu.
"Lho gak usah, aku yang harusnya makasih banyak sama kamu."
sela Okta.
"Ehem .. antriannya udah pada kelar tuh Kak Okta.
Ntar keburu di omelin lho sama antrian yang ada di belakang. "
tegas Agnes.
"Mbak, tolong bungkus buku ini sama semua barang adik ini ya.
Nanti struk pembayarannya jadi satu aja sama punya saya. "
pinta pria misterius tadi.
"Lho gak usah beneran biar aku bayar sendiri aja ya."
sahut Okta.
Tapi tetap cowok itu menghalangi Okta untuk membayar.
Akhirnya pria misterius itupun berhasil mentraktir Okta dan juga Agnes.
Sesampai nya di pintu keluar,
Oktapun tersipu malu sambil mengucapkan terima kasih kepada pria misterius tersebut.
"Makasih banyak ya.
Maaf tadi aku udah salah paham sama kamu."
pinta Okta.
__ADS_1
"Iya gak apa-apa, sama-sama juga ya.
Hm, ngomong-ngomong nama kamu Okta ya?
Kenalin, namaku Felix."
"Iya namaku Okta, salam kenal ya Felix,"
ucap Okta sambil menyodorkan tangan kanannya.
"Salam kenal Okta,"
sembari mereka berjabat tangan.
"Oh ya, kalian pulangnya gimana?
Apa mau aku antar pulang? "
pinta Felix sopan.
"Oh gak usah repot-repot Lix.
Kita tadi naik sepeda kok.
Tuh kita parkir di sana."
sahut Okta.
"Oh ya sudah kalau gitu.
Lain waktu kita kontak-kontak lagi ya.
Kalian hati-hati di jalan, aku pamit dulu.
Bye Okta."
pamit Felix.
Okta dan Felix yang semula salah paham, sekarang mereka sudah berbaikan dan langsung bertukar nomor handphone.
Okta yang terlihat tersipu malu,
tanpa sadar sudah memberikan kesan yang baik pada Felix.
Sedangkan Agnes yang sedari tadi tidak menghiraukan perbincangan Okta dan Felix ternyata sudah diam-diam mengamati mereka berdua.
"Cie .. cie .. Kak Okta yang baru dapet kenalan cogan (cowok ganteng)." ledek Agnes.
"Iih, apa'an sih kamu Nes.
Udah mulai berani ya goda'in kak Okta?" gerutu Okta.
"Hahahahahaha .. Gak usah malu-malu kak. Itu pipi kakak-kakak udah merah kayak kepiting rebus.
Pasti Kak Okta lagi berbunga-bungakan sekarang?" sahut Agnes.
" Udah-udah .. ayo kita pulang.
Biar ntar gak keburu malem sampe rumah."
__ADS_1
kata Okta menyelesaikan obrolan mereka.