Pacar Taruhan

Pacar Taruhan
13) PoV Andika


__ADS_3

Sebenar nya Andika tidak tinggal di kompleks perumahan nya Nana. Tetapi hari ini kebetulan adik nya mengajak diri nya untuk menemani berkeliling-keliling di kompleks perumahan ini.


Yang tak lain dan tak bukan ini adalah perumahan tempat tinggal Nana dan Okta.


Berhubung adik nya ini adalah saudara satu-satu nya, sudah pasti Andika sangat sayang pada nya dan apa saja permintaan nya pasti selalu di kabulkan oleh nya.


Nama adik nya Karin, usia nya 10th. Sekarang Karin masih kelas 5 SD. Karin punya anjing peliharaan kesayangan nya, yang ia beri nama Molly. Setiap minggu Karin pasti membawa anjing kesayangan nya itu jalan-jalan, dan selalu membawa bodyguard andalan nya yaitu kakak nya, Andika.


Saat menemani adik nya berjalan-jalan di taman ini, diri nya tak sengaja melihat Nana dan Okta yang sedang jogging di sana juga.


Andika terlihat begitu senang dan ingin segera menemui Nana. Namun seperti nya tidak akan berhasil, karna diri nya terlalu gugup untuk bertemu dengan keluarga Nana.


Mungkin ini bukan saat yang tepat untuk menemui nya dan keluarga nya. Pikir Andika sambil berjalan mengikuti langkah Karin yang berada di depan nya.


" Kak .. kak .. Karin capek ni, kita istirahat sebentar ya di sini. Molly keliatan nya juga sudah capek.


Yuk cari tempat buat duduk kak. "


kata Karin yang merengek manja


" Oke adik ku tersayang. Nah di sana tempat duduk, kita duduk di sana aja ya. " ajak Andika


Karin pun mengangguk tanda setuju.


Mereka pun berjalan menuju ke arah tempat duduk yang Andika tunjuk tadi.


Saat sudah duduk, betapa terkejut nya Andika melihat Nana yang juga sedang duduk berseberangan dengan nya sekarang. Hanya saja Nana masih belum menyadari keberadaan Andika.


Tin .. tin .. bunyi klakson yang seketika membubarkan lamuan Andika yang sedari tadi melihat ke arah Nana.


Walaupun badan nya berada di samping adik nya yaitu Karin, namun hati dan pikiran nya hanya tertuju pada Nana. Sosok wanita yang sudah berhasil mencuri hati nya saat pandangan pertama di aula sekolah nya kemarin.


Sebuah mobil pun berhenti tepat di depan Andika dan Karin. Andika tampak kesal karna mobil tersebut telah menghalangi pemandangan nya ke arah Nana.


Tapi seperti mobil ini nampak tak asing bagi mereka.


Tiba-tiba kaca mobil itu pun terbuka, ternyata pa2 nya yang telah menjemput mereka untuk pulang.


" Andika .. Karin .. pulang yuk ..


(pinta papa nya pada mereka)

__ADS_1


" Hm, Karin aja pa yang pulang duluan, Andika masih mau di sini dulu sebentar. Nanti kalau Andika sudah mau pulang, Andika telpon pak supir aja buat jemput Andika di sini."


" Kakak mau ngapain lama-lama di sini? Yuk ikut Karin sama papa pulang aja ya."


" Maaf ya Karin, kali ini kakak bener-bener masih pingin di sini dulu. Karin pulang dulu ya sama papa, biar Molly juga bisa cepet istirahat di rumah. Oh ya, kalau gak salah sekarang kan waktu nya Molly buat makan kan? Apa Karin gak kasian tuh nanti Molly nya sakit karna kelaparan? "


" Oh iya Karin lupa. Ya udah deh, ayo pa cepet pulang biar Karin bisa kasih makan Molly. "


Akhirnya Karin dan papa nya pun berpamitan kemudian pergi meninggalkan Andika. Tetapi Andika melihat bahwa Nana sudah tidak ada di tempat duduk nya yang tadi. Andika pun bergegas beranjak dari tempat duduk nya dan berusaha mencari-cari keberadaan Nana.


Andika berjalan terus sambil mengamati sekitar nya, tanpa ada satu tempat pun terlewatkan oleh pengamatan nya.


Tiba-tiba, saat Andika hendak berbalik arah ..


Bruak .. seseorang telah menabrak nya.


Andika yang sedang kebingungan mencari Nana menjadi kaget seketika, ternyata orang yang ia cari telah terjatuh di depan nya.


Dengan cepat Andika mengulurkan tangan nya untuk membantu Nana berdiri.


" Kamu gak apa-apa kan? " tanya Andika cemas


Nana yang terjatuh dan masih mengelus-elus kening nya masih belum tahu kalau yang berdiri di depan nya adalah Andika.


Sontak Nana pun kaget bukan main.


Dengan ragu Nana pun menerima uluran tangan di depan nya itu dan saat Nana menengahkan kepala nya .. barulah Nana sadar bahwa itu benar-benar adalah Andika.


" Aku gak apa-apa kok. Maaf ya aku tadi nabrak kamu.


Oh ya, makasih juga udah bantuin aku berdiri barusan. "


" Iya sama-sama Na. Yuk aku bantu kamu duduk di ayunan sana biar kamu bisa istirahat bentar. "


kata Andika sambil memapah Nana yang jalan nya masih sempoyongan


" Sekali lagi makasih ya Ndika. Oh ya, kamu kok bisa ada di sini? Apa rumah kamu ada di kompleks perumahan ini? "


Seakan Andika ingin sekali mecubit pipi Nana yang menggemaskan itu saat sedang serius menanyai nya seperti seorang polisi.


Tapi lagi-lagi keberadaan Andika tak di anggap karna ada Okta di sana yang juga sibuk mencari perhatian Nana.

__ADS_1


Sampai akhir nya Okta mendapat sebuah panggilan telpon yang tak lama kemudian meninggalkan Nana dan diri nya berdua saja di sana.


Ini kesempatan ku untuk mengenal Nana lebih dekat, dengan mengajak nya berbincang-bincang.


Benar saja, tak butuh waktu lama bagi kami untuk bisa menjadi akrab. Setiap perbincangan ku dengan Nana serasa menyatu dengan perasaan ku saat ini.


Ternyata Nana ini selain polos, imut dan manis, dia adalah orang yang humoris. Aku semakin jatuh cinta pada nya.


" Na, ternyata kamu gak hanya polos, tapi imut dan manis. Aku semakin suka sama kamu, seakan mengingatkan ku saat pertama kita bertemu di aula sekolah kemarin. "


tanpa pikir panjang aku pun keceplosan mengutarakan perasaan ku pada Nana


" Ap .. apa kamu bilang Ndika???


Sori aku gak seberapa memperhatikan ucapan mu, karna aku sedang fokus melihat Okta di ujung sana yang sedang asyik senyum-senyum sendiri.


Oh ya, kalau gak salah tadi kamu bilang tentang aula-aula gitu ya? Ada apa dengan aula nya? "


jawab Nana seperti orang yang kebingungan


" Hm, gak tuh Na. Kamu salah dengar mungkin. Aku tadi cuma bilang kalau aku seneng bisa ngobrol sama kamu. Makasih ya Na udah mau temenin aku ngobrol meski cuma sebentar. " sahut ku sambil tersenyum ke arah Nana


Lega rasa nya Nana tidak mendengar ungkapan perasaan ku tadi. kalau tidak, nanti pasti Nana akan menjaga jarak dengan ku. Karna menurut informasi yang ku dapat, Nana tidak bisa dengan mudah nya menerima pernyataan cinta dari siapapun.


Sebab diri nya masih belum siap untuk berpacaran selama masih status pelajar SMA.


Tak lama kemudian Nana dan Okta pun berpamitan untuk pulang.


Aku masih tetap duduk di kursi ayunan, ku amati Nana yang semakin lama semakin menjauh dari ku.


Aku pun berjanji pada diri ku sendiri untuk tidak tergesa-gesa menyatakan perasaan ku ini, sebab aku masih ingin mengenal Nana lebih jauh meski hanya sebatas status 'teman' bagi nya.


Tak terasa sekarang sudah jam 9 pagi, aku harus bergegas pulang agar Karin tak mengomeli ku yang terlambat pulang. Segera ku telpon pak sopir untuk menjemput ku.


Dan beberapa menit kemudian aku pun sudah di jemput.


Saat di dalam mobil, ku lihat foto-foto Nana yang ku potret diam-diam tadi sambil ku tersenyum-senyum sendiri. Aku merasa bahagia dengan kehadiran Nana yang telah mengisi kekosongan hati ku ini.


Saat ini aku hanya ingin membuat nya selalu tersenyum dan bahagia dengan cara ku sendiri.


Tak peduli seberapa sulit untuk mewujudkan nya.

__ADS_1


Karna bagi ku, diri nya adalah yang paling istimewa di hati ku. Dan juga yang patut untuk ku perjuangkan sampai kapanpun ..


__ADS_2