
Aku terlalu bosan berada di dalam kamar.
Aku pun memutuskan untuk mencari udara segar di halaman depan rumah.
Saat hendak melewati ruang tamu, aku terkejut melihat Nana yang sedang tertidur pulas di kursi rotan panjang kami.
Ku usap mata ku berkali-kali untuk menyakinkan diri ku bahwa ini bukanlah ilusi ku saja.
Tetapi hasil nya tetap sama saja.
Yang ku lihat di sana memang benar adalah Nana.
Perlahan ku langkahkan kaki ku mendekati nya.
Kemudian mata ku mulai tertuju pada obat luka yang biasa Nana pakai. Namun obat itu nampak belum di sentuh oleh Nana tadi. Ku perhatikan kedua lutut Nana ternyata ia hanya membersihkan luka-luka nya sampai akhirnya ia tertidur di sini.
Dengan hati-hati aku duduk di sebelah Nana dan mengangkat kedua kaki nya di atas paha ku.
Sebab ini adalah kesempatan yang bagus untuk memberinya obat luka saat ia sedang tertidur, agar ia tidak terlalu merasa sakit.
Kemudian dengan perlahan ku oleskan obat nya.
Beberapa menit kemudian akhirnya aku sudah selesai mengoleskan obat nya dan membungkusnya kedua lutut Nana dengan perban yang baru.
Setelah itu aku meletakkan kedua kaki Nana di kursi panjang ini lagi agar ia tetap merasa nyaman.
Sebenar nya ingin sekali ku gendong Nana ke kamar nya untuk merebahkan nya di sana, namun aku kuatir akan mengejutkan nya dan ia akan terbangun nanti nya. Seketika aku mengamati wajah Nana dari samping tempat duduk ku. Ia nampak begitu tenang dan manis saat tertidur. Kemudian ku belai rambut Nana sebagai bukti rasa sayang ku pada nya. Tanpa sadar aku pun mulai mendekatkan wajah ku tepat di depan wajahnya. Ingin sekali rasa nya ku kecup kening indah Nana. Saat aku mulai akan melakukan aksi ku itu, tiba-tiba ..
*H**em .. ehem* ..
terdengar suara orang batuk di belakang ku.
Sontak aku terkejut dan langsung menoleh ke arah belakang.
I .. i .. ibu ..
Apa yang akan kamu lakukan sayang?
Ingat ya, jangan berbuat yang macam-macam pada nak Nana.
tegas ibu Margaret sambil menyelimuti badan Nana dengan sebuah selimut tebal
Ma .. maaf bu ..
Tadi aku hanya ingin mencium kening Nana, tidak ada maksud lain nya.
__ADS_1
jawab Bagus sambil menunduk malu
Kemudian ibu Margaret duduk di sebelah Bagus dan mulai menasehati nya.
Sayang, jika memang kamu menyayangi nak Nana, jangan sekali-kali mengambil kesempatan di dalam kesempitan. Kamu harus selalu berjuang untuk mendapatkan hati nya dengan cara yang benar.
Jangan sampai sikap mu yang terburu-buru ini justru membuat mu menjauh dari nak Nana.
Ibu akui, nak Nana adalah gadis yang baik dan polos.
Tetapi menurut ibu, berilah sedikit waktu bagi diri kalian berdua untuk bisa bisa saling mengenal satu sama lain agar bisa melanjutkan ke tahap selanjutnya.
Karna belum tentu tidak ada lelaki lain di hati nya saat ini yang telah menunggu kepulangan nya di kota tempat ia berasal. Bersabarlah dulu sayang ku.
Mendengar nasehat ibu nya, Bagus akhirnya tersadar dengan sikap nya yang terlalu terburu-buru dan berharap lebih pada Nana tanpa memberinya waktu untuk memikirkan semua nya.
Baik bu, setelah Nana bangun nanti saya akan meminta maaf pada nya. Karna telah mengabaikan nya tadi. Terima kasih juga untuk semua nasehat nya bu.
Iya sayang sama-sama.
ucap ibu Margaret sambil tersenyum
Akhirnya semua nya telah selesai saat ini, hanya Nana saja yang tidak menyadari nya karna ia masih tertidur lelap di antara mereka.
Tolong jangan tinggalkan aku ..
Ndika ..
teriak Nana sambil menangis saat terbangun dari tidur nya
Ibu Margaret dan Bagus yang melihat Nana terbangun dengan menangis nampak kebingungan dan berusaha menenangkan Nana.
Kamu tidak apa-apa kan sayang?
Mengapa kamu menangis?
Apakah tadi kamu mimpi buruk sayang?
tanya ibu Margaret cemas
Ma .. maaf bu ..
Tadi saya melihat sahabat baik saya yang nama nya Andika berpamitan pergi jauh dan tidak bisa kembali lagi. Saya takut sekali bu ..
Seperti ada suatu perasaan tidak enak di hati ini.
__ADS_1
Apakah boleh besok saya kembali ke kota tempat asal saya? pinta Nana dengan penuh harap
Tentu boleh sayang.
Kebetulan besok nak Bagus akan ke sana juga untuk melihat hasil pengumuman penerimaan mahasiswa baru di kampus yang sudah di pilih nya kemarin. Jadi nak Nana besok bisa sekalian di antar oleh nak Bagus.
Iya kan sayang?
tanya ibu Margaret sambil memberi kode pada Bagus untuk mengangguk
Iya Na, besok sekalian saja sama aku ke kota.
Itu pun kalau kamu tidak keberatan untuk ku antar.
sahut Bagus sambil tersenyum ke arah Nana
Terima kasih banyak ya bu ..
Terima kasih juga ya kak Bagus ..
ucap Nana sambil memegang kedua tangan ibu Margaret dan tersenyum ke arah Bagus
Sudah .. sudah ..
Sekarang nak Nana tidak perlu menangis lagi.
Nanti cantik nya berkurang lho.
Ibu bisa saja. sahutku sambil tersipu malu
Sekali lagi terima kasih banyak ya bu atas bantuan nya selama saya berada di sini.
Sama-sama sayang.
Nana janji tidak akan pernah melupakan ibu. Karna ibu Margaret sudah saya anggap seperti ibu kandung saya sendiri. Kelak Nana pasti akan datang ke desa ini lagi untuk menengok ibu Margaret.
Ibu Margaret mengangguk mengiyakan perkataan ku.
Rasa nya aku benar-benar tidak sabar untuk bisa bertemu kembali dengan keluarga dan sahabat-sahabat ku.
Sengaja aku tidak memberitahu mereka tentang kepulangan ku besok, agar bisa menjadi sebuah kejutan untuk mereka semua.
Dan semoga saja apa yang ku mimpikan tadi tidak benar-benar terjadi.
Tunggulah kepulangan ku, Andika ..
__ADS_1