
Aku begitu senang hari ini bisa menemani Nana pergi ke pasar. Entah ibu memang sengaja memberikan ku kesempatan ini atau tidak, tapi aku nanti harus berterima kasih pada ibu.
Sepanjang perjalanan menuju pasar aku begitu senang menggoda Nana dengan canda'an ku yang membuat nya salah tingkah di samping ku.
Sesampai nya di dalam pasar, aku melihat semua jalanan begitu padat dan ramai oleh banyak orang.
Tanpa pikir panjang aku pun langsung menggenggam tangan kanan Nana dan menyuruhnya berjalan di belakang ku agar tidak tertabrak oleh orang-orang.
Entah apa yang di pikirkan Nana, yang aku tahu adalah aku tidak mau sampai ia terluka dan hilang dari ku.
Namun Nana terlihat begitu tidak nyaman saat aku menggandeng tangan nya. Ia berusaha melepaskan tangan ku sedari tadi. Tapi tetap saja aku tidak mau melepaskan tangan nya.
Dengan cepat kami sudah melewati kerumunan orang-orang yang sibuk berbelanja di dalam pasar.
Ku ajak Nana untuk menepi sebentar.
Na, apakah kamu merasa tidak nyaman saat ku gandeng tangan mu barusan?
Maafkan sikap ku ya Na, sebenarnya aku hanya tak ingin kamu jauh dari ku dan tertabrak oleh orang lain tadi.
Iya kak tidak apa-apa. Hanya saja tidak enak kalau nanti di lihat orang kita bergandengan tangan terus. Tenang aja kak, aku gak akan jauh dari kakak kok.
Aku pasti selalu di samping kakak.
Sungguh Na? tanya Bagus tegas
Hm, maksud ku saat berada di pasar ini aku gak akan jauh dari kakak. Bukan yang lain nya ya kak.
goda Nana sambil menjulurkan lidah nya ke arah ku dan mengedipkan sebelah mata nya sambil berlarian ke arah depan
Hat .. hati-hati Na ..
Bruk ..
Ku lihat Nana telah menabrak seseorang.
Dengan cepat aku berlari ke arah nya.
Namun saat Nana membalikkan badan nya ke arah orang yang di tabrak nya, betapa terkejutnya aku ternyata ia adalah Ardi. Teman lama yang sudah tidak ingin ku jumpai lagi sampai kapan pun.
Dengan kesal aku pun langsung menarik tangan Nana dan meninggalkan Ardi begitu saja di sana.
Karna aku tidak ingin Ardi lagi-lagi merebut orang yang ku sayangi.
Kak, kenapa tiba-tiba menarik tangan ku?
Enggak apa Na, kakak hanya tidak suka dengan orang itu tadi. Kamu jangan sekali-kali berhubungan dengan nya ya. ucap ku sambil melepas tangan Nana
Kemudian Nana pun bergegas membeli sayur-mayur dan daging ayam. Selesai berbelanja, aku membantu nya membawakan semua belanja'an nya.
__ADS_1
Namun aku masih kesal dengan kejadian tadi. Sehingga saat Nana mencoba mengajak ku berbincang-bincang sepanjang perjalanan pulang tadi aku tidak menghiraukan nya. Aku masih tidak bisa mengontrol emosi ku. Aku takut malah Nana nanti nya yang kena pelampiasan amarah ku. Jadi itulah alasan mengapa aku lebih memilih diam daripada berbincang-bincang dengan nya.
Hari ini sebenarnya adalah kesempatan yang baik untuk ku dan Nana jalan berdua'an, tapi malah bertemu dengan teman lama yang menjengkelkan.
Sejujurnya aku tidak tega begitu cuek dengan Nana tadi hanya karna teman lama menjengkelkan yang tak di undang tadi.
Sesampai nya di rumah, aku menaruh semua belanja'an Nana di dapur dan langsung bergegas meninggalkan nya begitu saja tanpa berpamitan terlebih dahulu.
Kemudian aku berjalan-jalan keluar rumah tanpa tujuan. Seketika langkah ku berhenti di depan sebuah toko asesoris wanita. Ku lihat banyak pasangan muda-mudi menemani kekasih nya melihat-lihat dan membelikan nya berbagai macam asesoris wanita di dalam sana. Aku kembali teringat akan Nana yang sudah ku cuek'kan tadi.
Hm ..
sebagai permintaan maaf ku, bagaimana jika Nana ku belikan salah satu asesoris di sini. Tapi aku tidak tahu
asesoris seperti apa yang ia sukai.
Aku pun mondar-mandir di depan toko tadi.
Kemudian seorang pegawai toko itu menyapa ku dan berjanji membantu ku memilih asesoris untuk Nana.
Tak butuh waktu lama bagi pegawai toko ini untuk memilihkan asesoris yang tepat untuk ku bawa pulang nanti.
Kak, gelang ini keluaran baru di toko kami.
Banyak para pria membeli gelang ini untuk pasangan mereka. Sekarang gelang ini hanya tersisa 3 buah.
Gelang ini terlihat simpel namun elegan. Juga ada liotin yang berbentuk sepasang lumba-lumba yang berada di tengah gelang nya melambangkan sebuah kesetiaan untuk sepasang kekasih.
Iya saya mau yang ini satu ya.
Baik kak. Silahkan ke kasir terlebih dahulu untuk membayarnya. Nanti akan saya antar ke kasir gelang nya setelah saya selesai membungkus nya.
Terima kasih.
Aku pun mengikuti arahan nya dan membayar gelang itu di kasir. Selesai membayar, pegawai toko yang tadi sudah membawakan sebuah bungkusan kecil yang begitu rapi dan indah. Yang tak lain dan tak bukan adalah gelang yang sudah ku beli untuk Nana.
Terima kasih kak atas kunjungan nya.
Silahkan datang lagi kemari di lain waktu.
Semua pegawai di toko ini begitu ramah dan suka membantu para pelanggan nya. Tak heran toko ini tak pernah sepi oleh pengunjung.
pikir ku sambil melangkah keluar toko
Aku pun berjalan pulang dan selalu memandangi bungkusan yang ku bawa tadi.
Na, semoga kamu suka ya dengan gelang ini dan bisa memaafkan sikapku tadi.
Saat sampai rumah, tercium aroma sedap dari arah dapur. Ini pasti Nana yang sedang memasak untuk makan siang kami nanti. Memang kamu adalah wanita idaman ku Na. Tidak hanya manis paras dan sikapmu, namun kamu pun pandai memasak. Kelak jika kamu menjadi istri ku, pasti setiap hari aku tidak akan pernah mau makan makanan di luar rumah.
__ADS_1
Hm ..
semoga saja kita memang di taktirkan untuk selalu bersama ya Na.
sambil berangan-angan ku buka bungkusan yang sudah ku siapkan untuk Nana
Saat di dapur, ku lihat Nana sedang mencuci tangan dan akan mengeringkan tangan nya di kain serbet yang ada di sebelah kulkas. Ini adalah kesempatan yang bagus untuk memakaikan gelang ini di tangan nya.
Aku berjalan dengan hati-hati di belakang Nana tanpa membuat suatu suara yang akan mengagetkan nya.
Dan ku tarik tangan Nana kemudian memakaikan gelang ini.
Bagus sekali, benar-benar pas di tangan mu Na.
Sontak Nana terkejut dan langsung menoleh ke arah orang yang sudah memakaikan gelang ini di tangan kanan nya.
Kak Bagus??? teriak Nana heran
Hahahahaha ..
Anggap saja ini sebagai permintaan maaf ku untuk sikap cuek ku tadi pada mu.
Tapi kak ..
Kenapa Na? Apakah kamu tidak suka dengan gelang pemberian ku ini?
Bukan, bukan seperti itu kak ..
Ya sudah kalau kamu tidak mau menerima gelang itu, buang saja.
ucap Bagus sambil pergi meninggalkan Nana begitu saja
Aku pun berjalan menuju ruang tamu dan duduk di sana sambil menghela nafas panjang.
Tak lama kemudian ibu datang dan mengajak ku untuk ke ruang makan. Ku lihat Nana sudah tidak berada di dapur lagi.
Sayang, kamu tunggu di sini dulu ya.
Ibu mau panggil nak Nana untuk makan sama-sama.
Aku pun mengangguk tanda setuju.
Setelah beberapa menit ibu dan Nana sudah berjalan ke arah ku. Kemudian ibu mempersilahkan kami untuk makan.
Dalam keheningan kami pun makan bersama.
Kemudian ibu mulai mengajak Nana mengobrol sambil tetap menikmati masakan Nana, sedangkan aku hanya diam tak menghiraukan mereka.
Saat ibu melihat gelang Nana, ibu mengira bahwa itu gelang yang sudah di beli nya saat di pasar tadi.
__ADS_1
Aku pun terkejut, mengapa Nana masih mau memakai gelang itu. Seperti nya tadi ia tidak begitu menyukai gelang itu.
Akhirnya aku pun berpamitan untuk dulu'an kembali ke kamar. Meskipun ibu dan Nana masih sedang asyik mengobrol. Sebab aku sudah lelah dengan semua kejadian hari ini.