
Keesokan pagi nya, semua nampak sibuk.
Ibu Margaret sedang sibuk memasak di dapur, kak Bagus sedang sibuk mengecek mobil yang akan di kendarai nya nanti bersama ku. Sedangkan aku masih sibuk membereskan kamar yang akan ku tinggalkan sebentar lagi.
Ayo sarapan dulu semua nya.
teriak ibu Margaret dari dalam ruang makan
Baik bu ..
sahut ku dan kak Bagus bersamaan
Tak beberapa lama kami semua sudah berkumpul di ruang makan.
Nak Nana, maafkan ibu ya tidak bisa ikut mengantarkan mu kembali ke kota. Sebenar nya ibu ingin sekali ikut, tapi semalam suami ibu menelpon memberi kabar bahwa ia akan pulang nanti siang.
Iya bu tidak apa.
sahut ku sambil tersenyum dan memegang tangan ibu Margaret
Ibu titip salam untuk keluarga nak Nana di kota ya.
Tolong sampaikan juga permohonan maaf ibu karna tidak bisa ikut ke kota.
Baik bu nanti pasti saya sampaikan.
Terima kasih banyak bu atas perhatian dan bantuan nya untuk Nana.
ku peluk erat tubuh ibu Margaret
Hem .. ehem ..
Ngomong-ngomong ini kapan makan nya ya?
tanya kak Bagus sambil melihat ke arah kami yang sedang berpelukan
Oh iya, ayo makan dulu sayang.
Supaya nanti tidak masuk angin, karna nanti kalian akan menempuh perjalanan jauh.
Akhirnya kami pun makan bersama dengan begitu tenang. Selesai makan kami segera berpamitan pada ibu Margaret. Karna tak terasa sekarang sudah jam 7 pagi, sudah waktu nya bagi ku dan kak Bagus untuk berangkat ke kota asal ku.
Ibu Margaret mengantarkan kami sampai di halaman depan rumah. Kemudian aku dan kak Bagus masuk ke dalam mobil.
Sudah siap Na?
Tidak ada barang-barang yang ketinggalan kan?
Iya kak sudah siap.
Hm, seperti nya tidak ada yang ketinggalan.
Yuk kita berangkat sekarang.
Kemudian kak Bagus menyalakan mesin mobilnya dan membuka kaca pintu mobil yang ada di sebelah nya. Kami pun melambaikan tangan ke arah ibu Margaret untuk berpamitan dan ibu Margaret juga melambaikan tangan ke arah kami.
Kami pun segera berangkat.
Ku lihat kak Bagus nampak begitu santai dan hati-hati mengendarai mobil nya.
__ADS_1
Na ..
Kak Bagus minta maaf ya kemarin sudah mengabaikan mu begitu saja.
Oh, iya kak tidak apa-apa kok.
Terima kasih juga ya kak untuk gelang ini.
Nana pasti jaga gelang ini dengan baik.
jawab ku sambil tersenyum
Lho, kamu masih pakai gelang itu Na?
Ku pikir kamu sudah membuang nya karna tidak menyukai nya.
Tidak kak, bagaimana mungkin gelang pemberian kakak ini ku buang? Aku suka banget kak gelang ini.
Terima kasih ya kak.
Iya Na sama-sama.
Oh ya Na, apa kakak boleh bertanya sesuatu?
Boleh kak, mau tanya apa?
Apa benar Andika itu hanya sahabat mu Na?
Bukan ..
Bukan nya pacar ku?
Iii .. iya Na ..
Hahahahahaha ..
Tentu saja bukan kak. Andika itu adalah salah satu sahabat ku di sekolah. Kan aku sudah pernah menceritakan tentang Andika sama kak Bagus di malam itu. Nanti kalau sudah ketemu sama Andika pasti kak Bagus bisa langsung akrab sama dia. Karna ia orang nya gampang banget berbaur sama orang lain.
Tapi jika hanya seorang sahabat mengapa kamu sampai begitu ketakutan dan menangis saat ia mau meninggalkan mu? Meskipun itu hanyalah sebuah mimpi.
Aku juga gak tahu kak. Mungkin karna aku sudah banyak berhutang budi pada nya dan aku belum pernah membalas nya. Jadi itu hanyalah sebuah perasaan bersalah ku saja.
Semoga memang seperti itu Na, supaya aku masih ada harapan untuk mendapatkan hati mu untuk ku.
Apa??? Tadi kak Bagus ngomong apa?
Sori tadi aku gak seberapa dengar karna lagi asyik melihat pemandangan di sekitar sini.
Tidak Na, tidak ngomong apa-apa kok.
Mungkin kamu salah dengar tadi.
Hm, iya mungkin ya.
Ya sudahlah gak usah di bahas lagi.
Lebih baik aku menikmati pemandangan yang indah ini, sebab di kota tempat ku tinggal sudah tidak ada lagi pemandangan seperti ini. Yang ada hanyalah gedung-gedung yang tinggi dan orang-orang yang begitu sibuk dengan kesibukan nya masing-masing.
Mendengar perkataan ku itu, kak Bagus hanya tersenyum dan tidak berkomentar apa-apa.
__ADS_1
Oh ya kak, apa kemarin kak Bagus yang mengoleskan obat dan memakaikan perban baru untuk kedua lutut ku ini?
Menurut mu???
Hah, serius ini kak.
Jangan bercanda dong.
Hahahahaha ...
Kalau memang kakak yang mengoleskan obat nya dan membantu mu memakai perban yang baru terus kenapa Na? Apakah kamu merasa obat dan perban nya kurang pas?
Enggak kak bukan seperti itu.
Aku cuma merasa gak enak karna sudah merepotkan kak Bagus.
Gak apa-apa Na. Kakak gak merasa di repotkan kok.
Justru kakak malah senang bisa membantu mu.
Terima kasih banyak ya kak.
Iya Na sama-sama.
Sekarang apa luka mu masih terasa sakit?
Atau sudah waktu nya memberi obat dan mengganti perban? Mau berhenti dulu sebentar kah Na?
Luka nya sudah tidak sesakit sebelum nya kak.
Ini sudah agak baik'an.
Tadi sebelum berangkat sudah aku oleskan obat dan mengganti perban nya. Jadi kak Bagus tidak perlu kuatir lagi.
Oke deh Na.
Oh ya kak, apa aku boleh bertanya sesuatu?
Iya Na boleh. Tanya aja.
Sebenarnya kenapa kak Bagus sebegitu benci nya sama kak Ardi? Sampai-sampai tidak mau berjumpa dengan nya lagi. Apakah kak Ardi melakukan kesalahan yang sama lagi di dalam persahabatan kalian?
Maaf Na, kalau tentang Ardi, kakak tidak mau membahasnya lagi. Karna bagi kakak, Ardi sudah mati sejak ia mengkhianati persahabatan kami berkali-kali.
Jadi kakak tidak mau mengungkit-ungkit luka lama itu lagi.
Lama sekali tidak terdengar suara Nana lagi.
Dengan penuh penasaran, Bagus melihat ke sisi kiri nya. Ternyata Nana sudah tertidur pulas di kursi nya.
Kemudian Bagus menepi dan berhenti sebentar.
Ia pun melepas jaket nya dan memasangkan nya pada Nana. Agar Nana tidak merasa kedinginan dalam tidur nya.
Terima kasih Ndika untuk jaketnya.
gumam Nana saat masih tertidur
Bagus yang melihat dan mendengarnya menjadi heran.
__ADS_1
Apakah Andika hanyalah seorang sahabat bagi mu Na? Mengapa kamu selalu menyebut nama nya bahkan di dalam tidur mu. Seakan ia telah mendapat tempat istimewa di hati mu. Akankah aku kalah dari Andika? Tidak bisa, aku pasti bisa membuktikan pada mu Na, bahwa aku bisa jauh lebih baik dari Andika ..