
Entah sudah berapa lama aku tertidur, aku merasa begitu nyaman saat ini.
Ku coba memegang leher ku, mengapa aku merasa seperti ada sesuatu yang menutupi badan ku saat ini.
Ternyata benar, ada sebuah jaket menyelimuti badan ku.
Apakah ini milik kak Bagus? gumam ku dalam hati
Dengan perlahan ku buka kedua mata ku yang sudah tertutup agak lama tadi.
Hai Na, kamu sudah bangun?
Hm , iya kak.
Sori ya aku ketiduran tadi.
Jadi gak ada yang nemenin kakak ngobrol.
Gak apa-apa Na.
Oh ya, sebentar lagi kita akan sampai di kota mu.
Apa kamu mau mampir sebentar di toko camilan untuk membelikan beberapa kue untuk keluarga mu?
Kalau mau nanti kita berhenti sebentar di sana.
Boleh .. boleh banget kak.
Tapi ..
Tapi kenapa Na?
Pasti soal uang ya?
Tenang aja, nanti kakak yang akan bayar semua nya.
Kamu tinggal pilih saja mana yang mau kamu beli.
Jangan kak, nanti malah ngerepoti kakak.
Hm, kita langsung ke rumahku aja deh kalau gitu.
Eits, gak apa-apa Na.
Gak enak juga kalau datang ke rumah calon mertua dengan tangan kosong.
Maksud nya kak? tanya ku kaget
Tidak Na bukan apa-apa.
Yuk, kita turun sekarang.
jawab Bagus sambil memarkirkan mobil nya di salah satu toko camilan di ujung jalan tol
Hm, iya kak.
Entah mengapa aku merasa semakin canggung dengan semua perkataan kak Bagus.
Aku hanya berpura-pura tidak mendengar nya, namun aku tahu betul maksud nya tadi.
Calon mertua? Seakan aku masih tak siap jika harus menjadi pasangan nya sekarang.
Sebab aku pun masih belum bisa memberi jawaban atas perasaan Andika pada ku.
Bagaimana mungkin aku bisa dengan cepat memberikan suatu harapan pada kak Bagus tentang perasaan nya ini.
Ya sudahlah ..
Mungkin aku yang terlalu berfikir berlebihan.
Lagi melamun apa Na? Ayo Na kita masuk.
Aku pun mengangguk tanda setuju.
Kemudian lagi-lagi kak Bagus menggandeng tangan kanan ku dan kami pun segera masuk.
Setelah itu kami memilih-milih kue yang akan kami bawa sebagai buah tangan untuk keluarga ku.
Saat hendak mengambil setoples kue, aku tidak mampu menggapai nya karna rak nya terlalu tinggi bagi ku.
Kak Bagus yang menyadari hal ini segera menolong ku mengambil setoples kue yang ku incar tadi.
Tubuh kami pun saling berhadapan dan jarak di antara kami semakin dekat.
Dengan tangan yang masih berada di rak atas, kak Bagus semakin mendekatkan diri nya pada ku dan hendak mencium bibir ku.
Aku yang melihat sikap nya itu, langsung pergi meninggalkan nya.
Sebab aku tak mau ia mencoba mengambil keuntungan lagi dari ku.
Sebisa mungkin aku akan menjaga diri ku agar tidak mudah di sentuh oleh lelaki apapun alasan nya.
Sudah cukup kak Bagus berkali-kali menggandeng tangan ku tanpa meminta persetujuan ku, sekarang ia sudah kelewat batas dengan mencoba untuk mencium bibir ku.
Bukan kah kita hanya sebatas teman yang baru saja kenal, mengapa ia seakan begitu berani melakukan ini pada ku?
Apakah ada banyak hal lain yang belum ku ketahui tentang diri nya?
Sedangkan Andika yang sudah cukup lama bersama dengan ku, tidak pernah sekalipun ia mengambil keuntungan dari ku.
Ya ampun, mengapa aku lagi-lagi membandingkan Andika dengan kak Bagus.
Mengapa aku selalu teringat akan sosok Andika di mana pun aku berada.
__ADS_1
Ada apa sebenarnya dengan diri ku ini ..
Na .. Na .. tunggu sebentar ..
teriak Bagus sambil mengejar ku
Dengan perasaan jengkel dan marah aku berlari pergi keluar dari toko itu. Ku coba menenangkan diri ku sendiri dengan bersandar pada mobil kak Bagus yang berada di tempat parkiran.
Entah mengapa jantung ku kembali berdebar dengan kencang nya, seakan ia tahu tentang kekesalan hati ku saat ini.
Tap .. tap .. tap ..
Terdengar suara langkah kaki menuju ke arah ku.
Ini pasti kak Bagus yang mengejarku sampai kemari.
Ku coba menenangkan diri ku dan bersikap biasa saja seolah tidak terjadi apa-apa tadi.
Kemudian seseorang menepuk pundak ku dan memanggil nama ku.
Na ..
Apa kamu marah?
Maafkan sikap kakak tadi ya.
Kakak sudah membuat mu takut dan marah.
Kak ..
Tak perlu meminta maaf, mungkin aku yang salah karna dari awal tidak membatasi diri ku dengan mu.
Sampai akhirnya kakak dengan mudah nya menggandeng tanganku berkali-kali, walaupun tidak ada suatu hubungan apapun di antara kita.
Tadi pun jika aku tidak menghindar dengan cepat pasti kak Bagus sudah mencium ku dengan leluasa.
Maafkan aku kak, aku bukanlah wanita yang bisa dengan mudah nya kakak perlakukan dengan semau kakak. Aku juga punya harga diri.
kata ku sambil menangis
Na, maukah kamu menjadi kekasih ku?
Dan menerima rasa cinta dan sayang ku ini?
Jujur Na, aku memang cinta dan sayang sama kamu.
Maaf aku baru mengatakan nya pada mu sekarang.
tanya Bagus dengan penuh harap
Ma .. maaf kan aku kak.
Aku tidak bisa menerima nya ..
Apakah karna sudah ada Andika di hati mu saat ini?
Kak, ku mohon hentikan ..
Jawab aku Na ..
teriak Bagus sambil memegang kedua bahu ku
Tidak kak, bukan karna itu ..
Tapi karna aku masih belum siap untuk berpacaran.
Untuk saat ini aku hanya ingin fokus pada studi ku saja.
Ku mohon Na berikan aku satu kesempatan saja.
Aku hanya ingin bersama mu.
Aku berjanji akan selalu menunggu mu dan mendukung semua studi mu.
Kak, please jangan seperti ini ..
Maafkan aku ..
Aku tidak mau memberikan harapan kosong pada kakak.
Kakak berhak mendapatkan wanita yang lebih dari aku.
Dengan cepat aku pun berlari meninggalkan kak Bagus di sana. Aku tak tahu mengapa bisa sampai terjadi seperti ini.
Jujur aku memang belum siap untuk berpacaran sekarang.
Kak Bagus sudah ku anggap seperti kakak kandung ku sendiri.
Bagaimana mungkin sekarang aku berpacaran dengan nya?
Lagipula kita juga belum terlalu saling mengenal satu sama lain.
Mungkin ini hanyalah perasaan sesaat kak Bagus pada ku.
Semoga ia bisa segera melupakan ku.
Kak Bagus hanya terdiam di sana dan tak mengejar ku.
Namun aku pun tak berharap ia mengejar ku lagi kali ini.
Sebab itu hanya akan membuat nya semakin terluka.
Memang benar nasehat ibu kemarin, aku tidak boleh terburu-buru mendapatkan cinta Nana.
__ADS_1
Coba kalau aku tadi tidak egois dan menuruti nafsu ku, mungkin sekarang hubungan ku dengan Nana akan baik-baik saja dan tidak terjadi kejadian seperti ini.
Maafkan aku Na ..
gumam Bagus dalam hati
Aku terus berlari dan mencoba menghentikan beberapa taksi yang lalu-lalang dari tadi.
Namun hasil nya nihil.
Tidak ada satu taksi pun yang berhenti.
Kalau seperti ini terus entah sampai kapan aku akan sampai di rumah.
Karna sudah merasa kelelahan, aku pun duduk di pinggir trotoar.
Tak lama kemudian ada sebuah mobil berhenti tepat di depan ku.
Apakah orang ini punya niat jahat terhadap ku?
Lebih baik aku selalu waspada.
Permisi nona, apakah kamu butuh bantuan?
Mengapa kamu duduk-duduk di sini?
Mari silahkan masuk ke dalam mobil ku dan mengobrol sebentar.
Jika kamu duduk di sini terlalu lama, nanti pasti akan ada petugas keamanan yang membawa mu ke kantor nya karna mengira kamu adalah orang yang tersesat.
Di lihat dari tatapan mata nya, seperti nya ia adalah pria baik-baik.
Aku pun langsung menuruti ajakan nya untuk segera masuk ke dalam mobil nya.
Aku memilih untuk duduk di kursi belakang.
Kemudian ia pun juga duduk di samping ku dan memberikan ku sebuah botol air mineral yang masih tersegel rapi.
Silahkan di minum.
Tenang saja aku tidak akan berbuat macam-macam sama kamu.
Mendengar perkataan nya, aku merasa sedikit tenang dan meminum air mineral tersebut.
Perkenalkan, nama ku adalah Steven.
Nama mu siapa?
Mengapa kamu seorang diri saja duduk-duduk di sana tadi?
Oh, hai. Nama ku Nana.
Tadi aku sedang bertengkar dengan teman ku.
Jadi aku berlari tanpa tujuan dan berhenti di sini karna sudah merasa kelelahan.
Puft .. hahahahahaha
Halo, kenapa kamu tertawa?
tanya ku sambil melambai-lambaikan tangan ku di depan nya
Ups, sori-sori.
Aku tidak bermaksud menertawai mu, hanya saja ..
Hahahahahahaha
Sori-sori aku tertawa lagi.
Iih, apa'an sih ini orang aneh banget.
gumam ku dalam hati
Ya sudah, sekarang kamu duduk di depan ya.
Biar aku antar kamu pulang.
ucap nya sambil pindah duduk di depan untuk menyetir
Aku pun kembali menuruti nya.
Aku pindah duduk di depan, yang bersebelahan dengan nya.
Apa bisa tolong antar aku ke kota N di perumahan Anggrek?
Tentu saja bisa nona.
jawab nya sopan
Terima kasih kak Steven.
Dengan senang hati.
jawab nya sambil tersenyum ke arah ku
Akhirnya kami pun bergegas meninggalkan tempat ini dan menuju ke kota asal ku yaitu kota N.
Seketika aku sudah bisa melupakan kejadian tadi.
Dan aku hanya bisa berdoa agar kak Bagus bisa menemukan kebahagiaan nya.
__ADS_1