Pacar Taruhan

Pacar Taruhan
74) Gosip buruk tentang Nana di dalam kelas


__ADS_3

Hari berganti hari dengan begitu lamanya.


Aku dan kak Steven hanya dapat berkomunikasi lewat videocall saja.


Entah sudah berapa lama kami tak lagi bertemu.


Ada sedikit rasa rindu yang mendalam untuknya.


Namun aku tak bisa egois dengan menjadi penghalang dalam pekerjaannya.


Karna ia bekerja keras juga demi aku dan keluarga kecil kami kelak.


Akan ku simpan baik-baik rasa rindu ini sampai aku benar-benar bisa bertemu dengannya kembali.


Angin, tolong sampaikan rinduku ini padanya.


Pertemukanlah kami dalam mimpi.


Agar rasa rindu ini dapat sedikit terobati.


💫💫💫💫💫💫💫


Seperti biasa akupun menjalani hari-hariku di sekolah dengan banyak tugas dan ulangan-ulangan.


Sampai suatu saat aku mendengar suatu berita di dalam kelas tentang diriku dan Okta.


" Guys, kalian perhati'in deh.


Itu tuh si Nana kok nempel terus ya sama Okta?


Apa gak malu tuh sama si Felix?


Okta dan Felix itukan udah pacaran,


sedangkan si Nana masih belum ada pacar sampai sekarang.


Apa jangan-jangan si Nana itu penyuka sesama jenis ya?


Iiiih, takut ah ..


Jangan deket-deket sama si Nana itu ya guys. "


ucap salah seorang siswi di dalam kelasku


Memang benar sih, aku gak pernah menunjukkan sosok kak Steven di depan mereka semua.


Jadi mereka berfikiran kalau aku ini jomblo akut, bahkan sampai mengira aku ini menyukai sesama jenis.


Karna yang mereka tahu kalau aku dulu sempat dekat dengan Andika dan itupun sudah berakhir sekarang.


" Dor .. lagi melamun apa'an nih Na?


Kok serius amat???


tanya Okta sambil menepuk pundakku


" Ehm, gak ada kok Ta.


Aku cuma lagi mikirin ulangan nanti soal-soalnya bakal sulit gak ya? Cuma itu aja kok.


sahutku sambil tersenyum


" Udah gak usah di pikirin sampai serius gitu kali Na.


Nanti kalau soalnya sulit ya ujung-ujungnya kita remidi bareng lagi. "


Hahahahahahaha


ucap Okta sambil tertawa


" Hih, kita? Loe aja kali Ta, gue sih ogah ikut remidi. "


sahutku dengan sinis


" Oh, jadi gitu ya sekarang?


Mentang-mentang di tinggal kak Steven kerja di luar negeri, jadi sekarang sibuk belajar terus sampai-sampai yakin gak bakal remidi sama aku? "


ucap Okta dengan cemberut


" Ada gak adanya kak Steven gak akan mempengaruhi jam belajar aku.

__ADS_1


Dari dulu aku 'kan emang siswi yang rajin di kelas dan jarang ikut remidi.


Makanya kamu kalau aku ajak belajar bareng jangan alasan melulu.


Kebanyakan pacaran sih sama Felix jadi males belajar,


iyakan? "


sahutku sambil menatap tajam ke arah Okta


" Tunggu .. tunggu ..


Kalian tadi bilang kak Steven?


Siapa tuh kak Steven?


Apa hubungannya sama Nana?


Bukannya Nana ini penyuka sesama jenis ya karna selalu nempel sama kamu Ta? "


tanya Lily teman sekelasku


" Apa kamu bilang barusan Li?


Nana penyuka sesama jenis?


Dapat gosip darimana itu? "


sahut Okta sambil memegang kerah baju Lily


" Ta, udah jangan berantem di dalam kelas.


Malu sama yang lainnya.


Ayo Ta, buruan lepasin. "


ucapku sambil menepuk pundak Okta


" Ini bukan gosip, tapi semua siswa-siswi di kelas ini semuanya sudah pada tahu fakta ini.


Kalau Nana sampai sekarang belum ada pasangan. "


balas Lily


Li, kamu tadi udah dengarkan kalau kita lagi sebut nama kak Steven.


Asal kamu dan kalian semua yang di kelas ini tahu,


kalau Nana bulan depan akan bertunangan dengan kak Steven itu.


Jadi kalian semua jangan pernah buat gosip aneh-aneh lagi tentang Nana. "


sahut Okta dengan marah


" Oh ya? Kami tunggu sampai bulan depan.


Kalau sampai Nana gak tunangan,


bearti kamu dan Nana sudah sepakat mengarang cerita ini.


Dan kami akan meminta kepala sekolah untuk mengeluarkan Nana dari sekolah ini karna dia sudah mencemarkan nama baik sekolah ini dengan menyukai sesama jenis. "


ucap Lily


" Oke siapa takut !!!


Tapi kalau sampai Nana benar bertunangan,


kalian semua harus meminta maaf sama Nana dengan berdiri satu kaki di lapangan sekolah.


Gimana, kalian semua setuju? "


sahut Okta sambil melepaskan kerah baju Lily dan mengulurkan tangan kanannya


" Oke setuju. "


balas Lily dengan menjabat tangan Okta


Setelah itu mereka semua yang mengerumuni kami akhirnya pergi satu persatu.


Fiuh, lega rasanya.

__ADS_1


Aku takut kalau sampai Okta sampai memukul Lily tadi.


Tapi untungnya semua berakhir dengan damai.


" Ta, apa benar gak apa-apa kamu buat kesepakatan seperti tadi itu?


Kita bisa buktikan pertunanganku bulan depan dengan cara apa? "


tanyaku dengan cemas


" Hm, ya kita undang mereka semua dong Na supaya datang ke pertunanganmu. "


sahut Okta sambil mencubit pipi kiriku


" Aduh .. duh .. sakit Ta ..


Tapi .. "


" Huts, gak ada tapi-tapi'an.


Kak Steven mu itu pasti gak keberatan kok kalau kita semua teman sekelasmu juga datang ke pertunanganmu. "


ucap Okta dengan tegas


" Ta, itukan pertunangan yang kita buat untuk keluarga kami aja.


Gak ada rencana buat undang-undang orang banyak seperti ini. "


sahutku panik


" Udahlah Na tenang aja.


Percaya aja sama aku, oke? "


pinta Okta sambil mengedipkan mata ke arahku


" Hm .. (menghela nafas panjang)


Iya deh Ta, terserah kamu aja. "


ucapku pasrah


" Nah gitu dong jadi Nana yang penurut,


'kan enak kita gak perlu ribut-ribut seperti tadi. "


Hahahahahahaha


sahut Okta sambil tertawa lepas


Kring .. kring .. kring ..


Bel sekolah sudah berbunyi menandakan pelajaran hari ini akan segera di mulai.


Pelajaran demi pelajaran sudah kami lewati dengan baik.


Saat yang menegangkanpun tiba.


Ulangan harian yang kami takutkan telah di mulai.


Suasana di dalam kelas begitu sunyi senyap.


Semuanya begitu serius mengerjakan ulangan harian ini.


Begitu juga dengan aku dan Okta.


Kring .. kring .. kring ..


Bel sekolah telah berbunyi menandakan jam pelajaran telah usai.


" Anak-anak, bagi yang sudah selesai mengerjakan silahkan di kumpulkan ke depan dan bisa pulang.


Untuk yang belum selesai, Ibu beri waktu 20 menit lagi untuk menyelesaikan.


Setelah 20 menit kemudian, selesai atau tidak selesai semuanya harus di kumpulkan ke depan. "


ucap Ibu Rina, guru Matematika kami


Tak terasa aku sudah selesai mengerjakan semua soal ini.


Akupun berpamitan pada Okta dan mengumpulkan kertas jawaban di meja guru.

__ADS_1


Setelah itu aku meninggalkan sekolah dan pulang ke rumah.


__ADS_2