Pacar Taruhan

Pacar Taruhan
2) MOS hari pertama


__ADS_3

Tidak beberapa lama sampailah Nana dan Okta di sekolah.


Begitu banyak siswa-siswi baru yang datang mengendarai mobil.


Tak heran karna sekolah ini merupakan salah satu sekolah elite di kota ini.


Dengan tergesa-gesa dan gugup Nana pun segera turun dari mobil di susul oleh Okta.


Namun semua tampak cuek dengan kedatangan mereka.


Tanpa berbasa-basi Okta dengan santainya melingkarkan lengan kanannya di lengan kiri Nana.


"Ayo buruan masuk,


gak usah canggung gitu.


Biasa aja kali." ledek Okta.


"Tapi Ta, gak tau kenapa aku merasa gak cocok berada di sini.


Aku yang sekarang seperti langit dan bumi jika di bandingkan dengan semua siswa-siswi di sini."


terang Nana pada Okta.


"Udah, gak perlu canggung gitu.


Karna aku akan selalu berada di sisimu sampai kapanpun."


ucap Okta yang santai namun tegas.


Tidak perlu waktu lama untuk Okta menemukan aula tempat di mana semuanya akan berkumpul di sana.


Nana dan Okta langsung masuk ke dalam aula dan segera duduk.


Dengan polosnya Nana mulai mengamati sekelilingnya.


Tak terkecuali kakak-kakak seniornya.


"Mereka semuanya terlihat biasa-biasa aja sih menurutku, tapi apakah benar seperti itu? Bukankah biasanya kalau MOS (Masa Orentasi Siswa) pasti kakak-kakak seniornya itu pada jahat semua ya?"


gumam ku dalam hati.


Tiba-tiba aku merasakan ada seseorang yang duduk di samping kiriku.


Dengan gerakan refleks akupun menoleh ke arahnya.


"Hai." sapaku padanya.


"Hai juga."

__ADS_1


balasnya dengan sebuah senyuman.


"Kamu juga siswi baru ya di sini?


Nama mu siapa?


Dulu kamu sekolah di mana?"


tanyaku bertubi-tubi seperti seorang detektif.


Tetap saja dia hanya tersenyum ke arahku dan di balasnya pertanyaanku tadi :


"Kenalkan namaku Meyliana, panggil saja aku Mey.


Aku berasal dari kota F.


Di sini aku belum mengenal seorangpun.


Maukah kamu jadi teman pertamaku di sekolah ini?"


tanyanya dengan lembut.


"Wow, kalau begitu selamat datang di kota ku ini, kota N.


Perkenalkan namaku adalah Nana.


Ups, hampir aja aku lupa.


Sini aku kenalin sahabatku dulu,


ia adalah sahabatku sejak kecil.


Namanya Okta,"


jawabku sambil menyenggol lengan kiri Okta, kode dariku agar Okta bisa segera melepas earphone karna sedari tadi dia sibuk mendengarkan MP3 di hp nya.


"Hai Okta, kenalkan namaku Meyliana.


Panggil saja aku Mey."


sapa Mey dengan lembut.


"Halo Mey, namaku Okta.


Senang berkenalan denganmu.


Maaf tadi aku asyik dengan duniaku sendiri, jadi tidak menyadari kehadiranmu di sini."


sahut Okta dengan sedikit kikuk

__ADS_1


Tak perlu waktu lama untuk kami bertiga saling mengenal dan bercerita satu sama lain.


Sehingga tak terasa MoS (Masa Orientasi Siswa) hari ini sudah hampir selesai.


"Benar-benar melelahkan ya ..


Tetapi yang lebih menjengkelkan di MoS hari ini kita tidak di beri waktu untuk beristirahat,


walau hanya sebentar saja.


Tiap jam selalu aja di isi dengan ketegangan-ketegangan dari kakak-kakak senior."


ucapku pada Okta dan Mey.


"Ingat ya semuanya,


besok jangan lupa semua atribut yang di sebutkan tadi untuk di bawa.


Kalau ada satu atribut saja yang tidak di bawa, akan ada sangsi (hukuman).


Semuanya sudah saya ingatkan ya hari ini, jangan bilang kalau kami ini sebagai senior tidak baik terhadap para junior kami."


kata salah satu kakak senior di sekolahku.


"Sekarang semua boleh pulang dan besok kembali lagi ke sekolah pukul 06.45 pagi!"


kata penutup dari Kepala Sekolah,


nama beliau adalah Bapak Andi.


Yang mana beliau juga merupakan teman baik ayahnya Okta.


Dalam sekejab semuanya sudah pada bubar.


Tetapi masih ada juga yang masih nongkrong di halaman sekolah sembari berpacaran ramai-ramai di sana.


Sedangkan Aku dan Okta langsung berpamitan sama Mey,


karna kami mau langsung pulang ke rumahku untuk mempersiapkan atribut-atribut untuk besok.


"Untunglah Mey tinggal di dalam asrama,


jadi dia gak perlu repot-repot untuk keluar masuk sekolah.


Tapi kasihan juga sih jauh dari ortu demi bersekolah di sini.


Tapi itulah yang namanya pengorbanan untuk menggapai masa depan yang diharapkan."


gumamku dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2