Pacar Taruhan

Pacar Taruhan
25) Keberadaan Nana


__ADS_3

Hari ini sekolah terasa sunyi tanpa kehadiran Nana di sini. Okta selalu menengok bangku Nana yang ada di sebelah kanan nya. Bangku ini sekarang kosong, sekosong keceriaan Nana.


Pihak sekolah sudah mengumumkan berita hilang nya salah seorang siswi di sekolah ini bahkan mading sekolah juga sudah memuat berita ini dan mencantumkan foto Nana. Agar saat ada siswa/i yang tanpa sengaja bertemu dengan Nana atau mendapatkan informasi tentang Nana dapat segera memberikan informasi tersebut pada pihak sekolah.


Andika juga masih belum pulih, sudah 3 hari ini diri nya masih terbaring lemah di rumah. Saat dia bangun nanti dan mendapati kabar kalau Nana masih belum di temukan, entah bagaimana nanti jadi nya.


Okta dan Felix masih sering berkunjung ke kantor polisi untuk mencoba bertanya tentang perkembangan kasus penculikan Nana ini. Namun tetap saja hasil nya tidak sesuai dengan apa yang mereka harapkan.


Komplotan yang menculik Nana kemarin mengaku tidak mengetahui keberadaan Nana saat ini.


Karna semua anggota mereka sudah tertangkap di kantor polisi ini. Saat mereka semua menjebak Andika, Nana sengaja di tinggalkan seorang diri di dalam gudang rumah itu, karna masih dalam posisi terikat tidak mungkin Nana akan bisa melarikan diri.


Jadi tidak ada satu orang pun yang mengawasi Nana saat itu.


Sekarang hanya kekuatan doa dan berharap akan sebuah mukjizat yang bisa menjadi harapan terakhir kami.


Keluarga Nana juga masih terus berusaha mencari keberadaan Nana dengan di bantu oleh orangtua Okta.


Mereka tidak pernah putus asa untuk menyisir kembali tempat kejadian Nana di culik kemarin dan sepanjang jalan di sekitar sana pun juga mereka telusuri. Berharap akan ada petunjuk yang di dapatkan dari sana.


***** PoV Nana *****


Saat semua orang sudah meninggalkan diri nya, Nana masih tetap lemas. Setelah beberapa lama, kekuatan Nana sudah pulih. Sekarang tiba saat nya untuk diri nya berusaha melepaskan ikatan di tangan dan kaki nya.

__ADS_1


Tak peduli apapun yang terjadi aku harus keluar dari sini dan tidak boleh membiarkan Andika masuk ke dalam perangkap mereka.


Andika kamu tidak boleh datang ke sini, kamu harus selamat dari mereka.


Akhirnya semua ikatan sudah terlepas, dengan cepat Nana mencari ponsel nya yang masih berada di dalam tas ransel nya yang tadi juga sudah di taruh di depan kursi Nana. Mungkin karna mereka tidak mengincar diri nya, jadi mereka tidak menghancurkan ponsel Nana. Dengan cepat Nana mencoba menelpon Andika, namun sayang tidak ada sinyal saat ini.


Sudah, sekarang aku harus keluar dulu dari sini untuk mencari bantuan. Andika, semoga kamu benar-benar tidak datang kemari. Meskipun dalam keadaan genting seperti ini, yang Nana pikirkan hanyalah keselamatan Andika.


Karna Nana tahu kalau keluar lewat pintu depan pasti masih bisa bertemu dengan komplotan penculik itu, akhir nya Nana pun berhasil menemukan pintu belakang. Dengan sekuat tenaga Nana terus berlari menjauh dari rumah tempat ia di sekap.


Saat Nana sedang berlari, tiba-tiba terdengar suara tembakan di udara. Dengan kaget Nana pun terjatuh.


Entah apa yang terjadi sekarang, mengapa aku merasa sekarang Andika dalam keadaan yang tidak baik.


Andika kamu harus baik-baik saja, tunggu aku datang di sana dengan membawa bantuan untuk mu.


Masih dalam posisi terjatuh, Nana mencoba berdiri lagi dengan sekuat tenaga. Dengan kedua lutut kaki yang masih meneteskan darah segar, Nana tidak peduli. Ia tetap saja berlari dan berlari.


Saat sudah agak jauh dari tempat nya di sekap, Nana sudah bisa merasa sedikit lega. Sekarang aku harus mencari bantuan di pemukiman penduduk yang berada di depan sana. Dengan hati-hati Nana menuruni jalanan yang semakin terjal.


Tinggal beberapa langkah lagi, aku pasti bisa.


Dengan berpegangan dengan batang pohon di dekat sana, Nana menyusuri jalan setapak itu.

__ADS_1


Tetapi karna sedang turun hujan, Nana tanpa sengaja terpeleset. Dia pun terjatuh, dan luka-luka di lutut nya semakin parah.


Dengan menahan rasa sakit di lutut nya, Nana mencoba berdiri lagi sambil menangis dengan berlahan. Apakah aku tidak akan berhasil mendapatkan bantuan di sini? Apakah aku akan gagal menyelamatkan Andika?


Bruk ..


Tanpa ada tenaga lagi tubuh Nana pun terjatuh ke dalam lumpur dan terus di basahi dengan air hujan yang sedari tadi semakin deras. Nana sudah tak sanggup lagi, ia pun memenjamkan mata nya dan sudah tak sadarkan diri lagi.


Tak lama kemudian ada beberapa ibu-ibu petani lewat di sana, mereka melihat sosok Nana yang sudah pingsan dengan tubuh basah kuyub. Dengan cepat mereka bekerjasama menggotong Nana untuk memberinya pertolongan dan membawa nya ke rumah Kepala Desa. Sesampai nya di desa, Nana sudah di obati dan di gantikan pakaian oleh ibu-ibu di sana. Mereka begitu kasian melihat kondisi Nana saat ini. Mereka semua berharap agar Nana dapat segera sadar dan pulih dengan cepat.


Karna malam sudah tiba, ibu-ibu sudah pergi meninggalkan Nana yang masih belum sadarkan diri.


Ibu-ibu segera berpamitan pada keluarga Kepala Desa dan meminta keluarga tersebut dapat merawat Nana dengan baik dan bersabar. Selesai berpamitan, Ibu Kepala Desa datang menengok ke kamar Nana.


Untuk melihat perkembangan kondisi Nana saat ini.


" Nak, kamu begitu cantik dan menawan. Apa yang terjadi sama kamu sampai bisa seperti ini sekarang keadaan mu? "


di usap-usap nya kening Nana dengan lembut


Sejam sudah berlalu, Nana masih tak kunjung bangun.


Karna sudah mengantuk, Ibu Kepala Desa pun meninggalkan Nana untuk beristirahat.

__ADS_1


__ADS_2