
Selang beberapa menit kami akhirnya sudah sampai di tempat servis handphone.
Okta dan Felix sengaja ku minta untuk tidak ikut masuk ke dalam.
Karna pasti mereka yang akan membantuku untuk membayar tagihan perbaikan handphone ini.
Kalau tidak mau ribet pasti mereka akan memaksaku untuk membeli handphone baru saja dan tetap mereka yang akan membayar handphone baru itu untukku.
Aku sudah banyak menyusahkan mereka,
kali ini aku tak mau semakin menyusahkan mereka lagi.
Paman, apa kabar?
Hai Na, paman baik.
Kalau nak Nana baik-baik juga kan?
sahut paman sambil tersenyum
Iya paman, kabar Nana baik juga.
jawabku sambil tersenyum
Oh ya, Nak Nana datang ke sini apa butuh sesuatu?
Apa ada yang bisa paman bantu?
Ini paman, handphone Nana kemarin gak sengaja jatuh di dalam lumpur.
Sudah Nana coba bersihkan dan nyalakan tetap tidak bisa.
Apa bisa tolong di cek dulu paman?
Supaya bisa tahu apa masih bisa di perbaiki atau tidak.
Oke - oke, duduk dulu sebentar di sini ya.
Paman coba cek dulu.
Baik paman.
Ku lihat paman sedang sibuk membongkar dan mengotak-atik isi handphoneku itu.
Beberapa menit kemudian ..
Nak, handphone mu ini susah rusak parah.
Kalaupun mau di perbaiki harganya akan cukup mahal.
Saran paman daripada di perbaiki, lebih baik kamu beli handphone baru saja.
Karna harga handphone sekarang juga sudah turun dan banyak promo-promo.
Tapi untuk kartu telepon mu ini masih bisa di pakai.
Hanya perlu untuk isi ulang pulsa saja.
Oh .. begitu ya paman.
Huh, beli handphone baru???
Tabungan saja sekarang aku tidak punya,
bagaimana aku bisa punya uang untuk beli handphone baru?
Jika tadi masih bisa di perbaiki, mungkin masih ada sedikit waktu untukku bisa menabung.
Pikiranku mulai kacau saat ini.
Ya sudah paman tidak apa.
Handphone nya saya bawa pulang dulu ya.
Nanti coba saya pikirkan lagi di rumah.
Terima kasih banyak ya paman.
Iya nak sama-sama.
Kemudian akupun berjalan keluar dari tempat itu.
Ku lihat Okta dan Felix masih asyik mengobrol di dalam mobil.
Gimana Na?
Apa masih bisa di perbaiki handphonenya?
Bisa sih Ta, tapi harga perbaikannya hampir sama dengan beli handphone yang baru.
Tadi paman menyarankanku untuk beli handphone baru aja daripada nunggu lama kalau diperbaiki di sana.
Ya sudah, kita beli handphone nya sekarang aja Na.
Selagi masih ada banyak waktu hari ini buat kita anterin kamu ke mana aja.
Iya kan Lix?
Betul Na.
Hari ini kita masih punya banyak waktu untuk bersama-sama.
Itupun kalau kamu gak keberatan dan bosan sama kita.
Hihihihihihihi
Ah, bisa aja kamu Lix.
__ADS_1
Buat apa aku keberatan dan bosan?
Justru aku makin seneng karna bisa sama kalian terus.
Tapi untuk beli handphone nya kita tunda aja dulu ya.
Aku masih harus menghitung uang tabunganku dulu di rumah.
Astaga Na, gak perlu repot-repot soal biaya nya nanti biar aku aja yang bayarin ya.
Hitung-hitung sekalian aku kasih kamu kado atas kepulanganmu di kota ini.
Gak ah Ta.
Aku gak mau ngerepotin kamu lagi.
Tahu gitu aku gak cerita tadi ke kamu tentang handphone ku ini.
Tuh kan mulai lagi.
Jangan anggap aku ini sebagai orang asing buat kamu Na,
aku ini kan sahabatmu.
Masa kamu butuh sesuatu gak aku bantu?
Ya pastilah aku bantu kamu semaksimal mungkin.
Udah Na nurut aja, daripada nanti Okta mulai ceramah lagi di sini malah kebuang banyak waktu buat kita jalan-jalan hari ini.
Felix ..
bentak Okta
Hihihihihihihi
Maaf ya sayang.
sambil mengangkat tangan untuk memohon ampun
Udah - udah jangan berantem lagi.
Masa karna aku, kalian jadi berantem lagi?
Maaf Na ..
sahut Okta dan Felix bersama'an
Ya sudah, kita pergi ke mall Mentari aja.
Di sana pasti banyak counter-counter yang jual handphone bagus-bagus.
Ayo Lix, berangkat sekarang.
Tanpa menunggu persetujuan dariku mereka langsung membawaku pergi ke sana.
Aku jadi bingung, karna dari awal tadi aku sudah memutuskan untuk tidak menyusahkan mereka lagi.
Na, jangan melamun gitu.
Nanti jauh dari jodoh lho.
ledek Okta
A .. a .. aku gak ngelamun kok Ta.
Lagian aku kan gak percaya begitu'an.
Jodoh kan yang ngatur bukan kita, tapi yang di Atas.
Iya - iya percaya.
Kan Nana sekarang udah banyak penggemarnya,
jadi gak perlu takut gak dapet jodoh.
Apa'an sih Ta.
Mulai nih ngajak perang???
sambil ku gelitiki perut Okta
Hahahahahahaha
Udah - udah Na ampun.
Geli nih ..
Kalian itu ya selalu aja heboh.
Tapi aku akui kalian memang sahabat rasa saudara.
Iya dong Lix.
Karena itu kamu jangan cemberu lho ya sama Nana.
Lho, kok namaku jadi di bawa-bawa Ta?
Iyalah, kan aku memang lebih milih sama kamu daripada keluar gak jelas sama Felix ini Na.
Ta, jangan gitu.
Ntar Felix ngambek beneran baru tau rasa kamu.
Gak lah Na, dia ini kan orang yang selalu sabar sama aku dan selalu ngerti'in aku.
Itu alasan kenapa aku nerima dia buat jadi pasanganku.
__ADS_1
Ciecie ..
Ntar ada yang besar tuh kepalanya karna di puji sama sang pujaan hati.
Karna itu Na, ayo cepat punya pasangan juga supaya kita bisa doubledate gitu.
Kan jadi makin ramai dan seru.
Iya Lix, doakan saja.
Pasti Na.
Tak terasa kamipun sudah sampai di mall Mentari.
Felix bergegas memarkir mobilnya.
Kemudian kami bertiga segera masuk ke dalam.
Saat di dalam mall, Felix dan Okta tampak sibuk memilih-milih handphone untukku.
Sedangkan aku masih tak tahu harus bagaimana sekarang.
Ta, pilih handphone nya yang biasa aja ya.
Yang penting bisa untuk WA, telepon dan sms.
Supaya gak terlalu mahal.
Udah Na tenang aja.
Serahin urusan handphone ini sama aku dan Felix.
Kamu tinggal tahu beres aja Na.
Tapi Ta ..
Gak ada tapi - tapi.
Aku pasti kasih kamu yang terbaik Na.
Aku hanya bisa diam dan memperhatikan mereka.
Na, ini sudah ada handphone yang cocok buat kamu.
Kamu bawa kartu telepon nya kan?
Tolong kasih ke aku ya supaya bisa sekalian di pasang.
Oh, iya Ta. Ini kartu nya.
Kemudian semua transaksi dan pemasangan kartu telepon sudah selesai.
Okta memberikanku sebuah tas kecil yang berisi handphone baru tadi.
Makasih banyak ya Okta dan Felix.
Sama-sama Na.
Yuk kita cari tempat makan sekalian buat kamu mengotak-atik handphone barumu ini Na.
Ayo ..
Kamipun beristirahat sebentar di foodcourt mall ini.
Selesai memesan makanan,
akupun mencoba memainkan handphone baruku ini.
Kring .. kring .. kring ..kring ..kring ..
Sepertinya banyak notifikasi yang masuk,
karna handphone ku yang lama sudah beberapa hari tidak aktif.
Ku buka satu persatu notifikasi tersebut.
Ternyata hanya promo-promo dari kartu telepon ini karna baru saja di isi pulsa.
Tapi tunggu dulu ..
Ini .. ini ..
Hatiku terasa sakit sekali dan air mata ini sudah tak dapat ku bendung lagi.
Kesedihan yang selama ini ku sembunyikan,
meluap begitu saja.
Na, kamu kenapa???
tanya Okta panik
A .. a .. aku ..
Mulut ini terasa berat untuk melanjutkan kata-kata berikutnya.
Aku masih tidak bisa berkata-kata.
Yang bisa aku lakukan saat ini hanyalah menangis dan menangis ...
Apa yang terjadi dengan Nana?
Tunggu kisah selanjutnya ya ..
Maaf author lagi gak enak badan,
jadi agak lama untuk upload.
__ADS_1
Mohon bersabar dan terus dukung author ya 😇
terima kasih 😊