Pacar Taruhan

Pacar Taruhan
70) Respon Nana


__ADS_3

Keesokan harinya,


seperti biasa aku dan Okta bergegas berangkat ke sekolah.


Begitu juga dengan adik-adikku.


Kami semuanya sudah dapat melakukan aktivitas rutin ini kembali.


Hanya saja papa yang masih perlu beristirahat untuk proses pemulihannya dan belum dapat kembali bekerja.


Untuk biaya hidup sehari-hari,


kami menggunakan uang kompensasi yang di dapat dari kantor papa bekerja.


Walaupun begitu, mama dan aku tetap berusaha berjualan kue dan juga menitipkan beberapa kue buatan kami di toko-toko dekat rumah untuk tambahan pemasukan keluarga kami sehari-hari.


Hari berganti hari,


semua pelajaranku di sekolah berjalan dengan lancar.


Setiap ulangan harian dan tugas-tugas sekolah dapat aku kerjakan dengan baik.


Namun setiap kali sepulang sekolah,


aku selalu di ajak Okta ke rumahnya walau cuma sebentar.


Karna Okta bermaksud untuk melatihku ilmu bela diri, agar kelak aku bisa melawan orang-orang yang punya niat jahat terhadapku.


Betapa beruntungnya aku bisa memiliki sahabat seperti dirinya,


yang selalu saja mendukungku tanpa kenal lelah.


Tak terasa sudah satu minggu aku berlatih ilmu bela diri ini dan aku merasa sudah cukup menguasainya.


Walau badan terasa lelah dan sakit,


namun semua itu tidak sia-sia.


Kini aku tak lagi selemah dulu.


Dengan ilmu bela diri ini,


aku bisa selalu melindungi diriku dan orang-orang yang ku sayang.


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


Malam hari nya seperti biasa kami sekeluarga berkumpul di ruang keluarga.


Entah mengapa malam ini aku merasa seakan papa dan mama terlihat tegang dan begitu serius.


Teh dan camilan sudah selesai ku siapkan.


Akupun duduk di samping adik-adikku.


" Na .. "


panggil papa


" Iya pa, ada apa?


Apa teh nya kurang manis? "


jawabku sambil tersenyum


" Tidak sayang.


Hanya saja ada satu hal penting yang ingin papa sampaikan malam ini. "


" Hal penting apa pa? "


tanyaku penasaran


" Sayang, kemarin papa mendapat telepon dari Pak Ngui.


Beliau bilang tanggal 5 bulan depan,


mereka sekeluarga akan datang kemari untuk melamarmu.


Papa mau tanya ke kamu sayang,


apa kamu benar tidak keberatan dengan perjodohan yang papa dan Pak Ngui buat ini?


Jika kamu keberatan, bilang papa sekarang ya,


sebelum semuanya terlambat.


Papa tidak ingin kamu salah memilih pendamping hidup dan menyesal di kemudian hari. "


pinta papa


" Pa, untuk apa Nana keberatan?


Mereka ini benar-benar berjodoh.


Papa ingat 'kan yang mengantarkan Nana pulang setelah diculik adalah nak Steven.

__ADS_1


Kemudian melihat sikap mereka berdua sepertinya juga sudah akrab dan ada kecocokan di antara mereka berdua.


Benarkan apa yang mama katakan barusan sayang? "


tanya mama sambil melihat tajam ke arahku


Aku sudah tahu maksud dari tatapan mama ini.


Mama pasti tidak ingin aku membatalkan pertunangan ini.


Karena perekonomian keluarga kami yang semakin merosot.


" Iya pa. Tidak ada keberatan apapun bagi Nana.


Nana sudah siap pa dengan perjodohan dan pertunangan ini.


Tapi pa, apakah dana untuk pertunangan Nana bulan depan itu sudah ada?


Kalau masih belum ada, Nana akan cari kerja part time untuk tambahan pemasukan keluarga kita. "


sahutku dengan muka serius


" Ada nak.


Yang penting kamu tidak keberatan,


papa dan mama sudah senang dan bisa dengan tenang mengurus semua persiapan acaranya. "


ucap papa dengan perasaan lega


" Makasih ya pa .. ma .. "


sahutku sambil tersenyum


" Iya sayang sama-sama."


sahut papa dan mama bersamaan


" Astaga, sudah jam 7 malam.


Pa, ma, Nana mau ke kamar dulu ya untuk mengerjakan tugas sekolah.


Karna besok pagi sudah harus di kumpulkan. "


pamitku


" Iya sayang.


Yang semangat ya kerja tugas-tugasnya. "


sahut papa


Kemudian akupun pergi meninggalkan semua orang di ruang keluarga dan melangkahkan kakiku ke kamar.


Sebenarnya aku masih ragu dengan perjodohan dan pertunangan ini,


namun aku tak mau membuat papa dan mamaku semakin terbeban dengan masalah ini.


Jadi sebisa mungkin aku harus bisa menunjukkan pada mereka bahwa aku sama sekali tidak keberatan dengan keputusan mereka ini.


Klak .. klak ..


Ku kunci pintu kamarku dan segera aku mengerjakan tugas-tugas sekolahku.


Saat baru mengerjakan setengah halaman,


tiba-tiba ponselku berdering.


Namun tak ku hiraukan karna aku sedang fokus mengerjakan soal-soal di halaman ini.


Namun ponselku masih terus berdering dan semakin membuatku kesal.


Huuhh .. siapa sih yang telepon di saat seperti ini.


Merusak konsentrasi saja.


gerutuku dalam hati


Dengan kesal bercampur emosi akupun mengangkat telepon itu tanda melihat terlebih dahulu siapa yang menelponku.


" Halo !!! "


sentakku


" Akhirnya kamu angkat juga teleponnya Na.


Aku pikir kamu masih marah sama aku. "


" Siapa ya?


Kalau gak ada yang penting aku matikan teleponnya.


Lagi sibuk nih soalnya. "


" Kamu beneran lupa kah sama aku Na? "

__ADS_1


Jleb .. suaranya terdengar seperti ..


" Halo .. Na .. kamu masih di situ kan? "


" Kak .. kak .. kak Steven .. ??? "


" Nah itu kamu tahu siapa aku.


Maaf Na buat kamu kaget.


Ups, sori-sori kamu lagi kerja tugas sekolah ya?


Kalau gitu besok aja deh ngobrolnya.


Eits, jangan lupa simpan nomorku ini ya supaya kalau aku telepon lagi kamu gak perlu tanya aku siapa.


Hehehehehehe


Ya sudah, kamu yang semangat ya belajarnya.


Bye Na .. "


Tut .. tut .. tut ..


Astaga orang ini ya ..


seenaknya sendiri menelepon terus mematikan teleponnya juga.


Benar-benar membuat kepalaku pusing ..


Sudahlah, lebih baik aku cepat menyelesaikan tugasku ini.


Selang beberapa jam,


tugas-tugasku sudah selesai.


Kemudian aku merapikan buku-buku ini dan menyiapkan keperluan sekolah untuk besok.


Ah, akhirnya badan dan pikiran ini bisa beristirahat sekarang.


Kring .. kring .. kring ..


Ya ampun, siapa lagi yang menelepon di jam segini?


Mengganggu orang istirahat saja.


" Halo .. "


" Hai Na, kok belum tidur? "


" Ya ini mau tidur, tapi ada telepon masuk terus gak jadi tidur sekarang. "


jawabku judes


" Jangan marah-marah gitu dong,


entar cantiknya hilang lho. "


" Gimana mau hilang, kan emang aku gak cantik. "


" Siapa bilang kamu gak cantik?


Justru bagiku tidak ada yang lebih cantik dari kamu Na. "


" Sori ya aku gak bisa kamu gombal'in,


jadi kamu simpan aja tuh gombalmu.


Oh ya, telepon malam-malam gini ada perlu apa?


Kalau gak ada yang penting lagi,


aku tutup teleponnya.


Aku ngantuk nih mau tidur. "


" Ehm .. hm ..


Sebenarnya aku masih merasa bersalah Na sama kamu tentang kejadian waktu itu.


Tapi kamu tenang aja Na,


aku pasti tanggungjawab kok sama perbuatanku itu. "


" Terserah kamu aja deh. "


Tut .. tut .. tut ..


Sekarang giliranku yang memutus telepon ini.


Karna aku sudah benar-benar merasa mengantuk dan tidak kuat untuk berbicara lagi.


Hoam .. nyam .. nyam ..


Akupun menguap dan membaringkan tubuhku di tempat tidur.

__ADS_1


Semoga esok hari menjadi hari yang indah dan tidak ada kejadian buruk apapun.


Zzzz .. zzzz .. zzzz ..


__ADS_2