
Cuit .. cuit .. cuit ..
Nyanyian merdu burung-burung di luar jendela kamar hotel telah membangunkan Melisa.
" Hm .. mm .. Kenapa kepalaku sangat pusing???
Ini .. ini .. Di mana aku??? "
ucap Melisa sambil melihat sekeliling kamar
" Good morning honey. " (selamat pagi sayang)
sapa Andika yang juga telah bangun di samping Melisa
Kemudian Melisa melihat ke arah Andika dan menyadari ada sesuatu yang tidak beres di antara mereka semalam.
Dengan merasa cemas dan kuatir,
Melisa memberanikan diri mengintip di balik selimut.
" Ini .. ini .. Mengapa aku tidak memakai sehelai benangpun???
Andika, kamu jahat !!! "
teriak Melisa sambil menutup wajahnya dengan telapak tangan
" Tenanglah sayang.
Aku pasti bertanggungjawab untuk ini semua.
Kamu jangan menangis lagi ya. "
pinta Andika sambil memeluk erat tubuh Melisa
" Hiks .. hiks .. Kamu jahat Andika .. jahat !!! "
sahut Melisa kesal
" Makilah aku sesukamu asal bisa membuatmu merasa tenang. "
ucap Andika
Tiga puluh menit telah berlalu dan Melisa sudah mulai merasa sedikit tenang.
Kemudian Melisa beranjak dari tempat tidur dan menuju ke dalam kamar mandi.
Splash .. splash ..
Melisa membasahi dirinya dengan pancuran air shower.
Sedangkan Andika masih bermalas-malasan di atas tempat tidur.
" Sudah beberapa menit berlalu,
tapi mengapa Melisa belum keluar dari kamar mandi? "
gumam Andika cemas
Kemudian Andika segera bangun dan melihat bingkisan gaun yang ia siapkan semalam belum di bawa oleh Melisa.
Dengan cepat Andika mengambil bingkisan itu dan mengetuk pintu kamar mandi.
Tok .. tok .. tok ..
" Sayang, apa kamu masih lama berada di dalam?
Ini aku bawakan gaun yang semalam sudah aku siapkan untukmu.
Tadi kamu lupa membawanya.
Nanti kamu pakai ya. "
ucap Andika
Tetapi tidak ada jawaban dari apapun dari dalam kamar mandi.
" Sayang .. tolong buka pintunya ..
Jangan membuatku merasa kuatir begini. "
ucap Andika sambil mengetuk pintu kamar mandi
Tak lama kemudian ..
Kriek ..
Melisa membuka sedikit pintu kamar mandi dan melihat Andika dengan malu-malu.
" Ini sayang gaun nya. Kamu pakai ya nanti. "
pinta Andika sambil menyodorkan bingkisan itu
Perlahan Melisa menatap Andika dan dengan cepat merampas bingkisan itu dari tangan Andika.
Saat akan menutup pintu kamar mandi,
tiba-tiba Andika menghalangi pintu itu dengan tangannya.
" Apa kamu baik-baik saja sayang?
Apa kamu butuh bantuanku untuk memakai gaun ini? "
tanya Andika
" Pergi sana !!! Aku bisa memakainya sendiri.
Kalau kamu membantuku, nanti yang ada kamu pasti mengambil kesempatan lagi padaku. "
sahut Melisa kesal
" Oke ..
Tolong cepat ya sayang,
karna aku juga mau menggunakan kamar mandi ini.
Setelah itu kita pergi ke bawah untuk sarapan. "
ucap Andika sambil melangkah pergi
Bam ..
Melisa membanting pintu kamar mandi dengan perasaan kesal.
Setelah sepuluh menit kemudian Melisa keluar dari kamar mandi dengan rambut yang masih basah.
" Wow, wangimu begitu seberbak di dalam kamar ini sayang. "
ucap Andika sambil menatap Melisa
Namun Melisa hanya diam dan tidak menghiraukan semua perkataan Andika.
" Jangan cemberut begitu dong sayang,
semalam kita 'kan sudah melewati masa-masa indah kita bersama.
Dan mulai sekarang kamu adalah milikku seutuhnya.
Aku juga sudah meninggalkan banyak tanda di leher dan seluruh badanmu.
Seharusnya kamu merasa bahagia dengan hadiahku ini. "
ucap Andika
" Apakah dengan merampas kesucian seorang wanita menjadikanmu seorang pria terhormat??!!!
Apakah kamu bangga dengan perbuatanmu itu??!!!
Tak ku sangka ternyata kamu adalah seorang ba******
__ADS_1
Tak heran bahwa Nana dengan mudahnya mencampakkanmu. "
sahut Melisa dengan nada tinggi
" Ayolah sayang, jangan munafik seperti itu.
Bukankah kamulah yang sangat menginginkan aku melupakan dan melepaskan Nana?
Sekarang aku sudah mewujudkannya setelah kita menjadi satu semalam tadi.
Yang ku ingat saat ini adalah kenikmatan cinta kita berdua di atas tempat tidur ini semalam tadi. "
jawab Andika sambil mengedipkan mata
" Dasar bre***** !!!
Kalau aku tidak terlelap karna obat bius mu,
aku juga takkan pernah mau melayanimu !!!
Kaulah yang sudah merampas mahkota paling berharga dalam hidupku. "
maki Melisa
" Jadi apa kamu menyesal sekarang sayang?
Kamu mau meninggalkanku, silahkan ..
Aku tak akan menghalangimu.
Pikirkan baik-baik, jika kamu meninggalkanku siapa yang akan rugi besar.
Aku atau kamu ???!!!
Dan asal kamu tahu foto mesra kita semalam di kamar ini sudah aku kirimkan ke ponselmu.
Jika kamu tidak ingin foto itu menyebar di media,
jangan coba-coba untuk melawanku.
Sekarang reputasimu berada dalan genggaman tanganku.
Jadi lebih baik kamu bersikap baik dan menurut padaku. "
jawab Andika sambil membelai rambut Melisa
Dengan cepat Melisa membuka layar ponselnya dan melihat sebuah foto yang sudah dikirimkan oleh Andika.
" Hiks .. hiks .. kamu benar-benar jahat Andika.
Kesalahan apa yang sudah aku lakukan padamu sampai kamu begitu tega melakukan ini semua padaku. "
ucap Melisa dengan tak berdaya
" Kamu tenang saja sayang.
Aku tak pernah berniat untuk menyakitimu.
Justru aku berjanji untuk selalu membahagiakanmu.
Sayang .. tolong maafkan aku ..
Aku melakukan ini semua karna aku tak mau kehilangan orang yang aku sayang untuk kedua kalinya. "
sahut Andika sambil memeluk tubuh Melisa
" Hiks .. hiks .. hiks .. "
tangis Melisa pecah dalam pelukan Andika
" Maafkan aku atas keegoisanku ini.
Aku benar-benar tak bermaksud menyakitimu.
Hapuslah air matamu ini sayang.
Dan mari kita bersama memulai sebuah lembaran baru mulai hari ini sebagai sepasang kekasih yang tak akan pernah terpisahkan lagi oleh apapun.
tanya Andika lembut
" Hiks .. hiks .. hiks ..
Aku berjanji untuk selalu bersamamu.
Begitu juga kamu harus berjanji padaku untuk tidak meninggalkanku sampai kapanpun. "
sahut Melisa
" Aku berjanji. "
ucap Andika tegas
" Lalu apa bukti yang bisa ku pegang dari kata-katamu bahwa kamu tidak akan meninggalkanku di kemudian hari? "
tanya Melisa cemas
" Besok sesampainya di kantor,
aku akan membuat sebuah kontrak perjanjian di atas materai yang isinya bahwa aku benar-benar menyayangimu dan jika aku meninggalkanmu dengan alasan apapun,
maka kamu berhak untuk menghukum mati diriku.
Apa begini saja sudah cukup sayang? "
terang Andika
" Oke .. Aku setuju.
Tentang foto-foto ini??? "
tanya Melisa cemas
" Aku akan tetap menyimpannya untuk ku simpan seorang diri.
Dan aku takkan menyebarkannya jika kamu juga tidak meninggalkanku.
Bukankah ini kompromi yang adil bagi kita berdua? "
sahut Andika
" Baiklah .. Aku setuju .. "
jawab Melisa sambil menatap wajah Andika
" Sekarang sambil menungguku membersihkan diri,
lebih baik kamu keringkan dulu rambutmu itu.
Setelah itu kita akan pergi ke restoran di bawah untuk sarapan. "
ucap Andika
Kemudian Melisa mengangguk tanda setuju dan duduk di samping tempat tidur untuk mengeringkan rambutnya dengan alat pengering rambut yang sudah merupakan salah satu fasilitas yang diberikan oleh hotel ini.
Sedangkan Andika bergegas melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Selang beberapa menit Andika telah keluar dari kamar mandi dan Melisa juga sudah selesai bersiap-siap untuk sarapan bersama.
" Sudah siap sayang? Ayo kita pergi sekarang. "
ajak Andika
" Tunggu .. (menahan tangan Andika)
A .. a .. aku malu .. "
ucap Melisa sambil menundukkan kepala
" Malu ??? Malu kenapa sayang? "
__ADS_1
tanya Andika bingung
" Ini semua salahmu !!!
Lihat semua kissmark yang sudah kamu tinggalkan padaku.
Dengan gaun yang seperti ini bagaimana bisa aku menutupi kissmark ini??? "
jawab Melisa
" Oh, jadi itu permasalahannya.
Kamu tidak perlu malu, tetapi harusnya kamu bangga.
Karna kissmark ini menandakan bahwa kamu adalah milikku seorang saja. "
goda Andika
" Huh .. kalau begitu kamu sendiri saja yang turun untuk sarapan.
Sebelum bisa menutupi semua kissmark ini,
aku gak akan mau keluar dari kamar ini. "
jawab Melisa dengan wajah cemberut
" Oke .. oke .. kalau begitu aku minta pelayan untuk membawa sarapannya ke sini saja bagaimana? "
ucap Andika
Dengan malu-malu akhirnya Melisa mengangguk tanda menyetujui ide Andika itu.
Kemudian Andika kembali menelepon pihak resepsionis untuk meminta mereka mengantarkan sarapan mereka ke dalam kamar.
" Aku sudah selesai menelepon resepsionis.
Sekarang kita tunggu beberapa menit dulu ya sayang.
Hm .. sambil menunggu, bagaimana kalau kita melakukan perang ranjang lagi sayang? "
goda Andika
" No .. no .. I wouldn't it.
(Tidak .. tidak .. aku tidak akan melakukannya.) "
sahut Melisa
" Ayolah sayang .. satu kali saja. Mau ya ??? "
rayu Andika sambil mendekatkan diri ke Melisa
Tok .. tok .. tok ..
Terdengar suara ketukan pintu dari arah depan kamar.
" Sudah - sudah, cepat buka pintunya dan lihat siapa yang datang. "
sahut Melisa sambil mendorong tubuh Andika
Dengan perasaan kesal dan kecewa,
Andika bergegas membuka pintu kamar.
" Permisi .. Ini sarapan yang sudah kami siapkan untuk anda tuan.
Selamat menikmati. "
ucap seorang pelayan dengan sopan
" Baik .. Terima kasih .. Ini untukmu. "
sahut Andika sambil memberikan beberapa lembar uang
" Terima kasih .. Senang melayani anda tuan. "
ucap seorang pelayan dengan sopan
Setelah itu Andika bersegera menutup pintu dan masuk ke dalam kamar.
" Sayang, sini ..
Kita sarapannya di balkon aja ya. "
ajak Melisa
" Oke .. "
sahut Andika sambil mengedipkan mata
Kemudian Andika meletakkan semua makanan yang sudah di siapkan tadi di atas meja dekat balkon kamar.
" Sayang, pakai jasku agar kamu tidak sakit nantinya. "
ucap Andika sambil memakaikan jas di punggung Melisa
" Makasih sayang. "
sahut Melisa sambil tersenyum
" Nah gitu dong senyum.
Jangan cemberut terus seperti tadi.
Supaya gak merusak pemandangan di sini. "
ledek Andika
" Huh .. Dasar .. "
sahut Melisa sambil mencubit pipi kanan Andika
Kini jarak mereka berdua semakin dekat.
Dengan sedikit canggung mereka bertatapan dan akhirnya ..
Andika melakukan aksinya kembali dengan melu*** habis bibir Melisa.
" Umm .. umm .. ah .. ah .. "
desah Melisa
" Bagaimana sayang? Kamu menikmatinya bukan?
Bagaimana jika kita melanjutkannya di atas tempat tidur? "
goda Andika
Krucuk .. krucuk ..
Terdengar suara perut keroncongan dari perut Melisa.
" Puft .. Hahahahahahaha .. "
Akhirnya Andika dan Melisa tertawa bersamaan
" Ya sudah, kalau begitu kita sarapan dulu aja.
Kelihatannya kamu sudah sangat lapar sayang. "
gurau Andika
" Iii .. iiya .. "
sahut Melisa kikuk
Kemudian mereka berdua makan dengan begitu mesranya di teras balkon kamar.
Dan sesekali saling mencuri pandang satu sama lain.
__ADS_1
๐ป๐ป๐ป๐ป๐ป๐ป๐ป
** Kiss markย atau ****** adalah tanda merah bekas gigitan yang biasanya dilakukan pasangan ketika bercinta ***