
Saat dalam perjalanan, kak Steven seperti nya ingin mengajak ku mengobrol. Tetapi ku lihat gerak-gerik nya, ia masih terlihat begitu malu.
Tak suka dengan situasi yang canggung ini, aku pun mulai mengawali perbincangan kami.
Kak, sebenarnya kakak mau ke mana tadi?
Apa benar tidak apa mengantarkan ku terlebih dahulu ke kota N?
Hm, i .. iya Na gak apa-apa.
jawab nya kikuk
Puft .. hahahahahaha
Kakak kenapa terlihat tegang begitu?
Hm, kenapa sekarang kamu yang menertawai ku Na?
tanya nya heran
Emang nya gak boleh ya kak?
Kan orang tertawa bebas-bebas aja, gak ada larangan untuk tertawa. Hahahahaha
sahutku sambil terus tertawa
Iya deh, kali ini kamu yang benar.
Hm, sebenar nya aku juga mau ke kota N menemui teman papa ku di sana.
Beliau juga tinggal di perumahan Anggrek.
Jadi tenang aja Na, kita searah kok.
Wah, kebetulan yang bagus dong ini kak.
Ya, begitu lah ..
sahutnya sambil tersenyum ke arah ku
Memang nya kakak mau ke rumah paman untuk apa?
Apa ada sesuatu yang penting?
Kalau gitu nanti aku turun di taman depan komplek perumahan aja, supaya kakak tidak terlambat untuk ke sana.
Sebenar nya tidak hal yang penting sih.
Papa ku cuma minta aku berkunjung ke sana mewakili papa ku yang masih sibuk dengan pekerjaan nya.
Ya mungkin hanya untuk sekedar memperkenalkan ku sama beliau dan memperlihatkan betapa ganteng nya aku sekarang.
(bercerita dengan penuh percaya diri)
Astaga, memuji diri sendiri sampai segitu nya kak?
Jangan terlalu percaya diri dulu, siapa tahu nanti yang ada paman malah kecewa melihat tampang kakak yang cuma pas-pas'an ini.
Ups, sori kata-kata ku ini terlalu jujur ..
(sambil ku tutup mulut ku dengan kedua tanganku)
Oh, gitu ya Na?
Tapi kamu ini adalah orang pertama yang bilang tampang ku ini pas-pas'an lho.
__ADS_1
Sebelum nya tidak ada yang berani bilang gitu ke aku.
Hahahahahaha
Kan aku jujur kak, daripada aku berkata bohong kan malah gak enak nanti nya.
Sori ya kak kalau kata-kata ku tadi kurang sopan.
Tadi aku hanya bercanda kok.
(ku tundukkan kepala ku sebagai tanda rasa bersalahku)
Eits, ngapain minta maaf segala?
Kakak ini juga bukan orang yang pemarah kali karna di bilang tampang pas-pas'an seperti tadi.
Justru kakak malah senang dengan perkataan yang jujur, daripada orang yang berkata-kata manis namun berbohong hanya untuk menyenangkan hati orang lain.
Mendengar penjelasan dari kak Steven ini entah mengapa mengingatkan ku kembali dengan sosok Andika yang selalu berkata jujur pada ku walau seringkali aku tak menerima nya.
Halo, kamu kenapa melamun gitu Na?
tanya kak Steven sambil melambaikan tangan kanan nya ke arah ku
Sori-sori ..
Tadi aku hanya kembali teringat dengan teman lama ku yang aku sudah lama tidak bertemu dengan nya.
Maksud nya teman lama yang sudah lama tidak bertemu? tanya nya heran
Hm, tidak apa-apa kak.
Cerita nya panjang, kapan-kapan aja ya aku cerita'in.
Karna sebentar lagi kita kan sudah mau sampai di perumahan Anggrek, nanti gak keburu selesai cerita nya aku udah turun duluan.
Tapi bener ya lain kali cerita'in ke aku.
Oh ya Na, apa aku bisa minta nomor ponsel mu?
Tapi jangan berfikir yang aneh-aneh ya, hanya untuk sekedar menambah teman saja.
Kalau kamu keberatan, tidak kasih nomor mu juga tidak masalah kok Na.
(sambil tetap tersenyum ke arahku)
Maaf kak, bukan nya aku tidak mau kasih nomor ku tapi ponsel ku sedang rusak karna kemarin jatuh ke dalam kubangan lumpur sewaktu aku masih di desa.
Tapi aku kasih nomor telepon rumahku aja ya, gak apa-apa kan?
Iya Na gak apa-apa.
Yang penting bisa untuk berkomunikasi sama kamu.
Ni tolong catet di kontak handphone ku ya.
(sambil menyodorkan ponsel nya)
Aku pun menerima ponsel nya.
Kemudian ku tekan nomor telepon rumahku.
031-7731****
Setelah itu ku beri nama kontak 'Nana'
__ADS_1
Ini kak, sudah ku simpan di kontak ponsel kakak.
(sambil ku serahkan ponsel nya kembali)
Terima kasih ya Na, semoga kita bisa berteman baik.
Iya kak, sama-sama.
sahutku sambil tersenyum
Tidak butuh waktu yang lama bagi kami untuk bisa akrab satu sama lain.
Kami seperti sudah saling mengenal sebelum nya.
Na, di depan itu perumahan Anggrek bukan ya?
Karna aku sudah lama tidak datang ke kota ini.
Iya kak benar yang itu perumahan nya.
Hm, sudah lama tidak datang ke kota ini?
Bearti kakak bukan berasal dari kota ini ya?
Sebenar nya kakak berasal dari kota ini, tetapi saat berusia 6 tahun papa ku di pindah tugaskan ke kota lain. Sehingga kami sekeluarga pun pindah ke kota itu.
Tetapi papa ku masih bersahabat baik dengan paman yang akan ku temui ini.
Karna itulah aku sekalian bersilahturahmi ke rumah paman mewakili keluarga ku.
Mendengar cerita kak Steven, aku hanya menatap nya serius.
Kemudian kami sudah memasuki gerbang perumahan Anggrek. Saat sudah melalui beberapa blok tiba-tiba kak Steven menghentikan mobil nya.
Kenapa berhenti di sini kak?
Sori Na, apa kamu bisa menemani ku sebentar ke rumah paman?
Aku benar-benar gugup ini Na karna sudah lama tidak bertemu dengan beliau.
Mau ya Na, please ...
tanya nya sambil memohon
Ta .. tapi kak ..
Sekali ini aja ya Na tolong temani aku sebentar saja.
Setelah itu kamu pasti aku antar pulang.
Hm, iya deh kak.
Yes .. makasih banyak ya Na.
Sontak kak Steven terlihat begitu bahagia, seperti anak kecil yang begitu senang di beri permen oleh mama nya.
Tak lama kemudian kami melanjutkan perjalanan kami menuju rumah paman yang di sebutkan kak Steven tadi.
Blok demi blok kami lewati.
Rumah demi rumah kami lalui.
Semua nya seakan menuju ke arah rumah ku.
Tidak .. tidak .. aku pasti salah.
__ADS_1
Mungkin paman itu adalah tetangga sebelah rumah ku.
(pikir ku dalam hati)