Pacar Taruhan

Pacar Taruhan
18) Kekuatiran Okta


__ADS_3

Saat sampai rumah, aku langsung masuk ke dalam.


Ku lihat lampu sudah padam semua, yang menandakan bahwa semua orang di rumah ini telah terlelap. Ku langkahkan kaki ku perlahan menuju kamar. Sesampai nya di kamar, ku lihat layar ponsel ku. Ternyata ada 30 panggilan tak terjawab dari Okta.


Kemudian aku pun mencoba melihat jam digital di layar ponsel ku, ternyata sekarang sudah jam 21.15 WIB. Apa Okta sekarang aku telpon ya? Kira-kira dia marah gak ya karna aku pulang duluan tadi?


Dengan kebingungan, ku putar-putar ponsel yang tak ada salah sedikit pun. Seandai nya ponsel ini bisa bicara mungkin dia memarahi ku saat ini karna memutar-mutarkan nya tanpa berhenti.


Tiba-tiba ada chatting masuk.


Ku usap layar ponsel ku dan ku baca pesan itu.


" Selamat malam Nana, semoga mimpi indah ya malam ini. Kejadian yang tadi jangan kamu ingat-ingat lagi ya, anggap aja tadi itu tidak pernah terjadi 😇


Oh ya, makasih juga ya untuk pengobatan gratis nya tadi. Lain kali aku yang traktir kamu makan di luar ya 😊 see u tomorrow. "


" Oke Ndika. Gud nitez & sweet dream. See u tomorrow."


Ku balas chat Andika tanpa berbasa-basi.


Karna aku masih bingung mau di balas apa, lagipula ini sudah malam. Aku sudah mengantuk, nanti gak konsen balas chat nya. Kan besok juga ketemu di sekolah. Jadi di lanjut besok aja ngobrol nya pikir ku.

__ADS_1


Ku letakkan ponsel ku sebentar, aku pun bergegas masuk kamar mandi untuk cuci muka dan berganti pakaian tidur kesukaan ku. Setelah selesai, ku rebahkan tubuh ku di tempat tidur ku.


Perlahan-lahan ku tutup mata ku yang sudah tinggal 5 watt saja.


Sahabat untuk selamanya ..


Kau dan aku sahabat, untuk selama-lama nya .. setia ..


Terdengar ringtone dari ponsel ku yang memang sengaja aku pilih lagu itu untuk nada dering panggilan dari Okta.


Dengan sayup-sayup ku jawab telpon nya.


" Na, kamu udah sampai rumah belum? Aku udah baca pesan mu tadi, terus kamu langsung aku telpon. Tapi gak di angkat-angkat. Kamu ini ya bener-bener bikin aku kuatir setengah mati tau gak?! "


" Sori .. sori Ta, tadi aku masih di jalan. Terus aku gak pegang ponsel sama sekali. Ponsel nya ku taruh di dalam tas ransel, jadi gak kedengaran kalau ada telpon. Iya, aku udah di rumah kok ini.


Kalau kamu ada di mana sekarang? Apa udah sampai rumah juga? "


" Aku masih dalam perjalanan ke rumah Na. Tadi ada kejadian apa kok kamu terburu-buru ninggalin resto sih? Apa jangan-jangan kamu lagi pacaran ya sama Andika? Karena itu gak mau di ganggu sama kita-kita tadi? "


" Gak lah Ta, kamu ini jangan mengada-ada. Besok aja ya pas ketemu di sekolah pasti aku cerita'in. Kalau tak cerita'in sekarang takut nya sampai tengah malam pun belum tentu bisa selesai. "

__ADS_1


" What??? Sepanjang itu kah cerita nya?


Ya udah besok aja kalau gitu. Tapi janji ya bakalan cerita besok Na. "


" Iya janji. "


" Oke-oke. Met istirahat ya Na. Bye .. "


" Makasih Ta. Kamu juga hati-hati di jalan ya. Bye .. "


Telpon di antara kami pun sudah terputus.


Besok aku masih ada satu janji ke Okta untuk cerita.


Tidak tahu besok harus mulai cerita dari mana, karna aku tidak pandai merangkai kata-kata.


Ya sudah lah, besok ya di pikir'in besok aja.


Aku mau tidur dulu.


Ku peluk guling kesayangan ku, dan tak lama kemudian aku pun sudah tertidur pulas karna capek.

__ADS_1


__ADS_2