
Malam pun sudah datang, namun tak terlihat tanda-tanda keberadaan Okta. Ingin ku menelpon nya, tapi aku takut nanti malah akan merusak moment-moment bahagia mereka.
Aku pun semakin gelisah, karna jam sudah menunjukkan pukul 9 malam. Aku takut nanti ma2 menanyai ku tentang keberadaan Okta yang sedari tadi hanya ada mobil nya yang terparkir di halaman depan rumah ku.
Okta, kamu di mana sih. Udah jam segini belum pulang, mana gak ada kabar sedikitpun. Membuat ku kuatir saja. gumam ku dalam hati.
Tanpa sadar ku langkahkan kaki ku mondar-mondir di dalam kamar sambil selalu melihat notif di layar ponsel ku. Pikir ku mungkin ada sebuah pesan dari Okta. Namun hasil nya nihil, sama sekali tak ada kabar apapun dari Okta sampai sekarang.
Setengah jam berlalu begitu saja, tak lama kemudian aku mendengar suara mobil berhenti di depan halaman rumah ku.
Dengan bergegas ku buka tirai jendela kamar ku untuk melihat siapa gerangan yang datang.
Setelah ku amati ternyata itu adalah mobil milik Felix.
Akhirnya Okta pulang juga.
Dengan tergesa-gesa aku turun ke bawah untuk membukakan Okta pintu. Karna jam segini pasti orangtua ku dan Agnes sudah tertidur.
Ku buka pintu dengan perlahan, supaya tidak mengganggu istirahat orang-orang di rumah ku.
Saat ku buka pintu, ternyata Okta telah berdiri di depan pintu dan sudah tak nampak mobil Felix lagi.
Tak ku sangka, ternyata cepat juga pergi nya Felix.
Mungkin dia tahu kalau ini sudah malam dan hal yang tabuh untuk berkunjung di rumah anak gadis malam-malam begini.
Tahu aturan juga si Felix ini. Nilai plus untuk nya sebagai kandidat calon pacar nya Okta.
" Halo .. Na, sampai kapan kamu mau berdiri di depan pintu sambil melihat keluar rumah gitu? Apa jangan-jangan kamu lagi ngintip'in cowok cakep di seberang sana ya? " tanya Okta sambil menggodaku
" Hust .. jangan menuduh ku yang bukan-bukan Ta. Aku tadi sedang melihat apakah ada orang jualan bakso di seberang sana. Karna tiba-tiba aku pingin makan ni. "
jawab ku dengan alasan yang klasik, karna gak mungkin kan aku bilang kalau aku sedang mencari-cari keberadaan Felix yang dari tadi sudah menghilang
" Udah-udah .. ayo masuk Na. Seberang jalan udah sepi tuh. Bapak tukang bakso nya pasti udah pulang juga. Yuk cepetan naik ke kamar, aku udah capek banget ni. "
pinta Okta sembari menaiki anak tangga menuju ke kamar ku
Dengan segera ku tutup pintu rumah ku dan menyusul Okta naik menuju ke kamar.
__ADS_1
Sesampai nya di kamar ternyata Okta sudah berganti pakaian piyama tidur. Wah, cepat sekali anak ini ganti baju nya. Ku kira tadi dia masih sibuk mengotak-atik ponsel nya. Hm, mungkin dia pingin cepet-cepet istirahat karna sudah bepergian selama berjam-jam bersama Felix.
" Ta, tadi kamu pergi ke mana aja? Sebegitu sibuk nya kah sampai lupa kasih kabar ke aku? Semenjak tadi aku menunggu telpon dan pesan mu, tapi tidak ada kabar sama sekali dari mu. Kamu benar-benar membuat ku kuatir Ta .. "
" Maaf ya Na, tadi aku gak sempet buka hp.
Karna aku sibuk bantu'in Ibu Merry mengasuh anak-anak bayi. "
" What ??? sejak kapan kamu bisa mengasuh anak bayi Ta? Emang kamu bisa? Untuk makan aja kamu masih minta di layani, kok kamu tadi bilang membantu mengasuh anak bayi ?!
No .. no .. itu gak mungkin ..
Aku gak percaya Ta ..
Kalau kamu memang gak mau cerita kamu tadi pergi ke mana ya udah gak usah cerita juga gak apa-apa kok. Tapi jangan membohongi ku dengan alasan sibuk mengasuh anak bayi Ta. Kayak aku baru kenal kamu aja. "
" Beneran Na, kapan aku pernah bohongin kamu?
Tadi itu aku juga berfikir bakalan di ajak dinner sama Felix di resto, tapi ternyata semua itu hanyalah khayalan ku saja. Felix malah membawa ku ke sebuah Panti Asuhan di pinggir kota ini. Nah di sana lah aku mulai belajar bagaimana cara menggendong anak bayi, memberi nya dot susu, mengganti popok nya, dan lain sebagai nya. Tak hanya itu, saat aku sibuk dengan anak-anak bayi itu, Felix juga sibuk dengan anak-anak kecil lain nya yang sedang bermain dengan nya.
Jadi kami gak bisa berdua-dua'an, masing-masing kami sibuk untuk memberikan waktu luang kami demi memberikan sedikit kebahagiaan untuk mereka.
Apa kamu tau Na, ternyata Panti Asuhan itu adalah tempat Felix di temukan. Dia bukanlah anak kandung kedua orangtua nya, melainkan anak adopsi.
Agar kelak juga bisa membantu Ibu Merry dengan mensupport dana untuk terus bisa mengembangkan Panti Asuhan nya itu.
Hal itulah yang membuatku salut dan kagum pada nya. Selain penampilan nya yang tinggi dan gagah, tetapi hati nya pun mulia dan bertanggung jawab. "
" Cie .. cie .. yang lagi di mabuk cinta,
kata-kata nya selalu aja untuk memuji cowok idaman nya itu. "
" Apa'an sih Na, bisa aja kamu ini. "
" Oh ya Ta, panggilan telpon yang kamu angkat sore tadi itu ternyata Andika yang nelpon. "
" Oh ya? Terus .. terus .. gimana cerita nya kamu bisa tau kalau itu Andika dan bukan orang yang salah sambung kayak biasa nya? "
" Hm, ya dia tadi telpon aku lagi 5 menit setelah Felix jemput kamu pergi tadi.
__ADS_1
" Oh .. habis gitu kalian ngobrol apa aja Na? "
" Kamu tau lah Ta, kan aku orang nya gak suka basa-basi, jadi yang ngobrol biasa-biasa aja. Terus dia ujung-ujung nya mau ngajak aku keluar, tapi langsung aku tolak secara halus. Karna aku kan gak pernah pergi berdua'an sama cowok selain sama papa ku aja. "
" Ya ampun Na, kenapa tadi gak kamu terima aja ajakan si Andika itu? Kan dia salah satu dari antara puluhan cogan (cowok ganteng) di sekolah kita. Apa kamu gak nyesel gitu? "
" Ya mau gimana lagi Ta ..
Aku sih biasa aja, gak nyesel tuh. "
" Hm, atau gini aja deh, besok-besok kalau Andika ngajakin kamu keluar lagi terus kamu masih malu-malu kucing, kamu bisa minta aku buat temenin kamu.
Biar sekalian aku ajak si Felix juga, biar tambah rame.
Gimana Na? "
" Tapi Ta, aku belum ada pemikiran untuk pacaran dulu. Kalau sekedar keluar sebagai teman, boleh lah.
Kamu tau maksud ku kan Ta?! "
" Iya Na gak apa-apa, yang penting kan perkenalan dulu aja. Untuk langkah selanjutnya itu terserah kamu.
Kan seperti pepatah mengatakan :
' Tak kenal maka tak sayang '
jadi di coba dari perkenalan sebagai teman aja dulu seperti aku dan Felix sekarang ini. Untuk hubungan selanjutnya biar waktu yang menjawab. "
" Astaga, sejak kapan kamu jadi bijak gitu Ta?
Udah ah, ayo tidur .. kata nya tadi kamu capek, tapi gak tidur-tidur malah ngeledek'in aku terus sekarang. "
" Hahahahahahaha .. oke deh Na .. selamat malam "
" Selamat malam Okta "
Begini lah sahabat, kalau udah ngobrol selalu lupa waktu. Sampai-sampai jam tidur pun jadi molor.
Bagaimana dengan kalian semua ???
__ADS_1
Apakah sama seperti ku dengan Okta, yang suka lupa waktu kalau udah ngobrol.
Jangan lupa tulis komentar kalian di bawah ini ya 😉