
Hari ini adalah hari pertama bagi Nana berada di tempat asing yang dia sendiri pun masih belum mengetahui tentang tempat ini.
Cuit. cuit .. cuit ..
Semua burung tampak riang gembira menyambut pagi yang indah ini.
Mendengar nyanyian merdu para burung itu pun Nana mencoba membuka mata nya dan menyandarkan badan nya di tempat tidur nya.
Krek ..
terdengar seseorang membuka pintu kamar Nana dengan hati-hati.
Kamu sudah bangun nak?
Apa kamu lapar?
Nana hanya diam seribu bahasa karna ia masih kebingungan dengan keadaan nya saat ini.
Dengan tersenyum Ibu Kepala Desa menaruh nampan yang berisi makanan serta minuman di meja dekat tempat tidur Nana.
Bu, saya sekarang ada di mana ya?
Apakah saya sudah tidak sadarkan diri begitu lama?
Tenang anak manis, kamu sekarang ada di desa Cemara. Saya adalah Ibu Kepala Desa di sini, nama saya adalah Ibu Margaret. Waktu kamu pingsan kebetulan ibu-ibu petani di sini lewat di sana, jadi kamu bisa segera tertolong oleh mereka. Nanti pasti mereka juga datang menengok kamu di sini.
Oh ya, kamu sudah tidak sadarkan diri selama 2 hari ini. Apakah kamu masih merasa ada yang sakit di tubuh mu nak?
Tidak Bu, saya sudah merasa agak baikan sekarang.
Terima kasih atas pertolongan nya.
ucap Nana sambil tersenyum manis
Ya sudah, sekarang kamu makan dulu ya. Karna kamu pasti lapar sekarang. Apa mau Ibu suapin nak?
Tidak Bu terima kasih, saya bisa makan sendiri.
ucap Nana sambil mengambil makanan yang berada di sebelah nya.
Sudah 2 hari aku di sini, bagaimana dengan keadaan Andika dan keluarga ku sekarang ya?
Apakah mereka bisa menemukan ku di sini?
Aku tak tahu sekarang harus bagaimana dengan keadaan ku saat ini. Kedua lutut ku memang sudah di obati oleh ibu-ibu di sini, tapi seperti nya aku tidak bisa langsung meminta tolong pada mereka untuk mengantarkan ku pulang. Sebab tubuh ku masih lemas, mereka pasti tidak akan mengijinkan ku pulang.
__ADS_1
Tapi setidaknya aku harus memberi kabar keluarga ku kalau aku di sini baik-baik saja, agar mereka semua di sana tidak cemas akan diri ku. Nanti selesai makan aku akan mencari ponsel ku, semoga masih bisa berfungsi.
Dengan cepat Nana berusaha menghabiskan makanan nya, sedangkan Ibu Margaret masih setia menemani di depan nya.
Pelan-pelan sayang makan nya, jangan sampai tersedak. Ini minum dulu nak.
Ibu Margaret begitu perhatian dan menyayangi Nana seperti anak kandung nya sendiri. Walaupun mereka belum saling mengenal sebelum nya, namun Ibu Margaret merasa bahwa Nana ini adalah anak yang baik dan berbudi luhur. Dan juga paras nya yang begitu polos dan manis, membuat Ibu Margaret makin menyukai nya.
Setelah meletakkan piring nya, Nana segera menerima gelas yang di berikan oleh Ibu Margaret tadi.
Terima kasih Bu .. ucap Nana sambil tersenyum manis
Sama-sama sayang.
jawab Ibu Margaret sambil mengusap-usap lembut kepala Nana
Bu, apakah saya boleh meminta tolong sekali lagi?
Saya ingin meminjam telepon rumah di sini untuk menelpon keluarga saya. Agar mereka tidak kuatir dengan menghilang nya saya beberapa hari yang lalu.
Tentu sayang, silahkan pakai. Telepon nya ada di ruang tamu. Mari Ibu antar kamu ke sana sekarang.
Sesampai nya di ruang tamu, Nana duduk di kursi rotan yang begitu sederhana namun sangat nyaman untuk di duduki. Sedangkan Ibu Margaret pergi ke dalam meninggalkan Nana seorang diri agar lebih leluasa mengobrol dengan keluarga nya.
Tak menunggu lama Nana pun segera menelpon rumah Nana.
Begitu lama telpon Nana tidak ada yang menjawab. Nana mencoba melirik jam dinding yang berada tepat di atas kursi nya.
Ternyata sudah pukul 9 pagi, mama pasti sedang mengantar kue di toko depan rumah seperti biasa nya.
Nanti siang saja ku coba menelpon rumah lagi.
Saat hendak menutup telepon nya, tiba-tiba ..
Halo ..
terdengar suara mama Nana yang sudah ia rindukan beberapa hari ini. Sampai tak terasa Nana hanya diam dan menitikan air mata sedikit demi sedikit.
Dengan suara lirih Nana mencoba menguatkan diri nya untuk menjawab suara mama nya.
Ma, ini Nana. Apa mama sehat-sehat di sana?
Nana kangen mama ..
Na .. Na .. Nana, ini benar kamu yang telepon sayang?
__ADS_1
Kamu di mana sekarang? Nanti mama minta papa buat jemput kamu ya. Kamu baik-baik saja kan sayang? Kenapa suara mu terdengar seperti orang yang sedang menangis?
Nana baik-baik saja ma. Maaf Nana baru telepon mama, karna beberapa hari ini Nana masih belum sadarkan diri. Baru hari ini Nana bisa bangun ma.
Nana sekarang berada di desa Cemara.
Waktu Nana pingsan, ibu-ibu petani di sini yang menolong Nana. Mendengar suara mama barusan, Nana seneng banget ma. Sampai-sampai Nana menangis, memang cengeng kan anak mama yang satu ini.
Tidak apa nak, mama tahu kamu baik-baik saja mama sudah sangat bersyukur. Kami di sini tak putus asa terus mencari mu nak. Para penculik mu semua sudah di tangkap polisi sedangkan pihak kepolisian sudah menghentikan pencarian mu karna sudah beberapa hari mereka tidak menemukan jejak mu sedikit pun.
Karna itulah tak henti-henti nya mama berdoa agar kamu selamat sayang, di manapun kamu berada.
Iya ma makasih banyak ma.
Oh ya, bagaimana kabar Okta sekarang ma?
Okta baik-baik saja sayang. Kedua orangtua Okta juga tak henti-henti nya membantu mama dan papa untuk terus berusaha mencari keberadaan mu.
Iya ma. Tapi seperti nya Nana belum bisa pulang ke sana ma, karna badan Nana masih sedikit lemas ma.
Nana mungkin di sini dulu beberapa hari untuk memulihkan kondisi Nana saat ini ma.
Kalau Nana sudah benar-benar kuat, Nana akan minta tolong Okta sama Felix aja buat jemput Nana ya ma.
Karna kasian kalau papa harus ijin gak masuk kerja demi jemput Nana ma.
Iya sayang terserah kamu saja.
Nanti mama beritahu papa mu juga kalau kamu baik-baik saja di saja. Jaga diri mu baik-baik ya sayang.
Tolong sampaikan banyak terima kasih mama untuk ibu-ibu petani yang sudah menolong mu di sana.
Iya ma pasti. Nana tutup dulu telepon nya ya ma.
Bye mama ..
Saat ini aku belum bisa pulang, tapi aku pasti pulang ma. Tunggu Nana di sana ya ma. Nana sudah rindu berat sama mama, tapi Nana masih harus bisa membalas kebaikan ibu-ibu petani di sini.
Mungkin dengan mulai mengikuti kegiatan mereka sehari-hari di sawah dan membantu mereka di sana.
Walaupun aku hanya bisa membantu sedikit, namun setidak nya aku bisa membantu meringankan beban mereka sedikit demi sedikit.
Okta, Felix, Andika ..
Aku sebenarnya juga rindu kalian, tunggu aku sebentar lagi ya. Kelak kita bisa berkumpul kembali.
__ADS_1