Pacar Taruhan

Pacar Taruhan
23) Sebuah misteri tentang keberadaan Nana


__ADS_3

Di area parkir Okta, Felix, dan Andika sudah lama menunggu Nana. Namun Nana tak kunjung muncul juga.


" Duh, ke mana sih Nana ini? Kok lama amat di toilet nya? " gerutu Okta


" Tenang aja Ta. Mungkin sebentar lagi Nana akan datang ke sini. " sahut Felix


" Tapi Lix, kenapa perasaan ku kok tiba-tiba jadi gak enak gini ya?


Hm, aku tengok Nana dulu aja ke toilet, kalian tunggu sebentar di sini. "


Saat Okta hendak pergi meninggalkan Felix dan Andika, tiba-tiba ponsel Andika berbunyi.


Dengan cepat Andika membuka pesan gambar dari nomor yang tak di kenal nya itu.


" Na .. Na .. Nana .. " teriak Andika dengan keras nya


Felix dan Okta yang melihat ekspresi kaget di wajah Andika, segera merebut ponsel nya dan melihat apa isi pesan yang sudah di terima oleh Andika.


Mengapa dia menyebut-nyebut nama Nana barusan.


Saat Okta melihat foto Nana yang tampak pucat dan masih dalam keadaan terikat, dengan segera ia berkata : " OMG .. ini benar adalah Nana ku. Di mana dia sekarang Ndika? Ayo kita cepat ke sana buat selamatkan Nana. "


" Tidak Ta, kalian tidak perlu ikut. Biar aku sendiri saja yang ke sana, karna target mereka adalah aku. Kalau sampai aku datang ke sana bersama dengan kalian, justru akan semakin membahayakan keadaan Nana di sana. Aku minta tolong pada kalian untuk segera hubungi kantor polisi bila dalam setengah jam aku belum keluar dari sana. Alamat nya sudah aku foward ke WA kalian. "


" Tapi Ndika, itu sangat berbahaya. Kita gak tau ada berapa banyak orang yang menculik Nana saat ini.


Kalau kamu datang hanya seorang diri, itu pasti akan sangat mudah bagi mereka untuk mengalahkan mu. Biar aku temani kamu ke sana ya. " sahut Felix


" Tidak Lix. Kalian harus yakin pada diri ku.


Aku gak mau nyawa Nana terancam.


Kali ini, aku akan membuktikan pada kalian bahwa aku sanggup untuk melindungi Nana. "


Dengan cepat Andika mengendarai mobil nya menuju alamat yang tertulis dalam pesan tadi.


" Kamu harus baik-baik saja Na. Tunggu aku di sana.


Tidak boleh ada hal buruk yang terjadi sama kamu.


Kalau tidak, bagaimana bisa aku memaafkan diri ku sendiri yang sudah lalai menjaga mu. "


Akhirnya Andika pun sampai.


Namun ia tak mendapati tanda-tanda keberadaan Nana di sini.


Apakah orang itu sengaja mengirimkan ku alamat yang berbeda untuk mengecoh ku?


Bruak .. bruak ..bruak ..

__ADS_1


Tiba-tiba ada beberapa orang yang memukul Andika dari arah semak-semak.


Andika pun segera membalas pukulan mereka.


Tak lama kemudian mereka semua sudah berhasil di lumpuhkan oleh Andika. Namun ada satu orang yang berhasil kabur dari Andika.


Dengan cepat Andika mengejar orang itu, berharap akan ada informasi yang ia dapatkan tentang keberadaan Nana.


Ternyata memang benar, orang itu berlari menuju tempat Nana di sekap.


Plok .. plok .. plok ..


terdengar suara tepuk tangan dari balik pintu yang mulai terbuka di depan Andika.


" Selamat datang Bro ..


Tak ku sangka secepat ini kamu bisa menemukan kami. "


" Jangan banyak bicara, di mana Nana sekarang? "


" Sabar .. jangan tergesa-gesa.


Kekasih mu sudah ku jamu dengan baik di tempat ku ini. Sekarang mari kita selesaikan urusan di antara kita yang belum selesai kemarin. "


" Apa mau mu sekarang hah? "


" Baiklah. " jawab Andika


" Permainan akan kita mulai sekarang. "


sambil mengacungkan jempol nya memberi aba-aba ke anak buah nya untuk mengikat tangan Andika


" Sekarang apa mau mu? "


" Santai bro ..


Apa kamu melihat bekas luka-luka di wajah ku ini? Sekarang kamu pun juga harus merasakan nya agar semua nya impas. "


Akhir nya tak berapa lama anak buah dari orang itu mulai menghajar Andika sampai habis-habisan.


Dor .. dor .. dor ..


Pukulan mereka terhentikan seketika saat mendengar suara tembakan di udara.


Andika yang juga mendengar suara tembakan itu mulai panik. Apakah Nana yang telah tertembak di dalam sana?


Tetapi tak lama kemudian para polisi datang dan menangkap mereka semua. Kecuali Andika.


" Sori bro, kita datang terlambat. " kata Felix

__ADS_1


" Iya Lix gak apa-apa. " sahut Andika


Kemudian Andika jatuh pingsan karna sudah mengeluarkan begitu banyak darah. Dengan cepat Andika mendapat pertolongan pertama dari tim medis kepolisian. Sedangkan Okta dan beberapa anggota kepolisian sudah masuk ke dalam rumah tersebut untuk menemukan keberadaan Nana.


Namun sayang sekali mereka belum dapat menemukan nya.


Dengan kesal Okta kembali menghampiri bos mafia yang sudah menculik Nana itu.


" Di mana kamu sembunyikan Nana hah?


Ayo cepat jawab !!! " teriak Okta kesal


" Wah, rupa nya kalian tidak dapat menemukan nya ya?


Sungguh beruntung nasib gadis itu sekarang. "


" Hei, apa maksud mu barusan?! " teriak Okta kembali


Tetapi kemudian di hentikan oleh kepala kepolisian.


" Kita akan mengintrogasi nya di kantor polisi nanti.


Jika ada kabar, akan kami hubungi secepat nya.


Mohon kerjasama nya untuk penyelidikan dalam kasus ini. Terima kasih. "


Para polisi pun bergegas pergi dan membawa para penculik tersebut.


Tak terasa hari sudah mulai gelap, sedangkan Andika masih tak sadarkan diri dan sudah di bawa pulang oleh Felix.


Okta juga sudah bergegas pulang mengendarai mobil Felix.


Pencarian Nana hari ini sudah di hentikan sementara.


Karna masih belum ada petunjuk dari tempat kejadian. Sekarang ini mereka hanya bisa menunggu kabar dari kantor kepolisian.


" Na, kamu di mana sekarang?


Gimana keadaan mu?


Semoga kamu masih baik-baik saja sekarang Na. "


doa Okta dalam hati saat dalam perjalanan untuk pulang ke rumah nya.


Di mana kah Nana berada sekarang ???


Bagaimana kelanjutan kisah nya ???


Tunggu episode selanjut nya ya 😉

__ADS_1


__ADS_2