
Sayang, apa kamu sudah selesai mandi nya?
Kalau sudah cepat turun ya, kita akan makan malam bersama di luar.
teriak mama Nana
Iya ma sebentar lagi Nana turun.
Hari ini aku begitu bahagia dapat berkumpul bersama dengan keluarga ku lagi.
Rasa nya sudah tidak sabar untuk makan malam bersama dengan mereka semua.
Dengan cepat ku turuni anak tangga ini satu persatu menuju ke ruang tamu, tempat semua orang sudah berkumpul.
Ehem .. hem ..
Sudah selesai belum kagum nya sama anak paman yang satu ini?
Kalau sudah selesai kita berangkat sekarang ya,
supaya pulang nya nanti tidak kemalaman.
goda papa Nana
Iii .. iya paman.
Mari kita berangkat sekarang.
Semua orang bergegas keluar rumah,
sedangkan aku dan kak Steven berada di barisan paling belakang.
Na, kamu cantik sekali malam ini.
Terima kasih kak.
jawab ku sambil tersipu malu
Ayo nak Steven, Nana, kenapa begitu lama jalan nya?
Iya paman maaf.
Pasti kak Steven masih ingin berdua-dua'an tuh pa sama kak Nana.
goda David
David ..
(melirik ke arah David)
Am .. ampun ma.
(memegang kedua telinga nya tanda merasa bersalah)
Sudah - sudah, ayo cepat kita berangkat sekarang.
Maaf ya nak Steven, jadi merepotkan mu lagi untuk menemani kami makan malam.
Iya paman tidak apa.
Justru saya merasa senang bisa bergabung dengan keluarga ini.
Yeah, berangkat ..
teriak Agnes yang begitu bersemangat
Tak lama kemudian kami pun berangkat.
Saat dalam perjalanan, aku asyik bermain dan bercerita dengan mama dan kedua adik ku di kursi belakang.
Sedangkan papa yang duduk di samping kak Steven menemani nya berbincang-bincang agar ia tidak mengantuk saat menyetir.
Kak Steven, kenapa kok melihat kaca atas terus sih?
Hayo, lagi curi-curi pandang sama kak Nana ya?
tanya David curiga
Kak Steven lihat jalanan di belakang Vid,
ada kendaraan lain atau tidak.
Kan kalau menyetir mobil harus selalu waspada dengan keadaan sekitar.
Lihat kanan-kiri, juga depan-belakang.
David, sudah ya jangan ganggu nak Steven menyetir.
sahut papa Nana
Iya pa, kan tadi David cuma tanya aja.
Gak bermaksud ganggu kak Steven nyetir.
jawab David sambil cemberut
Jangan ngambek gitu dong adik kakak yang paling tampan ini.
(mencubit pipi kanan David)
Aduh .. duh .. sakit tahu kak.
Hihihihihihi
Karna itu jangan cemberut lagi ya.
Mau kakak cubit lagi pipi mu yang satu nya?
Jangan kak.
Pipi ku nanti gak imut lagi kalau kakak cubit-cubit terus.
Dengan serentak semua orang yang ada di dalam mobil ini tertawa mendengar ocehan ku dan David.
Tak terasa akhirnya kami pun sampai di sebuah rumah makan yang bagi ku ini seperti nya tidak asing lagi.
Selesai memarkir mobil, semua orang bergegas turun dan masuk ke rumah makan tersebut.
Sedangkan aku dan kak Steven yang terakhir keluar dari mobil.
Na, kenapa melamun aja? Masuk yuk.
Aku pun mengangguk tanda setuju dan segera masuk bersama dengan kak Steven.
Saat sudah berada di dalam, kami pun berjalan menuju tempat duduk yang sudah di penuhi oleh anggota keluarga ku.
Karna hanya tersisa 2 kursi kosong,
jadi aku pun duduk bersebelahan dengan kak Steven.
Nak Steven, kami semua sudah selesai memesan makanan. Tinggal nak Steven dan Nana saja yang belum memesan.
Iya tante tidak apa.
jawab Steven sopan
Aku masih tetap melamun melihat suasana dan dekorasi tempat makan ini.
Benar-benar familiar tapi aku masih tidak bisa mengingat nya.
Kemudian kak Steven sudah selesai memesan makanan.
__ADS_1
Sekarang giliran ku untuk memesan.
Saat hendak mengatakan pesanan ku,
tiba-tiba aku di kagetkan dengan perkataan kak Steven.
Na, kamu sudah aku pesankan bakmi goreng tadi.
Itu makanan favorit mu kan?
Iya kak.
Terima kasih.
jawab ku canggung
Sayang, kamu kenapa?
Apa kamu kecapekan?
Atau sedang tidak enak badan?
tanya mama sambil memegang kening ku
Nana gak apa-apa kok ma.
Cuma Nana seperti merasa familiar dengan tempat makan ini, tapi Nana masih belum bisa mengingat nya.
Sayang, ini adalah tempat makan yang dulu biasa kita kunjungi bersama dengan keluarga nak Steven.
Waktu itu kalian masih kecil-kecil.
Wajar kalau kamu tidak bisa mengingat nya.
Maaf tan, tapi kalau saya masih ingat.
Biasa nya smbil menunggu makanan selesai di masak,
saya dulu suka bermain ayunan di halaman belakang bersama Nana.
Pernah sekali ada anak lelaki yang tubuh nya besar datang dan mendorong saya sampai terjatuh dari ayunan,
kemudian Nana marah-marah dan memukul anak itu sampai menangis.
Dari sejak itu Nana yang selalu menjaga saya agar tidak di bully oleh anak lain.
Oh, kejadian itu ya?
Iya - iya aku sudah ingat kak.
Kalau di ingat-ingat lagi, aku ini benar-benar tomboy ya.
Hahahahahahaha
Astaga kak, jaga image dikit dong.
Masa anak perempuan jadi sok jagoan bela'in anak lelaki sih?
Eits, itu kan dulu Vid.
Kalau sekarang, pasti kak Steven yang melindungi kak Nana dari siapapun yang mencoba menyakiti nya.
Ini janji kakak.
Nah, itu baru nama nya lelaki sejati.
sahut papa Nana
Asyik tuh kak, punya bodyguard gratis'an.
Hihihihihihihi
David ..
(melirik ke arah David)
(sambil menutup mulut dengan kedua tangan nya)
Maaf ya nak Steven, tolong jangan di masukkan ke
dalam hati.
David memang begitu orangnya, kalau ngomong suka sembarangan.
Iya tan tidak apa-apa.
Kak, maksudnya tadi mau melindungi aku apa ya?
Terus kok pakai janji segala?
Apa ini serius?
tanya ku kaget
Sayang, sebenar nya ...
Tiba-tiba papa menghentikan perkataan nya saat kak Steven memegang tangannya.
Sebenar nya apa pa?
Kenapa gak di terusin kata-kata nya?
tanya ku penasaran
Tidak ada apa-apa sayang.
Tidak perlu tegang begitu.
sahut mama sambil menepuk-nepuk pundak ku
Permisi ..
Ini pesanan nya sudah siap.
Silahkan di nikmati.
Terima kasih.
Oh, iya mbak terima kasih.
sahut papa Nana
Sudah, ayo kita makan dulu.
Berbincang-bincang nya di lanjutkan saja nanti.
ajak papa Nana
Kemudian papaku pun memimpin doa makan.
Setelah itu kami mulai makan bersama.
Selamat makan ..
kata kami semua serentak
Selang beberapa menit, kak Steven sudah selesai makan nya.
Kemudian kak Steven berpamitan pada kami semua untuk pergi ke toilet sebentar.
Ma, pa, Nana sudah selesai makan nya.
__ADS_1
Apa boleh Nana mencari udara segar dulu di halaman belakang?
Iya sayang tidak apa.
Tapi jangan lama-lama ya di sana, supaya tidak masuk angin nanti nya.
Beres ma.
jawab ku sambil memberi hormat sama seperti saat upacara bendera
Akupun berjalan menuju halaman belakang.
Ku hirup dalam-dalam udara segar di sini.
Hm .. ah ..
Hm .. ah ..
Udara nya masih segar, karna di sini terdapat banyak pepohonan hijau.
Bunga-bunga yang bermekaran pun nampak indah menghiasi halaman belakang ini.
Sambil menikmati pemandangan dan udara di sini,
aku pun duduk-duduk di kursi ayunan yang memang sudah di sediakan oleh pemilik rumah makan ini.
Suasana di sini begitu tenang dan sunyi sepi.
Mungkin karna ini adalah hari biasa.
Kalau hari Sabtu dan Minggu, tempat ini sudah pasti ramai oleh pasangan muda-mudi yang sedang di mabuk cinta seperti Okta dan Felix.
Oh ya, bagaimana kabar Okta sekarang ya?
Aku lupa tidak memberi nya kabar kalau aku sudah kembali ke kota ini.
Besok pagi saja saat bertemu di sekolah aku melepas rindu pada nya, sekalian memberi surprise dengan kepulangan ku ini.
Membayangkan nya saja sudah membuat ku begitu bahagia.
Karna bisa bertemu dengan sahabat terbaik ku, Okta.
Tanpa terasa aku pun sudah menutup kedua mata ku dan bersandar pada pegangan kursi ayunan ini.
Tiba-tiba ada sebuah jaket hangat yang menyelimuti tubuh ku.
Perlahan ku buka kedua mata ku.
Kak .. Kak Steven ..
Maaf Na, apa kedatangan ku ini mengagetkan mu?
Tidak kak.
Baguslah kalau begitu.
Kak Steven kenapa bisa tahu kalau aku ada di sini?
Aku tadi gak sengaja lewat sini Na.
Terus aku melihat kamu duduk-duduk di sini sendirian,
jadi aku langsung menghampiri mu.
Bahaya seorang perempuan seorang diri di sini,
kalau kamu di culik lagi gimana?
Jadi kak Steven sudah tahu kalau aku pernah di culik?
Hm .. hm ..
Oh ya Na, kamu ingat gak kalau dulu kita ini suka banget mainan ayunan sama-sama di sini?
Tiap kali kita datang ke sini pasti gak lupa untuk main ayunan ini.
(dengan cepat mengalihkan topik pembicaraan)
Iya kak, aku ingat kok.
sahutku sambil tersenyum
Bagaimana aku bisa lupa kak,
di halaman ini begitu banyak kenangan indah kita bersama.
Waktu itu aku begitu menyukai mu,
sampai-sampai tak mau sedetik pun jauh dari mu.
Sebenarnya itu adalah alasan mengapa aku selalu berusaha melindungi mu dari anak-anak nakal yang mau membully mu.
Agar aku juga bisa selalu bersama mu.
Karna kamu adalah cinta pertama ku.
Sampai suatu saat kau dan keluarga mu tiba-tiba pindah keluar kota dan meninggalkan ku begitu saja.
Saat itu aku benar-benar sedih dan hati ku terasa begitu sakit.
Seandai nya kamu mengetahui itu semua kak ..
Tapi ya sudahlah, itu hanyalah kenangan masa lalu yang begitu menyakitkan.
Sudah tak boleh ku ingat-ingat lagi.
Sekarang waktu nya bagi ku untuk kembali menata masa depan dan mengangkat derajat keluarga ku.
Aku sudah tidak mau bemain-main dengan perasaan cinta.
Bagi ku pacaran bukan hanya untuk sekedar bermain-main.
Yang aku inginkan saat ini adalah sekali menjalin hubungan pacaran yang benar-benar serius untuk menuju ke jenjang pernikahan.
Na, kita masuk yuk.
Di sini sudah terlalu dingin, nanti kamu sakit.
ucap nya cemas
Baik kak.
Kami pun berjalan masuk dan terlihat semua anggota keluarga ku sudah bersiap-siap untuk pulang.
Nak Steven, kenapa tagihan makanan ini kamu yang bayar semua nak? tanya papa Nana
Iya paman tidak apa, tadi sekalian saya mau bungkus beberapa makanan untuk papa dan mama di rumah.
Jadi saya juga sekalian bayar semua nya.
jawab Steven sopan
Terima kasih banyak ya nak.
Maaf sudah banyak merepotkan mu hari ini.
Sama-sama paman.
Setelah itu kami pun bergegas pulang ke rumah.
Saat sudah sampai rumah, Steven segera berpamitan pada kami semua.
__ADS_1
Sebab hari sudah malam, jadi ia tidak mampir dan langsung pulang.