
Selesai menyelesaikan semua tugas-tugas sekolah,
aku segera turun ke bawah untuk menemui kak Steven.
Saat sudah sampai bawah, aku melihat kedua orangtuaku dan kak Steven sudah berada di ruang tamu.
Kira-kira hal penting apa yang akan mereka bahas ya?
Mengapa terlihat begitu serius?
Saat langkahku semakin dekat ke ruang tamu,
semakin cepat juga jantungku ini berdetak.
Tenang Na .. tenang ..
1 .. 2 .. 3 ..
Fiuh .. fiuh ..
aku masih mengatur nafas dan menenangkan diriku sendiri.
Oh, sayang sudah selesai tugas-tugasnya?
tanya papa dengan lembut
Su .. sudah pa ..
Sini sayang duduk di dekat papa sama mama.
Kemudian akupun mengikuti aba-aba dari papa untuk duduk di sana.
Pa, ma, sebenarnya ini ada masalah penting apa yang mau di bahas?
Kenapa kak Steven tadi juga bilang sama Nana mau bicarakan hal yang penting?
tanyaku penasaran
Tenang sayang, jangan tegang begitu.
Kita di sini ingin memberimu kabar baik.
Oh ya? Kabar baik apa pa?
Sebenarnya nak Steven sendiri yang ingin memberitahumu, tapi papa rasa lebih baik papa saja yang menyampaikannya sama kamu dulu.
Saat papa ingin memanggilmu tadi, kebetulan nak Steven juga datang ke sini saat kamu belum pulang sekolah.
Jadi sekalian saja kita sampaikan kabar baik ini untukmu juga nak Steven.
Untukku dan kak Steven???
Iya sayang.
jawab mama
Nana sayang, kamu sudah tahu bukan kalau papa dan ayah nak Steven adalah sahabat dari dulu.
Saat melihat dirimu dan nak Steven begitu dekat semasa kecil dulu, jadi kami memutuskan untuk menjodohkan kalian berdua.
Kami sudah menyampaikan ke nak Steven kemarin sewaktu mengantarmu pulang dari desa Cemara.
Dan nak Steven tidak keberatan.
Hanya saja nak Steven ingin memberitahumu sendiri di saat yang tepat.
Namun papa dan mama merasa alangkah baiknya untuk menyampaikannya sama kamu saat nak Steven juga berada di sini.
Mendengar penjelasan papa barusan aku hanya diam.
Sebab aku tak tahu sekarang aku harus merasa senang atau merasa sedih.
Semua perasaanku bercampur aduk.
Sayang, kenapa kamu diam saja?
tanya mama sambil menepuk pundakku
Tidak apa ma.
__ADS_1
Nana cuma kaget saja.
Na, maaf ya berita ini benar-benar mengejutkanmu.
Kalau kamu tidak bersedia lebih baik kita batalkan saja sekarang perjodohan ini.
Aku sudah siap menerima semua keputusanmu.
E .. e .. eh ..
Aku tidak keberatan kak, hanya saja aku masih perlu waktu untuk menyelesaikan sekolahku dulu.
Untuk pertunangan aku siap kapanpun,
tapi untuk menikah di waktu dekat aku belum siap.
Wah, anak papa sudah berfikiran jauh sampai ke tahap pernikahan.
goda papa
Papa, jangan gitu dong.
Kan Nana jadi malu di depan kak .. kak Steven ..
Aku benar-benar malu dan salah tingkah di depan semua orang di ruang tamu ini.
Nak Steven, tolong maafkan anak paman ini ya.
Dia suka merah mukanya kalau malu-malu begini.
Papa ..
Serentak semua tertawa bahagia.
Ya sudah, sekarang papa sudah lega Nana dan nak Steven sama-sama tidak keberatan dengan perjodohan ini.
Untuk pertunangan kalian nanti papa diskusikan terlebih dulu dengan keluarga nak Steven.
Iya pa.
Baik paman.
Di kota ini?
Memangnya kak Steven sudah pindah tinggal di kota ini lagi kah?
Iya Na, sekarang kakak mulai mengembangkan usaha di kota ini.
Sekalian biar kakak bisa dekat sama kamu.
Jadi kita gak hubungan jarak jauh.
Itu yang mau kakak sampaikan juga ke kamu tadi.
Ciecie ..
Anak muda jaman sekarang,
gak kuat kalau menjalin hubungan jarak jauh.
goda mama
Iya tante, kan saya juga ingin sekalian mengenal Nana lebih lagi karna sudah lama tidak bertemu.
Sekalian melepas kangen.
Jujur sekali jawaban nak Steven ini.
Sudah - sudah pa, jangan menggoda Nana lagi.
Kasian Nana mukanya memerah terus itu.
Aku hanya menunduk malu dan kemudian menutup wajahku dengan bantal kecil yang ada di dekat sofa.
Na ..
panggil seseorang yang kurasa semakin mendekat ke arahku.
Saat ku lepas bantal kecil tadi, ternyata kak Steven sudah berada di sebelahku dan kedua orangtuaku sudah pergi meninggalkan kami berdua di sini.
__ADS_1
Hm, papa sama mama ke mana kak?
Kenapa Na?
Apa kamu merasa tidak nyaman di dekatku?
Bu .. bukan begitu kak.
Na, sejujurnya saat bertemu denganmu di jalan tol kemarin aku sudah jatuh cinta padamu.
Dari sana aku berjanji pada diriku sendiri untuk bisa membahagiakanmu dan tidak membuatmu meneteskan air mata lagi.
Saat paman memberitahuku bahwa kamu dan kakak sudah dijodohkan, betapa bahagianya kakak.
Hanya saja kakak tidak ingin memberitahumu dulu karna kemarin kamu sudah melewati masa-masa yang sulit.
Jadi kakak berfikir mungkin kamu masih perlu waktu untuk menenangkan diri.
Terima kasih kak sudah mengerti posisiku saat itu.
Akupun sejujurnya masih belum siap untuk perjodohan ini.
Tapi tolong beri aku waktu untuk bisa menerima perjodohan ini dan siap untuk mendampingi kakak.
Tentu Na.
Kakak tidak akan memaksamu saat ini.
Tapi bolehkah kakak menjadi sahabatmu dan kakakmu?
Dan tolong jangan ada sesuatu hal apapun yang kamu sembunyikan dari kakak.
Begitu juga kakak, tidak akan menyembunyikan apapun darimu.
Sebab kepercayaan adalah modal dasar dari suatu hubungan.
Oke kak.
Aku janji akan menjaga kepercayaan kakak.
Terima kasih Na.
(sambil memegang kedua tanganku)
Sama-sama kak.
sahutku sambil tersenyum
Meskipun aku masih bimbang dengan perasaanku saat ini, tapi aku harus bisa menerima keberadaan kak Steven untukku.
Semoga kak Steven benar-benar bisa kuandalkan saat ini.
Setelah obrolan singkat kami tadi,
akhirnya kak Steven pamit pulang sebab tak terasa hari sudah menjelang malam.
Sampai jumpa lagi Na.
Terima kasih untuk kenangan manis tadi.
Kenangan manis apa sih ..
Sontak wajahku kembali memerah.
Iya kak sampai jumpa.
Hati-hati di jalan.
Bye ..
sahutku sambil melambaikan tangan ke arahnya
Kulihat mobil kak Steven sudah pergi meninggalkan rumahku.
Kemudian akupun menutup dan mengunci pintu depan.
Setelah itu aku bergegas masuk kamar dan merebahkan diriku di atas kasur.
Semoga hari-hari ke depannya menjadi semakin baik saat aku bersama dengan kak Steven ..
__ADS_1