Pacar Taruhan

Pacar Taruhan
36) Kisah persahabatan Bagus


__ADS_3

Nak Nana, apa di pasar nak Bagus ada salah sama kamu? Mengapa sikap nya tadi tidak seperti biasa nya ya?


Tidak bu, tadi kak Bagus tidak melakukan kesalahan apapun. Hanya saja tadi sewaktu di dalam pasar kami tak sengaja bertemu seorang lelaki yang tiba-tiba membuat kak Bagus begitu enggan menyapa nya.


Seakan mereka telah bermusuhan sejak lama.


Saya juga tak sempat menanyakan nama lelaki itu dan kak Bagus tidak menceritakan apapun pada saya.


Jadi saya juga tidak berani untuk bertanya.


Hm, sebentar ibu tunjukan sesuatu sama kamu sayang.


ajak ibu Margaret sambil menggandeng tangan ku meninggalkan meja makan menuju kamar nya


Sampai di dalam kamar, ku lihat ibu Margaret sedang sibuk mencari sesuatu di lemari pakaian nya.


Tak lupa ia mempersilahkan ku untuk duduk di sebuah kursi dekat lemari pakaian nya.


Tak lama kemudian ibu Margaret memperlihatkan ku sebuah kotak yang mungkin sudah di simpan nya diam-diam di dalam lemari tadi.



Nak Nana, apakah lelaki yang berambut putih ini yang kalian jumpai tadi?


tanya ibu Margaret sambil memperlihatkan sebuah foto


Iya bu benar itu orang nya.


jawab ku cepat


Hah, sudah ibu duga.


Walau masalah itu sudah berlalu begitu lama, namun tetap saja Bagus tidak mau memberikan maaf untuk nya.


Maksud nya bu?


Apakah terjadi suatu masalah yang serius antara kak Bagus dengan lelaki itu?

__ADS_1


Tapi di dalam foto ini mereka terlihat begitu akrab.


tanya ku dengan penuh penasaran


Nak Nana, sebenar nya mereka berdua ini adalah sepasang sahabat sejak dari Sekolah Menengah Pertama (SMP). Nama sahabat Bagus ini adalah Ardi.


Awal mula mereka bersahabat adalah karna Ardi dulu nya tidak bisa bergaul dengan anak-anak di desa ini.


Ardi baru saja pindah di desa ini karna kedua orangtua mereka telah bercerai dan kemudian ia di bawa ke desa ini oleh paman nya. Sampai sekarang Ardi pun masih tinggal dengan keluarga paman nya di sini.


Ia dulu nya adalah orang yang tertutup dan tidak suka berkawan dengan siapapun. Sampai suatu ketika saat sudah jam pulang sekolah, Ardi di keroyok oleh kakak-kakak senior nya di gudang belakang sekolah.


Bagus yang tak sengaja lewat sana melihat Ardi hanya diam dan tak membalas satu pukulan pun. Melihat kondisi Ardi yang sudah berlumuran darah, dengan cepat Bagus memanggil walikelas nya yang masih berada di ruang guru. Akhir nya mereka pun berhasil menyelamatkan Ardi, dan kakak-kakak senior yang membuat onar itu sudah di keluarkan dari sekolah saat itu juga. Dari kejadian buruk itulah berbuah manis bagi awal mula persahabatan mereka.


Mereka pun semakin akrab dan sering bercerita tentang kehidupan mereka masing-masing.


Sampai-sampai mereka juga memilih sekolah yang sama setelah lulus SMP. Saat berada di Sekolah Menengah Atas (SMA), persahabatan mereka mulai di uji. Perjalanan persahabatan mereka tidak berjalan mulus seperti sewaktu SMP dulu kala.


Mungkin karna sudah memasuki masa puber, jadi mereka sudah mulai menyukai lawan jenis mereka.


Namun sayang nya saat Bagus menyatakan cinta nya pada Kayleen, ia lebih memilih Ardi daripada Bagus. Itulah awal mula retak nya persahabatan mereka. Bagus yang saat itu patah hati memilih untuk diam dan merelakan kebahagiaan nya untuk sahabat nya itu. Tak terasa Ardi dan Kayleen sudah berpacaran selama setahun. Namun hubungan mereka pun tidak berjalan mulus. Kayleen tiba-tiba saja memutuskan hubungan nya dengan Ardi dan pindah keluar kota bersama dengan keluarga nya. Entah karna rasa bersalahnya pada Bagus atau ada alasan yang lain nya ibu tidak tahu pasti nya. Setelah kejadian itu Ardi mulai mendekati Bagus untuk meminta maaf atas sikap nya dulu dan mencoba untuk memperbaiki persahabatan mereka kembali. Namun sebelum Bagus menerima permintaan maaf Ardi, ia mengajukan satu persyaratan. Yaitu tidak boleh ada yang di sembunyikan di antara mereka dan tidak boleh merebut calon pasangan mereka kelak. Sebab Bagus masih tidak terima dengan kejadian Kayleen di masa lalu yang sudah di rebut oleh Ardi begitu saja.


Ardi tanpa pikir panjang mengiyakan persyaratan yang sudah di ajukan pada diri nya. Akhirnya mereka pun berbaikan kembali.


Setelah kejadian Kayleen itu, mereka nampak lebih dekat satu sama lain. Dan tak ada lagi kesalah-pahaman di antara mereka. Ibu begitu senang melihat mereka akhirnya bisa rukun kembali.


Namun ..


ibu Margeret menghentikan cerita nya dan seakan sedang menahan air mata nya di depan ku


Aku yang melihat nya begitu berat untuk menceritakan kisah selanjutnya, mencoba untuk menenangkan ibu Margeret.


Bu, tidak perlu di lanjutkan lagi jika itu adalah kisah yang lebih menyakitkan dari kisah kak Bagus dengan Kayleen tadi. Maafkan saya yang sudah membuka luka lama ibu dan kak Bagus.


ucap ku sambil memeluk ibu Margaret


Tidak nak, ibu tidak apa-apa.

__ADS_1


Hanya saja ibu terbawa suasana tadi sampai tidak bisa berkata-kata lagi.


Iya bu tidak apa.


Lebih baik sekarang ibu istirahat saja dulu.


ku papah ibu Margaret ke tempat tidur nya


Ibu tidak perlu banyak pikiran, semua pasti baik-baik saja. sambil ku pegang tangan ibu Margaret


Saya permisi dulu ya bu.


ku langkahkan kaki ku meninggalkan kamar ibu Margaret agar ia dapat beristirahat


Aku pun kembali membereskan meja makan dan mencuci semua peralatan makan kami tadi.


Setelah selesai aku pun beristirahat beberapa menit di ruang tamu. Kemudian aku pun menyiapkan pembersih luka dan obat yang akan ku pakai untuk kedua lutut ku yang masih terluka ini.


Saat ku buka perban di lutut kanan ku, sungguh terasa begitu perih sampai-sampai aku ingin berteriak namun segera ku tutup mulut ku agar tidak sampai terdengar oleh ibu Margaret yang sedang beristirahat di kamarnya.


Oh Tuhan, sungguh sakit sekali.


Ini baru perban lutut kanan yang ku buka, bagaimana jika perban kiri ku juga ku buka nanti. Pasti akan semakin sakit juga. teriak ku dalam hati


Dengan perlahan dan menahan perih juga rasa sakit ini, ku buka perban di lutut kiri ku.


Syukurlah sekarang sudah terbuka semua perban nya.


Sekarang akan ku bersihkan terlebih dulu kedua lutut ku ini. Dengan hati-hati ku tuang cairan pembersih luka di kedua lutut ku, namun kembali terasa perih yang begitu menusuk.


Tak terasa air mata ini sudah bercucuran bercampur dengan keringat dingin di wajahku.


Tak kuat menahan rasa perih dan sakit ini, aku pun menutup kedua mata ku dan membiarkan cairan pembersih luka ini kering dengan sendiri nya.


Belum sempat kedua lutut ini ku beri obat, aku pun sudah tertidur karna kelelahan.


__ADS_1


__ADS_2