
*** PoV Orangtua Nana
Saat di tinggal ke kamar atas oleh Nana,
kedua orangtua Nana mulai mengajak Steven berbincang-bincang.
Sebab mereka sudah lama tidak berjumpa.
Nak, papa sama mama di sana sehat-sehat kan?
Iya paman, mereka semua sehat.
Kalau paman sekeluarga juga sehat-sehat semua kan?
Iya nak, kami semua sehat-sehat saja.
Hanya saja ..
Ah .. (menghela nafas panjang)
Hanya saja apa paman?
tanya Steven bingung
Jadi begini nak, beberapa hari yang lalu Nana sempat di culik dan menghilang.
Syukurlah sekarang Nana sudah bisa kembali ke sini dan berkumpul bersama dengan kami lagi.
Apa tan? Di culik? Kok bisa tan?
sahut Steven kaget
Kami juga tidak tahu detail nya bagaimana.
Yang tahu hanya Okta sahabat dekat Nana saat ini.
Waktu itu ia juga yang datang ke rumah kami memberi kabar kalau Nana telah di culik saat berada di area sekolah.
Iya benar nak.
Tapi karna pihak kepolisian meghentikan pencarian Nana, maka kami bersama dengan kedua orangtua Okta berupaya sekuat tenaga untuk mencari jejak keberadaan Nana.
Namun semua usaha kami hasil nya nihil.
Saat kami semua sudah putus asa, hari itu juga Nana menelepon rumah kami dan kebetulan tante yang mengangkat telepon nya.
Ia memberi kabar bahwa ia baik-baik saja namun masih hal lain yang ingin ia lakukan di desa Cemara.
Jika nanti ia mau kembali ke sini, ia akan menelepon Okta sahabat nya untuk menjemputnya dari sana.
Tapi tante juga tidak tahu kenapa tiba-tiba tadi Nana bisa pulang bersama dengan nak Steven.
Kasihan Nana ..
Ternyata ia sudah melewati masa-masa yang begitu sulit.
Namun sekarang apa aku yang harus menceritakan ke paman dan tante kalau tadi kami bertemu saat Nana sedang menangis di trotoar jalan tol?
Tidak .. tidak ..
Aku tidak boleh menceritakan nya, agar paman dan tante tidak sedih lagi.
Belum lagi Nana belum menjelaskan secara rinci tentang alasan ia menangis tadi saat bertemu denganku.
Aku tidak boleh terlalu ikut campur dalam urusan nya saat ini.
Tapi aku pastikan bahwa aku tidak akan menambah masalah yang baru untuk nya kelak.
gumam Steven dalam hati
Nak, apa yang sedang kamu pikirkan?
Mengapa melamun begitu?
Oh, tidak ada apa-apa tan.
Tadi kami bertemu saat di jalan tol.
Kebetulan saya lewat di sana dan melihat ada sebuah mobil yang sedang mogok, jadi saya berhenti dan hendak memberikan pertolongan.
Namun saat saya turun dari mobil,
ternyata ada sebuah mobil derek yang tiba-tiba berhenti tepat di sebelah mobil saya.
Saya menghampiri mobil yang mogok itu dan menawarkan bantuan.
Ternyata pemilik mobil tersebut hanya meminta saya untuk mengantarkan nona cantik di sebelah nya yang tak lain dan tak bukan adalah Nana yang belum saya kenali tadi.
Tiba-tiba terdengar suara dari arah belakang Steven :
Cie .. cie ..
Nona cantik kata nya?
Hahahahahaha
Hust, kamu jangan tidak sopan begitu sayang.
__ADS_1
sentak mama Nana
Maaf'in David ya ma.
Tadi David hanya tidak tahan kak Nana di bilang cantik oleh kakak yang tampan ini.
Memang nya kakak mu tidak cantik kah Vid?
tanya Steven kesal
Bukan .. bukan gitu kak.
Kamu jangan marah dulu.
Hanya saja menurut ku kak Nana memang tidak cantik seperti cewek-cewek pada umum nya,
tetapi ia masih punya satu kelebihan yaitu ia selalu baik hati pada semua orang.
Itu maksud ku tadi.
Sudah - sudah, jangan ribut-ribut lagi.
Oh ya nak Steven, pemilik mobil yang mogok tadi itu apakah seorang anak muda?
Mengapa Nana bisa bersama dengan nya?
tanya papa Nana heran
Tidak paman, orang nya sudah tua.
Seperti nya ia adalah seorang petani dari desa Cemara yang akan menjual hasil ladang nya ke kota ini.
Karna saya tadi melihat di mobil nya banyak terdapat sayur-mayur dan buah-buahan.
Mungkin karna tahu kalau tujuan mereka sama,
jadi Nana memutuskan untuk ikut dengan nya agar dapat memberikan kejutan pada paman dan tante.
Oh, iya-iya.
sahut papa Nana sambil mengangguk kan kepala
Ini David ya?
Sudah besar sekarang kamu Vid.
Kelas berapa kamu sekarang?
tanya Steven sambil mengacak-acak rambut David
Kalau kakak sekarang sudah bekerja atau masih mau kuliah?
Tunggu - tunggu, kamu masih ingat sama kakak?
tanya Steven heran
Sebenarnya sih aku lupa kak.
Tapi karna tadi di dalam dapur aku gak sengaja mendengar percakapan kakak sama papa-mama,
jadi nya aku sekarang sudah ingat kak.
Kakak ini Kak Steven yang dulu sewaktu aku masih kecil suka membawakan ku permen coklat kan?
Pandai adik kakak ini.
sahut Steven sambil memeluk bahu David
Kakak sekarang sudah bekerja Vid.
Kuliah kakak sudah selesai tahun lalu.
Wah, bearti sekarang kak Steven sudah siap untuk melamar kak Nana dong?
David kok bilang seperti itu?
Kakak gak ngerti maksud nya???
Kakak lupa ya?
Dulu sewaktu kakak sekeluarga datang ke rumah ini,
papa dan mama sudah sepakat untuk melakukan perjodohan kakak dengan kak Nana.
Masa kakak lupa sih?
Aku aja masih inget lho.
Oh ya? Apa itu benar paman? Tante???
Iya nak, itu memang benar.
Kami sudah menjodohkan kalian dari dulu.
Itulah alasan mengapa papa mu sengaja menyuruh mu datang kemari untuk menemui paman dan tante.
Tapi paman, papa saya tidak mengatakan apapun kemarin.
__ADS_1
Hanya meminta saya datang kemari untuk bersilahturahmi.
Tidak apa sayang, kalau kamu belum siap.
Tunggu sampai Nana lulus SMA baru kita resmikan pertunangan kalian, bagaimana?
jawab mama Nana
Kakak .. kakak ..
Ternyata kakak memang benar-benar sudah lupa ya?
Atau kak Steven memang tidak mau ya menikah sama kakak ku?
Hm, bukan begitu ..
Kakak bukan nya lupa atau tidak mau.
Tetapi apakah ini juga tidak terlalu mengejutkan untuk Nana?
Karna ia baru saja melewati masa-masa yang berat kemarin.
Iya nak, kami semua mengerti.
Kalian berdua masih perlu waktu untuk saling dekat sebelum pertunangan ini.
Karna itu lebih baik kita tidak memberitahukan hal ini terlebih dahulu pada Nana.
Bagaimana cara nak Steven mendekati anak paman,
semua terserah nak Steven saja.
Yang penting tidak 'aneh-aneh' ya.
tegas papa Nana
David, kamu juga jangan kasih tahu kakak mu dulu ya.
Supaya ia tidak syok berat.
Beri kak Steven waktu untuk menjelaskan sendiri nanti nya ke kak Nana.
sahut mama Nana
Siap Ma. David pasti bisa menjaga rahasia ini.
spontan David mengangkat tangan nya memberi hormat seperti saat upacara bendera
Terima kasih Vid.
sahut Steven sambil tersenyum
Ya sudah, sekarang bagaimana kalau kita rayakan kepulangan Nana dengan makan malam di luar?
tanya papa Nana penuh antusias
Boleh banget paman.
Kalau gitu tolong kamu jemput Agnes sekarang ya Vid.
Agnes masih asyik main di rumah sebelah,
dari tadi belum pulang-pulang.
pinta mama Nana
Oke ma.
Dengan segera David keluar rumah untuk menjemput Agnes.
Nak Steven, maaf ya tante tinggal sebentar untuk memanggil nak Nana.
Oh iya tan silahkan.
jawab Steven sopan
Kemudian mama Nana bergegas memanggil Nana untuk segera turun.
Sayang, apa kamu sudah selesai mandi nya?
Kalau sudah cepat turun ya, kita akan makan malam bersama di luar.
teriak mama Nana
Iya ma sebentar lagi Nana turun.
✨✨✨✨✨
Melihat kehangatan keluarga ini aku begitu bahagia dan cepat terhanyut di dalam nya.
Tidak ada yang berubah dari mereka semenjak kepergian kami beberapa tahun yang lalu.
Na, semoga aku benar-benar dapat memberikanmu kebahagiaan seperti yang di dambakan oleh kedua orangtua mu.
Dan berikanlah aku sedikit waktu untuk dapat memiliki hati mu seutuh nya.
gumam Steven dalam hati
__ADS_1