
Setelah berpamitan, kamipun segera berangkat.
" Kak, kita mau pergi ke mana? "
" Rahasia ..
Kalau aku bilang sekarang, gak jadi surprise dong.
Oh ya Na, hari ini kamu benar-benar cantik. "
" Udah deh gak usah gombal gitu.
Aku kan emang cantik dari dulu kak.
Namanya juga cewek, masa di bilang ganteng? "
jawabku ketus
Ciiit ..
" Kenapa berhenti kak? Sudah sampai ya? "
Tiba-tiba kak Steven mendekatkan tubuhnya ke arahku dan ..
Klik ..
Ternyata kak Steven sedang membantuku memakai sabuk pengaman.
Aku kira ada apa.
Hm, kenapa aku mikirnya yang aneh-aneh ya?
Aku 'kan gak perlu takut karna udah bisa ilmu bela diri.
Kalau dia macem-macem lagi,
nanti tinggal ku hajar aja.
" Kamu lagi melamun apa Na?
Pasti kamu berfikir kalau aku akan mengambil keuntungan di tengah kesempitan ya?
Tenang aja Na, aku janji gak bakal seperti itu lagi.
Aku mau jadi orang yang benar-benar bisa menyayangi dan menghargaimu dengan sepenuh hatiku. "
ucap kak Steven dengan serius
" Terserah ..
Yang penting aku butuh bukti, bukan janji !!! "
jawabku sinis
" Aku pasti bukti'in semuanya Na. "
" Oke .. "
jawabku singkat, padat , dan jelas
Kemudian kami kembali melanjutkan perjalanan.
Aku masih tetap tidak tahu ke mana arah tujuan kami yang sebenarnya.
Namun aku tak mau banyak bicara dan bertanya padanya,
karna pasti dia tidak mau menjawabku.
Selang beberapa menit,
akhirnya mobil ini berhenti.
Seketika aku melihat keadaan sekelilingku.
Suasana di sini begitu ramai dan banyak pengunjung yang berdatangan.
" Kita sudah sampai.
Apa kamu suka tempat ini Na?"
tanya Steven sambil tersenyum
" Aku gak suka .. "
jawabku sinis
Seketika wajah kak Steven menjadi pucat setelah mendengar ucapanku barusan.
" Eits, tunggu dulu.
Aku emang gak suka di sini,
tapi yang aku maksud adalah ..
Aku gak bisa gak suka di tempat ini. "
sahutku sambil tersenyum
Wajah kak Steven yang pucat itu,
kini berubah menjadi ceria kembali.
" Astaga Na, aku kira kamu benar-benar gak suka sama tempat ini.
Bikin aku spot jantung aja kamu. "
Hahahahahaha
" Memangnya cuma kak Steven aja yang bisa bikin kejutan untuk aku?
Aku juga bisa kan buat kejutan seperti ini? "
" Iya Na terserah kamu aja.
Yang penting kamu selalu senang dan bahagia saat bersamaku. "
Aku yang sudah tak sabar ingin segera masuk ke tempat ini,
dengan segera berjalan mendahuluinya.
" Na, tunggu .. "
teriak kak Steven
" Ayo kak, buruan .. "
" Pelan aja Na.
Tempat ini tutupnya masih lama kok. "
" Bukan itu masalahnya,
aku cuma takut antri kalau mau naik wahana yang seru dan menegangkan itu. "
" Memangnya kamu berani naik wahana itu? "
tanya kak Steven sambil menggandeng tanganku
" Berani dong ..
Justru kak Steven pasti yang gak berani naik. "
" Iya - iya .. ayo kita ke sana. "
ajak kak Steven yang masih menggandeng tanganku
Ddrrttt .. drttt ..
" Kak tunggu, sepertinya aku ada telepon masuk.
Kakak tolong beli tiketnya aja dulu ya.
Aku tunggu di sini aja. "
" Oke Na. Tapi ingat ya kamu jangan ke mana-mana.
Tunggu aku di sini. "
" Iya kak. "
Kemudian kak Steven meninggalkanku dan akupun segera mengangkat telepon.
" Halo .. "
__ADS_1
" Halo Na, apa kamu di rumah sekarang?
Aku ke rumahmu ya, terus kita pergi bareng-bareng.
Daripada kamu di kamar terus. "
" Hm, itu .. itu .. "
" Itu .. itu .. kenapa Na?
Apa kamu lagi sakit?
Aku ke rumahmu ya sekarang. "
" Tunggu Ta. Sekarang aku lagi gak di rumah. "
" Apa??? Kamu gak di rumah? Tumben amat Na? "
" Iya Ta.
Tadi sore kak Steven menjemputku dan membawaku ke tempat karnival yang ada di perbatasan kota N.
Tempatnya bagus banget dan permainannya juga asyik.
Kalau mau, kamu ke sini aja sama Felix sekarang ya. "
" Wah, akhirnya sahabatku ini keluar dari zona nyamannya. "
" Apa'an sih Ta. Jangan menggodaku seperti itu. "
Hahahahahahaha
" Ya sudah, kalian selamat bersenang-senang.
Aku gak ganggu kamu lagi deh.
Selamat bersenang-senang ya. Bye Nana .. "
Tut .. tut .. tut ..
Tut .. tut .. tut ..
" Halo .. Ta .. Okta .. "
Tut .. tut .. tut ..
Tut .. tut .. tut ..
Astaga, main tutup aja teleponnya.
Dasar Okta .. Okta ..
Oh ya, mana nih kak Steven?
Beli tiket aja kok lama ya?
Coba aku susul aja deh ke sana.
Saat sudah menemukan kak Steven,
betapa kesalnya aku melihat dia di kerumuni oleh para wanita cantik.
" Ehem .. hem .. hmm .. "
" Kenapa dik, mau ikut minta foto sama nomor telepon cowok ganteng ini? Antri dulu ya di belakang sana. "
sahut salah satu wanita itu
Kemudian akupun di dorong-dorong oleh mereka agar berdiri di belakang mereka.
Brak ..
Dengan sengaja akupun menabrak wanita yang sedang menggandeng tangan kak Steven.
" Hei, kamu apa-apa'in?!!!
Tahu kata antri gak?!! "
ucapnya marah
" Iya nih main serobot aja. "
sahut wanita-wanita yang lainnya
dia ini pacar sekaligus calon tunanganku !!!
Tadi kita ini datangnya berdua.
Sekarang siapa yang main serobot seenaknya? "
sentakku dengan penuh emosi
" Ciih ..
kami ini gak percaya kalau kamu ini pacarnya cowok ganteng ini.
Kamu tuh masih kecil, udah berani ngomong calon tunangan lagi.
Jangan mimpi deh, pergi sana !!! "
Tiba-tiba ada yang menarik tubuhku dan kemudian mencium bibirku dengan lembut.
" Maaf ya gadis-gadis, yang di katakan cewek imut ini memang benar.
Aku adalah pacar sekaligus calon tunangannya.
Tadi bukannya aku juga sudah mengatakannya pada kalian kalau aku tidak single lagi.
Ciuman tadi sudah bisa menjadi bukti hubungan kami. "
sahut kak Steven
" Hih .. si ganteng, kenapa sih kamu pilih dia?
Kamu 'kan bisa pilih salah satu dari kita yang lebih cantik dan dewasa dibandingkan dia ini yang masih kecil !!! "
" Sekali lagi maaf ya gadis-gadis,
aku sudah memilihnya jauh sebelum bertemu kalian di sini.
Dan hatiku pun sudah ku tinggalkan untuknya.
Semoga kalian nantinya juga bisa mendapatkan pujaan hati kalian masing-masing. Bye gadis-gadis .. "
ucap kak Steven sambil pergi meninggalkan mereka dengan menggandeng tanganku
Sekarang aku tak tahu,
apakah aku harus bahagia atau sedih dengan kata-kata kak Steven tadi.
Namun aku masih kesal dengan ciuman dadakan yang ia berikan padaku di depan wanita-wanita itu.
Walaupun dengan alasan untuk membuktikan pada mereka hubungan kita ini.
" Kita pulang sekarang ya kak. "
ucapku sambil melepaskan tangannya
" Tapi Na, apa kamu gak mau mencoba salah satu wahana permainan di sini? "
tanya kak Steven
" Aku capek kak.
Terus aku juga udah gak tertarik lagi di sini.
Jadi lebih baik kita pulang aja ya sekarang. "
" Tunggu Na, kamu 'kan lagi capek,
kita duduk di sini sebentar ya. "
Akupun mengangguk perlahan sebagai tanda mengiyakan permintaannya.
Meskipun kita duduk bersebelahan,
namun aku memalingkan wajahku membelakanginya.
" Na, aku tahu kalau kamu merasa kesal dengan sikapku yang terlalu lambat membelamu di depan gadis-gadis itu tadi.
Tetapi mendengar perkataanmu tadi,
aku benar-benar bahagia Na.
__ADS_1
Akhirnya kamu mau mengakui ku sebagai pacar dan juga calon tunanganmu.
Jadi sekarang, ijinkan aku mengatakan ini :
' Nana .. I love you ..
Will you marry me? '
(Nana .. aku mencintaimu ..
bersediakah kamu menikah denganku?)
tanya kak Steven sambil berlutut di depanku dengan membuka sebuah kotak berisi cincin di tangannya
" I love you too .. and ..
Yes, I will. "
(aku mencintaimu juga .. dan ..
Ya, aku menerimanya.)
jawabku tanpa ragu-ragu
Kemudian kak Steven memakaikan cincin itu di jari manisku sebagai tanda cinta kami.
Setelah itu kami berdiri bersama-sama,
dan ia memelukku dengan erat.
Ceist .. duar .. duar ..
Ceist .. duar .. duar ..
Terdengar suara percikan kembang api di atas langit yang seakan turut merasakan kebahagiaan kami di malam ini.
" Terima kasih Na karna sudah menerimaku.
Aku pasti buktikan padamu bahwa aku benar-benar tulus menyayangimu dan tidak akan pernah menyia-nyiakanmu. "
Muach ..
Di ciumnya keningku dengan lembut
Kemudian kamipun berpelukan.
Sekarang kami berdua benar-benar merasa bahagia.
Tak lupa kami mengabadikan moment bahagia ini dengan memotretnya di ponsel kami berdua.
Sebelum pulang, untuk menghilangkan rasa haus,
kami membeli ice cream yang tak jauh dari pintu keluar.
Aku memilih ice cream rasa coklat,
sedangkan kak Steven memilih rasa vanila.
Kami menikmati ice cream ini sambil berjalan ke arah pintu keluar.
Saat sudah dekat dengan tempat parkir,
aku sengaja ingin mengerjainya.
Aku berjalan agak lambat kemudian memanggilnya.
" Kak Steven .. "
Dengan segera ia menoleh ke belakang dan ice cream yang ku pegang ku arahkan ke hidungnya.
Spontan aku tertawa puas setelah mengerjainya.
Ceklik .. ceklik ..
Dengan cepat kak Steven mengambil fotoku saat sedang tertawa tadi.
Ceklik .. ceklik ..
Tak mau kalah, akupun segera memotretnya dengan ice cream yang masih menempel di hidungnya seperti seorang badut.
Kemudian kamipun tertawa bersama-sama dan bergandengan tangan menuju ke tempat parkir.
Saat sampai di dalam mobil,
akupun membantu membersihkan bekas ice cream yang masih menempel di hidung kak Steven.
Setelah selesai membersihkannya,
tiba-tiba kak Steven memegang tanganku dan menciumnya.
" Makasih ya Na untuk hari ini.
Aku harap kamu gak pernah bosan untuk pergi berkencan denganku lagi ya. "
Akupun mengangguk dan tersenyum padanya.
Kemudian kak Steven mengemudikan mobilnya untuk bergegas mengantarkanku pulang sebelum jam 9 malam.
Karna merasa capek dan mengantuk,
maka akhirnya akupun tertidur saat masih dalam perjalanan pulang.
Ciit ..
Kak Steven memberhentikan mobilnya di pinggir jalan.
Kemudian menyelimutiku dengan jaketnya dan mencium keningku dengan lembut.
Setelah itu ia kembali melajukan mobilnya.
Selang beberapa menit,
kami sudah sampai di depan rumahku.
" Na .. kita sudah sampai. "
ucap kak Steven sambil menggenggam tanganku
" Hm, iya kak.
Makasih banyak ya kak. "
" Eh, tunggu dulu Na.
Ini titipan untuk paman dan tante dari papaku.
Tolong kamu bawa juga ya. "
" Iya kak. Nanti aku berikan ke papa sama mama.
Makasih ya kak.
Oh ya, aku titip salam juga untuk om dan tante. "
" Iya Na sama-sama.
Nanti salammu juga pasti aku sampaikan.
Ya sudah, kamu masuk dulu.
Ingat ya, jangan tidur malam-malam. Bye Na .. "
" Bye kak .. Hati-hati di jalan ya. "
Setelah itu aku segera masuk ke dalam rumah.
Lampu ruang tamu sudah di matikan,
ini tandanya semua orang sudah tidur.
Klak .. Klak ..
Ku kunci rapat pintu rumah ini.
Kemudian aku menaruh titipan kak Steven tadi di dalam lemari es.
Setelah itu, aku bergegas naik ke kamar atas.
Karna merasa gerah, jadi akupun mandi sekali lagi.
Selesai mandi, aku memakai piyama baju tidur.
Dan ku rebahkan tubuhku ke atas tempat tidur dan langsung menutup keduamataku.
__ADS_1
Zzz .. zzz .. zzz