Pacar Taruhan

Pacar Taruhan
34) Sikap aneh kak Bagus


__ADS_3

Sepanjang perjalanan kami berdua hanya diam.


Tidak ada percakapan apapun di antara kita.


Sesampainya di rumah, aku pun langsung masuk ke dalam dapur untuk segera memasak makanan hari ini.


Sedangkan kak Bagus, entah apa yang ia akan lakukan selanjutnya aku tak mau tahu.


Ku petik sayur kangkung, ku cuci bersih.


Kemudian aku mengupas bawang putih dan bawang merah. Setelah itu ku bersihkan dan ku cuci dada ayam yang sudah ku beli tadi.


Selesai menyiapkan semua bahan, aku mulai menumis bawang merah dan bawang putih. Setelah tercium bau harum, ku masukkan sayur kangkung yang sudah ku cuci. Ku beri sedikit garam dan saus tiram. Ku goyang-goyangkan tangan ku di atas wajan untuk mencium aroma khas tumis kangkung buatan ku ini. Kemudian ku cicipi tumis kangkung buatan ku ini.


Hm, yummy .. begitu lezat dan nikmat.


Setelah selesai menumis kangkung, aku pun mulai memanaskan wajan dengan sedikit minyak goreng untuk menggoreng ayam. Saat ayam telah terlihat sedikit setengah matang, segera ku siramkan kecap manis untuk memperkuat rasa dan aroma nya.


Ku taburi sedikit garam dan penyedap rasa.


Kemudian ku cicipi rasa nya.


Hm, yummy .. lagi-lagi begitu lezat dan nikmat.


Akhirnya semua masakan ku sudah selesai.


Meski aku tak tahu apakah ibu Margaret dan kak Bagus akan menyukai nya atau tidak, yang penting aku sudah berusaha semampu ku untuk memasak dan menyajikan yang terbaik untuk mereka.


Sekarang waktu nya bagi ku untuk menata meja makan. Semua sudah tertata rapi dan tinggal menunggu kepulangan Ibu Margaret dan kak Bagus.


Selesai menata meja makan, aku kembali masuk ke dapur untuk mencuci semua peralatan masak yang sudah ku pakai tadi.


Selang beberapa menit, semua peralatan masak sudah bersih sempurna. Ku lihat sekeliling dapur, semua juga sudah tertata rapi dan bersih.


Fiuh ..


ku usap keringat yang ada di kening dan pipi ku ini.


Lelah pasti, tapi aku senang bisa membantu di rumah ini.


Saat ini aku pun ingin segera kembali ke kamar untuk membersihkan diri, karna seluruh tubuh ku sudah penuh dengan keringat. Entah sudah berapa banyak kalori dan lemak yang sudah terbakar beberapa jam ini.


Ku cuci tangan ku terlebih dahulu sebelum meninggalkan dapur ini. Selesai cuci tangan, tak lupa aku pun mengeringkan tangan ku dengan kain serbet yang sudah ada di sebelah kulkas.


Saat aku masih asyik mengeringkan tangan di kain serbet ini, tiba-tiba ada yang menarik tangan kanan ku.


Bagus sekali, benar-benar pas di tangan mu Na.


Sontak aku terkejut dan langsung menoleh ke arah orang yang sudah memakaikan gelang di tangan kanan ku ini.


Kak Bagus??? teriak ku heran


Hahahahaha ..


Anggap saja ini sebagai permintaan maaf ku untuk sikap cuek ku tadi pada mu.


Tapi kak ..


Kenapa Na? Apakah kamu tidak suka dengan gelang pemberian ku ini?

__ADS_1


Bukan, bukan seperti itu kak ..


Ya sudah kalau kamu tidak mau menerima gelang itu, buang saja.


ucap Bagus sambil pergi meninggalkan ku begitu saja


Lagi-lagi ia bersikap aneh seperti ini.


Hm ..


Ku hela nafas panjang untuk mencoba menenangkan diri ku.


Aku pun masuk ke dalam kamar dan mengunci pintu kamar ku. Kemudian aku masuk ke kamar mandi dan membersihkan diri. Selang beberapa menit aku sudah keluar dari kamar mandi. Namun aku masih terdiam di dalam kamar ini, aku masih takut untuk keluar.


Sebab kak Bagus masih begitu marah pada ku tadi.


Ku pandangi baik-baik gelang pemberian nya ini yang memang sengaja belum ku lepaskan dari tadi.


Entah mengapa aku merasa bahwa kak Bagus benar-benar berbeda dengan Andika.


Andika begitu sabar dan tenang saat aku cuek dari nya. Bahkan ia selalu membela dan menghiburku walaupun aku sudah pernah menolak nya berkali-kali.


Tanpa ku sadari air mata ini sudah menetes begitu saja karna diri ku sudah begitu merindukan diri nya.


Andika ..


ku panggil nama nya dengan pelan


Tok .. tok .. tok ..


terdengar suara seseorang sedang mengetuk pintu kamar ku


Kemudian aku membuka pintu.


Cekrik .. cekrik ..


ku buka pintu kamar ku


Nak, ayo makan sama-sama.


sapa Ibu Margaret


Ba .. baik bu.


jawabku singkat


Kemudian kami pun berjalan menuju ruang makan.


Nampak dari kejauhan di sana sudah ada kak Bagus yang sudah duduk menunggu kedatangan kami.


Tak menunggu lama, kami pun akhirnya sudah duduk bersama.


Hari ini nak Nana masak apa nih?


tanya ibu Margaret sambil membuka tudung saji yang ada di atas meja


Tu .. tumis kangkung sama ayam kecap.


Semoga semua nya suka.

__ADS_1


jawab ku dengan sedikit gugup


Wah, kelihatan nya enak sekali ini.


Ayo-ayo mari makan sayang.


sahut ibu Margaret sambil menoleh ke arah ku dan kak Bagus


Kemudian Ibu Margaret mendahului kami mengambil makanan di piring nya. Selanjutnya kak Bagus, kemudian aku yang mengambil makan.


Suasana makan bersama kami begitu sunyi, sampai akhirnya Ibu Margaret mencoba memecahkan keheningan di antara kami dengan mencoba memulai percakapan untuk kami berdua.


Nak Nana, apakah senang tadi sewaktu berbelanja di pasar? Apa ada barang-barang yang sudah nak Nana beli? Oh, gelang ini ya rupa nya yang tadi sudah di beli?


Bagus sekali sayang, terlihat cocok di tangan mu ini.


puji ibu Margaret sambil menyentuh tangan ku


Iya bu terima kasih.


Oh ya ini kembalian uang belanja nya tadi.


jawab ku sambil mengeluarkan beberapa lembar uang sepuluh ribu'an


Tidak usah sayang, kamu simpan saja kembali'an nya.


Jangan bu, ini tolong di terima.


Tidak apa nak, kamu bawa saja untuk uang pegangan mu sayang.


Tidak bu, maaf saya tidak bisa menerima nya.


Saya masih belum bisa membalas kebaikan hati ibu yang sudah merawat dan memberikan saya tempat untuk berteduh.


Baiklah sayang, ibu tidak akan memaksa.


Jika nanti nak Nana membutuhkan sesuatu bisa bilang langsung sama ibu ya.


jawab ibu Margaret sambil memasukkan uang kembalian nya tadi


Bu, Bagus sudah selesai makan nya.


Bagus kembali ke kamar dulu'an ya.


Ibu Margaret seakan heran dengan sikap Bagus yang biasa nya tidak seperti sekarang ini.


Nak Nana, apa di pasar nak Bagus ada salah sama kamu? Mengapa sikap nya tadi tidak seperti biasa nya ya?


Tidak bu, tadi kak Bagus tidak melakukan kesalahan apapun. Hanya saja tadi sewaktu di dalam pasar kami tak sengaja bertemu seorang lelaki yang tiba-tiba membuat kak Bagus begitu enggan menyapa nya.


Seakan mereka telah bermusuhan sejak lama.


Saya juga tak sempat menanyakan nama lelaki itu dan kak Bagus tidak menceritakan apapun pada saya.


Jadi saya juga tidak berani untuk bertanya.


Hm, sebentar ibu tunjukan sesuatu sama kamu sayang.


ajak ibu Margaret sambil menggandeng tangan ku meninggalkan meja makan menuju kamar nya

__ADS_1


Untung nya kami berdua juga sudah menghabiskan makanan kami tadi. Sehingga tidak sampai membuang banyak makanan di piring kami.


__ADS_2