Pacar Taruhan

Pacar Taruhan
75) Kepulangan kak Yonathan


__ADS_3

Sesampainya di rumah,


aku bergegas ganti baju dan membantu mama menyiapkan makan siang untuk keluarga kami.


Setelah selesai,


kami semua berkumpul di ruang makan dan makan bersama-sama.


Selalu ada kehangatan di dalam keluarga ini saat kami semua sudah berkumpul.


Seandainya saja kakakku Yonathan juga bisa berada di sini bersama-sama dengan kami,


mungkin akan terasa semakin hangat dan menyenangkan.


Tok .. tok .. tok ..


Permisi ..


Tok .. tok .. tok ..


Permisi ..


" Sepertinya ada tamu.


Nana lihat dulu ya ma, pa. "


Mama dan papa mengangguk ke arahku.


Kemudian aku segera beranjak dari tempat dudukku dan berjalan menuju ke ruang tamu.


Setelah sampai di sana,


betapa terkejutnya aku.


" Ka .. ka .. kak Yonathan??? "


teriakku sambil memeluknya


" Wah, adik kakak sudah besar ya sekarang.


Masih suka nakal gak nih? "


tanya kak Yonathan sambil mengusap kepalaku


" Iih, apa'an sih kak.


Udah-udah, ayo masuk kak.


Kita semua sedang makan, kakak juga ikut makan ya. "


sahutku sambil menariknya masuk ke dalam


" Pa, ma, lihat siapa yang datang. "


ucapku dengan tersenyum lebar


" Yonathan??? "


ucap papa dan mama bersamaan


" Pa, ma, maaf ya Yonathan baru bisa pulang sekarang.


Gimana keadaannya papa?


Mama juga sehat-sehatkan? "


tanya kak Yonathan cemas


" Kami semua sehat-sehat nak.


Sudah nanti lagi ngobrolnya,


ayo kita makan sama-sama nak. "


sahut papa dengan senangnya


Kemudian kamipun kembali makan sambil mengobrol satu sama lain.


Aku tak menyangka, doaku akan terkabulkan secepat ini.


Seandainya tadi aku berdoa meminta kak Steven yang datang, apakah ia juga akan datang ya?


Ah, tidak - tidak ..


Kak Steven masih sibuk dengan pekerjaannya,


aku gak boleh egois ingin bertemu dengannya.


Setelah selesai makan,


kak Yonathan mulai menceritakan maksud kepulangannya ini.


Ternyata kak Yonathan pulang karna ada tugas magang dan ia memilih untuk magang di kota ini saja agar tidak jauh dari kami semua.


Kemudian papa dan mama juga menceritakan tentang pertunanganku dengan kak Steven yang akan dilaksanakan bulan depan.


Betapa terkejutnya ia mendengar kabar gembira ini.


" Wah, sekarang aku gak bisa peluk-peluk adik kesayanganku ini dong.


Karna sebentar lagi akan ada pria lain di sampingnya. "


goda kak Yonathan


" Iiih, apa'an sih kak !!!


Walau sudah ada pria lain di sampingku,


kamu tetaplah kakakku.


Masa iya nanti kak Steven cemburu sama kakak kandungku sendiri sih? "


sahutku dengan polos


" Hahahahahahaha "


Semuanya tertawa bersamaan mendengar ucapanku barusan.


" Ya sudah, sekarang kita semua istirahat ya.


Kasihan kakakmu itu habis dari perjalanan jauh.

__ADS_1


Oh ya nak, kamarmu masih tetap di atas ya.


Mama selalu bersihkan kamarmu setiap hari,


karna mama merasa kamu akan pulang ke sini lagi sewaktu-waktu. "


pinta mama


" Makasih banyak ya ma.


Yonathan sayang mama. "


sahut Yonathan sambil mencium pipi kanan mama


" Lho .. lho .. jadi sama papa gak sayang nih? "


ucap papa sambil cemberut


" Sayang juga dong pa. "


sahut Yonathan sambil memeluk papa


Kemudian kamipun masuk ke kamar masing-masing dan beristirahat.


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


Saat sudah berada di dalam kamar,


aku bergegas mandi dan berganti pakaian.


Setelah selesai mandi,


ku rebahkan tubuhku di atas tempat tidur.


Drtt .. drttt .. drttt ..


Ponselku bergetar di atas meja belajarku.


Ah, pasti kak Steven yang telepon.


Dengan cepat aku menjawab telepon ini.


" Halo kak. "


sapaku


" Halo Na, ini aku Andika.


Kok kamu panggil aku kak sih?


Apa kamu lagi nunggu telepon dari seseorang? "


tanya Andika


" Sori - sori Ndika.


Aku kira kakakku tadi yang telepon.


Oh ya, apa ada Ndika kamu telepon aku? "


sahutku mengalihkan pembicaraan


Aku tadi hanya iseng mencoba menelepon nomormu,


karna aku kira kamu sudah ganti nomor.


Ternyata nomormu masih sama. "


terang Andika


" Oh, iya Ndika aku gak ganti nomor karna malas aja buat ganti-ganti nomor. "


Hahahahahahaha


sahutku dengan sedikit tertawa


" Iya Na, untung kamu gak ganti nomor.


Jadi aku masih bisa berkomunikasi sama kamu. "


ucap Andika


" Hm, sori ya Ndika ini ada telepon masuk dari kakakku.


Aku tutup dulu ya teleponnya.


Bye .. "


Entah mengapa aku merasa lelah sekali sehingga akupun jadi malas untuk mengobrol dengan Andika.


Akhirnya aku terpaksa berbohong padanya tadi.


Hoam .. nyam .. nyam ..


Capek banget hari ini.


Aku tidur dulu ah, udah ngantuk berat juga nih sekarang.


Zzzz .. Zzzz .. Zzzz ..


💫💫💫💫💫💫💫


* PoV Andika *


Akhirnya aku bisa dengar suara Nana lagi tadi.


Apakah aku harus senang atau sedih,


aku tidak tahu ..


Tapi kenapa ya, Nana kok kelihatannya sudah berubah.


Apa dia juga sudah berhasil menemukan seseorang yang tulus menyayangi dan mencintainya???


Jika itu benar, betapa bahagianya aku.


Meskipun kita tak lagi berjodoh sebagai pasangan,


tapi kelak kita masih bisa menjadi teman baik.


Doaku selalu untukmu ..

__ADS_1


Semoga kamu juga bisa mendapatkan kebahagiaanmu Na. Amin 🙏


Oh ya, sekarang aku akan mencoba untuk mengiriminya pesan.


Untuk mengingatkannya tentang pertunanganku besok.


Supaya ia bisa datang dan juga memberikan doa restu untukku dan Melisa.


" Na, besok adalah hari pertunanganku dengan Melisa.


Aku harap kamu besok bisa datang dan memberikan doa restu untuk kami.


Dan makasih juga karna kamu masih mau menerimaku sebagai temanmu.


Sampai ketemu besok ya Na. See u tomorrow " 😊


Klik ..


Ku tekan tombol kirim dan pesanku sudah terkirim.


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


Saat sore hari, kembali aku di kejutkan dengan kedatangan sosok Okta di dalam kamarku.


" Na, ayo bangun.


Udah sore nih.


Ayo bangun ..


Aku mau tunjukin kamu sesuatu nih.


Na, ayo cepat bangun. "


ucap Okta sambil mengoyang-goyangkan badanku


" Hah, sebentar ya Ta.


Masih ngantuk nih. "


sahutku dengan lemas


" Kalau kamu gak bangun,


aku bawa pulang lagi ya ini gaunnya. "


ucap Okta sambil berdiri di samping tempat tidurku


" Ga .. gaun apa sih Ta? "


sahutku dengan sedikit malas


" Tuhkan benar, kamu ini pasti lupa dengan janjimu sendiri.


Besok itu hari pertunangannya Andika,


masa kamu mau datang dengan muka yang kumus-kumus dan baju seadanya aja?


Kamu harus tunjukin dong kalau tanpa Andika itu kamu juga bisa tampil cantik dan menawan.


Buat Andika menyesal seumur hidup karna udah ninggalin kamu dengan cewek lain. "


terang Okta dengan emosi yang meluap-luap


" Apa??!!!


Pertunangannya besok???


Bukannya masih minggu depan ya Ta? "


sontak aku terbangun dan langsung membuka kedua mataku


" Haish, kalau kamu gak percaya coba lihat undangannya sekali lagi.


Kamu masih nyimpen undangannya 'kan? "


tanya Okta


" Iya aku masih simpan kok.


Di mana ya, sebentar aku ingat-ingat dulu.


Hm, ini dia undangannya di atas meja belajarku.


Astaga, iya benar Ta acara pertunangannya besok.


Aku harus bilang apa nih sama orangtuaku,


inikan acaranya di luar negeri Ta. "


sahutku dengan muka kebingungan


" Udah kamu tenang aja,


nanti aku yang minta ijin ke om dan tante. "


ucap Okta sambil tersenyum


" Makasih ya Ta. Kamu memang sahabat terbaikku. "


sahutku sambil memeluknya


" Udah-udah berpelukannya di lanjutin nanti aja,


sekarang kamu coba dulu gaun-gaun yang aku bawa ini ya.


Pokoknya kamu besok harus tampil beda dari biasanya. "


pinta Okta


" Siap bos. "


sahurku sambil mengedipkan mata


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


Seperti apakah penampilan Nana di pesta pertunangannya Andika???


Penasaran???


Tunggu episode selanjutnya ya 😉

__ADS_1


__ADS_2