
Bebebapa minggu sudah berlalu dan om Andi masih tetap berada di rumah sakit.
Syukurlah keadaannya sudah semakin membaik dan beliau sudah kembali bangun dari 'tidur panjang' nya.
Apa yang aku janjikan pasti aku tepati.
Hari ini aku dan papa berencana untuk menjenguk om Andi di rumah sakit.
Ini adalah peluang yang bagus untuk menyampaikan janjiku pada Melisa waktu itu kepada om Andi.
Selama dalam perjalanan, aku mencoba menjelaskan semuanya kepada papa bahwa aku berencana akan melamar Melisa dan menjadikannya istriku kelak.
Aku sudah tak lagi ragu untuk memilihnya.
Bukan atas dasar kasihan saja,
tapi karna aku merasa bahwa memang Melisa adalah orang yang tepat agar aku dapat melupakan segalanya tentang Nana.
Sikapnya yang hangat dan lembut padaku,
serta keceriaannya itu,
pasti bisa selalu mewarnai hari-hariku.
" Pa, saat di rumah sakit nanti,
bolehkan Andika melamar Melisa di depan om Andi dan papa? "
tanyaku gugup sambil memegang erat kotak cincin yang sudah kusiapkan untuk Melisa
" Apa nak???
Yang kamu katakan ini tidak main-mainkan?
Kamu sudah siap untuk melangkah ke jenjang itu? "
sahut papa yang terlihat bahagia bercampur bingung
" Iya pa, Andika sudah memikirkannya baik-baik.
Melisa adalah orang yang tepat untuk Andika.
Tapi .. "
" Tapi kenapa nak??? "
" Tapi Andika takut nanti setelah Andika melamarnya dengan memberikannya cincin ini,
Melisa tidak mau menerima lamaran ini pa .. "
jelasku sambil tertunduk malu
" Nak, apapun jawaban Melisa nanti kamu harus menghargai itu.
Tetapi papa yakin kok Melisa pasti mau menerima lamaranmu ini. "
" Pasti pa.
Andika juga tidak mau memaksa Melisa.
Karna Andika cukup sekali saja kehilangan orang yang Andika sayang.
Jangan sampai kehilangan orang yang Andika sayang untuk yang kedua kalinya. "
" Nah gitu dong baru anak papa yang gentleman.
Gak kerasa ya nak saat ini kamu sudah dewasa.
Sudah mau melamar anak orang lagi. "
goda papa
" Ah, papa bisa saja. "
jawabku tersipu malu
" Nah, kita sudah sampai. Ayo turun.
Nanti jangan malu-malu'in papa ya saat melamar Melisa harus perlihatkan wibawa dan ketegasanmu.
Kamu tenang saja, papa pasti selalu dukung kamu. "
" Hmm .. (menghela nafas)
Makasih banyak ya pa. "
" Sama-sama nak.
Kamu sudah siap?
Ayo kita masuk ke dalam. "
kata papa sambil mengajakku berjalan memasuki kamar inap om Andi
" Permisi .. "
sapa papa
" Oh, hai om Wijaya.
Mari silahkan masuk. "
sahut Melisa sopan
__ADS_1
" Terima kasih. "
jawabku dan papa bersamaan
" Silahkan duduk om - Andika. "
" Terima kasih. "
jawabku dan papa bersamaan
" Sama-sama.
Hm, itu om Wijaya ada sesuatu yang mau saya sampaikan. "
" Iya nak Melisa silahkan. "
" Sa .. sa .. saya mau minta maaf om karna tempo hari saya sudah berlaku tidak sopan sama om.
Jujur waktu itu saya benar-benar panik dan kuatir akan keadaan papa, jadi berlaku tidak sopan seperti itu terhadap om.
Sekali lagi saya mohon maaf yang sebesar-besarnya om. "
" Iya nak Melisa tidak apa-apa.
Om sudah memaafkanmu jauh sebelum kamu meminta maaf pada om. "
jelas papa sambil tersenyum
" Makasih banyak ya om atas pengertiannya. "
" Iya nak sama-sama.
Oh ya, bagaimana kondisi pak Andi sekarang? "
" Kondisi papa sekarang sudah membaik om.
Jika tidak drop lagi, besok sudah diperbolehkan oleh dokter untuk pulang. "
" Iya nak. Om senang mendengarnya. "
" Hm, maaf ya Mel sepertinya kita datang di saat yang kurang tepat sekarang.
Sebab om Andi nya sedang istirahat.
kataku sambil tersenyum ke arahnya
" Hm .. sebenarnya .. "
" Sebenarnya apa Mel? "
tanyaku bingung
" Sebenarnya papaku tadi hanya memejamkan mata saja dan tidak sedang tertidur.
sahut om Andi
" Astaga .. "
jawabku singkat
" Kenapa nak Andika kok sepertinya tegang begitu? "
tanya om Andi sambil menatapku
" Hm .. mm .. hmmm .. tidak ada apa-apa om.
Oh ya, apa boleh saya ajak Melisa makan siang sebentar di luar om? "
" Kalau om sih tidak keberatan.
Tapi tidak tahu kalau Melisa nya sendiri mau apa tidak. "
goda om Andi
" Mel, apa kamu mau makan siang denganku di luar sebentar? "
tanyaku sopan
" Of course. Why not??? "
jawabnya sambil tersenyum dengan manis ke arahku
" Ehem, tapi ingat nanti pulangnya jangan malam-malam ya nak Andika.
Ingat, Melisa ini anak gadis om satu-satunya yang paling om sayang.
Om tidak bisa terpisah lama-lama darinya. "
" Papa tenang saja.
Melisa pasti pulang tepat waktu. "
" Iya om, saya janji akan mengantar Melisa pulang tepat waktu. "
" Oke kalau begitu, kalian boleh pergi sekarang.
Ingat ya, om pegang kata-katamu ya nak Andika.
Juga tolong jaga baik-baik anak kesayangan om ini. "
" Pasti om.
Kalau begitu kita permisi dulu. "
__ADS_1
pamitku pada papa dan om Andi
Mereka berdua mengangguk dan tersenyum ke arah kami berdua.
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
" Tidak terasa anak kita sudah pada dewasa ya Pak Wijaya. "
" Betul Pak Andi. Semoga kelak kita bisa jadi besan. "
" Maksud Pak Wijaya??? "
" Ups, jadi keceplosan barusan.
Baik-baik saya akan jujur pada Pak Andi.
Sebenarnya tujuan Andika mengajak Melisa makan di luar adalah untuk melamarnya. "
" Apa??? Benarkah begitu Pak Wijaya? "
" Iya Pak benar. "
" Akhirnya .. mereka akan bersatu. "
" Pak Andi tidak keberatankah dengan hubungan mereka ini? "
" Mengapa saya harus keberatan Pak Wijaya?
Asalkan anak saya bisa bahagia,
itu sudah lebih dari cukup untuk saya.
Tapi ini kan saya yang setuju,
tapi apapun pendapat anak saya nantinya saya tidak akan memaksanya. "
" Itu benar Pak Andi.
Terima kasih untuk pengertiannya. "
" Sama-sama Pak Wijaya.
Semoga kita benar-benar bisa jadi besan kelak. "
" Amin ... "
kata Pak Wijaya dan Pak Andi bersamaan
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
" Andika, kita mau makan di mana? "
" Sudah, kamu tenang aja.
Aku gak bakal berbuat aneh-aneh kok sama kamu. "
" Maaf Andika, bukannya aku gak percaya sama kamu,
tapi aku baru pertama ini keluar makan sama cowok.
Jadi aku masih agak canggung gitu. "
" It's oke ..
Aku juga baru pertama kali ini keluar sama cewek.
Sebenarnya aku juga gugup banget tadi waktu minta ijin om Andi untuk ajak kamu makan di luar. "
Puft .. hahahahahaha
" Kita sama bearti .. tosh .. "
ucapku sambil mengangkat tangan kananku
Plok ..
" Setuju "
jawab Melisa
"Baiklah, silahkan masuk ke mobilku tuan puteri yang cantik. "
ucapku sambil membukakan pintu mobil untuknya
" Terima kasih. "
Setelah kami masuk ke dalam mobil,
akupun segera melajukan mobilku dengan perlahan agar dapat mengobrol dengannya.
Juga untuk mengurangi kegugupanku untuk melamarnya nanti.
Bagaimana kelanjutan ceritanya?
Kejutan seperti apa yang sudah dipersiapkan oleh Andika untuk melamar Melisa?
Penasaran ????
Di tunggu kejutan dari author di episode menarik selanjutnya ya 😉👍
Jangan lupa jempolnya juga ya supaya author makin semangat dan cepat upload cerita berikutnya 🎉🎉🎉
terima kasih para readers yang baik hati 💐😍
__ADS_1