
Hari sudah beranjak siang, ini sudah waktu nya bagi kami semua untuk pulang.
Na, yuk pulang.
Iya Ta ayo.
Tapi sori aku nanti gak bisa pulang bareng kamu.
Karna aku mau mampir dulu di tempat servis handphone yang ada di sebelah sana.
Gak apa-apa, aku temenin kamu ke sana ya.
Lagian aku di rumah juga gak ada kerjaan.
Aku kan masih kangen Na sama kamu.
Gak usah Ta, kamu langsung pulang aja terus istirahat ya.
Gak mau, pokok nya aku mau nemenin kamu ke manapun kamu pergi.
Aku takut kalau ada orang jahat lagi yang mau culik kamu.
Aku gak mau mengulang kesalahan yang sama untuk tidak menjaga mu.
Astaga Okta, sejak kapan kamu jadi bodyguard ku hah?
Aku udah besar tau, jadi udah bisa jadi diri aku sendiri.
Stop ..
(langsung berdiri di depan Nana dengan tangan menghadang)
kalau kamu gak ijinin aku ikut kamu, jadi kamu juga gak boleh keluar dari kelas ini.
Bener kan Lix?
Iya bener Na.
Okta bener-bener kuatir sama kamu tuh.
Udah ijinin aja lah Na.
Hm, karna kalian memaksa gitu ya udah deh Okta boleh ikut.
Eits, tapi kamu gak usah ikut ya Lix.
(memberikan tatapan sinis ke arah Felix)
Lho, kenapa aku gak boleh ikut?
Kalau ada aku kan kalian justru lebih aman karna punya pengawal yang begitu gagah dan kuat.
Nah justru itu Lix, nanti aku nya yang minder kalau kita jalan bertiga.
Nanti malah di kira orang kalau aku ini obat nyamuk di antara kalian.
Hihihihihihihihihi
(goda Nana)
Gak lah Na, sampai kapanpun kamu adalah sahabatnya Okta.
Jadi aku gak akan membatasi persahabatan kalian demi urusan percintaanku ini.
Ups, jadi keceplosan deh ..
Apa???
Jadi kalian udah pacaran nih cerita nya?
Sejak kapan?
Kok kalian gak pernah cerita ke aku sih?
(memasang muka cemberut)
Astaga, udah siang nih Na.
Ayo kita ke tempat servis handphone mu sekarang.
Kalau kelamaan di sini, nanti toko nya keburu tutup lho.
(menarik tangan Nana untuk beranjak keluar dari ruang kelas)
Eh .. eh .. pelan dikit dong Ta.
Felix yang melihat tingkah konyol kami hanya bisa tertawa dan berusaha mengikuti setiap langkah kami.
Dengan tetap bersenda gurau kami pun akhirnya sampai di tempat parkir sekolah.
Hm, aku tunggu kalian di depan pintu gerbang aja ya.
Kalian jangan lama-lama di sini.
Kalau sampai lama, aku jalan kaki aja ke tempat servis handphone itu.
Tunggu Na, kenapa gak sekalian aja kita keluar sekolah sambil naik mobil ku?
Gak apa Ta.
Sepertinya Felix ada sesuatu hal penting yang mau di sampaikan ke kamu tuh.
Aku kasih kalian waktu untuk berdua dulu.
Jangan sampai bertengkar ya.
Iiih, apa'an sih Na.
Udah Ta tenang aja.
Lix, tolong jaga sahabat terbaik ku ini sebentar ya.
Aku tunggu kalian di depan pintu gerbang sana.
Aku pun segera meninggalkan mereka berdua di sana.
__ADS_1
Aku tidak boleh egois, Okta juga berhak memiliki kebahagiaan nya sendiri.
Jangan sampai karna terlalu sering bersamaku,
dirinya kelak menjadi jomblo terus seperti diriku ini.
Saat sampai di depan pintu gerbang sekolah ...
Na ..
panggil seseorang yang berjalan mendekatiku.
Kak Bagus ..
Akupun berlahan melangkah mundur dan berusaha menghindar darinya secepat mungkin.
Tunggu Na ..
(dengan cepat memegang tangan kanan Nana)
Ada apa lagi kak?
tanya ku heran
Na, tolong beri aku waktu sebentar untuk memberikan penjelasan ke kamu.
Aku janji cuma minta waktumu sebentar saja.
Oke, tapi janji cuma sebentar ya.
Karna aku lagi di tunggu sama teman-temanku tuh.
Kalau kak Bagus bersikap yang macam-macam,
aku langsung teriak nih biar pak satpam langsung datang menolongku.
Iya Na, terserah kamu aja.
Ya udah kakak mau menjelaskan apa?
Na, aku benar-benar minta maaf karna sikap overprotektif ku ke kamu.
Tapi jujur, aku melakukan itu semua atas dasar rasa sayang ku ke kamu Na.
Terus???
sahutku ketus
Tolong beri aku satu kesempatan untuk bisa dekat lagi sama kamu Na.
Walau hanya sebatas teman itu sudah cukup bearti buat aku.
Asalkan kamu bisa merasa nyaman berada di sisiku.
Kak, semua kesalahan kakak sudah aku maaf'in.
Jauh sebelum kakak meminta maaf secara langsung padaku.
Tapi untuk bisa dekat denganku, aku masih perlu waktu untuk memikirkannya.
Aku tidak mau kalau kak Bagus hanya menjadikanku pelampiasan dari kisah cinta masa lalu mu.
Tapi sebagai teman pun, aku harap kak Bagus tahu batasan-batasan nya.
Iya Na, aku janji.
Terima kasih Na.
Sama-sama kak.
Tin .. tin .. tin ..
Na, ayo cepat naik.
Iya Ta sebentar ..
Kak, aku dulu'an ya.
Tanpa menunggu lama, akupun berlari masuk ke dalam mobil Okta.
Kemudian kamipun sudah beranjak keluar dari area sekolah.
Na, siapa lelaki tampan tadi?
Ehem .. hem ..
Masih ada aku di sini kamu udah berani memuji lelaki lain tampan Ta?
tanya Felix kesal
Ayolah Lix, masa gitu aja udah cemburu sih?
Masa aku bilangnya lelaki jelek?
Gak mungkin kan?
Felix hanya diam dan tak menghiraukan perkataan Okta.
Udah - udah jangan berantem lagi.
Kalian kan udah sama-sama dewasa.
Masa masih ngambek'an gitu sih?
ledek ku
Sori deh Lix .. sori ya ..
(sambil memegang tangan kiri Felix)
Uhuk .. uhuk ..
Jadi udah berani nih mesra-mesra'an di depan orang jomblo sepertiku?
Heh, sori - sori Na.
__ADS_1
Aku gak bermaksud gitu tadi.
(Okta seperti orang yang salah tingkah)
Hahahahahahaha
Iya Ta gak apa-apa.
Jadi, kalian emang beneran udah pacaran nih?
Okta dan Felix pun mengangguk secara bersama'an.
Wah, selamat ya sahabatku.
(sahutku sambil memeluk Okta)
Sejak kapan nih pacarannya ya?
Barusan aja Na di parkir'an tadi.
Oh ya? Aku kira kalian udah pacaran sejak lama.
Habisnya kalian udah seperti amplop dengan perangko yang nempel aja terus.
Udah - udah, jangan mengalihkan pembicaraan.
Sekarang kamu yang cerita'in ke kita, tadi itu siapa Na?
Hm, dia itu anak lelaki dari Ibu Margaret yang sudah menampungku di desa Cemara saat aku kabur dari penculikan itu.
Nama lelaki itu adalah kak Bagus.
Terus untuk apa dia datang ke sekolah kita?
Apa hanya untuk bertemu kamu Na?
Wah, hebatnya kamu Na gak Andika gak Bagus,
semua nya cepat banget terpikat sama kamu.
Mendadak ekspresi wajah Nana berubah menjadi sedih.
Na, kamu kenapa?
Sori - sori kalau aku tadi salah ngomong.
Pasti kamu masih kepikiran soal Andika ya?
Bukan Ta.
Justru aku sudah merelakan kepergian Andika.
Ia berhak bahagia tanpa diriku.
Tapi kalau kak Bagus, aku masih merasa aneh dengan sikapnya ke aku.
Na, saranku kalau kamu memang gak suka sama Bagus itu, lebih baik kamu ngomong langsung aja.
Jangan memberinya harapan terlalu lama.
Daripada nanti kalian berdua sama-sama terluka.
Tapi jika kamu memiliki rasa suka sama Bagus,
lebih baik jangan terburu-buru.
Beri waktu bagi kalian berdua untuk bisa saling mengenal satu sama lain lewat pertemanan kalian.
Dengan begitu semua akan berakhir bahagia.
Ciecie .. dokter cinta udah mulai seminar nih.
ledek Felix
Iiih, apa'an sih Lix.
Aku cuma gak mau sahabatku mengalami patah hati untuk yang kedua kali nya.
Aku sendiri udah jengkel sama Andika yang tidak gentle ke Nana.
Ta, sebenarnya Andika udah sering mengungkapkan perasaannya ke aku.
Tapi aku yang masih belum bisa menerima perasaannya itu.
Aku yang dulu masih butuh waktu untuk menjawabnya.
Tapi di tengah-tengah penantian kami itu ternyata Andika lebih memilih untuk mundur dan pergi dariku begitu saja.
Yah, aku hanya bisa mendoakan kebahagiaannya aja dari sini.
(jawabku pasrah)
Sabar ya sayang, pasti kamu dapat lelaki yang jauh lebih baik Andika itu.
sahut Okta sambil menggenggam tanganku
Amin .. amin ..
Makasih ya Ta.
Sama-sama sayang.
sahut Felix
Hidih, siapa juga yang ngajak kamu ngomong Lix?
Main nyaut - nyaut aja.
(kata Okta sambil mencubit perut Felix)
Hahahahahahahaha
Kamipun akhirnya kembali tertawa bersama lagi.
Aku benar-benar bersyukur memiliki sahabat seperti kalian yang selalu mendukungku.
__ADS_1
Sampai kapanpun, aku gak mau melupakan kalian.
Okta dan Felix ..