Pacar Taruhan

Pacar Taruhan
44) Kembali ke sekolah


__ADS_3

Cicitcuit .. cicitcuit .. cuit .. cuit ..


Terdengar kicauan burung yang begitu merdu di depan jendela kamar ku.


Rasa nya aku masih capek dan tidak ingin bangun dari tempat tidurku ini.


Tetapi aku harus ke sekolah hari ini.


Aku sudah ketinggalan begitu banyak matapelajaran.


Dengan sedikit malas, aku pun masuk ke kamar mandi dan segera membersihkan diriku.


Selang beberapa menit aku pun sudah terlihat segar dan siap untuk berangkat ke sekolah.


Dengan cepat ku panggul tas ransel kesayangan ku ini.


Saat hendak keluar kamar, aku melihat handphone ku yang sudah usang karna tercembur ke dalam lumpur.


Hm, aku bawa saja deh.


Nanti pulang sekolah aku mau mampir ke tempat servis handphone di dekat sana untuk memeriksa apakah handphone ku ini masih bisa di perbaiki atau tidak.


Selamat pagi mama ..


sapa ku sambil memeluk dan mencium pipi kanan mamaku


Selamat pagi sayang.


Wah, sudah siap kembali ke sekolah nih sayang?


Gak mau libur sehari lagi kah?


Kan kemarin kamu baru sampai di kota ini.


Iya ma tidak apa.


Nana mau ke sekolah hari ini,


karna sudah lama Nana tidak ke sekolah.


Takutnya kalau libur nya terlalu lama,


nanti makin banyak matapelajaran yang tertinggal.


Ya sudah, ini sarapan dulu sayang.


Mama sudah siapkan roti isi selai coklat kesukaan mu.


Sama ini bekal untuk makan siang nanti ya.


Jangan lupa di bawa.


Asyik .. makasih banyak ya ma ..


(ku peluk dan cium mamaku lagi)


Sama-sama sayang.


Kemudian aku pun melanjutkan makan.


Saat ku tengok jam di tangan kiri ku,


betapa terkejutnya aku.


Sekarang sudah jam setengah 7 pagi.


Sudah waktu nya aku berangkat ke sekolah.


Aku berangkat agak pagi karna hari ini aku berjalan kaki ke sekolah.


Ma, Nana berangkat ke sekolah ya.


Ku cium tangan kanan mama dan melambaikan tangan sambil segera berjalan keluar rumah.


Hati-hati di jalan ya sayang.


Ingat jangan lupa bekal nya nanti di makan.


Beres ma ..


Dengan cepat aku pun berjalan menuju ke sekolah.


Saat dalam perjalanan, tiba-tiba ..


Bruak ..

__ADS_1


Seperti nya ada seseorang yang telah menabrak ku dari arah depan.


Ma .. maaf ya ..


Iya tidak apa.


Saat aku mencoba menengahkan kepala ku,


ternyata yang berada di depan ku ini adalah kak Bagus.


Na .. Nana ..


Saat kak Bagus memanggil nama ku,


aku segera berlari meninggalkan nya.


Na .. tunggu sebentar Na ..


Ia terus saja memanggil nama ku dan berlari mengikuti ku.


Aku tidak mau berbuat kesalahan yang sama lagi.


Aku harus segera menghindari nya.


Tapi sampai kapan aku terus menghindar seperti ini???


Gerbang sekolah sudah mulai terlihat.


Aku segera masuk ke dalam sekolah dan tak memperdulikan nya.


Oh, ternyata ini sekolahnya Nana.


Coba nanti siang aku datang ke sini lagi saja.


Kemudian kak Bagus pun pergi meninggalkan sekolahku.


Fiuh .. untung saja ..


desahku sambil mengusap keringat yang dari tadi sudah membasahi kening dan kedua pipiku


Aku pun bergegas masuk ke dalam kelas berharap dapat segera bertemu dengan Okta.


Saat di dalam kelas aku melihat masih banyak bangku yang kosong.


Okta pun juga belum datang.


Eh, kenapa bangku Andika juga masih kosong?


Bukan nya dia selalu datang pagi ya?


Ah sudahlah, mungkin hari ini dia bangun kesiangan.


Maklum, dia kan anak orang kaya, jadi bebas mau datang ke sekolah jam berapa saja.


Sambil menunggu Okta datang,


aku mencoba mengotak-atik handphone ku.


Siapa tahu bisa nyala lagi.


Setelah beberapa menit, ternyata usaha ku sia-sia.


Handphone ini tidak ada tanda-tanda kehidupan.


Akhirnya ku taruh kembali handphone ini ke dalam tas ransel ku.


Na .. Nana ..


Ini benar kamu Na???


Aku gak sedang bermimpi kan???


Mendengar suara Okta barusan membuat ku kaget setengah mati.


Tenang Ta, iya ini aku.


Kamu gak sedang bermimpi kok.


Astaga Na, kapan kamu kembali ke kota ini?


Kenapa tidak menelpon ku?


Bukannya tempo hari tante bilang kalau kamu mau balik ke sini, pasti telepon aku dulu untuk meminta ku menjemputmu?


Sekarang tiba-tiba aja kamu udah di sini.

__ADS_1


Jadi gak seneng nih aku udah balik???


Gak lah Na.


Justru aku seneng banget malahan.


Tapi Na ..


Tapi apa Ta?


Kenapa kamu mendadak terlihat pucat?


Apa Felix udah mempermainkan perasaanmu?


Mana Felix, biar ku beri pelajaran dia.


sahutku sambil berdiri mencari-cari keberadaan Felix


Bukan .. bukan tentang Felix sih Na.


Lebih tepatnya tentang Andika.


Andika??? Memangnya Andika kenapa Ta?


Apa dia baik-baik saja sekarang?


Tenang Na ..


Andika baik-baik saja.


(di tariknya tanganku agar aku duduk kembali)


Hanya saja sekarang dia sudah tidak sekolah di sini lagi.


Semenjak kamu menghilang, Andika sudah pindah keluar negeri bersama dengan keluarga nya.


Aku dan Felix juga kaget mendengar berita ini.


Bahkan kami pun belum sempat meminta penjelasan dari nya dengan keputusannya ini.


Maaf ya Na ..


Mendengar penjelasan Okta, aku pun mencoba terlihat tegar dan kuat di depannya.


Aku tidak mau membebani pikiran sahabatku lagi dengan masalah ku dan Andika.


Sambil membusungkan dada dan menghela nafas panjang, aku pun memberanikan diriku untuk berkata :


'Aku gak apa-apa Okta.'


Semua sudah di atur oleh yang di Atas.


Mau memaksa bagaimanapun kita tidak bisa berbuat apa-apa.


Kamu beneran gak apa-apa Na???


Iya Ta. (sambil tersenyum manis)


Entah mengapa aku tidak merasa sedih ataupun kesal terhadap Andika karna pergi dari sini tanpa pamit terlebih dahulu sama aku.


Mungkin karna aku juga masih merasa bersalah atas kejadian penculikanku yang melibatkannya.


Andika, maafkan aku yang sudah banyak merepotkanmu.


Terima kasih sudah mau jadi sahabatku dan memberikan hatimu untukku.


Maaf jika aku masih belum bisa menerima mu menjadi kekasihku ..


Di manapun kau berada saat ini,


semoga kau selalu berbahagia .. Andika ..


Kring .. kring ..


Bel telah berbunyi, menandakan bahwa pelajaran pertama akan segera di mulai sebentar lagi.


Bersama'an dengan bunyi bel tadi,


lamunanku tentang Andika saat ini telah sirna.


Sekarang waktunya untukku kembali fokus ke pelajaran hari ini.


Akupun menyemangati diriku sendiri.


Semangat Nana ..

__ADS_1


Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin.


__ADS_2