Pacar Taruhan

Pacar Taruhan
80) PoV Andika - Berkata jujur


__ADS_3

Saat sedang asyik berbincang dengan Nana,


tiba-tiba aku melihat Melisa calon tunanganku datang.


" Melisa .. ??? "


sapaku


Nana yang mendengarku memanggil nama Melisa,


spontan ia menoleh ke arahnya.


" Hai sayang.


Oh ya, kalian tidak keberatankan kalau aku ikut bergabung makan di sini dengan kalian? "


sahut Melisa sambil tersenyum


" Tentu saja tidak sayang.


Ayo duduk di dekatku sini. "


ajakku


" Makasih ya sayang.


Oh ya sayang, kenapa kamu makan malam di sini tapi tidak mengajakku?


Dan siapa perempuan ini?


Mengapa dia yang menemanimu di sini? "


tanya Melisa heran


" Hai, kenal'in namaku Nana. "


sapa Nana sambil mengulurkan tangan kanan


" Hai, aku Melisa.


Oh ya, apa kamu sudah tahu kalau aku dan Andika besok sudah akan bertunangan?


Jadi tolong kamu tinggalkan kami sekarang,


atau kamu lebih suka di pandang orang sebagai pelakor? "


ucap Melisa sinis


" Sayang, tolong jangan bersikap sepeti itu dengan Nana. "


ucapku sambil memandanginya


" Hai Na, sori banget ya kita telat nih.


Kamu sama Andika gak nunggu lamakan? "


sahut Okta sambil menurunkan tangan kananku


" Iya Ndika, sori banget ya.


Soalnya tadi kita mampir ke supermarket dulu,


jadi telat deh sampai sini.


Astaga, karna kita datangnya terlambat,


jadinya reuni kita malam ini juga jadi terlambat.


Sekali lagi sori ya Ndika .. "


ucap Felix


Dengan segera aku mengangguk sebagai tanda sudah memahami maksud kedatangan mereka ke sini.


Karna tak ingin ada perselisihan di antara Melisa dan Nana, jadi akupun mengikuti alur perkataan Felix dan Okta.


" Oh ya Na, apa kamu dan Andika sudah pesan makanan? "


tanya Okta


" Ta, sepertinya nafsu makanku sudah hilang sekarang.


Apa bisa kita kembali ke kamar saja? "


ucap Nana sambil memegang tangan Okta


" Oh, aku tahu kenapa nafsu makanmu hilang.


Pasti karna ada seseorang yang tidak tahu malu yang hanya asal menuduhmu tadi.


Hm, nafsu makanku mendadak hilang juga.


Ya sudah, ayo kita kembali ke kamar saja. "


ajak Okta


" Tapi Na, kamu belum makan apapun tadi.


Kita makan sama-sama ya sebentar di sini.


bujukku karna merasa kuatir padanya


" Sori Ndika. "

__ADS_1


sahutku dengan meninggalkan tempat dudukku


" Na, tolong makanlah dulu sebentar.


bujukku dengan berdiri menghadang di depannya


" Ndika, kenapa kamu malah ngurusin perempuan gak jelas ini sih?


'Kan masih ada aku di sini yang bisa nemani kamu makan malam? "


jawab Melisa


" Aku gak bakal sakit Ndika hanya karna gak makan di sini.


Tapi tolong kamu beri penjelasan pada calon tunanganmu ini agar dia tidak asal menyebut perempuan lain sebagai pelakor.


Dan satu hal lagi yang perlu kamu tahu,


akupun juga sudah ada calon tunangan.


Jadi kamu sudah mengerti maksudku 'kan? "


terang Nana sambil pergi meninggalkanku


" Ndika, lebih baik kamu ajari dulu tentang sopan santun sama calon tunanganmu itu ya.


Kalau enggak, ke depannya aku gak bakal bersikap lunak lagi padanya. "


ucap Okta sambil menepuk pundakku


Kemudian Nana, Okta, dan Felix pergi meninggalkan tempat ini.


" Ayo duduk sayang.


Kamu mau pesan makan apa? "


ucap Melisa dengan tenang


" Terserah kamu saja sayang. "


sahutku dengan segera duduk di sebelahnya


Selesai memesan makanan,


sambil menunggu makanannya siap,


akupun mencoba menjelaskan semuanya pada Melisa.


" Sayang, kamu kenapa bisa ada di sini?


Kalau kamu mau ke sini 'kan bisa minta aku jemput tadi.


Oh ya, persiapanmu untuk pertunangan kita besok apa sudah selesai semua? "


Mendadak kini Melisa menjadi diam dan tak menjawab satupun dari pertanyaanku barusan.


" Sayang, jawab dong, jangan diam aja seperti itu.


Kalau kamu masih memilih diam terus-menerus,


lebih baik aku pergi saja sekarang. "


gertakku


Dengan cepat Melisa menahan tanganku yang akan pergi meninggalkannya.


Melihat ia meresponku barusan,


akupun duduk kembali ke tempat dudukku.


" Sayang, apa kamu masih marah padaku? "


tanyaku dengan memandanginya


" Apa masih perlu kamu bertanya seperti itu?


Sekarang mana ada perempuan yang tidak marah dan cemburu saat melihat pacar yang juga merupakan calon tunangannya sedang makan malam berdua dengan perempuan lain? "


sahut Melisa dengan memalingkan wajahnya dariku


" Sayang, tolong dengarkan dulu penjelasanku ya.


Setelah itu terserah kamu.


Kamu mau marah, mau tampar aku,


mau maki-maki aku, mau putus sama aku,


aku sudah siap menerima semuanya. "


bujukku


" Oke, aku hanya beri kamu waktu 10 menit untuk menjelaskan semuanya. "


sahut Melisa sinis


" Sayang ..


Sebenarnya aku dan Nana dulunya adalah teman sekelas saat aku masih berada di kota N.


Begitu juga dengan lelaki dan perempuan yang bersama dengan Nana tadi.


Mereka semua juga adalah teman sekelasku.

__ADS_1


Mereka memintaku untuk datang ke sini untuk merayakan pertunangan kita besok.


Juga sekalian untuk reuni bersama,


karna kami sudah lama tidak bertemu.


Tidak mungkinkan kalau aku tidak memenuhi permintaan mereka itu?


Karna merekapun sudah datang jauh-jauh dari kota N untuk melihat moment bahagia kita besok. "


jelasku dengan masih memandanginya


" Tetapi mengapa aku tadi melihat perhatian dan perlakuanmu pada Nana sangat berbeda dengan perlakuanmu terhadap teman-temannya?


Apakah masih ada yang kamu sembunyikan dariku sayang?


Sebelum kita bertunangan besok,


aku ingin kamu jujur terhadapku tentang Nana.


Apakah kamu mencintainya? "


tanya Melisa dengan mata berkaca-kaca


" Ehem .. hmm ..


Mungkin ini memang saat yang tepat untuk menceritakan masa laluku padamu sayang.


Sebenarnya Nana adalah cinta pertamaku.


Aku memang mencintainya, tapi itu dulu.


Belum sempat menerima jawaban dari Nana tentang perasaannya padaku,


aku terpaksa memenuhi keinginan kedua orangtuaku untuk pindah ke negara ini dan berpisah darinya.


Akupun belum sempat mengucapkan selamat tinggal dengannya, karna waktu itu ia masih belum di temukan sesaat setelah dirinya di culik. "


" Apa??? Di culik???


Aku tak tahu kalau ia pernah mengalami hal buruk seperti itu?


Maafkan aku sayang, aku tak bermaksud untuk .. "


ucap Melisa gelisah


" Tidak apa sayang.


Aku sudah bisa menceritakan masa laluku padamu,


itu sudah membuatku lega.


Sayang, yang aku inginkan saat ini adalah agar kalian dapat berteman baik dan tidak pernah salah paham lagi.


Tadi kamu juga sudah mendengarnya bahwa iapun sudah memiliki calon tunangan.


Jadi sekarang kita sudah memiliki masa depan kita masing-masing.


Dan tidak mungkin bagi kita untuk kembali ke masa lalu.


Perasaanku padanya kini hanyalah sebatas teman baik saja.


Sedangkan rasa cinta dan sayangku,


semuanya hanyalah milikmu seorang. "


ucapku sambil mencium tangannya


" Iya sayang. Aku percaya sama kamu.


Dan aku janji akan meminta maaf pada Nana saat bertemu dengannya besok.


Semoga kelak kita berdua juga dapat berteman baik dan tidak ada kesalahpahaman lagi. "


jawab Melisa sambil tersenyum


" Itu baru pacar kesayanganku.


Ups, maaf ..


Maksudku adalah calon istri tersayangku. "


ucapku sambil mengedipkan mata


" Permisi .. makanan yang anda pesan sudah siap.


Jika sudah tidak ada yang diperlukan lagi,


saya permisi dulu.


Selamat menikmati. "


sapa seorang pelayan padaku


" Terima kasih. "


ucapku bersama'an dengan Melisa


Kemudian kamipun segera menyantap makanan ini. Dan suasana di antara kami sudah berubah menjadi hangat kembali.


Dengan aku menceritakan semuanya pada Melisa,


semoga kelak tidak akan timbul rasa tidak percaya di antara kami di dalam hubungan ini.

__ADS_1


Justru sebaliknya, semoga kelak kami semakin terbuka satu sama lain tentang semua hal dan tidak ada lagi yang di sembunyikan di antara kami.


__ADS_2