
Malam berlalu begitu cepat ..
Pagi ini aku berangkat ke sekolah sendirian, karna aku tahu Okta pasti bangun nya kesiangan. Jadi aku tidak mau merepotkan nya untuk menjemput ku hari ini.
Setiba nya di sekolah, aku belum melihat mobil Okta.
Ku harap dia tidak terlambat hari ini.
Karna mungkin mereka semua tadi malam pulang nya juga sampai larut malam.
Aku pun berjalan melewati gerbang sekolah, saat hendak masuk ke lapangan sekolah ..
tin .. tin .. tin ..
Ada bunyi klakson yang mengagetkan ku.
Seketika aku menoleh ke belakang hendak melihat siapa gerangan yang mengagetkan ku pagi ini.
Saat kaca mobil di buka, betapa terkejut nya aku.
" Woi, bisa minggir gak? Emang jalanan ini punya nenek moyang mu apa? "
Seketika aku pun menyinggir dari jalan.
Ya ..dia adalah lelaki yang ku temui saat hendak masuk kamar mandi kemarin malam sewaktu berada di resto bersama dengan teman-teman ku.
Apakah dia anak baru? Atau salah satu kakak kelas ku di sekolah ini? Mengapa aku tak pernah melihat nya ya?
" Woi, pagi-pagi udah ngelamun. Gak baik tahu buat anak gadis baik kayak kamu. " sapa Andika
" Oh, hai Ndika. "
" Kamu kenapa Na, kok keliatan nya takut gitu? "
" Eng .. enggak apa-apa kok Ndika. Yuk masuk kelas. "
" Hm, tumben hari ini kamu gak di temenin sama bodyguard cewek mu? "
" Bodyguard apa'an sih. Jangan bercanda ah, gak lucu tau. Dia itu kan sahabat ku, Okta nama nya. "
" Hahahahahaha .. karna dia kan selalu nempel aja sama kamu. Di mana ada kamu pasti ada dia, jadi wajar kan kalau aku mengira dia itu bodyguard mu. "
" Tuh kan mulai lagi. Jangan sebut-sebut bodyguard ku lagi. Ingat ya, nama nya tuh Okta. Kalau kamu masih bilang Okta bodyguard ku, nanti aku gak mau temenan lagi sama kamu. "
" Iya .. iya .. maaf deh Na. "
Tanpa terasa kami pun sudah sampai di dalam kelas.
Aku pun segera berjalan di tempat duduk ku, dan Andika masih saja mengikuti ku.
Sampai akhir nya aku pun duduk, namun Andika sekarang malah ikut duduk di bangku sebelah kanan ku yang seharus nya adalah tempat duduk nya Okta.
" Lho Ndika, kok kamu duduk di sini sih? Ini kan tempat nya Okta, tempat mu kan ada di depan sana. "
" Hm, apa boleh buat soal nya nyaman banget Na duduk di sebelah kamu. Boleh kan aku duduk di sini sebentar aja sambil kamu nunggu Okta datang. "
" Oke, tapi janji ya kalau Okta udah dateng kamu langsung balik ke tempat duduk mu. Nanti aku gak enak sama Okta kalau tau tempat duduk nya di tempati orang lain. "
__ADS_1
" Siap bos. "
" Oh ya Ndika, gimana lebam di pipi mu? Apa masih sakit? tanya ku sambil mengamati wajah Andika
" Asyik .. asyik .. aku dapat perhatian nih dari Nana. "
" Iih, apa'an sih. Ya udah aku gak tanya lagi deh kalau gitu. " sahut ku sambil memalingkan muka
" Jangan ngambek gitu dong, nanti cantik nya hilang lho. "
" Tau ah .. "
kring .. kring ..
bel masuk sekolah sudah berbunyi, namun Okta masih belum datang juga. Okta ke mana ya, kok belum datang. Aku jadi semakin risau. Karna kalau Okta tidak masuk, Andika pasti gak mau pindah dari sini.
Kebetulan guru yang mengajar di mata pelajaran masih belum datang, aku dengan segera meraih ponsel ku hendak menelpon Okta.
Saat hendak ku tekan tombol hijau untuk menelpon, ternyata Okta sudah berdiri di depan kelas, dan dengan berlarian hendak masuk dengan cepat ke dalam kelas.
Fiuh, betapa lega nya aku.
Ku lihat Andika pun bergegas menuju tempat duduk nya, sembari Okta masih berlarian menuju ke arah ku.
" Ta, kok kamu telat dateng nya? Aku kira kamu tadi gak masuk. "
" Heh .. heh .. heh .. (terdengar nafas Okta yang tak beraturan)
Biasa Na, tadi aku bangun kesiangan lagi.
Alarm di ponsel ku, semalam lupa tak nyala'in.
Heh .. heh .. heh .. (Okta masih mengatur nafas nya)
Aku pasti masuk dong, kan ada seseorang yang janji mau cerita sama aku soal kejadian semalam tadi. "
" Hehehehehehe .. sori Ta, tadi aku gak telpon takut kamu masih repot. Oh ya, kamu masih ingat juga Ta sama janji ku. " jawab ku sambil tersenyum
Okta pun mengangguk dan segera meminum air mineral yang di bawa nya tadi.
Kasian dia terlihat begitu kelelahan setelah berlarian tadi.
" Selamat pagi anak-anak. "
" Selamat pagi Pak. "
" Hari ini kita mulai belajar nya, tolong semua nya buka buku paket kalian di halaman pertama. "
Kami semua segera melaksanakan instruksi dari Bapak guru. Dengan tenang dan teratur kami semua fokus memperhatikan penjelasan yang di berikan beliau.
kring .. kring ..
bel sekolah berbunyi menandakan jam pelajaran pertama telah usai.
" Sebelum Bapak meninggalkan ruang kelas, nanti di rumah kalian tolong kerjakan tugas yang sudah Bapak bagikan tadi. Besok saat ada jam pelajaran Bapak lagi, semua harus sudah selesai mengerjakan nya. Agar Bapak dapat memeriksa nya. "
Dengan cepat kami pun sudah berganti guru lain untuk mengisi mata pelajaran selanjutnya.
__ADS_1
Jam pelajaran kedua pun di mulai 👩🏫
" Selamat pagi anak-anak. "
" Selamat pagi Bu. "
" Hari ini kita akan belajar tentang anatomi tubuh.
Tolong semua perhatikan penjelasan Ibu, agar nanti bisa mengerjakan soal-soal latihan yang sudah Ibu siapkan. "
Kami semua masih tetap tenang dan teratur mengikuti pelajaran ini. Tak lama kemudian ..
" Na .. na .. " bisik Okta
" Apa Ta? Jangan ganggu ah, udah-udah ayo perhatikan penjelasan Bu guru. "
" Hm, ya udah deh. Pada hal aku lagi bosen nih. "
(sambil Okta memalingkan wajah nya ke arah luar jendela)
" Na .. Na .. lihat tuh ada cowok ganteng tau. "
(kata Okta sambil menepuk-nepuk tangan ku)
Walau enggan menuruti Okta, tapi akhirnya aku pun melihat ke arah luar jendela sesuai arahan nya.
Dan aku mulai di kejutkan dengan sosok lelaki ini.
Dengan segera aku menutup wajah ku dengan buku agar tak terlihat oleh nya.
" Na, kamu kenapa? Kok kayak orang ketakutan gitu sih habis ngeliat cowok itu? "
" Hm, nanti aja ya Ta tak cerita'in. Sekarang aku gak mau dia ngeliat aku ada di sini. "
" Tenang aja, orang nya udah pergi jauh kok. "
" Fiuh, selamat juga akhir nya. "
jawab ku lega sambil membuang nafas panjang
kring .. kring ..
bel sekolah berbunyi kembali, sekarang waktu nya untuk istirahat.
Tak lama kemudian Felix menghampiri Okta yang masih duduk di samping ku.
Setelah itu di susul oleh Andika yang juga datang menghampiri ku.
" Yuk ke kantin sama-sama. Udah laper nih " ajak Okta
" Oke. " sahut ku, Andika dan Felix bersama'an.
Kami pun berjalan bersama-sama menuju kantin.
Saat asyik berbincang-bincang untuk menentukan pilihan menu makan kali ini, tiba-tiba ...
Tunggu episode selanjut nya ya 😉
__ADS_1
Pasti nya akan ada kejutan-kejutan menarik dari author 😇
Jangan sampai ketinggalan ..