Pacar Taruhan

Pacar Taruhan
8) Surprise dari Okta


__ADS_3

Drtt .. drtt .. drtt .. drtt ..


Ponsel ku telah bergetar dari tadi tanpa ku hiraukan sedikit pun. Karna badan ku masih lemas untuk di gerakkan.


Drtt ..drtt ..drtt ..drtt ..


Hais, siapa sih gangguin aja aku lagi tidur.


Setelah ku lihat layar ponsel ku, ternyata ada 30 panggilan tak terjawab dari Okta.


Kaget bukan main diri ku ini, dengan cepat nya aku menelpon balik Okta.


Tut .. tut .. tut ..tut ..


Ayo angkat Okta, kenapa belum kamu angkat.


Aku pun mulai merasa bersalah lagi pada Okta.


Hm, udah jam berapa ya kok udah gelap gini.


Ku lihat jam di dinding kamar ku, ternyata sudah pukul 6 sore. Aku pun segera beranjak dari tempat tidur ku menuju kamar mandi. Karna setelah ini pasti mama memanggil ku untuk makan malam.


Dengan secepat kilat ku selesaikan mandi ku, agar semua orang tak menunggu ku terlalu lama. Karna aku tahu, semua pasti sudah kelaparan.


Tanpa menunggu mama memanggil ku, dengan sendiri nya aku pun bergegas turun hendak membantu mama menyiapkan makam malam.


Setiba nya aku di ruang makan, terlihat semua sudah berkumpul di sana.


" Ayo makan sayang, semua sudah menunggu mu. Tadi mama mau membangunkan mu, tapi mama gak tega, karna melihat mu tidur begitu pulas nya. "


" Maaf ya ma, tadi Nana bener-bener kecapekan. Karna MoS nya begitu menegangkan bagi Nana. "


" Iya sayang sudah tidak apa-apa. Ayo makan nanti keburu dingin makanan nya. "


Akhir nya pun kami makan bersama-sama dengan begitu tenang nya.


Tak lama kemudian semua pun selesai makan.


Seperti biasa aku membantu mama mencuci piring dan membersihkan meja makan. Sedangkan mama ku menyiapkan teh dan susu hangat untuk kami di ruang keluarga.


Selesai beres-beres, aku pun menuju ke ruang tamu hendak mengunci pintu rumah. Karna semua sudah berkumpul di ruang keluarga.


Tiba-tiba saat aku hendak menutup pintu, ada tangan yang menahan pintu ku dari arah depan.


Dengan kaget nya aku langsung melangkah mundur.


" Si .. si .. siapa ya? " tanya ku dengan terbatah-batah.


" Surprise Nana " sahut Okta di depan pintu rumah ku

__ADS_1


" Okta .. ya ampun , bener-bener kaget lho aku.


Mari-mari masuk. "


" Malam Nana " sapa kedua orangtua Okta


" Selamat malam om dan tante "


sapa ku sambil mencium tangan mereka


" Silahkan duduk om, tante, sebentar Nana ambilkan minum. "


" Tidak perlu repot-repot nak. Duduk sini sama kami. Udah lama om sama tante gak ketemu nak Nana. Apa kabar nya ni sekarang? " tanya papa Okta


" Baik om, kalau om sama tante apa kabar juga? Gimana pekerjaan nya? Lancar semua kan di sana? " sahut ku dengan begitu banyak pertanyaan yang membuat mereka tersenyum kecil


Karna aku memang tidak pandai berbasa-basi, jadi pasti aku terlihat kikuk bagi mereka.


" Semua nya lancar Nak. Kami sengaja pulang lebih cepat karna sudah kangen sama Okta. Sekalian mau syukuran kecil-kecilan karna kami sudah setaun pindah ke sini. Oh ya, apa Okta nakal selama di sekolah nak? "


" Huh, apa'an sih papa. Kan Okta bukan anak kecil lagi, masa iya masih nakal? Okta sekarang kan udah jadi anak baik, iya kan Na? "


sahut Okta sambil menoleh ke arah ku


Hm, lega rasa nya Okta kembali mengingat ku.


Karna ku kira dia sedang ngambek sama aku.


" Iya Na gak apa-apa. Aku tadi nelpon kamu waktu liat WA mu. Tapi aku pikir kamu yang lagi ngambek jadi gak angkat telpon ku. Terus waktu kamu telpon balik, aku sengaja gak angkat. Karna mau kasih kamu surprise dengan kami dateng mendadak ke sini. Kalau aku angkat nti pasti ketahuan dan gak surprise lagi, begitu lah cerita nya Na. "


" Oh, gitu toh. Oke deh Okta. "


" Nak Nana, ini ada sedikit buah tangan dari kami untuk Nana sekeluarga. Tolong di terima ya. "


kata mama nya Okta sembari menyerahkan bingkisan-bingkisan yang di bawa nya dari tadi


" Terima kasih om-tante. "


" Sama-sama nak Nana "


serentak jawaban dari papa dan mama nya Okta


Mama yang sudah menunggu lama kedatangan ku di ruang keluarga untuk berkumpul, akhirnya menyusul ku ke ruang tamu. Karna ingin memastikan kalau tidak terjadi apa-apa pada ku.


" Selamat malam Bu Linda " sapa orangtua Okta


" Selamat malam Pak Budi dan Ibu Indah "


sahut mama ku sambil menjabat tangan orangtua Okta

__ADS_1


" Maaf kami kemari tanpa pemberitahuan terlebih dahulu, karna Okta mau beri kejutan untuk Nana kata nya tadi. " terang mama nya Okta


" Tidak apa-apa Bu, saya malah seneng Bapak sama Ibu bisa mampir di rumah kami yang sederhana ini. "


" Makasih ya Bu Linda, sudah menyambut hangat kedatangan kami. " sambung papa nya Okta


" Sama-sama pak. Tapi maaf, kebetulan hari ini suami saya sedang lembur kerja. Jadi pulang nya agak terlambat dan tidak bisa menemui Bapak dan Ibu. "


" Tak apa Bu, nama nya juga kerja. "


jelas papa nya Okta


Saat orangtua kami sedang asyik mengobrol, Okta mengajak naik ke kamar ku. Dan kami pun berpamitan pada mereka untuk pergi ke kamar ku.


" Okta, kamu beneran cuma demi kasih surprise ini ke aku sampai cuekin aku gitu? Atau aku ada salah ya sama kamu? "


" Iih, kalau kamu kayak gini bikin aku jadi gemes lho sama kamu. "


kata Okta sambil mencubit pipi ku


" Ah, serius dong Ta. Kamu bikin aku kaget aja. "


" Iya iya sayang, maaf deh kalau sikap ku membuat mu jadi cemas begitu. Tadi aku gak bermaksud cuek sama kamu. Tapi karna Felix yang menelpon ku saat di rumah, jadi aku gak bisa membaca WA mu. "


terang Okta


" What? Felix? Cie .. cie .. udah sampai mana ni hubungan kalian? Apa jangan-jangan kalian sudah jadian ya? " ledek ku ke Okta


" Hust, jangan keras-keras nanti orangtua ku dengar Na. Hehehehehehe


Sebenar nya kami masih berteman Na, tapi gak tahu ke depan nya gimana. Kan yang penting di jalani aja dulu. "


" Iya deh Ta, tapi janji ya kalau sampai kalian jadian aku gak mau di cuek'in lho ya. Karna cuma kamu sahabat ku satu-satu nya Ta. "


" Oke deh sahabat ku. Aku janji nanti bagi waktu ku buat sahabat ku dan kekasih ku kelak. Oh ya, ni aku bawa sesuatu buat kamu sebagai hadiah setahun persahabatan kita. Makasih ya Na kamu udah sabar menghadapi sahabat yang cerewet banget kayak aku. "


" Wah makasih ya Ta. Semoga persahabatan kita awet sampai kapanpun ya. Amin .. Amin .. "


" Iya Na. Amin. "


Tak lama kemudian Okta dan kedua orangtua nya pun berpamitan pulang. Aku dan mama ku mengantar mereka sampai di pintu depan rumah. Sedangkan adik-adik ku sudah tertidur karna memang saat ini sudah agak larut malam.


Malam ini aku bisa tidur dengan tenang, karna masalah ku dengan Okta hanyalah sebuah kesalahpahaman saja.


Dan kini semua nya sudah kembali seperti semula.


Sama seperti hadiah yang Okta berikan padaku, yaitu sebuah kotak musik yang di dalam nya ada dua patung perempuan yang adalah sepasang sahabat yang sedang bergandengan tangan, dengan berbagai macam hiasan lampu warna-warni, yang di iringi dengan sebuah musik klasik kesukaan ku.


Seakan menyakinkan ku bahwa semua nya pasti

__ADS_1


baik-baik saja seiring dengan berjalan nya waktu persahabatan kami.


__ADS_2