Pacar Taruhan

Pacar Taruhan
30) Anak lelaki Ibu Margaret


__ADS_3

Setelah selesai menelepon mama nya, Nana dengan perlahan berjalan menghampiri Ibu Margaret.


Sampai di dapur, Nana tidak melihat sosok Ibu Margaret di sana. Namun yang terlihat banyak peralatan dapur dan peralatan makan yang masih kotor. Dengan segera Nana membersihkan semua nya, karna di rumah Nana juga sudah terbiasa melakukan nya. Tak butuh waktu lama bagi Nana untuk menyelesaikan semua nya.


Tiba-tiba Ibu Margaret menepuk pundak Nana dan tersenyum hangat pada nya.


Ma .. maaf Bu, saya membersihkan ini semua tanpa ijin terlebih dahulu sama Ibu tadi. Saya masuk dapur untuk mencari Ibu, tapi Ibu tidak ada. Kemudian saya melihat banyak barang yang berserakan dan segera saya bersihkan.


Iya nak. Tidak apa-apa.


Terima kasih sudah mau membantu Ibu.


Oh ya, apa keluarga mu di sana sudah tahu kalau kamu berada di sini nak?


Sudah Bu. Terima kasih banyak atas bantuan nya.


jawab Nana sambil tersenyum


Oh ya, kamu sekarang mandi dulu ya.


Nanti Ibu ajak kamu berkeliling di desa ini, sekalian memperkenalkan mu sama warga-warga di sini.


Iya Bu terima kasih.


Tapi Bu, apa boleh saya menginap di sini beberapa hari lagi sampai tubuh saya sudah pulih sepenuh nya?


Tentu boleh sayang.


sahut Bu Margaret sambil memeluk Nana


Terima kasih banyak Bu.


Iya sayang sama-sama.


Ayo buruan mandi sana, baju ganti nya sudah Ibu siapakan di atas tempat tidur mu ya. Nanti kalau sudah selesai mandi nya temui Ibu di halaman depan.


Setelah itu kita bisa berkeliling desa ini.


Baik Bu ..


dengan perlahan Nana pergi menuju kamar nya


Beberapa menit kemudian Nana sudah siap berkeliling desa ini di temani oleh Ibu Margaret.


Nana yang mengenakan kaos berwarna pink dan rok renda yang panjang nya selutut terlihat begitu menawan seperti seorang bunga desa.


Ibu Margaret yang melihat penampilan Nana begitu bahagia dan memuji kecantikan Nana.


Sudah siap sayang? Kamu terlihat cantik nak. Meskipun hanya mengenakan pakaian yang biasa-biasa saja, namun kecantikan mu tidak berkurang sedikit pun. Ya sudah, yuk kita berangkat sekarang.


Biar tidak kesiangan nanti.


Nana pun kembali tersenyum dan mengikuti langkah kaki Ibu Margaret. Walau kedua lutut nya masih terasa sedikit nyeri, tapi Nana memaksakan diri nya untuk tetap kuat dan melatih lutut-lutut nya agar kembali kuat untuk berjalan.

__ADS_1


Setiap kali mereka bertemu dengan para warga di sana, Nana tak enggan untuk bersalaman dan memperkenalkan diri nya. Juga tak lupa Nana selalu mengucapkan terima kasih setiap kali hendak berpamitan. Hal ini membuat Nana di sukai oleh para warga di sini. Selain karna kecantikan nya, Nana juga di sukai karna sopan santun nya pada mereka.


Karna bagi mereka biasa nya anak dari kota pasti selalu sombong dan semena-mena pada orang-orang di desa. Terutama pada orang-orang tua di sana.


Itulah alasan mengapa Nana di nilai berbeda oleh mereka semua.


Sekarang tiba saat nya bagi Nana dan Ibu Margaret untuk pulang. Sesampai nya di rumah, Nana membantu Ibu Margaret memasak makan siang untuk keluarga nya.


Nak, waktu itu mengapa kedua lutut mu terluka begitu parah dan kamu terlihat begitu ketakutan saat bangun tadi pagi?


Sebenar nya waktu itu saya sedang di culik.


Tapi yang mereka minta bukanlah uang tebusan, melainkan untuk sebuah balas dendam.


Balas dendam? Maksud nya apa nak?


Iya Bu, malam sebelum saya di culik terjadi perkelahian antara teman lelaki saya dengan orang yang baru kami temui di sebuah restoran.


Karna merasa kalah dan belum puas, jadi ia menculik saya agar bisa melampiaskan kemarahan nya pada teman lelaki saya itu. Namun mereka gagal, saya berhasil melarikan diri. Tetapi sayang nya saya tidak tahu apakah teman saya itu sudah datang menemui mereka. Saat saya sudah di tengah perjalanan mencari bala bantuan, tiba-tiba saya mendengar suara tembakan di udara. Saya sempat berfikir apakah itu tembakan yang mereka tujukan pada teman saya.


Dengan cepat saya kembali berlarian mencari bala bantuan secepat nya. Namun karna sedang hujan dan saya kurang hati-hati, akhir nya saya pun terpeleset.


Tanpa menghiraukan luka-luka di kedua lutut saya, dengan perlahan saya berdiri lagi dan berjalan mencari bala bantuan. Tetapi mungkin karna tenaga saya sudah habis, jadi tanpa sadar saya pun terjatuh kembali. Dan saat membuka mata saya sudah berada di sini.


Kasian kamu nak, semoga teman mu itu tidak apa-apa ya sayang.


Aku pun mengangguk tanda mengiyakan perkataan Ibu Margaret tadi.


Sejenak aku pun melamun memikirkan bagaimana keadaan Andika saat ini. Sudah beberapa hari aku belum memberi nya kabar. Semoga kau baik-baik saja Andika.


Namun aku masih belum melihat satu orang pun yang di rumah ini.


Maaf Bu, apakah suami Ibu akan pulang hari ini?


Atau kita sedang menunggu anak Ibu untuk makan siang nanti? Karna dari tadi saya tidak melihat orang lain selain kita berdua saja di sini.


Ibu Margaret hanya tersenyum menjawab semua pertanyaan ku.


Tiba-tiba terdengar suara lelaki dewasa dari arah ruang tamu yang sedang memanggil-manggil Ibu Margaret. Kami pun segera menuju ruang tamu hendak melihat siapa gerangan yang datang kemari.


Ibu ..


sapa seorang lelaki dewasa di depan ku sambil mencium tangan Ibu Margaret


Kamu datang tepat waktu nak. Baru saja Ibu selesai menyiapkan makan siang. Oh ya, bagaimana perjalanan mu tadi? Pasti capek ya?


Kamu duduk dulu di sini, Ibu ambil air minum dulu buat kamu.


Saat Ibu Margaret hendak melewati ku, ku tarik tangan nya. Aku pun berbisik untuk membiarkan aku saja yang mengambil air minum untuk nya.


Ibu Margaret pun menyetujui nya.


Dengan segera aku berjalan menuju dapur, karna pikir ku untuk apa aku berada di ruang tamu bersama dengan lelaki yang tak ku kenal. Lebih baik Ibu Margaret saja yang menemani nya di sana.

__ADS_1


Aku pun sudah membawakan segas air putih di atas nampan. Saat sampai ruang tamu, aku segera menaruh nya di atas meja. Setelah itu, aku pun berbalik badan hendak kembali ke dalam kamar.


Namun Ibu Margaret meminta ku untuk duduk sebentar di sebelah nya.


Nana sayang, kenalkan ini anak Ibu. Nama nya Bagus.


Ia baru saja mendaftar kuliah di kota lain dan hari ini kebetulan sudah pulang, jadi Ibu bisa memperkenalkan kalian berdua.


Bagus, ini nak Nana.


Ia di tolong oleh ibu-ibu di sini saat hujan kemarin.


Kedua lutut nya masih cedera, mungkin nak Nana akan tinggal beberapa hari lagi di sini. Semoga kalian berdua bisa saling mengenal dan membantu satu sama lain.


Hai, aku Bagus. Salam kenal.


sapa nya sambil menyodorkan tangan nya ke arah ku


Hai, aku Nana. Salam kenal.


jawab ku sambil menyalami tangan nya


Sudah-sudah, perkenalan nya di lanjutkan lagi nanti.


Sekarang waktu nya kita makan.


Semua nya pasti sudah pada lapar kan?


Ayo kita ke ruang makan dan makan sama-sama.


Akhirnya kami pun makan siang bersama.


Aku masih sedikit canggung dengan Bagus.


Aku juga sedikit takut, bagaimana hari-hari ke depan nya jika Bagus juga tinggal seatap denganku.


Meskipun ini adalah rumah nya, tapi aku merasa ini tidaklah pantas bagi kita yang bukan pasangan suami-istri untuk tinggal seatap. Apalagi tidak ada hubungan darah di antara kita. Aku masih merasa takut.


Mungkin sebaiknya aku harus selalu waspada dan menjaga jarak dari nya agar tidak menimbulkan banyak masalah kelak.


Makan siang kami pun sudah selesai.


Aku masih di ruang makan membantu Ibu Margaret membereskan semua nya. Sedangkan Bagus sudah masuk ke kamar nya untuk beristirahat setelah perjalanan jauh.


Setelah selesai beres-beres, aku pun berpamitan pada Ibu Margaret untuk kembali ke kamar. Saat sudah di kamar aku mencoba mencari ponsel ku di dalam tas ransel ku. Sudah beberapa menit, namun ponsel ku masih belum ketemu. Dengan kesal aku keluarkan semua isi tas ku agar aku lebih mudah menemukan ponsel ku. Ternyata ponsel ku telah hilang.


Mungkin terjatuh saat aku pingsan waktu itu.


Ya sudah lah, biarkan saja.


Lebih baik aku istirahat saja sekarang.


Tak lupa ku kunci kamar ku terlebih dahulu, kemudian aku merebahkan tubuh ku di tempat tidur ku.

__ADS_1


Tak butuh waktu lama, aku pun sudah tertidur karna kecapek'an ..


__ADS_2