Pacar Taruhan

Pacar Taruhan
33) Berbelanja di pasar


__ADS_3

Karna masih asyik melamun sambil berjalan, tanpa sadar ternyata kak Bagus sudah berjalan menyusul di samping ku.


Hai, lagi melamun apa nih?


Kok tiba-tiba tadi ninggalin aku gitu aja?


Hm, gak ngelamun'in apa-apa kok kak.


jawab ku sambil tersenyum


Oh ya, lutut mu sekarang apa sudah baikan Na?


Kalau belum biar kakak aja yang belanja di pasar, kamu tinggal kasih aja perincian daftar belanja'an nya.


Jadi kamu bisa istirahat juga di rumah.


Gak apa-apa kak, istirahat di rumah juga lama-lama bosan. Lebih baik di buat latihan jalan-jalan aja biar lutut nya juga cepat pulih. Lagipula kan Nana pingin tahu pasar di sini seperti apa. Siapa tahu ada hal-hal menarik yang Nana belum pernah temui seperti di kota tempat Nana tinggal.


Iya deh, terserah kamu aja Na.


Tapi nanti jangan jauh-jauh dari kakak ya supaya kamu gak tersesat di dalam pasar.


Siap kak ..


sahut ku sambil mengangkat tangan memberi hormat layak nya memberi hormat pada seorang komandan


Sepanjang perjalanan kami selalu berbincang-bincang dan bersenda gurau seperti seorang kakak beradik.


Aku merasa kak Bagus seperti kakak ku Yonathan yang telah kuliah di luar kota. Sudah lama rasa nya aku tidak merasakan kehangatan kasih sayang dari seorang kakak. Ingin rasa nya agar waktu dapat terhenti sekejab untuk dapat ku nikmati bersama dengan kak Bagus saat ini. Tapi itu sangatlah mustahil.


Tanpa terasa kami pun sudah sampai di depan pasar.

__ADS_1


Pasar di sini terlihat lebih ramai dari kota tempat ku tinggal. Begitu ramai nya sampai-sampai untuk berjalan masuk pun harus berdesak-desakan dengan orang yang lalu lalang di depan kami.


Dengan cepat kak Bagus kembali menggenggam tangan kanan ku dan berjalan di sebelah kanan ku, agar aku tidak tertabrak oleh orang lain di sebelah ku.


Kembali jantung ku berdetak tak beraturan, sama seperti waktu Andika pernah menggandeng tangan ku juga di waktu lampau.


Saat jalanan yang kami lalui sudah nampak sepi aku pun memberanikan diri untuk mencoba melepaskan tangan ku dari kak Bagus. Karna tidak begitu sopan kalau di lihat orang, apalagi kami tidak ada hubungan satu sama lain. Yang orang lain tahu bahwa aku hanya lah seorang pendatang baru di desa ini. Jadi aku pun harus bersikap sopan di depan orang-orang.


Melihat ku mencoba melepaskan tangan ku, kak Bagus menoleh ke arah ku. Aku pun langsung tertunduk tak tahu apakah dia akan marah atau meninggalkan ku begitu saja di sini.


Na, apakah kamu merasa tidak nyaman saat ku gandeng tangan mu barusan?


Maafkan sikap ku ya Na, sebenarnya aku hanya tak ingin kamu jauh dari ku dan tertabrak oleh orang lain tadi.


Iya kak tidak apa-apa. Hanya saja tidak enak kalau nanti di lihat orang kalau kita bergandengan tangan terus. Tenang aja kak, aku gak akan jauh dari kakak kok. Aku pasti selalu di samping kakak.


Sungguh Na? tanya Bagus tegas


Hm, maksud ku saat berada di pasar ini aku gak akan jauh dari kakak. Bukan yang lain nya ya kak.


Hat .. hati-hati Na ..


Bruk ..


Lagi-lagi aku menabrak orang di depan ku.


Untung saja kali ini aku tak sampai terjatuh.


Dengan segera aku membalikkan badan ku dan meminta maaf pada nya.


Ma .. maaf ..

__ADS_1


Tidak apa nona cantik.


Saat aku hendak melihat wajah orang di depan ku, tiba-tiba kak Bagus langsung menarik tangan ku dan meninggalkan orang itu begitu saja.


Kak, kenapa tiba-tiba menarik tangan ku?


Enggak apa Na, kakak hanya tak suka dengan orang itu tadi. Kamu jangan sekali-kali berhubungan dengan nya ya.


Dengan tangan yang masih di tarik oleh kak Bagus, aku pun masih penasaran dengan sosok orang yang sudah ku tabrak tadi. Mengapa kak Bagus langsung begitu protektif pada ku. Aku pun menoleh ke arah belakang dan ku lihat wajah nya. Dia pun masih tetap berdiri di sana dan tersenyum ke arah ku.


Wah, ternyata lelaki tampan lain nya yang sudah ku tabrak tadi. Memang benar-benar sudah menjadi hobi baru ku untuk menabrak orang.


gumam ku dalam hati sambil memalingkan wajahku ke arah depan


Kak, biasa nya Ibu Margaret suka makan makanan apa ya? Mungkin sekalian kakak ada saran buat masak menu hari ini.


Kak Bagus masih tetap berjalan tanpa menghiraukan diri ku dan hanya terdiam tak menjawab pertanyaan dari ku.


Ingin ku lepaskan tangan ku dari nya, namun aku takut ia akan bertambah marah jika aku meronta-ronta mencoba melepaskan tangan ku ini.


Kak, berhenti di sini dulu ya.


Aku mau melihat sayur-sayuran ini.


Kami pun berhenti sesaat, ku lepaskan tangan ku dari nya dan segera memilih-milih sayuran yang akan ku beli. Sesekali aku mencuri pandang melihat ke arah nya, ternyata ia masih saja cuek dan marah.


Sebenarnya aku pun tak tahu apa salah ku, tapi aku lebih baik memilih diam saja dan melanjutkan berbelanja ku.


Selesai berbelanja aku pun mengajak kak Bagus pulang. Tanpa ku suruh ia membawa semua kantong belanjaan ku. Namun tetap saja ia masih cuek dan marah pada ku.


Saat dalam perjalanan pulang, aku pun mencoba sekali lagi untuk mengajak nya berbincang-bincang.

__ADS_1


Tapi tetap saja tidak ada tanggapan.


Aku pun bingung bercampur sedih dengan posisi ku saat ini. Tapi ya sudahlah jika seperti ini lebih baik aku diam juga saja lah ..


__ADS_2