
Tak lama kemudian kami melanjutkan perjalanan kami menuju rumah paman yang di sebutkan kak Steven tadi.
Blok demi blok kami lewati.
Rumah demi rumah kami lalui.
Semua nya seakan menuju ke arah rumah ku.
Tidak .. tidak .. aku pasti salah.
Mungkin paman itu adalah tetangga sebelah rumah ku.
(pikir ku dalam hati)
Kemudian mobil kak Steven berhenti.
Seakan jantung ku mau lepas saat ini.
Ku usap-usap kedua mata ku untuk memastikan bahwa ini memang adalah rumah ku.
Ternyata benar ini bukan mimpi.
Aku sudah berada di depan rumah ku saat ini.
Dengan perasaan bahagia bercampur haru,
aku berlari keluar mobil dan dengan cepat memeluk papa ku yang saat ini tengah berdiri di depan pintu rumah.
Papa .. Nana kangen papa ..
ucap ku terisak tangis sambil memeluk nya
Na .. Nana ..
Ini benar kau nak?
Betapa senang nya papa melihat kau sudah kembali ke rumah ini sayang.
Ma, cepat keluar. Nana sudah pulang ma.
teriak papa gembira
Tak lama kemudian mama ku sudah keluar menghampiri ku dan memeluk ku juga.
Sedangkan kak Steven hanya terpaku diam melihat ku dan kedua orangtua ku.
Ia masih tetap berdiri di depan mobil nya, tak berani berjalan menghampiri kami.
Ma, pa, itu adalah teman baru Nana yang sudah membantu mengantarkan Nana sampai di rumah ini dengan selamat.
ucap ku sambil menunjuk ke arah kak Steven
Oh ya? Cepat suruh dia masuk sayang.
Papa sama mama mau mengucapkan terima kasih pada nya karna sudah mau di repotkan oleh anak perempuan kami ini.
kata papa sambil mencubit hidung ku
Aduh .. Sakit ah pa ..
sahutku sambil tersenyum dan berjalan ke arah kak Steven
Kak, mari masuk.
Jangan bingung gitu.
Nanti di dalam baru ku jelaskan semua nya.
Kak Steven yang masih terlihat bingung, tidak banyak bicara dan segera mengikuti ku masuk ke dalam rumah.
Saat sudah berada di ruang tamu,
papa telah menyambut nya dengan pelukan hangat. Sedangkan mama sudah masuk ke dapur untuk membuatkan secangkir teh hangat untuk kami.
Nak, terima kasih banyak ya sudah mau mengantarkan Nana.
__ADS_1
Iya paman sama-sama.
Ayo - ayo silahkan duduk nak.
Jangan malu-malu, anggap saja seperti keluarga sendiri.
Ii .. iya paman.
Oh ya pa, kenalkan ini kak Steven.
Kak Steven ini papa ku.
Apa? Nak Steven?
Anak nya Pak Ngui ya?
tanya papa heran
Iya paman, saya Steven anak nya Pak Ngui.
jawab nya sopan
Jadi sebenarnya papa sama keluarga nya kak Steven sudah saling kenal ya?
Iya sayang, apa kamu lupa?
Ini adalah Steven yang dulu sering datang ke sini bersama dengan keluarga nya.
Kalian dulu begitu akrab, sampai-sampai di manapun kamu berada di situ pasti Steven juga ada.
Sewaktu kamu kecil dulu begitu tomboy,
sampai suatu saat Steven pernah di ganggu oleh anak-anak kompleks perumahan lain,
dan kamu lah yang membantu nya menghajar anak-anak itu.
Sudah ingat kah sayang?
Astaga, kak Steven yang dulu begitu cengeng itu ya?
Pantes aja aku tadi merasa kak Steven bukan orang asing buat ku.
gumam ku dalam hati
Iya pa, sekarang Nana sudah ingat.
Kak Steven yang dulu begitu cengeng itu ya?
Wah, gak kerasa sekarang kita bisa berteman kembali ya kak.
sahutku sambil tersenyum
Jadi, sekarang kalian sudah di pertemukan lagi oleh waktu.
Memang jodoh tidak akan pergi ke mana.
Apa? Papa ngomong apa barusan?
Tidak sayang, mungkin kamu salah dengar tadi.
Setelah itu mama keluar dari dapur dengan membawa nampan berisi teh hangat juga beberapa camilan untuk kami.
Wah, ngobrol nya seru sekali nih.
Pada ngomong'in apa ya tadi?
tanya mama heran sambil duduk di sebelah papa
Ini lho ma, ternyata Steven yang mengantarkan Nana pulang ini adalah anak nya Pak Ngui.
Apa mama ingat?
Anak nya Pak Ngui?
Oh ya mama ingat, yang dulu ke mana-mana selalu minta di temani sama Nana kan?
__ADS_1
Wah, sudah besar kamu sekarang sayang.
Iya tante.
sahutnya sopan
Sudah - sudah, nanti kita lanjutkan lagi berbincang nya.
Silahkan di minum dulu teh nya nak Steven.
papa mengulurkan tangan nya mempersilahkan kak Steven meminum teh nya
Nak, kamu sebaiknya mandi dulu.
Kelihatan kamu begitu kucel.
Malu tuh sama nak Steven.
Iya ma.
Papa, mama, kak Steven, maaf ya Nana tinggal sebentar.
Iya sayang.
Iya Na.
Aku pun bergegas naik ke kamar atas dan mulai memanjakan diri ku di dalam kamar mandi.
Sudah lama rasa nya aku tidak memakai shampo dan sabun yang begitu harum ini.
Setelah puas bermanja-manja di dalam kamar mandi,
aku pun keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk kesayangan ku untuk menutupi tubuh mungil ku ini.
Sedangkan rambut nya yang masih basah ku biarkan terurai begitu saja.
Aku pun bergegas memilih baju di dalam lemari pakaian ku.
Hm, aku harus terlihat cantik hari ini di depan kak Steven.
Sebab kami sudah lama tidak bertemu.
Ternyata dia sekarang sudah begitu tampan dan gagah. Tidak seperti dulu.
Tunggu .. tunggu ..
Ada apa dengan diri ku sekarang.
Aku bukan seperti diri ku sendiri saat ini.
Kenapa aku begitu bahagia ya bisa bertemu kembali dengan nya?
Apa jangan-jangan ini yang nama nya suka sama lawan jenis ya?
Sadar Nana .. sadar ..
Ku tepuk-tepuk kedua pipi ku berulang kali untuk menyadarkan diri ku dari lamunan ini.
Sayang, apa kamu sudah selesai mandi nya?
Kalau sudah cepat turun ya kita mau makan malam di luar bersama dengan nak Steven.
Iya ma, ini sudah selesai.
Sebentar lagi Nana turun ya.
Astaga, kenapa tiba-tiba sekali kami akan makan malam di luar?
Biasa nya papa sama mama jarang banget ngajak aku sama adik-adik ku untuk makan di luar.
Apa karna hari ini mereka kedatangan tamu spesial yaitu kak Steven?
Aku terus bertanya-tanya dalam hati sambil menuruni anak tangga satu persatu menuju ke ruang tamu.
__ADS_1