
Kuda yang di tunggangi Wong Mo Gei dan Cek Pei meingkik keras saat tali pelana di tarik kencang, empat kuda melesat cepat menyibak barisan para pendekar dan para prajurit Kerajaan Yin dan Yang.
Ada semangat di wajah para prajurit melihat Wong Mo Gei dan Cek Pei kembali dalam keadaan baik-baik saja. Apalagi Iblis Kilat kini menjadi abdi Cek Pei setelah di kalahkan dalam pertarungan.
Iblis Kilat yang melihat peluangnya menjadi antek Pangeran Iblis Merah hanya menghancurkan Tujuh Iblis Bumi. Iblis Kilat yang menjadi iblis penantang yang terkenal dalam tujuh sekte iblis.
Tampak di belakang Zhang Shin Ming bersama sang istri Shin Yuan Ma menyusul dari belakang di ikuti oleh Tian Shan dan para pendekar lain termasuk Wang Man Chu tampak memacu kuda mereka cukup kencang.
"Lapor Jendral, pasukan kita melihat pasukan manusia menuju Sekte Batu di pimpin oleh Wong Mo Gei dan para pendekar penguasa roh suci lainnya, yang mengejutkan adalah Iblis Kilat berada dalam barisan prajurit Kerajaan Yin dan Yang, Jendral," lapor seorang prajurit iblis.
"Apa, Iblis Kilat berhianat!" jendral iblis Sekte Kelelawar cukup terkejut mendengar Iblis Kilat menjadi antek pasukan Prajurit Kerajaan Yin dan Yang.
"Siapkan pasukan pasukan kita!" perintah Jendral Iblis Kelelawar.
"Baik, Jendral!" jawab prajurit iblis kelelawar.
"Laporkan hal ini pada Pangeran Iblis Merah!" kata Jendral Iblis Kelelawar pada salah seorang bawahannya. Setelah memberi perintah Jendral Iblis Kelelawar langsung bergerak ke bagian depan barisan para prajuritnya yang berada di barisan depan.
Wong Mo Gei dan Wa Hua, maupun Cek Pei dan Sin Yin langsung menyerbu para prajurit iblis yang mencoba menghadang mereka di pintu gerbang masuk Sekte Batu.
Ke empat pendekar muda Sekte Api itu langsung melompat dari atas kuda mereka sambil menghunus pedang mereka kecuali Wong Mo Gei.
Hiruk pikuk pertempuran pun terjadi, ribuan pasukan iblis tampak berusaha menghadang. Mereka berlompatan dari balik rumah para penduduk. Masih banyak mulut para prajurit iblis yang bernoda darah bekas mereka menyantap hewan ternak para penduduk yang mereka temui.
Iblis Kilat yang langsung di hadang dua iblis raksasa dari klan iblis raksasa kini langsung berhadapan.
"Iblis penghianat, kau harus membayar dengan nyawamu!" bentak salah satu iblis klan raksasa.
__ADS_1
"Ha ha ha....! bawa jendral kalian menghadapiku, kalian hanya mengantar nyawa!" balas Iblis Kilat. Memang dari Iblis Kilat maju tadi para prajurit iblis tak ada yang berani menghadang kecuali dua iblis raksasa dari klan iblis raksasa.
Klan iblis raksasa adalah bagian dari klan iblis biru, namun jumlah mereka tidak begitu banyak. Iblis raksasa dari Sekte Iblis biru termasuk yang mengalami kelainan hormon.
Mereka mempunyai tubuh putih kehitaman tidak seperti rata-rata iblis dari Sekte Iblis biru. Sekte iblis biru termasuk klan iblis raksasa, namun mereka memiliki tubuh lebih kecil jika di banding dengan klan iblis raksasa yang mempunyai tinggi tubuh sekitar lima tombak.
Iblis Kilat langsung melompat sambil mengayunkan senyatanya yang berupa gada berduri. Iblis Kilat adalah iblis yang mampu menukarkan senjata mereka dengan kekuatan tenaga gaib mereka.
Iblis Kilat dengan begitu cepat menyerang dua iblis raksasa yang menghadangnya. Dua iblis raksasa itu juga memakai senjata berbentuk godam besar yang berukuran sebuah batang tombak yang juga memiliki duri tajam di setiap batangannya.
"Hoaaarrrkk.....!" salah satu iblis raksasa itu meraung kesakitan sebelum tubuhnya jatuh terlentang ke tanah. Salah satu iblis raksasa itu tidak sempat menghindar pukulan gada berduri iblis Kilat yang begitu cepat.
Iblis klan raksasa itu harus meregang nyawa dalam satu serangan Iblis Kilat yang mengenai kepalanya. Kepala iblis raksasa itu tampak hancur mengeluarkan darah hitam kebiruan.
"Ku bunuh kau....!" teriak iblis raksasa satunya lagi melihat temanya tewas menggenaskan. Namun Iblis Kilat begitu sigap menangkis serangan gada iblis klan raksasa itu.
Suara dentangan dua gada besar beradu terdengar begitu lantang, para iblis dan para pendekar dari Negeri Yin dan Yang tampak menjauh karena tidak ingin terkena dampak pertarungan dua raksasa iblis itu.
Jendral Iblis Kelelawar tampak tertegun dari kejauhan melihat anggota klan iblis raksasa dari Sekte Iblis biru tewas dalam sekali serangan Iblis Kilat.
Prajurit, sampaikan pada Jendral Iblis Biru. Kirimkan pasukan iblis biru menghadapi Iblis Kilat itu."
"Baik, Jendral!" jawab salah seorang perwira iblis kelelawar, setelah itu perwira iblis kelelawar langsung melesat dengan mengepakkan sayapnya melapor pada Jendral Iblis Biru yang sedang berada dengan Pangeran Iblis Merah.
Sementara Wong Mo Gei dan kawan-kawannya bak singa terluka membantai habis para prajurit iblis yang menghadang mereka. Sejauh ini pasukan prajurit Kerajaan Yin dan Yang masih berada di atas angin, walau sudah banyak prajurit yang terluka bahkan tewas karena bertarung dengan iblis kelelawar yang kebanyakan sudah mempunyai sayap.
"Kakek, tarik mundur prajurit kita yang terluka," kata Wong Mo Gei begitu menjejak kaki di samping Tian Shan.
__ADS_1
"Baik, Cucuku!" jawab Tian Shan sambil menikamkan pedangnya pada salah satu iblis kelelawar yang menyerangnya.
"Wong Mo Gei, apa kita gunakan roh suci?" tanya Cek Pei sambil menyerang iblis kelelawar yang begitu banyak menyerang kearah Wong Mo Gei.
"Maaf, Tuanku. Jika kami keluar dalam pertempuran ramai begini, akan ada korban dari pihak kita!" roh suci naga air menjawab dari dalam.
"Bukankah kalian bisa menjelma jadi prajurit naga, Shuilong?"
"Eh, Iya Tuanku. Hamba lupa," jawab roh suci naga air, Shuilong. Setelah itu roh suci naga air langsung berubah jadi sinar putih dan melesat keluar dari tubuh pemiliknya Cek Pei.
"Tuanku, roh suci naga air telah keluar, bagaimana jika hamba juga ikut keluar?" tanya roh suci naga terbang, Feilong.
"Silahkan, sebaiknya hati-hati. Kerena masih banyak prajurit dan pendekar dari berbagai perguruan yang tidak memiliki roh suci, Feilong," jawab Wa Hua Wa tanpa berhenti menyerang iblis yang terus berdatangan bak gelombang air bah.
Dua orang prajurit naga jelmaan Shuilong dan Feilong langsung terjun ke medan pertempuran. Senjata mereka yang merupakan tongkat pedang berkelebat bagai kilat membantai setiap prajurit iblis yang rata-rata dari Sekte Iblis Kelelawar.
Tian Shan dan Zhang Shin Ming di bantu Shin Yuan Ma langsung membantu para prajurit dan beberapa orang pendekar dari berbagai perguruan yang ikut andil dalam menghadapi serangan prajurit Pangeran Iblis Merah yang sudah menguasai hampir separuh wilayah Kerajaan Yin dan Yang itu.
"Tuaku, izinkan hamba juga ikut campur?" pinta roh suci raja naga api, Zhui Kiang.
"Silahkan, Zhui Kiang. Apa kau tidak lelah?" Wong Mo Gei balik bertanya.
"Ho ho ho....! Tuanku, roh suci raja naga belum kelelahan. Hamba pun geram melihat pasukan iblis yang terus berdatangan," yang menyahut adalah roh suci kelinci bulan dari dalam.
"Hus.., banyak bacot kau kelinci bulan," jawab roh suci raja naga api sambil tertawa sebelum melesat keluar dari tubuh Wong Mo Gei.
.
__ADS_1
Bersambung.....