
sembari menunggu keputusan kepala petugas kompetisi. Maka pertandingan selanjutnya di langsungkan Wa Hua Wa dan Sin Yin telah berada di atas panggung gelanggang kompetisi itu. Keduanya kini saling berhadapan dan saling memberi hormat.
"Salam kenal kawan, aku Sin Yin dari Sekte Es dan Air mohon kerja sama kawan," ucap Sin Yin sambil mengangkat kedua tangannya, di depan hidung memberi penghormatan.
"Salam kenal juga sahabat, aku Wa Hua Wa dari Sekte Api mohon bimbingan dan kerja samanya," sahut Wa Hua Wa sambil balik memberikan penghormatan.
"Baiklah.... Silahkan di Mulai!" kali ini yang menjadi juri penengah kedua gadis itu adalah Shin Yuan Ma, ibunya Wong Mo Gei.
"Hup!" Sin Yin bergerak maju dengan dua tangan mencerca ke arah Wa Hua Wa. Serangan Sin Yin itu mendapat sambutan hangat dari Wa Hua Wa dengan begitu gesit gadis cantik teman kecil Wong Mo Gei itu menghindari setiap tikaman ujung jari telapak tangan Sin Yin. Sembari menghindar Wa Hua Wa menyempatkan diri menyorongkan telapak tangannya yang membentuk cakar ke arah Sin Yin.
"Hih..!" Sin Yin cukup terkesiap mendapat serangan dari Wa Hua Wa itu, dengan cepat Sin Yin menarik tubuhnya kebelakang dengan cepat. Sebuah tendangan yang cukup membuat Sin Yin bertambah kaget, dengan cepat Sin Yin melentingkan tubuhnya ke udara. Sehingga tendangan Wa Hua Wa itu hanya mengenai angin kosong.
"Hup!" Sin Yin bersalto dua kali di udara sambil melompat mundur menjauh, begitu berada di belakang gadis cantik yang berasal dari dua sekte itu kembali bersiap. Tangan kanannya di atas kepala, sedangkan tangan kiri mengembang setengah di tekuk di depan dada.
Wa Hua Wa yang telah siap dari tadi melompat menyerang ke arah Sin Yin dengan sebuah tendangan dari arah atas. Begitu cepat Sin Yin menapaki tendangan kaki Wa Hua Wa sambil menangkap pergelangan kaki gadis berbaju merah itu. Tapi Wa Hua Wa yang telah siap langsung menghantamkan ujung kaki kirinya ke arah pergelangan tangan Sin Yin.
"Agkhh...!"
Sin Yin meringis tertahan ketika ujung kaki kiri Wa Hua Wa tepat menghantam pergelangan kakinya. Pegangan tangan Sin Yin di pergelangan kaki Wa Hua Wa terlepas. Wa Hu cepat menahan tubuhnya dengan kedua telapak tangan menapak di atas lantai gelanggang kompetisi itu.
"Heaaah...!"
Wa Hua Wa langsung memutarkan tubuhnya bagai sebuah bor. Wa Hua Wa memakai jurus 'Tendangan Torpedo Naga Terbang'. Sin Yin yang belum sempat menjaga keseimbangan tubuhnya, terpaksa menyilangkan kedua tangan di depan dada, untuk menghalangi tendangan Wa Hua Wa yang mengarah ke dadanya.
__ADS_1
"Digkh..!"
"Agkh..!"
Sin Yin memang berhasil menghalangi gerak tendangan kaki Wa Hua Wa yang mengarah dadanya. Namun sayang dorongan tenaga tendangan Wa Hua Wa begitu kuat, sehingga Sin Yin mau tidak mau terdorong keras hingga menghantam pagar penghalang gelanggang itu.
"Krak!
Lagi-lagi pagar penghalang itu harus patah terhantam tubuh Sin Yin yang terdorong keras ke belakang. Tubuh Sin Yin meluncur deras hingga menyentuh tanah. Walau Sin Yin tidak jatuh, tapi posisinya sudah berada di luar gelanggang kompetisi itu. Sedangkan peraturan pertarungan siapa pun yang terdesak keluar gelanggang di nyatakan kalah oleh para juri.
"Hup!"
Sin Yin melompat kembali ke atas gelanggang dan lansung mengangkat tangan memberi hormat pada Wa Hua Wa.
"Terima kasih banyak, Kawan. Jika kau memang ingin jadi temanku dengan tulus, aku Wa Hua Wa menerimamu sebagai sahabatku," sahut Wa Hua Wa, gadis berbaju merah itu maju ke dekat Sin Yin dan memberikan sebuah pelukan persahabatan.
"Baik, Pemenang pada pertandingan kali ini, adalah Wa Hua Wa dari Sekte Api!" kata Shin Yuan Ma berteriak nyaring mengumumkan pemenang pertandingan itu.
"Baiklah...! Selanjutnya adalah pertandingan kekuatan antara roh suci Sin Yin dan Wa Hua Wa, kalian di persilakan memanggil roh suci yang kalian miliki," tambah Shin Yuan Ma lagi.
"Kita harus melanjutkan pertandingan kita Sin Yin, jangan sungkan karna ini hanya pertandingan, bukan pertarungan yang sebenarnya, kalah atau menang kita tetap adalah teman," kata Wa Hua Wa sambil memegang kepalan tinju Sin Yin.
"Baiklah Wa Hua Wa," jawab Sin Yin sambil tersenyum. Sin Ming berjalan mundur sekitar lima tindak kebelakang. Gadis itu langsung membuka jurus panggilan kekuatan roh suci yang ia miliki.
__ADS_1
Tidak lama kemudian Sin Yin telah memanggil roh sucinya yang berupa naga es berwarna putih bersih.
Di seberang sana terlihat Wa Hua Wa pun telah siap dengan kekuatan roh suci yang ia miliki, yaitu roh suci naga terbang. Seekor naga terbang sebesar gajah mamout dewasa mengepak sayap di atas Wa Hua Wa berdiri itu.
.
.
Bersambung....
Jangan lupa dukung novel ini ya teman-teman.
Rate
Like
Koment
Hadiah
Favorit
Dan Votenya teman-teman.
__ADS_1
Terima kasih banyak.