
Mata Lee Tang Yin menatap tajam ke arah Wong Mo Gei yang mempersiapkan ilmu 'Tapak Dewa Api'.
Sementara ke-tiga puluh orang anak buah Lee Tang Yin yang menyatukan tenaga mereka mempersiapkan jurus andalan mereka cahaya merah membentuk telapak tangan besar terlihat di atas kepala ke-tiga puluh orang pendekar itu.
Sementara Wong Mo Gei pelan menyatukan telapak tangannya dan mengangkatnya ke atas kepala sebuah bayangan berwarna merah api menyelingkupi tubuh Wong Mo Gei sendiri bayangan itu membentuk seseorang yang duduk bersila dengan
telapak tangan sebelah kanan mengacung seperti telapak tangan Buddha dan tangan kirinya berada di depan perutnya.
Cahaya merah itu membentuk Kaisar langit yang lagi duduk bersemedi.
Cahaya dari telapak tangan Wong Mo Gei melesat menyongsong dua cahaya yang baru melesat ke arahnya. Dua cahaya itu saling bertemu dan berbenturan, ledakan dahsyat mengguncang tempat itu, puluhan orang yang ada di sekitar ledakan tampak terpental akibat hempasan angin ledakan itu.
Swoss! Swoss!
Booomm....!!
Suasana hening menyelimuti ruangan istana Lee Tang Yin itu, ratusan anak buah Lee Tang Yin tampak tersurut mundur melihat pemandangan di depan mereka. Tiga puluh orang pendekar yang tadi menyatukan kekuatan, kini berserakan di lantai dalam keadaan tidak bernyawa lagi.
Tidak kurang dari delapan puluh orang tewas akibat ledakan akibat benturan dua kekuatan pukulan itu. Lee Tang Yin tampak terdiam seribu bahasa, matanya menatap tajam ke arah Wong Mo Gei dan ketiga temannya.
"Sungguh di luar dugaanku, anak muda itu tidak mengalami hal apa pun akibat mengadu pukulan dengan puluhan anak buatku. Apakah dia dewa atau iblis?" desis Lee Tang Yin seakan tidak percaya apa yang ia lihat di depan matanya.
"Anak muda ku akui, kau memang hebat kau sanggup mengalahkan puluhan anak buah ku dalam sekali serang. Tapi aku belum menyerah, Lihatlah di depanmu masih ada ratusan anak buahku yang siap hadapi!" seru Lee Tang Yin.
"Itu terserah padamu, Tuan Lee Tang Yin. Aku menerima semua tantanganmu!" jawab Wong Mo Gei dengan begitu senang.
"Pasukanku. Berpuluh tahun sudah aku mempersiapkan diri untuk membangun kembali kejayaan Sekte Angin Timur dan Sekte Angin Barat, namun kali ini tampaknya ada penghalang dari sekte yang selama ini aku benci. Jadi kalian sebagai pasukanku siapapun di antara kalian yang bisa mengalahkan pendekar dari kerajaan Yin dan Yang, yang ada di depan kita ini maka dia akan menjadi petinggi di Sekte Angin Barat dan Angin Timur. Itu janjiku, aku pastikan itu," kata Lee Tang Yin ingin memberi semangat kepada pasukannya.
"Jadi kau mempersiapkan kami, demi ambisi pribadinya?" tanya salah seorang pendekar yang berada dalam kerumunan para pendekar itu.
"Ini bukan urusan pribadi, tapi ini adalah dendam Sekte Angin Barat dan Angin Timur yang telah dibuang bagai sampah dari Negeri Delapan Mata Angin!"
"Hei. Tuan Lee Tang Yin!" kata Wong Mo Gei, "Tujuh Sekte yang ada di dalam Negeri Delapan Mata Angin, khususnya Kerajaan Yin dan Yang, tidak pernah membuang Sekte Angin Barat dan Sekte Angin Timur. Tidak sedikit orang-orang Sekte Angin Barat dan Sekte Angin Timur yang lari, tidak mau mengikuti keinginan gila Pangeran Yun Lau,
dan mereka menjadi anggota sekte yang lain seperti sekte Awan Putih, Sekte Api dan Sekte lain," kata Wong Mo Gei.
__ADS_1
"Apa yang kau tahu, anak bau kencur tentang sekte angin barat dan angin timur?" bentak Lee tang Yin.
"Aku memang masih sangat muda, Tuan Lee Tang Yin. Tetapi Ayahku dan ibuku menceritakan semua tentang Kejadian tiga puluh tahun yang lalu, Pangeran Yun Lau yang sebenarnya tidak mempunyai hak atas Singgasana Kerajaan Yin dan Yang, yang merekrut dua sekte besar yaitu sekte angin barat dan Sekte angin timur demi mencapai ambisi pribadinya. Apakah kau masih mengingkarinya Tuan Lee tang Yin?"
"Jika itu yang kau katakan, anak muda. Memang ada benarnya, namun tidak seharusnya tujuh sekte yang ada di Negeri delapan mata angin memusuhi sekte angin barat dan sekte angin timur!"
"Tuan Lee Tang Yin. Siapa bilang tujuh sekte memusuhi sekte angin barat dan sekte angin timur. Bukankah sudah ku katakan tadi padamu tujuh sekte yang lain terbuka lebar menerima anggota sekte angin barat dan angin timur yang membelot dari keinginan gila Pangeran Yun Lau. Sekarang aku hanya ingin tahu apakah kau terlibat dalam penculikan orang gadis perawan di Negeri delapan mata angin?" tanya Wong Mo Gei sengit.
"Jika itu yang kau tak tanyakan anak muda sejujurnya aku tidak tahu saat peperangan tiga puluh tahun yang lalu, aku hampir mati berhasil melarikan diri ke Pulau Larangan ini. Karena kemampuan dan otakku aku bisa menjadi orang nomor satu di Pulau Larangan ini, aku pernah mendengar kabar tentang pangeran Yun Lau yang tinggal di dalam hutan larangan, kemungkinan itu ada hubungannya dengan Pangeran Yun Lau,"
Wong Mo Gei cukup terkejut mendengar nama Pangeran Yun Lau disebut-sebut oleh Lee Tang Yin?
'Apa maksudmu, Tuan Lee Tang Yin. Bukankah Pangeran Yun Lau dan pasukannya. Sudah kalah semua?"
Memang Panngeran Yun Lau mengalami kekalahan saat terjadi peperangan tiga puluh tahun yang lalu, namun aku mendengar kabar jika Pangeran Yun Lau masih hidup dan mendirikan istana di tengah hutan larangan," jawab Lee Tang Yin.
"Baiklah, Tuan Lee Tang Yin, hanya itu yang kami cari, kami hanya ingin mencari tahu siapa dalang penculikan itu, jika perkataanmu benar? Maka kami harus kembali secepatnya ke Kerajaan Yin dan Yang dan mengejar dan mencari tahu apa niat Panngeran Yun Lau menculik tujuh orang gadis perawan dari Negeri Delapan Mata Angin?"
"Aku pernah mendengar kabar anak muda, darah tujuh gadis perawan bisa membuka pintu gerbang iblis yang berada di dalam Hutan Larangan," jelas Lee Tang Yin.
"Bahaya, Tuanku," tiba-tiba raja naga api berkata dari dalam tubuh wong moge.
"Maksudmu, raja naga?"
"Jika gerbang iblis terbuka maka pasukan tujuh sekte iblis akan keluar dan menyerang dunia manusia, akan sulit bagi manusia menghadapi kekuatan tujuh sekte iblis yang ada, apalagi dari tujuh sekte iblis itu ada sekte naga hitam yang dipimpin langsung oleh Maharaja Naga Iblis,"
"Bukankah pasukan iblis sudah dikalahkan seratus tahun yang lalu, raja naga?" tanya Wong Mo Gei lagi.
"Memang manusia berhasil mengalahkan pasukan iblis, seratus tahun yang lalu. Namun manusia saat itu hanya mampu mendesak mereka kembali ke dunia mereka dan memasang portal antara dunia manusia dan dunia iblis, jika portal itu sampai di buka oleh pangeran Yun Lau maka dunia manusia akan mengalami kiamat. Karena pasukan iblis dari tujuh sekte itu menyimpan dendam terhadap manusia selama ratusan tahun, mereka telah giat berlatih demi dendam kesumat mereka dan
menambah semangat mereka menghancurkan dunia manusia, Tuanku," jelas raja naga api lagi.
"Baiklah, raja naga tampaknya kita harus segera kembali ke negeri delapan mata angin,"
Ya, Tuanku. Sebaiknya, Tuanku cepat kembali ke Negeri Delapan Mata Angin, secepatnya," kata raja naga api.
__ADS_1
"Cek Pei, Wa Hua Wa, Sin Yin, kita harus segera kembali ke Negeri Delapan Mata Angin, kita harus melaporkan semua ini," kata Wong Mo Gei tanpa mempedulikan Lee Tang Yin dan pasukannya.
"Pertapa naga, kami butuh bantuanmu.
Kami harus cepat keluar dari tempat ini," pinta Wong Mo Gei pada pertapa ular
berkepala tiga.
"Itu bukanlah masalah, Tuanku. Sekarang Tuan dan teman-teman Tuan, naiklah ke punggung hamba,-hamba akan membawa Tuan keluar dari tempat ini secepatnya,"
jawab pertapa ular berkepala tiga, tanpa banyak bicara dan mempedulikan Lee Tang Yin lagi Wong Mo Gei melompat ke atas punggung pertapa ular.
Sekali kibasan ekornya pertapa ular melesat ke arah atap istana Lee Tang Yin dengan semburan apinya ular berkepala tiga membuat lobang dan menghancurkan atap
bangunan istana Lee Tang Yin itu. Tidak butuh lama pertapa ular berkepala tiga sudah sampai di luar istana Lee tang Yin mereka tepat Keluar di samping danau besar, di samping bukit menuju Pagoda Kematian.
.
.
Bersambung...
Jangan lupa dukung novel ini, dengan
Rate.
Hadiah.
Like.
Koment.
Vote.
Terima kasih banyak.
__ADS_1