
Wa Hua Wa yang cukup terkejut melihat Cek Pei melesat menyusul Sin Yin ke dalam sebuah lubang dimensi dan kemudian lobang itu menghilang lenyap dari pandangannya.
Gadis cantik berambut merah itu tampak bingung, walau ia tidak berhadapan dengan iblis di depannya. Menyusul sudah tidak mungkin apalagi pintu dimensi tempat Sin Yin dan Cek Pei masuk kini telah menghilang.
Wong Mo Gei pun menyadari hal itu, namun ia juga tidak bisa berbuat banyak apalagi dua iblis yang sedang berhadapan dengannya.
Walau iblis yang satunya telah mengalami hancur tangan, namun iblis itu masih berada di tempat itu mengawasi pertarungan.
Pertarungan antara wong moge dan iblis Angin Feng mo.
"Apa yang harus aku lakukan untuk mengalahkannya? Aku sudah tidak sanggup. Akankah aku menjadi tumbal para iblis. Dasar Pangeran naga hitam, rupanya dia sudah tahu jika manusia penguasa roh suci adalah seorang pendekar yang sangat hebat.
Sehingga ia memanfaatkan kami untuk menghadapinya. Rupanya dia tidak Berencana untuk menjadikan kami petinggi Kerajaan Iblis, namun dia berencana menghabisi kami melalui pendekar penguasa roh suci raja naga api ini," dengus Iblis Tanah Huo mo dalam hati.
Iblis Tanah hanya bisa mengumpat dalam hati menyesal saat ini sudah terlambat baginya apalagi saat ini tangan kanannya tinggal sebelah
Sementara iblis Angin Feng mo yang menggunakan pedang besar bergerigi berwarna merah masih berusaha menyerang Wong Mo Gei dengan gencar memang jika berhadapan dengan manusia yang berkepamdaian biasa tentu sudah lama manusia itu akan hancur lebur terkena serangan Pedang Iblis Angin.
Kecepatan gerakan Iblis Angin Feng mo memang begitu dahsyat serangan dan kecepatannya sungguh di luar dugaan, namun ia berhadapan dengan dengan Wong Mo Gei yang mempunyai kepandaian di atas ketiga temannya.
Sebagai penguasa dua roh suci tentu saja Wong Mo Gei mempunyai kekuatan dan kepandaian yang lebih.
Setiap serangan Iblis Angin Feng mo selalu dapat dihindari oleh Wong Mo Gei.
Walau saat ini Wong Mo Gei sudah cukup menguras tenaga karena menggunakan pukulan 'Tinju Naga Penghancur'. tadi, namun asupan tenaga dalam yang di berikan oleh roh suci kelinci bulan sangat membantunya.
Iblis Angin Feng mo berusaha mendesak dengan menyerang secara terus-menerus tanpa memberi jeda sehingga membuat Wong Mo Gei belum sempat untuk memberi serangan balasan.
__ADS_1
Raja naga api Zui Kiang dari dalam masih menatap ke arah luar dari tatapan mata tuannya Wong Mo Gei ingin rasanya roh suci naga api keluar dari tubuh tuanya dan menghancur meluluh lantakkan tubuh Iblis Angin Feng mo itu.
Namun roh suci raja naga api menyegani dan menghormati tuannya yang masih bertarung, sampai saat ini Wong Mo Gei belum memintanya keluar dan juga sampai saat ini Wong Mo Gei tampak belum terdesak di hadapan serangan Iblis Angin Feng mo itu.
Lama-kelamaan Wong Mo Gei mulai kesal dengan serangan Iblis Angin yang cukup cepat dan membuat nya cukup sulit memberi serangan balasan.
Amarah Wong Mo Gei yang mulai naik, mulai terasa ke dalam tempat roh suci raja naga api bersemayam.
"Tuanku, serangan musuh kita ini cukup cepat dan begitu tangkas, jika Tuanku ingin mengalahkannya dari dekat maka tuanku harus menghunus pedang naga kayangan atau jika tuanku ingin mengalahkannya dengan pukulan 'Tapak Naga Kayangan'. maka tuanku harus menjaga jarak beberapa waktu darinya," kata roh suci raja naga api dari dalam.
"Ya, kau benar Zui Kiang. Tampaknya untuk melancarkan pukulan 'Tapak Naga Kayangan'. Aku harus menjaga jarak dari iblis ini, kecepatan serangannya cukup sulit aku membalas," sahut Wong Mo Gei sembari bergerak menghindari tebasan dan sabetan pedang besar bergerigi milik Iblis Angin Feng mo.
"Tuanku, Hamba baru menyadari. Tuanku harus menggunakan tenaga dalam tinggi. Gunakan saja pukulan 'Tinju Naga Kayangan' tingkat enam maka pedang itu akan hancur terkena pukulan Tuanku," kata roh suci raja naga api dari dalam lagi.
"Kenapa menghadapi para Iblis Perut Bumi ini kita harus menggunakan tenaga dalam tingkat tinggi? Begitu kuatkah mereka?"
"Tampaknya mereka begitu kuat, sesuai dengan tubuh mereka yang mempunyai bobot dan lebih besar di banding iblis yang lain, Tuanku," jawab roh suci naga api dari dalam, "Atau hamba sendiri yang akan turun tangan, Tuanku. Untuk menghabisi Iblis Angin itu tawar raja roh suci naga api dari dalam.
"Tuan kita itu bukan pendekar biasa tuan Raja Naga, Jika dia manusia biasa dia tidak akan mampu menampung kekuatan kita berdua di dalam tubuhnya," kata kelinci bulan pada roh suci naga Kayangan.
Roh Suci kelinci bulan tampak duduk bersemedi menarik kekuatan alam untuk di simpannya dan sewaktu-waktu bisa di kirimkan kepada Wong Mo Gei. Saat Wong Mo Gei membutuhkan tenaga itu.
"Kau benar kelinci bulan, tuan kita bukanlah manusia biasa tentu dia dapat mengatasi iblis seperti Iblis Angin ini. Walau Iblis Angin adalah iblis yang sangat disegani di kalangan sekte iblis," jawab roh suci naga api.
Wong Mo Gei cepat melompat menjauh setelah menghindari sabetan pedang besar Iblis Angin yang mengarah ke arah dadanya.
Wong Mo Gei cepat mengirimkan sebuah pukulan jarak jauh bertenaga dalam untuk mengecoh pergerakan Iblis Angin Feng mo.
__ADS_1
Iblis Angin Feng mo cukup terkejut ketika Wong Mo Gei sempat mengirimkan pukulan jarak jauh. Iblis Angin Feng Mo cepat melompat kebelakang.
Kesempatan itu tidak di sia-siakan oleh Wong Mo Gei, ia cepat merapal pukulan menuju naga Kayangan tingkat tujuh, tinju naga penghancur gunung
Aliran tenaga dalam Wong Mo Gei terlihat membentuk cahaya putih di selingi cahaya merah sesekali ke arah kepalan tangan kanannya. Cahaya itu kemudian mengumpul dan membentuk sebuah kepalan tinju raksasa. Iblis Angin Feng Mo mendengus kesal melihat Wong Mo Gei sempat merapal jurus andalan.
Iblis Angin Feng Mo melompat cepat ke arah Wong Mo Gei seraya Mengayunkan pedang besarnya ke arah kepala Wong Mo Gei. Begitu pedang Iblis Angin Feng Mo mendekat secepat kilat Wong Mo Gei mengayunkan tinjunya yang telah di lengkapi dengan ilmu 'Tinju Naga Kayangan'. tingkat tujuh, tinju naga penghancur gunung.
Tidak tanggung-tanggung Wong Mo Gei langsung menggunakan tujuh puluh persen tenaga dalam yang ia miliki dalam merapal jurus pukulan 'Tinju naga Kayangan.
Plang!
Suara cahaya merah membentuk kepalan tinju dari tangan Wong Mo Gei terdengar lantang bagai dua buah besi beradu. Ketika cahaya itu beradu dengan pedang besar milik Iblis Angin Feng Mo.
Suara berdentum bagaikan sebuah bukit batu hancur lebur ketika pukulan Wong Mo Gei menghantam pedang dan tubuh Iblis Angin Feng Mo.
Pedang dan tubuh tubuh Iblis Angin Feng Mo langsung hancur berkeping-keping, tanpa sempat berteriak lagi.
Tubuh dan pecahan pedang Iblis Angin Feng Mo tampak berserakan di tanah.
Melihat tubuh Iblis Angin Feng Mo berhamburan pecah bagai batu yang terkena godam, wajah Iblis Tanah berubah pucat.
Tanpa pikir panjang lagi Iblis Tanah Huo Mo cepat membuat sebuah lubang dimensi untuk melarikan diri. Iblis Tanah Huo Mo cepat melompat kedalam lobang dimensi yang ia buat, namun Wong Mo Gei telah melesat mengejar dan memasuki pintu dimensi itu.
Melihat Wong Mo Gei melesat ke dalam pintu dimensi tanpa pikir panjang lagi Wa Hua Wa pun langsung melesat menyusul Wong Mo Gei.
.
__ADS_1
.
Bersambung....