Pedang Naga Kayangan

Pedang Naga Kayangan
Pendekar Pulau Neraka


__ADS_3

Entah apa yang terjadi di dalam ruangan ketiga ini, suasana yang biasanya suara hiruk pikuk pendukung dan penonton pertarungan di atas panggung gelanggang k terdengar riuh. Namun hari ini semua orang tampak terdiam bagai patung.


Setelah Lau Tianjin turun dari gelanggang sebuah bayangan merah tiba-tiba melesat ke depan Wong Mo Gei.


Semua orang kini memandang lekat ke arah gelanggang itu,


"Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa seorang anak muda seperti kau mampu mengalahkan pendekar dari negeri Tiongkok anak muda?" kata laki-laki berpakaian serba merah yang berdiri tidak jauh di depan Wong Mo Gei.


"Maaf, tuan. Pendekar aku juga tidak tahu kenapa aku bisa mengalahkan. para pendekar yang berhadapan denganku, tapi bagiku itu adalah keharusan karena aku harus bertemu dengan orang nomor satu di istana bawah tanah ini," jawab Wong Mo Gei.


"Ha ha ha... Anak muda, kenapa kau begitu yakin bisa melewati ku. Hah!" bentak laki-laki itu di sertai tawa.


"Walau pun, kau mampu mengalahkanku, labirin kematian telah menunggumu. Sampai saat ini, entah berapa orang yang lolos dari labirin kematian. Terkadang mereka hanya


mengantar nyawa. bagi mereka yang sial harus berputar putar sebelum bertemu makhluk penunggu labirin kematian itu, mahluk yang kelaparan dan belum ada yang sanggup membunuhnya sampai saat ini. Mahluk itu siap menyantap siapa saja yang sampai ke sana?" tambah laki-laki berpakaian merah dan rambut merah itu lagi.


"Jika memang takdir, aku harus mati berhadapan dengan makhluk yang kau katakan itu. Maka aku tidak menolaknya, namun selama aku hidup dan aku bisa berusaha aku harus menaklukkan tempat ini," tantang Wong Mo Gei dengan begitu tenang.


"Anak muda. Aku tidak tahu apa yang ada di dalam dirimu dan seberapa kuatnya dirimu, tapi ketahuilah aku si rambut merah. Belum pernah ada seseorang yang ada di dalam ruangan ketiga ini yang mampu mengalahkanku," kata si rambut merah memperkenalkan diri dengan rasa bangga dan pongahnya.


"Jadi aku sedang berhadapan dengan si rambut merah?"


Ya, gelar yang mereka berikan padaku, aku orang atau pendekar yang nomor satu di ruangan ketiga ini. Mereka menyebutku Pendekar Rambut Merah atau Pendekar Rambut Api,"


"Baiklah, Pendekar Rambut Api, aku yang muda ini terlebih dahulu memperkenalkan diri. Namaku Wong Mo Gei,"


"Ha ha ha....Anak muda. Aku sudah mendengar namamu dan aku juga telah mendengar pertarungan walaupun aku tidak melihat secara langsung. Tapi kini kau harus berhadapan dengan ku anak muda!" tantang Pendekar Rambut Merah.


"Ayo, anak muda sekarang kau harus menghadapi pendekar dari pulau neraka ini,"


"Apa?" Wong Mo Gei tersentak kaget. mendengar nama pulau neraka.


"Jadi cerita tentang Pulau Neraka itu memang ada?" tanya Wong Mo Gei agak penasaran.


"Pulau Neraka adalah pulau buangan bagi para pendekar dan bagi orang-orang yang

__ADS_1


mendapatkan hukuman dari beberapa kerajaan termasuk Kerajaan Tiongkok, Kerajaan Turki, Kerajaan Persia dan Kerajaan


Roma dari barat. Namun Pulau neraka beberapa tahun yang lalu punah terbakar karena gunung api yang ada di tempat itu meletus, entah beberapa orang yang berhasil lolos termasuk diriku anak muda,"


jawab Pendekar Rambut Api yang mengatakan dirinya berasal dari pulau neraka itu.


"Jadi Apakah pendekar adalah orang yang menjadi tahanan di Pulau neraka?"


"Ha ha ha... Anak muda. Sebenarnya aku adalah seorang pendekar buangan dari Kerajaan Persia. Namun karena sifatku cukup baik disana, aku berhasil menjadi salah seorang petugas keamanan di Pulau Neraka itu. Namun aku tidak berhasil menyelamatkan beberapa orang temanku, apalagi para tahanan. Kami hanya bisa berusaha menyelamatkan diri masing-masing ketika gunung api yang ada di Pulau Neraka itu meletus," tutur Pendekar Rambut Api. Wong Mo Gei hanya mengangguk-angguk mendengar penuturan Pendekar Rambut Api tersebut, ia pernah mendengar cerita tentang pulau neraka. Makanya Wong Mo Gei begitu penasaran.


"Sekarang anak muda, kau harus berhadapan denganku. Aku harap kau tidak segan-segan dan tidak menahan kekuatanmu. karena ini adalah pertaruhan, jika kau mampu mengalahkanku. Maka empat ruangan yang lainnya akan memberimu jalan," kata Pendekar Rambut Api.


"Baiklah, Tuan Pendekar Rambut Api, tapi sebelum kita bertarung. Bolehkah aku bertanya siapa namamu?"


"Aku adalah seorang tahanan dari kerajaan Persia Namaku, Arsham yang berarti kuat," jawabnya.


"Baiklah, Tuan Arsham, kita sudah saling memperkenalkan diri tidak memperpanjang waktu lagi mari kita mulai pertarungan ini," tantang Wong Mo Gei.


"Ha ha ha...Anak muda. Rupanya mental dan keberanian mu cukup besar berani menantangku. Baiklah anak muda, bersiaplah!" Pendekar Rambut Api menarik kedua tangannya ke samping tubuhnya. Kemudian menyilangkan kedua telapak tangannya di depan dada langsung mengeluarkan cahaya merah menyala.


Tidak diduga-duga Wong Mo Gei bergerak begitu cepat menggeser tubuhnya sehingga


jurus 'Cakar Elang Neraka'. si Pendekar Rambut Api hanya mengenai angin kosong.


"Apa? Dia berhasil menghindari jurus 'Elang Neraka ku?" desis Pendekar Rambut Api, laki-laki itu cukup terkejut karena gerakannya yang ia kerahkan, adalah lima puluh persen dari kekuatan dan kecepatan yang ia miliki. Namun tidak di sangka-sangka


serangannya begitu mudah di hindari oleh Wong Mo Gei. Tidak sampai di situ serangan pertamanya gagal, Pendekar Rambut Api langsung mengubah arah serangannya.


Shaaa...!"


Ayunan telapak tangan Arsham berubah ke arah samping mencerca ke arah wajah Wong Mo Gei yang berada di sebelah kanannya. Lagi-lagi Wong Mo Gei berhasil menghindari serangan Arsham dengan begitu gesit.


Wong Mo Gei hanya tersenyum tipis sambil terus menghindari cakaran-cakaran jemari Pendekar Rambut Api yang terus merangsek dan mencerca kearahnya. Sambil bergerak mundur akhirnya Wong Mo Gei memajukan


tangan kanannya yang sudah membentuk cakar. Wong Mo Gei mengerahkan sebuah jurus yang bernama jurus 'Cakar Naga Kayangan'. tingkat tiga.

__ADS_1


Cahaya putih yang menyelubungi telapak tangan pemuda itu, membuat mata Pendekar Rambut Api bagai terkena cahaya matahari di tengah gelap. Laki-laki itu sempat memejamkan matanya karena terkejut akibat cahaya yang menyelubungi telapak tanngan Wong Mo Gei.


Namun Pendekar Rambut Api tidak menyangka serangan Wong Mo Gei yang lain, yang ia duga adalah serangan dari telapak tangan Wong Mo Gei. Pendekar Rambut Api cepat mengarahkan serangan cakarnya ke arah lengan


Wong Mo Gei dengan mengibaskan tangannya ke arah depan Wong Mo Gei. Wong Mo Gei cepat menarik lengan kanannya ke belakang dan menarik tubuhnya kebelakang. Namun tendangan kaki Wong Mo Gei berhasil mendarat telak di perut Pendekar Rambut Api.


Buak!


"Uukh..!"


Lenguhan kesakitan keluar dari mulut Arsham sebelum tubuhnya, terpental sekitar lima tombak, namun rupanya kekuatan dan kepandaian laki-laki itu di luar dugaan ia berhasil menjajah tanah tanpa terjatuh. Tapi kekuatan tendangan Wong Mo Gei sungguh di luar dugaan Pendekar Rambut Api api begitu laki-laki berpenampilan serba merah itu berhasil memperkuat kuda-kudanya darah sudah menyembur dari mulutnya. Ia mengalami luka dalam yang cukup parah.


Pendekar Rambut Api memegangi dadanya yang terasa sesak, perutnya yang terkena tendangan Wong Mo Gei tadi terasa bagai di aduk-aduk. Pendekar berambut merah itu akhirnya jatuh berlutut sambil berusaha mengalirkan tenaga dalam ke arah dada dan perutnya untuk meredakan rasa nyeri dan menstabilkan aliran darah dan pernapasannya yang tiba-tiba tidak menentu dan tidak beraturan.


"Sungguh diluar dugaanku, anak muda ini begitu kuat dia mempunyai tenaga yang tidak aku perkirakan dan aku bisa di perhitungkan," desis Pendekar Rambut Api dalam hati.


Arsham agak cemas jika Wong Mo Gei berniat menyerangnya yang dalam keadaan terluka, tapi begitu Ia menolehkan pandangan ke atas gelanggang pertarungan. Pendekar Rambut Api melihWong Mo Gei Masih Berdiri tenang di atas gelanggang.


Setelah berhasil mengobati dan meringankan rasa nyeri di dada dan perutnya Pendekar Rambut Api kembali melesat cepat kembali ke atas panggung gelanggang dan berdiri di depan Wong Mo Gei.


.


.


Bersambung....


Jangan lupa dukung novel ini ya teman-teman.


Rate


Hadiah


Like


Koment

__ADS_1


__ADS_2