Pedang Naga Kayangan

Pedang Naga Kayangan
Kemenangan dan Berita Kehancuran


__ADS_3

Melihat ribuan anak buahnya jadi korban serbuan para pendekar dan roh suci yang datang secara tiba-tiba Menghadang perjalanan mereka, Jenderal drakula hitam dan Jenderal Kelelawar Hantu, tidak ingin melihat anak buahnya habis dibantai para pendekar dan roh suci.


mungkin sudah lebih sepuluh ribu prajurit sekte iblis yang tewas di dalam kegelapan malam.


Malam yang di sinari oleh api, api yang membakar mayat-mayat prajurit sekte iblis di dalam lubang jebakan para roh suci.


"Mundur-mundur!" perintah kedua pimpinan pasukan iblis itu kepada anak buahnya.


Mendengar perintah mundur tanpa aba-aba lagi, ribuan prajurit sekte iblis yang tengah kocar-kacir lansung meninggalkan arena pertempuran.


Sungguh di luar dugaan Jenderal Drakula Hitam dan Jendral Kelelawar Hantu jika mereka akan menjadi sasaran empuk para pendekar dan roh Suci malam ini.


Tanpa menunggu lama lagi Pasukan iblis langsung melarikan diri melalui jalan Desa dan Sekte Api.


Melihat pasukan iblis mundur melarikan diri, roh suci naga api Zui Kiang tertawa terbahak-bahak. Semua orang di sana terkejut melihat wujud Zui Kiang dalam bentuk manusia.


"Akhirnya kalian lari tunggang langgang, ha ha ha...! Apa kalian tidak ingin menjadi


santapan api itu. Ha ha ha...!" tawa raja naga api.


"Raja naga? Sejak kapan kau bisa berubah bentuk menjadi seorang manusia?" Wong Mo Gei tampak cukup terkejut.


"Maafkan hamba, Tuanku. Kami para bangsa jin bisa berubah bentuk sesuka kami," jawab raja naga api sambil tersenyum.


"Berarti mulai sekarang kau harus menjadi manusia jika menampakkan wujud," kata Wong Mo Gei.


"Beres Tuanku," jawab raja naga api, "Hamba menuruti semua titah, Tuanku," tambahnya lagi.


Pasukan iblis mundur, setelah di dalam hutan. Kedua Jenderal itu tampak termenung melihat lebih dari separuh anak buah yang mereka bawa kini sudah tiada.

__ADS_1


"Bagaimana, Jenderal. Apa yang harus kita lakukan?" tanya salah seorang kepala prajuritnya.


"palagi yang harus kita katakan kita harus jujur kepada Panglima Naga Merah dan Pangeran Naga Hitam.


"Aku tidak menyangka jika kita bakal di nanti dengan perangkap dan para pendekar yang mempunyai kepandaian sangat tinggi, di tambah lagi dengan para roh suci itu,"


"Ya, sungguh di luar dugaan rupanya mereka sudah mengetahui kedatangan kita kita juga terlalu sedikit membawa prajurit," jawab Jendral Iblis Drakula Hitam.


"Sudahlah, kita harus kembali ke tepi hutan larangan dan melaporkan semua ini kepada Panglima Naga Merah dan Pangeran Naga Hitam," kata Jendral Kelelawar Hantu.


.


************


Sementara Wong Mo Gei dan pasukannya kembali ke dalam kota Yang, setelah kemenangan mereka terhadap pasukan iblis malam ini.


"Ya, dia memang keturunan orang hebat dari Sekte Api," jawab prajurit yang lain.


Selamat, Mo Gei. Kau berhasil cucuku," puji Tian Shan begitu Wong Mo Gei dan para pendekar kembali ke istana.


"Terima kasih, Kek. Semua itu berkat bantuan para pendekar dan roh suci," jawab Wong Mo Gei sambil tersenyum.


"Rupanya para pendekar dari Pulau Larangan sangat berpengaruh dalam keberhasilan misi malam ini," kata Tian Shan sambil tersenyum, "Lee Tang Yin, pasukanmu memang hebat," puji Tian Shan.


"Terima kasih, Paman. Semua ini berkat Wong Mo Gei dan roh suci raja naga apinya," jawab Lee Tang Yin tertawa.


"Kaisar...Tiba...!" kata prajurit pengawal pintu antara ruangan pertemuan para pendekar, tidak lama kemudian Kaisar Cong Ming tampak berjalan dengan di ikuti Panglima Tio Bu Ki dari belakang.


"Selamat malam, jelang pagi. Saudara-saudara," ucap Kaisar Cong Ming sambil duduk di sebuah kursi di meja pertemuan paling depan.

__ADS_1


"Maafkan saya saudara-saudara, saya baru menerima beberapa surat dari kerajaan tetangga," kata Kaisar Cong Ming lagi.


"Surat-surat pemberitahuan itu datang tengah malam ini, di antar oleh burung hantu pos dari setiap kerajaan dari berbagai penjuru dunia. Isi surat itu mengabarkan sebuah berita yang tidak saya sangka-sangka,"


"Di dalam surat para kaisar dan raja-raja kerajaan tetangga itu, saya baru mengetahui bala bantuan yang kita minta tidak kunjung datang, karena pasukan iblis telah menyerang beberapa negara besar itu,"


"Kini keadaan di beberapa negeri tetangga, sangat memprihatinkan. Puluhan ribu prajurit dan rakyat telah menjadi korban serangan pasukan Sekte Iblis,"


"Sekarang tinggal kita yang masih bertahan, bala bantuan dari kerajaan tetangga tidak akan datang. Malah para raja kerajaan kecil mengharapkan bantuan dari kita," tutur Kaisar Cong Ming.


"Maafkan hamba, Kaisar. Saat ini, kita saja hampir di kalahkan pasukan sekte iblis," ucap Tian Shan sebagai penasehat pasukan Kerajaan.


"Ya, saya mengerti, Paman. Tapi saya berharap dan berdoa pada pencifta, mudah-mudahan kita bisa menghadapi keadaan yang sangat memprihatinkan ini. Baik untuk kerajaan kita, maupun kerajaan lain yang sangat membutuhkan kita," jawab Kaisar Cong Ming.


"Sekarang yang harus kita lakukan adalah mengadakan penyerangan ke pasukan iblis yang bertahan di batas kota Yin," tambah Kaisar Cong Ming lagi.


"Serangan itu akan kita laksanakan pagi ini, Kaisar, keberhasilan pasukan kita yang terdiri dari para pendekar-pendeka ini telah menyemangati semuanya," ucap Tian Shan.


"Ya, Yang Mulia, pasukan kita pun tampaknya bersemangat," tambah Panglima Tio Bu Ki.


"Bagus... Persiapkan pasukan Kerajaan sebagai pasukan pendukung," titah Kaisar Cong Ming.


"Baik, Yang Mulia," jawab Panglima Tio Bu Ki bersemangat.


.


.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2